
Dengan langkah tegap, Arka memasuki kamar pengantin mereka yang sudah di dekor dengan sedemikan indah dan romantis.
Kesya berdecak kagum dengan keindahan di dalam kamar tersebut. Dengan pelan Arka menuruni Kesya di atas tempat tidur. Wajah Kesya sudah memerah, karena melihat wajah Arka yang semakin mendekat.
"M-mass" lirih Kesya.
" Hmm?"
" K- Key mandi dulu ya" Ujar Kesya yang sudah menahan dada Arka.
" Mandi bareng juga boleh" Goda Arka.
" M-Maass" lirih Kesya lagi karena Arka semakin mendekatkan wajahnya ke pada Kesya. Bahkan Napas hangat Arka sudah mengenai wajah Kesya.
Kesya spontan langsung menutup matanya dan meremas jas Arka, yang mana tangan Kesya tadi digunakan untuk menahan dada Arka.
Arka tersenyum kemenangan melihat Kesya menutup matanya, Arka meneliti seluruh wajah Kesya dari dekat, namun Arka melihat keringat dingin yang meluncur indah dari sela rambut halus Kesya di bagian kening. Arka tau, Kesya belum siap untuk ini.
Cup
Kesya spontan membuka matanya di saat merasakan tubuh Arka yang menjauh setelah mengecup keningnya.
" Mandi lah, lalu istirahat, Mas tau kamu lelah." Ujar Arka.
Kesya menganggukkan kepalanya dan langsung beranjak dari tempat tidur. Kesya membuka satu persatu aksesoris yang ada di kepalanya. Arka memperhatikan Kesya dari jauh. Bukannya Arka tidak ingin membantu Kesya, tapi Arka tidak ingin kehilangan fokusnya dan menerkam Kesya.
"Mas, bisa bantu aku lepasin ini? Sepertinya nyangkut" Ujar Kesya yang sudah kesusahan dengan aksesoris rambutnya.
" Hmm, cobaan" Gumam Arka yang pastinya hanya dia sendiri yang mendengarnya.
Dengan langkah lunglai Arka mendekati Kesya. Hanya dengan memegang rambut Kesya aja, sudah bisa membangunkan Juniornya. Arka harus menelan salivanya berkali-kali dan dan menarik napas guna menstabilkan jantung dan hasratnya yang semakin meningkat.
"Selesai" Gumam Arka, dan melangkahkan kakinya menjauh dari Kesya.
" Tunggu Mas" Ujar Kesya menahan langkah Arka.
Arka pun berbalik dan melihat ke arah Kesya.
" Tolongin buka ini" Ujar Kesya gugup sambil menunjuk resleting bajunya belakangnya.
Terdengar Arka menghela napas beratnya dan terlihat mengelus dadanya.
__ADS_1
" Kamu menguji Saya Key" Bisik Arka parau. Setelah menurunkan resleting baju kesya, dan langsung memeluk Kesya dari belakang.
Kesya merasakan sesuatu yang mengeras di bagian belakangnya.
"Mm-Mas" Lirih Kesya yang napasnya sudah tersengal karena ulah Arka yang terus mengecupi leher jenjang Kesya.
Arka menghentikan aksinya saat merasakan tubuh Kesya bergetar. Arka melepaskan pelukannya, dan membalikkan wajah Kesya. Dilihatnya mata kesya yang sudah banjir dengan air mata yang di tahannya, bahkan air mata itu sudah lolos membasahi pipi Kesya.
"Maaf" Lirih Arka dan membenamkan Kesya kedalam pelukannya.
Setelah merasa Kesya tenang, Arka merenggangkan pelukannya, dan menangkap wajah Kesya dengan kedua tangannya. "Hei, jangan menangis lagi ya. Saya gak akan minta Hak saya sebagai suami malam ini, Saya akan menepati janji saya. Menunggu kamu sampai kamu siap" Ujar Arka dan mencium kening Kesya, lalu membenamkan kembali Kesya kedalam pelukannya.
Kesya sudah selesai dengan ritual mandinya, Di lihatnya Arka yang tertidur di sofa. Kesya mendekat, membungkukkan sedikit tubuhnya dan memandang wajah Arka. Terlihat guratan lelah di wajah Arka, dengan mengumpulkan keberaniannya, Kesya menggoyangkan lengan Arka.
"Mas, bangun. Mandi dulu.." Ujar Kesya, yang terdengar di kuping Arka seperti bisikan yang menggoda.
