
Tari keluar dari kamarnya, untuk meletakkan nampan berisi piring bekas dia makan tadi. Betapa terkejutnya Tari saat melihat siapa yang tertidur di ruang tamu bersama Irul. Air mata Tari langsung terjatuh, dan menbasahi pipinya. Sebisa mungkin Tari menahan Isak tangisnya. Tari berjalan cepat ke dapur, nam mencuci bekas makannya tadi.
Tari berjalan perlahan agar tidak membangunkan Fadil dan Irul. Namun langkah Tari terhenti di pintu kamar, Tari membalikkan badannya, dan menatap wajah Fadil yang terlihat pucat dan kurus. Kaki Tari pun melangkah mendekati Fadil, Tari berjongkik di dekat Fadil, dan menatap lekat wajah yang sangat di rindukannya. Wajah yang dulunya berisi dan sangat tampan, sekarang harus terlihat pucat, mata yang cekung, pipi yang tirus. Terlihat sekali penderitaan di wajahnya, tapi Tari belum siap untuk bertatap muka dengannya. Dia masih merasa belum pantas menjadi pendamping Fadil, setelah apa yang di perbuat Ando kepada dirinya. Rasanya ingin sekali Tari menyentuh wajah yang sangat d rindukannya ini, tetapi Tari menahan rasa itu. biarlah seperti ini, biarkan waktu yang menyembuhkan luka di hati Fadil.
Tari bangkit, namun gerakannya terhenti karena tangannya di tahan oleh seseorang.
" Aku tau itu kamu" Tari melirik kearah Fadil yang masih tertutup matanya. Perlahan mata Fadil terbuka.
Tari sudah menahan air matanya untuk tidak jatuh, namun pertahanannya runtuh saat Fadil menyatakan bahwa dia sangat menderita dan merindukan dirinya.
Tari terduduk dan menangis, Isak tangisnya membangunkan Irul yang tertidur di dekat Fadil.
" Kak Tari?"
Irul sudah siap ingin melayangkan tinjunya kepada Fadil, karena Fadil memeluk Tari. Namun gerakan Irul terhenti di udara saat melihat Tari membalas pelukan Fadil. Ibu Siah dan Hayat pun terbangun karena mendengar suara tangis Tari yang terdengar memilukan, betapa terkejutnya mereka saat melihat Fadil dan Tari berpelukan.
Tari merelaikan pelukannya, saat merasa dirinya sudah tenang.
" Bisa Nak Tari dan Tuan Fadil jelaskan? Kenapa bisa sampai pelukan seperti itu."
" Sebenarnya, Tari ini adalah Puput. Calon istri saya yang hilang"
Fadil mengatakan jika mereka ada masalah, dan Puput memilih pergi. Namun masalah itu tidak akan selesai jika salah satunya pergi, maka dari itu Fadil mencari Puput, untuk menyelesaikan masalahnya. Saat Fadil sednah menjelaskan situasinya, Tari masuk kedalam kamar karena Lana terbangun dan menangis, mungkin dia haus.
" Bagaimana Tuan Fadil bisa mengenali Kak Tari ini sebagai Puput? Sedangkan di fotonya saja berbeda." Ujar Irul dengan penuh curiga.
" Bisa saya liat foto Kak Puput?" Tanya Hayat.
Fadil memberikan foto puput, Hayat tersenyum. " Ini memanh Kak Tari"
Fadil bernapas lega, berbeda dengan ibu dan Irul.
" Kak Tari menggunakan bedak berwarna gelap,agar tidak ada yang mengetahui wajah aslinya. Tapi saat tidur, kak tari menghapus make up nya. Maka dari itu Hayat tau wajah Kak Tari yang sebenarnya."
Tak berapa lama Tari keluar, dengan Lana di gendongannya. Fadil mengernyitkan keningnya, seolah tau apa yang di fikiran Fadil, Tari menjawab pertanyaannya sebelum di tanya.
" Ada seorang wanita bernama mawar, dia melahirkan anak ini, dan saat ini sudah meninggal dunia beberapa hari lalu. Mawar menitipkan Lana kepada Puput. Saat ini, Lana adalah anak Puput."
