
Kesya meneliti seluruh kamar Arka. Luar biasa, kamarnya sangat luas dan banyak barang mewah. Bahkan terdapat TV yang sangat besar, dan Kesya sempat berfikir bahwa dirinya sudah berada di dalam bioskop.
Kesya berjalan kearah kamar mandi, dan betapa terkejutnya dirinya. Terdapat Jacuzzi di dalam kamar mandi Arka. kepala Kesya sudah pening dengan nominal yang terus saja keluar dari fikirannya. mungkin untuk seluruh barang di kamar Arka ini, bisa mendapatkan satu rumah mini Malis.
Kesya beralih kearah walk in closet, Dilihatnya banyak baju Arka yang tergantung di situ, bahkan ada meja setinggi pinggangnya, yang mana terdapat berbagi jam tangan yang sudah Kesya perkirakan bahwa harganya pasti puluhan juta, mungkin ada yang ratusan.
Kesya memegang keningnya, terasa pusing dan mual dengan nominal yang tanpa izin selalu berputar-putar di kepalanya. Kesya melihat lemari yang lebih girly, betapa terkejutnya Kesya mendapatkan banyak baju perempuan, yang sudah pasti adalah miliknya. Kesya meneliti satu persatu baju yang tergantung tersebut. Kesya sudah bisa menebak hanya dari memegang bahannya saja, bahwa harga-harga baju tersebut sangatlah mahal.
" Buset, mau dapat berapa lusin daster gue ini cuma satu ni baju" Gumam Kesya.
Kesya menghembuskan napasnya kasar.
" Kamu kenapa sayang?"
" Ya ampun Mas," Pekik Kesya sambil mengurut dadanya. " Mas bisa gak sih kalo datang itu gak ngejutin?"
" Mas udah ngetok pintu loh tadi"
" Masa sih?" Tanya kesya menaikkan satu alisnya.
" Kamu aja yang sibuk melihat-lihat semuanya. Gimana? Kamu suka?" Tanya Arka kemudian.
" Aduh Mas, Segan Key buat make baju-baju ini" Ujar Kesya sambil menunjuk baju-baju miliknya.
" Kenapa segan? Itu semua milik kamu."
" Key gak biasa loh Mas pake baju mahal. Nih ya, asal Mas tau aja. Key itu biasanya pake daster yang seharga 100rb dapet 3 daster. Itu kalo bayarnya kontan Mas, Kalo kredit 1 dasternya ya 50rb, 2 kali bayar" Ujar Kesya.
Arka menaikkan alisnya sebelah. " Kamu pake daster?"
Kesya menganggukkan kepalanya.
" Waktu itu Mas liatnya kamu cuma pakai tangtop dan hotpants aja"
Kesya berdecak kesal karena Arka mengingatkan kejadian yang memalukan itu.
" Dasar otak mesum" Gumam Kesya.
Arka mendekat kearah Kesya saat mendengar dirinya bergumam. " Kamu bilang apa?"
" Otak Mesum. Mas Mesum" ulang Kesya.
Arka sudah mengurung kesya dengan kedua lengannya yang sudah bertengger di tepi lemari.
" Mas mau ngapain?" Tanya Kesya waspada karena Arka mulai mendekatkan wajahnya ke lehernya.
__ADS_1
" Mau mesumin kamu" Bisik Arka yang mana mengantarkan sesuatu yang menggelitik di hati dan perut Kesya.
" Masss" lirih kesya.
Arka terus saja menggoda Kesya, dengan memberikan kecupan-kecupan kecil di leher jenjang Kesya.
" Mass" Ujar Kesya sambil mendorong tubuh Arka.
Arka terkekeh dan menarik tangan Kesya keluar dari ruangan tersebut. Arka menggandeng tangan Kesya menuju balkon yang berada di kamar Arka. Kesya terus mengikuti Arka tanpa perlawanan.
Arka memposisikan Kesya di hadapannya, dan Arka langsung melingkarkan tangannya di pinggang Kesya. Arka memeluk Kesya dari belakang. Kesya sangat takjub melihat pemandangan yang di suguhkan dihadapannya saat ini. Matahari yang hampir tenggelam, langit yang berwarna biru, bercampur kan dengan warna kemerahan. Pemandangan senja yang indah. Di tambah pemandangan taman bunga yang indah. Yang luasnya Kesya sendiri tidak tahu berapa. Yang penting sangat luas, bahkan ada kebun juga tak jauh dari taman bunga tersebut. Suasana yang masih sangat asri terasa.
" Indah banget Mas" Ujar Kesya yang tanpa Kesya sadari ikut memeluk tubuhnya dengan meletakkan tangannya di atas tangan Arka. Arka tersenyum dan mengecup pucuk kepala Kesya dengan sayang.
" Nanti kalo kamu senggang, kamu bisa berkebun sama Mami. Mami itu hobinya berkebun. Mas kadang juga sering berkebun" Ujar Arka.
