
Siapa sangka, kebahagiaan yang dirasakan Kesya setiap hari selalu saja bertambah. Rasa cintanya kepada Arka juga bertambah. Bahkan Kesya enggan untuk jauh dari Arka. Seperti Daan ini, pernihakan Ayahnya adalah keinginan Kesya yang sudah sangat lama sekali pernah Kesya utarakan kepada ayahnya. Saat Kesya berumur 15 tahun, Kesya pernah meminta kepada sang Ayah untuk menikah lagi. Tetapi sang Ayah menolak. Dan Saat umurnya 23 tahun, Keinginan Kesya terwujud, dan di tambah lagi saat ini dia juga tengah hamil. Hamil dari buah cintanya bersama Arka.
" Sudah siap sayang?" Arka memandang sang istri yang hanya memoles wajahnya dengan make up tipis, tetapi menggunakan lipstik yang berwarna merah. Yang menggoda iman Arka untuk melahap habis bibir Kesya hingga lipstik tersebut memudar dan menghilang.
" Sudah Mas" Kesya tersenyum kepada sang suami yang berjalan kearahnya. " Aaaammppp"
Kesya terkesiap karena tiba-tiba dirinya sudah berada dalam gendongan Arka.
" Iih Mas, turunin, Key bisa jalan sendiri kok"
" Gak boleh, Kita ini mau turun tangga. ingat, kamu gak boleh kecapean, dan turun tangga itu butuh tenaga, jalan juga butuh tenaga. Jadi tenaga kamu, disimpan aja. Biar kondisi kamu cepat pulih, dan Mas bisa kunjungi si adek di dalam sana"
Untuk pertama kalinya Kesya mendengar Arka berbicara panjang lebar, tetapi ujung-ujungnya ada maunya. Haaahh...
Arka perlahan menuruni tangga, sesampainya di bawah, Arka langsung mendudukkan Kesya di atas kursi roda.
" Loh Mas, kok__"
"Ssstt, diem gak boleh bantah" Ujar Arka sambil menutup bibir Kesya dengan telunjuknya.
Kesya mengecup jari Arka yang berada di bibirnya. "Keyy" geram Arka.
Kesya hanya menampilkan wajah polosnya. Dilihatnya Arka yang sedang menutup mata dan menahan sesuatu yang menyiksa dirinya secara tiba-tiba.
"Om, Udah di tungguin di depan" Panggil Vano yang membuyarkan fikiran Arka.
Arka hanya menoleh sebentar kearah Vano, setelah Vano pergi Arka melihat sekeliling, sepi, kesempatan yang bagus bagi Arka.
Cupppp....
Arka sengaja berlama-lama di sana dan ******* bibir Kesya yang selalu menjadi candunya. Kesya menepuk dada Arka karena merasa kehabisan napas gara-gara serangan mendadak Arka.
" Iih, dasar mesum" Gerutu Kesya dengan napas tersenggal.
"Salah kamu sayang, membangunkan juniorku" Bisik Arka parau tepat di depan wajah Kesya, karena kening mereka masih menyatu.
Kesya menghapus sedikit sisa lipstik yang menempel di bibir Arka. Untung lipstik yang di gunakan Kesya Matte, jadi tidak terlalu berlepotan. Kesya membuka clutch nya, dan berkaca dan mengaplikasikan kembali lipstiknya.
Arka hanya menghembuskan napasnya pelan, karena melihat sang istri yang kembali memerahkan bibirnya.
Kesya di dorong oleh Arka secara perlahan. Kesya menatap sang Ayah yanh sudah tampan dengan setelan Jas nikahnya.
Ayah Nazar menghampiri Kesya, dan berlutut di depan Kesya.
" Ayaahh hikss" Kesya memeluk sang Ayah. Tangis Kesya adalah tangis kesedihan, akhir kekhawatiran Kesya lenyap. Sang Ayah sebentar lagi akan ada yang menemaninya di kala susah dan senangnya. Kesya juga harus bersyukur, wanita yang menikah dengan sang Ayah adalah wanita yang sedari kecil di kenalnya, dan Kesya yakin, jika wanita tersebut adalah wanita yang baik dan berhati mulia.
Setelah acara berpelukan, pihak pengantin lelaki mulai berjalan memasuki mobil yang sudah di siapkan untuk menuju ke rumah sang pengantin wanita. Loh, kok naik mobil? kan rumahnya hanya di sebelah rumah Daddy Roy.
__ADS_1
Eiitss, namanya juga tradisi dan kita mah ikut apa kata orang tua aja.
Jadi, menurut nasehat orang tua, jika rumah si pengantin pria bersebalahan atau masih dalam lingkungan yang sama, maka rombongan pengantin pria harus mengambil jalan mengelilingi kampung tersebut untuk menuju rumah sang pengantin wanita.