" Kakak tidak peduli, apapun status mu saat ini, yang pasti kamu dan anak mu itu, harus kembali bersama kakak. Kita akan membangun keluarga kecil kita."
" Tapi,_"
" Jangan membantah, sudah cukup Aku menderita jauh dan kehilangan kamu"
Puput tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.
" Boleh aku menggendongnya?"
Puput menganggukkan kepalanya, dan memberikan Lana kepada Fadil.
" Siapa namanya?"
__ADS_1
" Fadil Maulana"
" Kau menjauh, tapi membawa namaku kepada anak kita" Fadil terkekeh, puput tersenyum dengan wajah merona. Ada rasa hangat di dalam dada nya, saat Fadil mengatakan anak kita.
" Jadi, nama Kak Tari sebemarnya siapa?" Tanya Hayat penasaran. begitupun dengan Ibu dan Irul.
" Putri Lestari"
Irul, Hayat, dan ibu pun ber oo ria, selama ini mereka taunya nama Puput adalah Lestari. maka dari itu mereka memanggilnya Tari.
Keesoka hari nya, Fadil menghubungi Arka, untuk mengatakan bahwa dia sudah menemukan Puput. Terdengar suara Kesya mengucapkan rasa syukur. Fadil juga meminta tolong kepada Arka, untuk menyiapkan satu kejutan untuk Puput. Terdengar Arka mengumpat karena banyaknya permintaan Fadil, namun tak urung Arka melaksanakan apa yang di pinta oleh Fadil.
Hari ini Puput menghapus semua make up-nya. Bu Siah, Irul, Pak Adi dan Beserta istri terkejut melihat wajah asli Puput yang sangat cantik. Mereka sempat mengira bahwa puput adalah bidadari yang jatuh.
" Jadi kalian akan pulang hari ini?" Tanya Ibu.
" Iya Bu, seluruh keluarga Puput sudah menunggu di sana" Jawab Fadil.
Setelah melakukan perpisahan, Dan juga memberikan beberapa jumlah uang kepada Pak Adi dan juga Bu Siah. Walaupun Bu Siah menolaknya, namun Puput memaksa untuk menerimanya. Puput, Fadil, beserta Lana menyeberangi lautan dengan di menggunakan Boat milik Pak Adi. Sesampainya di kampung, Mereka langsung di sambut oleh anak buahnya Arka.
" Gak cek in dulu?" Tanya Puput saat mereka memasuki bandara.
" Gak perlu calon istriku, Si Arka itu menggunakan pesawat pribadinya"
" Serius kak?"
" hmm, untuk itu calon suami mu ini akan memiliki sisa gaji yang sedikit. Apa kamu masih bersedia menikah dengan ku?"
Fadil langsung membungkam bibir Puput denagn ciumannya. " Jangan pernah menyebut diri kamu seperti itu. kamu adalah perempuan yang paling suci, yang ada di hidup aku" Ujar Fadil setelah melepas tautan bibir mereka.
Puput ingin memeluk Fadil, namun tangannya masih menggendong Lana.
Oweekkk...oweekk...
" Oh, anak Papa ingin di cium juga? Sini.. sini" Fadil mengambil alih Lana dan menciumi pipi gembulnya.
Pesawat yang di tumpangi Puput dan Fadil sudah sampai di bandara pribadi keluarga Moza. Kesya sangat antusias menyambut kedatangan Puput. Buktinya, dia sudah berdiri sedari tadi saat mendengar jika pesawat sudah mendarat.
Tak berapa lama terlihatlah Puput dan Fadil, namun senyum Kesya dan lainnya pudar saat melihat ada seorang bayi yang berada di gendongan Puput.
" Bayi?"
Ayah Iqbal dan Mama Lena terlihat shock dengan pemandangan di depannya. Tidak mungkin kan selama ini Puput hamil, dan menyembunyikan kehamilannya?
" Ayah, Mama" Puput menyalami tangan kedua orang tuanya, sedangkan Lana sudah berada di gendongan Fadil.