" Mas juga suka ngintipin orang berenang dong" Ujar Kesya karena dari balkon kamar Arka juga terlihat kolam renang di rumah nya.
Arka terkekeh, " Ya mau gimana lagi. Tontonan gratis" Ujar Arka.
Kesya langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Arka tajam. " Dasar meshhhmmmmm"
Ucapan Kesya langsung dibungkam oleh Arka dengan ciuman nya dengan ganas, kemudian perlahan menjadi lembut. Arka melepaskan ciumannya di saat merasa Kesya sudah kehabisan napasnya.
Arka membalikkan tubuh Kesya dan menenggelamkan tubuh Kesya kedalam tubuh kekarnya.
" Key, kamu lagi apa?" Tanya Arka.
Saat ini mereka sedang video call. Kesya mengalihkan ponselnya kearah Mami yang sedang asik menonton sambil mengemil kue. Bisa di tebak oleh Arka jika itu adalah kue buatan Kesya. Arka menelan ludahnya saat melihat kue yang masuk kedalam mulut Maminya.
" Mas rindu."
" Lebaayyy" Ujar Mami Laura yang mana ponsel Kesya sudah berpindah tangan.
" Iih, Mami sirik aja deh."
" Kamu ganggu Mami dan Kesya nonton Drakor. Sejam sekali nelponin Kesya, bosan mami dengarnya"
" Iih, kaya gak pernah muda aja"
" Kamu mau durhaka sama Mami?" Ancam Mami Laura.
" Ampun Mi" Ujar Arka.
" Udah, selesain aja kerjaan kamu di sana. Nanti kalo udah sampai sini, kamu mami kasih jamu"
__ADS_1
" Buat apa Jamu?"
" Biar kuat ngegempur Kesya, biar Mami cepat punya cucunya" Ujar Mami Laura yang mana membuat wajah Kesya langsung memerah malu.
" Tanpa Jamu pun Raja masih kuat ya Mi"
" Sok kamu. Malam pertama aja langsung sakit. Dasar lemaah"
Arka sudah membuka mulutnya, tapi tidak jadi mengeluarkan semua kata-katanya. Takut durhaka dan dipecat jadi anak. Arka hanya mampu merutuki dalam hati saja.
Panggilan video pun berakhir dengan Mami yang menyentuh warna merah.
" Kalo dia telpon lagi, jangan di angkat." Ujar Mami Laura. Kesya hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Mami dan Kesya pun kembali tenggelam dengan drama Korea yang sedang mereka tonton.
Arka yang langsung kembali ke Jakarta saat sudah menyelesaikan masalah di Bandung. Arka yang dijadwalkan berada di Bandung selama satu bulan, tapi selama 2 Minggu Arka sudah menyelesaikan pekerjaannya. Tanpa sepengetahuan Kesya dan yang lain, Arka kembali, memberikan kejutan untuk Kesya, yang mana saat bervideo call bersama Arka semalam, Kesya menangis karena merindukan Arka di sampingnya. Itulah yang membuat Arka untuk langsung pulang menemui pujaan hatinya.
taksi yang didalamnya terdapat Arka, masuk kedalam kediaman keluarga Moza. Setelah membayar taksi tersebut, dengan tergesa-gesa Arka melangkahkan kakinya. Kebetulan sekali Mami nya tidak ada di rumah. Sedangkan Kesya sudah pasti berada dirumah, karena Arka sudah menelponnya saat sudah sampai Jakarta, dan menanyakan keberadaan Kesya.
Perlahan Arka menaiki tangga. Senyumnya langsung tercetak saat melihat Kesya yang tengah sibuk dengan bahan kuenya.
Kesya sedang sibuk mengayak tepung, dan tiba-tiba Arka memeluknya dari belakang membuat Kesya terkejut dan menjerit. serta tepung yang berada di tangannya pun sampai tumpah.
" Mass" Pekik Kesya saat menyadari jika orang yang memeluknya adalah Arka.
Kesya membalikkan tubuhnya dan memeluk Arka dengan erat. Seolah melepaskan rindu yang selama ini di tahannya.
" Serindu itu kamu sama Mas?" Bisik Arka.
Kesya menganggukkan kepalanya, karena tanpa Kesya inginkan, airmatanya sudah mengalir di pipinya. Perpisahan sebentar sudah menyadarkan Kesya bahwa dia mencintai Arka, dan tidak ingin jauh dari nya. Bahkan Kesya sempat merutuki dirinya karena menolak ajakan Arka untuk ke Bandung menemaninya, namun karena gengsi yang masih tinggilah Kesya menolaknya. Tapi karena kejadian itu, Kesya menyadari jika hatinya merasa kosong karena tidak ada Arka di sisinya. Dan itu sudah membuktikan kepadanya bahwa dia sudah mencintai Arka.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
__ADS_1
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..