
Sesampainya di kediaman Moza, Kesya langsung membuka pintu mobil dan berlari masuk kedalam rumah. Mami Laura yang melihat Kesya berlari sambil menangis pun langsung menatap Arka dari kejauhan dengan tajam.
" Kenapa Kesya?" Tanya Mami Laura saat Arka baru melangkahkan kakinya masuk.
" Haaah, Gak tau Mi. Dari tadi ada aja kesalahan Arka."
Mami Laura menaikkan alisnya sebelah dengan tangan bersedekap. Mami mengikuti Arka yang berjalan kearah sofa ruang keluarga. Mami Laura masih menatap Arka untuk meminta penjelasan.
" Jadi gini, tadi itu saat di supermarket. Arka gak sengaja nabrak cewek, trus saat bayar di kasir, arka juga gak sengaja menjatuhkan kartu Card Arka, Nah, tu cewek yang balikin. Kesya kayaknya liat, dan marah karena salah paham." Jelas Arka.
" Gitu aja?"
Arka mengganggukkan kepalanya.
" Kamu udah jelasin ke dia?"
Arka kembali menganggukkan kepalanya.
"Hmm, mungkin dia lagi cemburu berat sama kamu" Ujar Mami Laura.
Arka membuka pintu kamarnya, dan melihat Kesya yang sedang terbaring membelakanginya. Arka menghela napasnya, kemudian mendekati sang istri.
"Sayang" panggil Arka, tapi tak mendapatkan jawaban dari Kesya. Arka kembali menghembuskan napasnya.
"Sayang" Panggil Arka lagi, tapi kali ini dengan menyentuh bahu Kesya, dan menarik sedikit tubuh Kesya untuk menghadapnya.
Arka melongo dengan pemandangan di depannya. Kesya tertidur. Yaa tidur, tidur pulas layaknya bayi. Wajah tenang tanpa emosi. Arka tersenyum miring mengingat tingkah sang istri.
" Tidur yang nyenyak ya sayang" Ucap Arka dan mengecup kening Kesya.
Arka menyelimuti tubuh Kesya, kemudian bangkit dan meraih ponselnya, menghubungi seseorang yang dalam sebulan ini menghilang, dan membuat Arka khawatir.
"Di mana kamu dek?" Gumam Arka sambil menatap ponselnya.
Kesya bangun dan melihat Arka sedang sibuk dengan iPad nya. Kesya mendekati Arka, dan langsung bergelayut manja di lengan Arka. Arka terkejut saat mendapati Kesya yang tengah memeluk lengannya erat dan menyandarkan kepalanya. Arka mengacak rambut Kesya.
" Sayang " Panggil Kesya.
Arka langsung menolehkan kepalanya kearah Kesya. Apa dia tidak salah dengar? Kesya memanggilnya dengan sebutan 'sayang?'.
Karena tidak mendapatkan jawaban dari Arka, Kesya mendongakkan kepalanya, dan terkejut karena Arka sudah mendapatkan wajah Arka yang ternyata menatapnya dari tadi. Kesya tersenyum, lalu tangan Kesya terangkat dan jari-jari lentik Kesya mulai menari-nari di dada Arka.
Arka menutup matanya, karena gerakan tangan Kesya membuat sesuatu di bawah terasa bergerak.
"Sayang, kamu membangunkan sesuatu" Bisik Arka dengan suara seraknya.
" Aku pingin makan ikan gurami yang seperti kemarin." Rayu Kesya.
" Baik lah, tapi kita selesaikan yang satu ini ya" Ujar Arka dan mencium bibir Kesya.
Tapi Kesya menutup bibirnya dengan telapak tangannya.
" Aku pingin sekarang" Ujar Kesya dengan dengan memelas.
__ADS_1
" Oh sayang, ayo lah, hanya sebentar. Mas janji" Ujar Arka dan berusaha untuk mencium Kesya kembali.
Kesya mendorong tubuh Arka, karena tidak siap Arka pun terjungkal. "Sayang" Pekik Arka karena terkejut.
Karena mendengar suara Arka yang melengking, mata Kesya langsung berkaca-kaca, kemudian Kesya bangkit dan keluar dari kamar dengan menutup pintu dengan kencang.
Arka hanya melongo melihat perilaku Kesya hari ini. Arka mengusap wajahnya kasar, Arka bangkit dan mengejar istrinya.
Arka mencari keberadaan Kesya di dapur, balkon, serta di ruang gym pun juga Kesya tak ada. " Di mana dia?" Batin Arka.
