KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 181 " Sepenggal kisah Ara"


__ADS_3

Febi terus memaksa Ara untuk ngedate dengan pria yang akan di jodohkan dengan Ara. Namun Ara terus saja menolaknya. Pasalnya terakhir kali Ara menemaninya makan siang, Pria itu membuat hal yang tidak senonoh kepada Ara. Seperti menyentuh bok*Ng Ara saat mereka berjalan bersama.


Ara tau, jika dia hanya alat pelunas hutang keluarga nya. Untuk itu dia bersedia menerima di jodohkan oleh pria yang sudah berumur. Tapi Ara tidak percaya, jika sang kakak malah menuduhnya jika Ara lah yang bersedia, bukan karena paksaan. Hingga sang ayah menuduhnya dengan kejam.


" Apa serendah itu diri kamu Ara? sehingga harus menjual diri kamu untuk mendapatkan uang." Suara Samsul menggelegar di ruang tamu.


Ara sudah bercucuran air mata, menjelaskan kebenarannya, akan tetapi Ayah Samsul tidak percaya dengan Ara.


" Ara bersumpah Ayah, Ara tidak pernah mau di jodohkan oleh pria itu. Kak Febi paksa Ara"


Plaakk


Febi menampar wajah Ara.


" Kamu yang meminta agar di kenalkan oleh pria kaya agar bisa menguras semua uangnya dan melunasi hutang-hutang keluarga. Sekarang kamu malah nuduh Kakak yang maksa kamu? Dasar ular kamu Ara"


" Cukup kak, kakak jangan berbohong. Ara tidak pernah mau di jodohkan jika bukan karena paksaan dari kak Febi" Ujar Ara dengan berlinang air mata.


" Dasar kamu tidak tau malu. Kamu memang perempuan munafik Ara. Kakak sudah bilang jika cara kamu itu salah, tapi kamu terus memaksa kakak untuk mengenalkan pria kaya. Kakak sudah menolaknya, tapi kamu yang memaksa kakak untuk membawa mu keacara yang dipenuhi orang kaya. Kakak membawamu karena kakak lelah mendengar rengekan mu. Kakak hanya mengenalkan mu kepada mereka karena kamu adik kakak. " Teriak Febi.


" Sudah cukup. Sebaiknya kamu memang harus Ayah hukum. Jika kamu ingin menikah dengan pria kaya, baiklah. Ayah akan nikahkan kamu sekarang juga" Samsul bersiap untuk menarik Ara, namun Ara dengan cepat menghindar dan bersembunyi di belakang Arka.


" Sini kamu, Dasar anak tidak tau diri. Apa saat ini kamu sedang menggoda suami kakak mu? Dasar pelacur" Ujar Samsul.


Buugghh..


Daddy Roy sudah tidak tahan, sedari tadi Ara selalu di salahkan. Daddy Roy sengaja diam karena ingin melihat, sejauh mana Febi menyalahkan Ara, dan kepercayaan Samsul kepada Ara. Ternyata selama ini Ara benar-benar tidak pernah di anggap dan si dengarkan.


" Mas" Pekik Samsul.


" Orang tua kita tidak pernah mengajarkan untuk berkata kasar kepada orang lain, terutama kepada seorang perempuan. Dan kamu? Kamu mengatakan anak kamu sendiri? Darah daging kamu sendiri, bahwa dia pelacur?. Di mana akal sehat kamu Samsul" Teriak Daddy Roy di akhir kalimatnya.


" Mas, ini urusan keluarga aku, dan mas jangan ikut campur"

__ADS_1


" Bagaimana aku bisa tidak ikut campur jika kamu memakai kata kotor di rumah ku. Bagaimana bisa kamu hanya hanya mendengar di satu pihak, dan tidak mendengar dipihak putrimu yang lain. Aku memang bukan ayah kandung Ara, tapi aku bisa mengenali Ara seperti putri kandung ku. Dan kamu Febi, Om tau jika kamu yang sengaja mengatur jebakan ini. Kamu sengaja menambahkan obat tidur kedalam minuman Ara, agar Ara tidak menyadari apa yang terjadi."


" Apa maksud Om? Febi tidak mengerti.


" Kamu melakukan hal keji, dan kamu berpura-pura tidak mengerti?"


" Om jangan asal tuduh, "


" Om tidak asal tuduh, tapi om punya bukti"


Daddy Roy meminta rekaman kepada Arka, saat Ara di bawa ke motel dengan orang suruhan Febi. Dan disana juga terlihat Febi yang menyamar, masuk kedalam kamar bersama pria paruh baya yang terdapat Ara di dalamnya.


Selang 30 menit Febi kembali keluar bersama pria paruh baya tersebut, beserta anak buahnya. Yang menyisakan Ara sendirian di dalam kamar motel tersebut.


Pria paruh baya yang bersama Febi, adalah pria yang di jodohkan dengan Ara. Seorang pengusaha batu bara yang sudah berusia 45 tahun, bahkan sudah memiliki istri dan anak.


Setelah kejadian motel itu, Samsul menjadi murka karena mendapatkan foto Ara sedang tidur bahkan berciuman bersama pria tersebut. Itu lah yang membuat Samsul murka, tanpa ingin mendengar penjelasan dari Ara.


Samsul menatap video itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


" Ayah, jika Febi belum menikah, mungkin Febi bersedia menikah dengan Pak Robi, tapi Febi sudah menikah ayah, maka dari itu Febi sebagai menjodohkan Ara, karena hanya dia satu-satunya harapan kita ayah. Febi hanya ingin membantu keluarga, febi tau, jika Febi salah. Tapi ini satu-satunya jalan agar usaha yang sudah lama ayah rintis, tidak bangkrut. Maafin Febi ayah. Ara, maafin Kakak. Kakak hanya ingin membantu keluarga ini. Maafin kakak.. Hiksss"


Samsul meraih bahu Febi yang masih bersimpuh di kakinya, di tuntunnya Febi untuk berdiri.


