
Tak semua wartawan dapat meliput berita yang menggemparkan dunia bisnis ini. Hanya wartawan yang memiliki kartu undangan saja yang dapat meliput berita secara eksklusif.
Di sebuah kamar, Quin sedang mengatur napasnya, menenangkan diri nya dari rasa gugup. Quin pernah membayangkan hal ini sebelumnya, tapi Quin tak menyangka jika kenyataannya lebih membuat Quin bergetar.
" Semua akan baik-baik saja" Veer menenangkan sang kembaran.
Berbeda dengan Quin, Veer terlihat sangat siap untuk mengumumkan pernikahannya kepada publik. Veer tak sabar ingin menggandeng mesra Nafi di hadapan banyak orang.
Mama Kesya menggenggam tangan sang putri yang sudah sedingin es. Mama kesya tersenyum, ini mengingatkan dirinya saat pertama kali menjadi keluarga Moza. Semua kamera akan menyorot kepada.
" Kamu siap?" Tanya Papa Arka yang melihat wajah sang putri.
Quin memaksakan senyumnya, kemudian mengangguk pelan. Pihak EO sudah mengintruksi Papa Arka untuk segera berada di aula acara, karena acara akan segera di mulai.
" Ayo, semua sudah menunggu mu."
Quin kembali menarik napasnya, kemudian di buangnya secara perlahan. Quin menganggukkan kepalanya, Quin siap menghadapi dunia.
Setelah ini, Quin gak akan sebebas biasanya. Quin harus terbiasa dengan pengawalan yang di berikan oleh sang kembaran dan Papa.
Quin masih menggunakan maskernya saat ia telah berada di dalam gedung acara. Lampu kamera mulai membidik dirinya yang berjalan bersama Mama Kesya dan Papa Arka. Sedangkan Veer berjalan sendiri di belakang mereka. Nafi masih berada di dalam kamar tunggu, setelah memperkenalkan Quin, baru lah acara pengumuman tentang pertunangan Quin serta pernikahan Veer.
Abi yang saat ini sebagai tamu menatap Quin dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Bagi Abi, Quin sangat berbeda, tidak terlihat gadis lugu seperti biasa keseharian Quin. Dandanan Quin memang terlihat sangat sederhana, namun, hati ini Quin terlihat sangat berkelas dan sulit untuk di raih. Abi seakan menemukan berlian langka.
" Kau menyukainya?"
Suara Lana mengalihkan perhatian Abi.
" Aku hanya ingin mengatakan kepada mu, Kau akan menyesal jika berani menyakiti Quin. Dan aku pastikan, kau tak akan menemukan wanita seperti Quin di mana pun. Karena Quin yang paling spesial. Aku mengatakan ini bukan karena aku mencintainya, tapi karena Quin memang seorang ratu."
Lana berikan senyuman miring kepada Abi. "satu hal lagi, jika satu tetes saja air mata Quin terjatuh, maka bersiaplah meneteskan darah segar mu." Lana mengedipkan matanya sebelah, kemudian menjauh dari Abi.
Para wartawan sudah siap dengan kamera nya, mata mereka pun tak berkedip untuk melihat wajah dari seorang Quinesya.
Papa Arka berdiri di atas podium, dan memberikan satu dua hingga tiga patah kata, sebelum memperkenalkan Quinesya alias Syaqila Az-Zahra Moza.
" Perkenalkan, putri ku, Syaqila Az-Zahra Moza."
Dengan di dampingi Veer dan Mama Kesya, Quin maju dan berdiri di samping Papa Arka dengan wajah yang masih tertutup oleh Masker.
Seakan waktu berjalan lambat, semua ornag menahan napasnya saat melihat gerakan Quin yang tengah membuka Maskernya, hingga masker berwarna hitam itu pun terlepas dari wajahnya, dan menampilkan wajah cantik Quin.
Hanya senyuman tipis yang menghiasi wajah Quin, namun kecantikannya membuat semua pria ternganga. Bahkan ada yang hampir pingsan dengan kecantikan Quin, dan adanjuga yang sampai mimisan.
" Qila?"
__ADS_1
Di sudut ruangan, seorang pria tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Rasa penyeselanan pun menyelusup hingga ke dada nya.
" Gak mungkin Qila, Aku pernah bertemu dengan Quin, gak mungkin.." monolog pria tersebut dengan tatapan tak percaya.