Arka membuka matanya perlahan, pertama kali yang dilihatnya adalah mata Kesya yang menatapnya lekat. Mata mereka saling memandang, hingga akhirnya Kesya memutuskan pandangannya dan berdiri tegak.
Kesya berjalan kikuk ke arah meja rias, dan langsung mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdryer. Kesya tidak ingin tidur dengan rambut yang basah.
Arka melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, tanpa menoleh lagi ke arah Kesya.
" Apa dia marah?" Gumam Kesya.
Arka keluar dari kamar mandi. Arka tertegun melihat Kesya yang tertidur dengan bersandar di kepala tempat tidur. Arka berjalan mendekati Kesya, dan membenarkan posisi tidur Kesya. Di pandangnya wajah tennag Kesya, Cup. cup. cup. cup, Arka pun memberikan kecupan selamat tidur di kening, mata, hidung, dan bibir Kesya.
"Selamat tidur sayang" Bisik Arka yang sudah pasti tidak Kesya dengar.
Arka hanya mengeringkan rambutnya alakadar, dan Arka juga membaringkan tubuhnya di samping Kesya, sambil memeluk tubuh ramping Kesya.
Kesya merasa ada sesuatu yang berat melingkar di pinggangnya, Kesya mengerjapkan matanya, dan menoleh kearah belakang, dilihatnya wajah Arka yang terlihat pucat. Kesya mengerahkan tenaga nya untuk mengangkat tangan Arka da membalikkan tubuhnya. Kesya merasakan hawa panas yang keluar dari tubuh Arka. Kesya mengangkat tangannya dan menyentuh kening Arka. Kesya terkejut karena merasakan tubuh Arka yang sangat panas.
"Mas" Panggil Kesya, namun tidak ada sahutan dari Arka.
" Mas" Panggil Kesya kembali sambil menepuk pelan pipi Arka. Terdengar suara Arka bergumam.
Kesya berusaha melepaskan pelukan Arka. "Mas, badan kamu panas banget." Ujar Kesya sambil menangkup wajah Arka.
Perlahan Arka membuka matanya dan melihat wajah panik Kesya.
"Mas" lirih Kesya.
__ADS_1
Arka tersenyum dan menarik Kesya kembali kedalam pelukannya.
"Mas" geram Kesya.
"Biarkan seperti ini dulu." Gumam Arka.
"Badan kamu panas banget loh Mas. Key telpon Leo dulu ya" Ujar Kesya ingin melepaskan diri dari pelukan Arka, tapi Arka malah semakin mempererat pelukannya.
Kesya pun hanya pasrah dan membalas pelukan Arka. Tak berapa lama kesynmerasa napas Arka yang teratur. Perlahan Kesya melepaskan pelukannya. Diliriknya jam sudah menunjukkan setengah 6 pagi. Kesya bergegas ke kamar mandi membersihkan diri kemudian mengambil air wudhu.
Kesya melihat Arka yang masih terlelap. Kesya ragu membangunkan Arka atau tidak, tapi jika tidak di bangunkan, nanti Arka gak solat subuh. Dengan ragu Kesya membangunkan Arka.
"Mas, solat subuh dulu yuk" Ajak Kesya.
Arka membuka matanya dan tersenyum, "saya tadi udah solat subuh duluan sebelum kamu bangun." Ujar Arka.
Kesya pun menganggukkan kepalanya dan menyuruh Arka kembali beristirahat. Selepas solat, Kesya membuat panggilan kepada Leo, yang kebetulan juga menginap di hotel tersebut.
Tak butuh waktu lama, Leo sudah berada di dalam kamar Kesya dan Arka. Leo memerika Arka yang demamnya sangat tinggi.
" Gimana Lee?" Tanya Kesya cemas.
"Om Arka cuma kecapean dan masuk angin. Nanti aku suruh orang buat tebus obatnya " Ujar Leo. Sebelum keluar kamar, Leo kembali mengatakan sesuatu yang mana membuat Kesya kikuk dan wajah yang memerah.
" Om, jangan terlalu sering memompa Tante Kesya, kasih jeda dong" Leo pun langsung menghilang dari pintu setelah mengatakan itu.
Kesya melihat ke arah Arka yang menggaruk kepalanya yang sepertinya tidak gatal.
.
.
.
.
.
Hai readers.. Mohon dukungannya selalu ya..
Like + vote + rate + komentarnya di tunggu..
__ADS_1
salam hangat dan sehat selalu..