KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 75 'Palang merah'


__ADS_3

Begitu tau jika Arka demam, seluruh keluarga berbondong-bondong menghampiri Arka dan Kesya di kamarnya.


Arka yang sedang menikmati tiap suapan bubur yang Kesya berikan pun harus berhenti karena seluruh anggota keluarga sudah berada di dalam kamarnya.


"Berapa ronde sih emangnya semalam? Sampai kamu bisa demam gini." Ujar Mami Laura yang mana membuat wajah arka memerah sempurna.


'ronde apanya, solo iya' Batin Arka.


" Masa baru beberapa ronde aja kamu udah KO, sedangkan Kesya masih bugar gini. Dulu waktu Papi sama mami, Papi masih sehat-sehat aja tuh, malahan mami kamu sampe gak bisa jalan Papi buat" Ujar Papi Farel.


Bluuzz ... Pipi Kesya langsung terasa memanas dan memerah. Arka yang melihat itu pun tersenyum.


"Aduh, Mami dan Papi apaan sih bahasnya, Raja cuma kecapean aja kok. Udah deh, jangan mikir yang macem-macem" Ujar Arka.


Maksud hati agar pembahasan itu berakhir, namun Arka ternyata salah. Perkataannya malah membuat dirinya semakin tersudutkan.


"Hah? Jangan bilang kalo kamu belum ngapa-ngapain dengan Kesya. Aduh Raja.. Kamu itu udah tua, lagian kalian udah halal kok. Pokoknya Mami mau kamu cepat atuh bikin si Kesya itu hamil. Iya kan jeng Shella."


Mami Laura meminta pendapat dari mami Shella.


" Gak usah pake banyak gaya, yang penting jebol aja dulu. Baru di nikmati" Tambah Mami Shella.


Jangan di tanya lagi warna wajah Kesya dan Arka. Sudah berubah-ubah jadi pelangi mendengarkan pembahasan vulgar di pagi hari.


Setelah puas menggoda Arka dan Kesya, seluruh keluarga pun keluar dari kamar mereka. Meninggalkan Kesya dan Arka yang tengah kikuk dan gugup itu.


" Eemm, Suapin buburnya gak di lanjutin?" Ujar Arka memecah keheningan.


Dengan malu Kesya mengambil mangkok yang di letakkannya di atas nakas, dan kembali menyuapi Arka.


Hari sudah menjelang sore, Arka sudah merasa enakan setelah meminum obat dan beristirahat.


Kesya sedang membereskan barangnya dan juga barang Arka.


"Sudah siap?" Tanya Arka.


Kesya menganggukkan kepalanya. " Mas beneran udah enakan?" Tanya Kesya.


"Iyaa, berkat kamu" Ujar Arka sambil meraih pinggang Kesya.


"Iih, Mas genit" Ujar Kesya malu-malu.

__ADS_1


Arka dan Kesya berangkat menuju Bandara pribadi milik keluarga Moza. Disana sudah berkumpul seluruh keluarga besar Arka dan Kesya.


" Barang-barang kamu udah Mbak masukin kedalam koper. Begitu juga dengan barang Om Arka" Ujar Vina yang memberikan dua koper kepada Arka dan Kesya.


" Makasih ya Mbak. Oh ya, Mbak masukin baju Key sesuai dengan permintaan Key kan?" Ujar Kesya dengan berbisik.


"Iyaa" Jawab Vina sambil tersenyum.


Kesya melihat keanehan di balik senyum Vina, seperti ada sesuatu yang membuat perasaannya gak enak.


Jika ada yang bertanya ke mana Kesya dan Arka. Ya mau Honeymoon lah.. Honeymoon ke Bali. Cuma 4 hari sih, karena pekerjaan Arka yang padat hanya memberikan sedikit waktu untuk mereka bersama untuk berdua.


Akhirnya Arka dan Kesya sampai di hotel milik salah satu Group Moza.


" Mas, bagus banget ya hotelnya" Ujar Kesya takjub melihat keindahan yang di suguhkan.


" Ini yang desain Leo"


Kesya mengerutkan keningnya. " Kok bisa? Leo kan Dokter?"


Arka terkekeh. " Leo memang dokter, tapi kamu belum pernah liat kebiasaan dia yang lain kan? Di itu jago ngelukis loh" Ujar Arka membanggakan kelebihan keponakannya itu.


" Oh yaa?"


Arka dan Kesya di persilahkan masuk kedalam kamar yang sudah di pesan kepada mereka.