" Ini Lana, Anak kami" Ujar Fadil saat melihat tatapan Mata calon mertuanya itu kearah bayi yang di gendongnya.
Plaakkk..
" Aaww.."
__ADS_1
" Wah, bener-bener dah. Apa kata orang tua dulu. Jangan pernah membiarkan dua orang berlawan jenis berduaan. Maka mereka pulangnya akan bertiga. Lo di ruangan sering berdua dengan Puput, apa kalian? wah.. bisa sial kantor gue"
" Brengs*k Lo. Kalo gak tau apa-apa diem deh. jangan memperkeruh keadaan" Ujar Fadil saat melihat tatapan membunuh dari Ayah Iqbal.
" Puput jelasin yaa, tapi gak sambil berdiri gini. Syaang Kesya. Perutnya udah membesar"
Puput membelai perut Kesya yang memang sudah membesar. Kemudian Kesya tersenyum dan mereka berpelukan.
" Rindu banget sama Puput ku yang cerewet.. Hiksss"
" Aku juga."
Puput merelaikan pelukannya, dan kemudian Gilang langsung saja memeluk Puput. Fadil melototkan matanya, dan menarik tubuh Puput untuk lepas dari pelukan Gilang. Namun Gilang semakin memperkuat pelukannya, sampai puput meringis kesakitan, tapi juga tertawa. Fadil tidak bisa menarik Puput kuat karena ada Lana di gendongannya.
" Emm, Calon mertua. boleh minta tolong pegang cucunya?"
Mama Lena tersenyum, dan mengambil alih sang cucu yang masih misterius statusnya.
Fadil melepaskan pelukan Puput dan Gilang, kemudian dia beralih memeluk Puput dengan posesif. Namun tiba-tiba saja telinganya merasa panas.
" Aww..aww.."
" Halalin dulu anak saya, Jangan sampai anak cucu yang lain muncul setelah kamu memeluknya" Ayah Iqbal melepaskan jewerannya.
Fadil mengelus telinganya yang terasa panas. "Tentu calon mertua, saya sudah siap untuk menikah. Saat ini pun saya siap"
" Lebay" Ujar Puput.
" Ini hukuman untuk kamu sayang, karena sudah kabur saat pernihakan kita dulu. Jadi, kamu harus menerima hukuman mu dalam waktu dekat"
Puput mengerutkan keningnya. Bingung dengan perkataan Fadil. Arka mengajak semuanya ke restoran yang dekat dengan Bandara.
Fadil menceritakan kejadian saat dia mencari Puput, hingga dirinya menemukan Puput. Kemudian bergantian Puput yang bercerita, bagaimana dia bisa menuju pulau itu, dan bertemu dengan Mawar, hingga Mawar meninggal dan menitipkan Lana kepadanya.
Terlihat guratan dan helaan lega dari Ayah Iqbal dan Mama Lena. Mereka bangga pada Puput, karena berbesar hati merawat seorang bayi yang telah di tinggalkan oleh kedua orang tuanya.
3 hari setelah kepulangan Puput, Puput kembali di kejutkan dengan acara pernikahannya yang terbilang sangat tiba-tiba. Fadil tidak ingin menunda-nundanya lagi. Fadil tidak ingin kembali kehilangan moment yang berharga.
Dengan suarabyang lantang, Fadil mengucapkan Bismillah dan mengucapkan janji suci, yang di sahut teriakan SAH yang menggelegar oleh para saksi dan tamu undangan.
Putri Lestari, akhirnya Sah menjadi istri Fadil Syahputra.
Ada yang penasaran dengan Ando?
Ando tidak masuk penjara, melainkan masuk rumah sakit jiwa karena mengalami stres yang berat karena kehilangan Puput. Tapi di rumah sakit, Ando bertemu dengan seorang gadis berhijab, yang menjadi cleaning servis di sana. Dan Gadis itu selalu menghibur Ando saat Ando sendirian di taman.
Hai readers..
jangan lupa Tap jempolnya yaa..
Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.
__ADS_1
Mari saling berbagi kebahagiaan.