Arka langsung berlari menuruni tangga, di lihatnya Mami Laura sedang membaca majalah di ruang keluarga.
" Mami" Panggil Arka.
Mami Laura menengadahkan kepalanya. " Ya sayang?"
" Emm, Apa Mami melihat Kesya?"
Mami Laura mengerutkan keningnya. "Bukannya dia diatas bersama mu?"
Arka menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Iya, tapi tadi dia__"
" Jangan bilang kalian berantam!" Tebak Mami Laura.
" Tidak Mami, cuma kesya__"
" Kenapa?"
"Ituu, anu.. Dia__"
Arka menghembuskan napasnya kasar. " Kesya merajuk, dan dia keluar kamar sambil menangis" Ujar Arka sambil menundukkan wajahnya.
Plaakk..
"Auuwww, sakit mami"
" Awas kamu kalo berani menyakiti menantu Mami" Ancam Mami Laura dan berdiri dari duduknya.
Mami Laura menanyakan kepada slaah satu maid apa ada melihat Kesya? Dan ternyata Kesya berada di ayunan di pinggir kolam.
Mami Laura dan Arka langsung menghampiri Kesya. Terlihat Kesya sedang menangis tersedu-sedu sambil menghapus air matanya.
" Sayang" Panggil Mami Laura.
Kesya menghapus air matanya, lalu melihat ke arah Mami Laura.
" Kamu kenapa? Arka nyakitin kamu?"
" Mas Arka jahat Mi.. Huaaa" Tangis Kesya kembali pecah, dan Mami Laura langsung memeluk tubuh Kesya. Dan menatap Arka tajam.
Arka menelan ludahnya susah payah, karena tatapan tajam sang mami yang seakan sudah menyayat-nyayat kulitnya.
" Kamu di apain sama Raja? Bilang sama Mami"
__ADS_1
" Hikks, Mas Arka bentak Kesya Huaaa"..
Arka langsung melongo mendengar jawaban Kesya. Dia tidak membentak Kesya, tapi dia terkejut karena Kesya mendorongnya, dan karena terkejut, Arka tanpa sadar meninggikan suaranya.
" Mas hiikkss.. Mas Arka gak mau masakin Kesya ikan gurami.. hikks.. Lalu hiks.. Mas Arka bentak Kesya.. Huaaa"
"Hanya gara-gara itu?" Tanya Mami Laura,
Arka dan Kesya serentak menganggukkan kepalanya.
"Hmmm, Ya udah, Mami suruh maid untuk memasaknya yaa"
Kesya menggelengkan kepalanya. " Key maunya Mas Arka yang masak" Ujar Kesya sambil menghapus air mata nya.
Mami Laura menatap kearah Arka.
" Iya, Mas yang masak yaa, sekarang Key diem yaa.. jangan nangis lagi yaa" Ujar Arka.
"Peluuuk"
Mami Laura dan Arka langsung tercengang mendengar permintaan Kesya kepada Arka. Biasanya Kesya akan malu jika Arka memeluk atau mencium pipinya di depan semua orang. Tapi ini? Kesya meminta Arka untuk memeluknya.
"Hikks"
Terdengar suara isakan tangis Kesya, yang menyadarkan Mami Laura dan Arka dari lamunannya. Mami Laura langsung menyuruh Arka memeluk Kesya dengan isyarat matanya.
Dengan segera Arka langsung memeluk Kesya, dan menguburnya kedalam pelukannya.
Mami Laura tersenyum, sepertinya sebentar lagi akan tiba masa di mana Arka harus memiliki rasa sabar menghadapi sang istri.
Kesya menatap Arka yang sedang menggulung lengan bajunya, dan sudah menggunakan Apron. Untungnya ikan gurami selalu tersedia, karena kepala pelayan mereka membuka usaha ternak ikan. Jadi jika panen, keluarga Moza selalu di berikan oleh kepala pelayan tersebut.
"Mas" Panggil Kesya
Arka menoleh, Kesya hanya tersenyum di meja kitchen dengan bertopang dagu di kedua tangannya, dan memandang Arka dengan senyum. Merasa Kesya tidak melanjutkan kata-katanya, Arka melanjutkan pekerjaannya.
15 menit berlalu, masakan Arka siap dan sudah di sajikan. Kesya langsung mengambil sendok dan mencicipinya.
" Eemmm, enak Mas. Sarange" Ujar Kesya sambil menunjukan jarinya yang berbentuk hati.
Arka tersenyum lebar mendengar ucapan cinta Kesya.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
__ADS_1
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..