" Mau istirahat dulu apa langsung jalan-jalan?" Tanya Arka saat sudah berada di dalam kamar mereka.


Kesya yang ingin membuka kopernya, menghentikan gerakannya dan meletakkan jarinya di dagu selama dia berfikir. " Eemm, makan sekalian menikmati sunset." Ujar Kesya dan kembali membuka kopernya.


Arka yang sedang asik berselancar dengan ponselnya terkejut saat mendengar jeritan Kesya.


"AAAAAAAAAA"


" Ada apa Key?" Tanya Arka panik dan berjalan terburu-buru mendekati Kesya.


Kesya mengangkat selembar baju tipis yang seksi berwarna merah. Membuat Arka menelan salivanya.


Kesya meraih ponselnya dan membuat panggilan kepada Vina.


" Mbak" Suara teriakan Kesya. Dan di sambut tawa menggelegar oleh Vina.

__ADS_1


" Ya ampun Mbaak, Masa Key jalan-jalan pake baju kurang bahan gitu. Bisa masuk angin entar Key" Ujar Kesya kesal.


" Ngapain jalan-jalan, mending kamu habisin waktu dengan Om Arka di kamar aja, biar pulangnya udah bawa calon cucu untuk Mami" Ini suara Mami Laura yang terdengar.


" Mami..." lirih Kesya.


" Udah kamu nikmati aja ya.. Pokoknya pulang harus sudah bawa calon cucu Mami"


Panggilan telepon pun di putuskan secara sepihak.


" Ulah Mami?" Tanya Arka kepada Kesya.


Kesya menganggukkan kepalanya sambil manyun.


" Hmm, ya udah Mas suruh manager hotel buat beliin kamu baju"


Kesya pun mengganggukkan kepalanya dan melangkah menuju kamar mandi dengan membawa baju kemeja Arka.


Rencana untuk makan malam sambil melihat sunset pun harus tertunda.


Kesya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan hotpants dan kemeja Arka yang berwarna putih, yang mana terlihat kebesaran di tubuh Kesya. Namun itu terlihat sangat seksi bagi Arka.


Arka yang tadinya sedang minum, langsung menjatuhkan gelasnya saat di suguhkan dengan pemandangan yang menurutnya sangat indah, yang mampu membangun kan sesuatu di balik celananya.


Dengan perlahan Arka mendekati Kesya yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


" Mas udah pesanin makanan kan?" Tanya Kesya tanpa melihat kearah Arka.


" Mas" Pekik Kesya saat mendapati Arka sudah berada di atas tubuhnya.


" Kamu mau menggoda saya hmm?" Tanya Arka dengan suara seraknya.


Kesya menelan salivanya saat melihat wajah Arka yang sudah tersulut gairah. Perlahan Arka mendekatkan wajahnya, dan mengecup bibir Kesya. Tidak ada perlawanan dari kesya, arka mencoba untuk sedikit ******** bibir Kesya, masih tidak ada perlawanan. Arka masih mendapati Kesya yang pasrah dan menatapnya. Arka memulai aksinya dengan mencium dan memperdalam ciuman mereka, Arka melihat perlahan mata Kesya tertutup, diraihnya ponsel yang berada di tangan Kesya, dan Arka mengarahkan tangan Kesya untuk mengalungi lehernya. Tanpa penolakan Kesya menurut. Terdengar suara ngeluhan dari bibir Kesya yang terdengar sangat seksi yang mana semakin membakar gairah Arka, Arka menggigit bibir bawah Kesya, saat Kesya terpekik dan membuka mulutnya, Arka mulai mengabsen setiap rongga mulut Kesya. Tidak ada perlawanan dari Kesya, malahan Arka merasakan jika juga menikmatinya.


Perlahan tangan Arka turun dan dan membuka kancing baju Kesya, dengan bibir yang juga ikut turun dan memberikan kecupan basah di rahang, hingga ke leher Kesya. Tiba-tiba Kesya membuka matanya dan menahan tangan Arka.


Arka melepaskan menatap kearah Kesya dengan napas yang yersenggal-senggal, meraih oksigen sebanyak-banyak nya seakan ada yang akan merampas oksigennya, begitupun dengan Kesya.


"Ma-Maash..," Kesya menelan salivanya. " Key lagi datang bulan" Ujar Kesya saat sudah menemukan suaranya.


" Seriiuss?" Tanya Arka dengan wajah yang kecewa. Kesya mengaggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Oh God" Ujar Arka sambil membenamkan kepalanya di ceruk leher Kesya.


__ADS_2