Bisik-bisik dari wartawan pun mulai terdengar, setelah beberapa waktu hening karena keterkejutan mereka. Wanita yang sempat berada di video yang beredar, yang di tuding sebagai simpanan keluarga Moza pun, ternyata adalah seorang anak dari Arka sendiri.
" Untung gue gak nyebar videonya" ungkap seorang wartawan.
" Mampus Gue, blog pribadi gue isinya hujatan ke tu cewek.." ujar wartawan yang lain.
" Cantik.. Gue pernah liat dia jadi relawan di slaah satu panti. Bersama Mantan model perhiasan, Marisa." ujar wartawan yang lain.
" Cius Lo?"
" Hmm, saat itu gue mau liput tu berita, tapi ditolak. Untung tu video masih ada, gak nyangka gue selama ini nyimpan harta Karun."
" Gue mau, gue bayar deh.."
" Oke, setelah video gue tersebar luas." ujar wartawan tersebut.
Seorang wartawan menaikkan tangannya, tanda ingin memberikan pertanyaan. Arka pun mempersilahkan untuk wartawan tersebut bertanya.
" Apa alasan anda menyembunyikan identitas Quin atau Syaqila?"
" Saya hanya ingin memberikan kehidupan yang normal bagi putri tercinta saya."
" Bukankah Anda tadi mengatakan jika Quin akan bertunangan malam ini?"
" Ya, mereka bertunangan atas dasar nama cinta "
Arka mewakili Quin untuk menjawab pertanyaan dari wartawan, sedangkan Quin meremas tangannya karena merasa gugup.
" Semua akan baik-baik saja." Bisik Veer.
Quin mencoba tersenyum. Setelah sesi tanya Jawab, Pengumuman Atas pernikahan Veer dan Nafi pun diungkap, Wartawan bagaikan singa yang banyak mendapatkan umpan tanpa harus berburu. Berita besar yang benar-benar akan menggemparkan dunia perbisnisan.
Kamera masih terus mengambil gambar Quin dan Juga Veer. Terlihat Veer menggenggam tangan Quin di sisi kiri, dan Mama Kesya menggenggam tangan Quin di sisi kanan.
Quin memberikan kode kepada Veer untuk turun dari panggung, katakanlah jika Quin mengidap demam panggung.
" Pa.." Panggil Veer.
Hanya dengan tatapan mata, Papa Arka mengerti maksud Veer dan Quin. Papa Arka pun mengakhiri sesi perkenalannya dengan Quin.
Setelah menyapa dengan beberapa kata, Quin, Mama Kesya, Papa Arka, dan Veer pun turun dari panggung.
__ADS_1
Quin menghela napasnya dengan sedikit kasar.
" Lega?" tanya Lana saat Quin sudah berada di ruang tunggu.
" Gak, kayak ada beban yang siap menghadang deh rasanya."
" Mau aku peluk?"
Quin langsung saja merangkul lengan Lana, dan merebahkam kepalanya di lengan kekar milik Lana.
" Nyaman banget" Gumam Quin.
" Nikah ma aku mau?"
" Jangan ngomong nikah, Pusing aku nya." Ujar Quin dengan mata tertutup.
Mama Puput yang melihat pemandangan itu hanya tersenyum, dan berharap sang anak mendapatkan gadis yang bisa membuat dirinya bahagia, seperti sebahagia saat Lana mencintai Quin.
" Padahal aku berharap kita besanan." Bisik Mama Kesya kepada Mama Puput.
" Belum jodoh, Key."
Dua wanita paruh baya itu pun menatap pemandangan Yang ada di hadapan mereka. Abi yang juga berada di sana merasa dada nya seakan tertusuk-tusuk melihat Quin menyandarkan kepalanya di lengan Lana.
" Kamu cemburu?"
Suara Anggel mengejutkan Abi. Abi menoleh dan melihat ada tatapan cemburu di mata Anggel, tapi Anggel mampu untuk menutupi rasa sukanya kepada Lana.
" Kamu juga kan?"
Anggel membola kan matanya saat Abi bertanya kepadanya.
" Iihh, Quin nyebeliin.. Pasti Quin kan yang bilang?"
Abi hanya mengangkat kedua bahunya sambil mengulum senyumnya.
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF.
__ADS_1