" Kamu salah, tapi ayah tau jika kamu melakukan semua ini untuk keluarga kita. Ayah tidak marah kepada kamu. Dan kamu Ara, sebaiknya kamu mencontoh kakak kamu, djima saja dia belum menikah, maka dia rela untuk menikah dengan pak Robi, kenapa kamu tidak bisa berkorban seperti itu Ara? Kapan kamu akan berkorban untuk keluarga? Kamu hanya menyusahkan saja."


Bagaikan kaca yang sudah retak, kemudian pecah, dan kemudian terlindas oleh mobil giling. Maka lengkaplah penderitaan Ara. Sudah cintanya di tolak oleh Jodi, sekarang orang tuanya pun menganggao dia tidak berguna dan mengusahakan. Untuk apa lagi dia hidup jika hanya menjadi beban keluarga nya. Ara melihat pisau buah yang terletak di keranjang buah.


" Apa Ara selama ini tidak pernah mengikuti kemauan Ayah?. Apa Ara selalu melawan ayah? Apa Ara hanya menjadi beban di kehidupan ayah?" Tanya Ara yang berjalan mendekati meja yang terletak buah dan pisau. Tidak ada yang menyadari pergerakan Ara, karena mata Ara terus menatap kearah Samsul dan Febi.


" Jawab ayah"


" Ya, kamu memang selalu menyusahkan ayah. Karena kamu bodoh, tidak seperti kakak dan adik mu"

__ADS_1


Ara tersenyum .iris, sakit hatinya tidak bisa lagi di bendung. Hancur sudah hatinya, sakit sesakit-sakitnya. Hanya ada yang tau bagaimana sakitnya.


" Araa" Teriak Daddy Roy saat melihat Ara meraih pisau dan mengancam semua orang untuk tidak mendekat kearahnya.


" Terima kasih ayah, sudah merawat Ara Sampai seperti ini, maaf jika Ara selalu menyusahkan Ara, dja menjadi beban di dalam kehidupan ayah." Ara meletakkan pisau buah itu di pergelangan tangannya.


" Ara, jangan Ara.. jangan lakukan itu" Ujar Daddy Roy.


" Jangan mendekat Daddy, atau Ara akan menusukkan pisau ini kejantung Ara."


" Ara hentikan sayang, kamu masih punya Daddy. Daddy akan selalu ada untuk Ara, Daddy mohon, jangan lakukan itu Ara" Daddy Roy sudah bergetar dan berharap Ara tidak melakukan hal nekad.


" Jangan mendekat" Ujar Ara memberi peringatan kepada Jodi yang sudah siap ingin merebut pisau dari Ara. Tapi Ara meletakkan ujung runcing pisau ke dadanya.


" Daddy, di dunia ini tidak ada yang mencintai Ara, bahkan pria yang Ara cintai pun menolak Ara. Dan saat ini keluarga Ara sendiri juga menolak Ara. Hanya Daddy dan Mami shella yang menganggap Ara sebagai seorang putri. Daddy, Jika memang umur Ara masih panjang, Ara harap, Daddy tidak membenci Ara, dan selalu menganggap Ara sebagai Putri Daddy. Dan ayah, jika kali ini Ara selamat dari kematian, Ara harap, Ayah sudah menganggao Ara mati, dan jangan pernah mengusik kehidupan Ara lagi. Ara lebih baik mati dari pada harus menikah dengan orang yang tidak Ara cintai. Ayah, maafin Ara yang selalu tidak berguna, Daddy maafin Ara."


Ara menatap kedua wajah pria yang di cintainya itu. Kemudian matanya beralih kearah Jodi yang sedari tadi sudah siaga untuk merebut pisau di tangannya.


" Ara, aku mohon jangan lakukan itu" Pinta Jodi.


Ara hanya tersenyum miring, pergerakannya sangat cepat, Ara membeset pergelangan tangannya, hingga darah langsung terciprat dan mengalir deras. Ara melukai pergelangan tangannya sangat dalam. Karena dalam detik itu juga darah sudah mengalir sangat deras. Jodi langsung berlari dan meraih tubuh Ara yang lemas dan terjatuh.


" Ara" pekik Jodi.


" Aku senang, ka-kamu ter-lihat kha-watir. Ak-ku har-rap, Ak-ku bis-sa melupa-kan mu" Perlahan mata Ara tertutup, tangan dan kepalanya langsung terjatuh tak berdaya di pangkuan Jodi.


" Araa" Pekik Jodi.


Arka langsung melepas dasi nya, dan mengikat pergelangan tangan Ara. Duda sudah berlari kerumah Bram, berharap ada Leo atau bRam di sana, namun sayangnya mereka sedang dinas.


Jodi langsung menggendong tubuh Ara dan membawanya lari kedalam mobil. Samsul terdiam mematung melihat putri yang selama ini di benci nya itu, mengakhiri hidupnya.


Kesya Yang sedari tadi dilarang keluar oleh Mami shella, akhirnya tidak tahan dan meliagt semua kejadian itu. Kesya langsung jatuh pingsan saat melihat darah yang menetes deras dari pergelangan tangan Ara. Arka yang melihat Kesya terjatuh, dan untung nya Ayah Nazar menyambut tubuh kesya pun langsung menggendong Kesya dan membawanya kembali ke kamar. Arka langsung menghubungi Anggun untuk memeriksa keadaan Kesya.

__ADS_1


__ADS_2