Jadi, pihak pengantin pria saat ini sedang mengelilingi komplek perumahan mereka, dan kembali lagi hingga berhenti di depan rumah pengantin wanita. Aneh ya, tapi ya sudah lah. Dari pada gagal kawin, mending nurut aja.
Ayah sudah siap menggenggam tangan Abang dari Tante Rosa. Dengan sekali tarikan napas, Dengan lancar Ayah mengucapkan ijab kabul, hingga terdengar kata Sah dari saksi dan para tamu undangan yang hadir.
Ayah Nazar dan Tante Rosa sengaja tidak membuat acara resepsi besar-besaran. Karena mengingat umur mereka yang sudah tuwir, jadi mereka hanya mengadakan syukuran dengan mengundang para tetangga dan keluarga besar.
Dengan di dampingi Arka, Kesya berjalan perlahan menuju sang Ayah dan Tante Rosa. Kesya berlutut di depan sang Ayah, dan menyalami sang ayah dengan cara sungkem.
" Ayah baik-baik ya sekarang. Sekarang ayah udah ada yang jagain, jadi Kesya udah lega karena Ayah udah menemukan pelabuhan hati. Ayah jangan sakit lagi ya, kan udah ada Tante Rosa yang jagain, dan Ayah sekarang udah punya anak cowok, jadi pelindung keluarga kita udah bertambah. Ayah baik-baik ya sama sama Tante Rosa. Jangan bikin Tante Rosa kesal. pokonya Ayah harus bahagia. Bahagia bersama Tante Rosa" Ujar Kesya dengan tangis bahagianya.
Ayah Nazar memeluk dan mengecup kening sang putri semata wayang nya itu. Kesya berpindah ke Tante Rosa.
" Tante, tolong jagain Ayah ya. Ayah itu bandel dan keras kepala. Tante yang sabar ya hadapi ayah. Kalo ayah nakal, kasih aja ayah sama ulat bulu, biar Ayah gak berani macam-macam dengan Tante."
" Iya sayang, tapi ada syarat nya kalo Kesya mau Tante jagain Ayah dengan baik."
Kesya mengerutkan keningnya " Apa itu?"
" Kesya harus janji, ubah panggilan Tante dengan sebutan Mama"
Kesya tersenyum dan memeluk Mama barunya. "Tentu. Mama"
Setelah acara sungkeman, Kiki menghampiri Kesya.
" Yaa"
" Gak nyangka ya kalo Kiki beneran jadi adik kak Kesya."
Kesya tersenyum dan kembali mengingat saat pertama kali mereka bertemu.
FLASHBACK ON
Bruuk...
"Auuww.. Huaaa..."
Kesya berlari keluar pagar, dan melihat seorang Naka laki-laki berumur sekitar 4 tahun.
" Kamu gak pa-pa?"
"Sakiitg Huaaa"
Kesya menggendong anak yang jatuh dari sepeda itu, dan di bawanya kedalam rumahnya. Kesya membersihkan luka di kaki dan di tangannya.
__ADS_1
" Udah selesai. Nah, jangan nangis lagi ya. Jagoan harus kuat dan gak boleh cengeng." Ujar Kesya sambil menghapus sisa air mata anak tersebut.
" Makasih kakak cantik"
Setelah seminggu, Kiki sering bermain ke rumah Kesya, dan memberikan setangkai bunga yang dipetiknya dari bunga sang Mama.
" Untuk kakak kesya yang cantik,"
" Makasih sayang"
" Kakak Kesya mau kan jadi kakaknya Kiki"
"Tentu"
Kesya pun memeluk tubuh Kiki.
FLASHBACK OFF
Kiki menyodorkan setangkai bunga kepada kepada Kesya. Kesya tersenyum dan mengambilnya.
" Untuk kak Kesya yang cantik" Ujar Kiki.
Kesya memeluk tubuh kikinyanh sudah beranjak remaja.
Nikmat apa lagi yang kau dustakan, Allah sungguh Maha baik. Dia memberikan segala kebahagiaan di atas segala ujiannya. Tidak ada ujian yang tidak memberikan hasil.
Kesya diberikan ujian yang berat, di tuduh sebagai pembunuh tunangannya, dan hina serta di caci maki oleh seluruh teman kampusnya. Hingga dia harus pindah kampus untuk melanjutkan kehidupannya, walaupun menyakitkan. Dan siapa sangka dia di pertemukan oleh Arka, yang berjuang untuk menaklukkan hatinya, dan memberikan kebahagiaan yang Kesya sendiri tidak pernah bermimpi untuk mendapatkannya.
Begitu juga dengan Rosa, pernikahannya yang gagal dulu, adalah ujiannya yang harus di lalui nya. Pria yang terlihat baik, belum tentu juga baik. Pria yang cuek, belum tentu dia cuek Sepeeti Nazar, Pria yang awalnya cuek, tetapi akhirnya terpincut dengan Rosa yang berhati mulia. Rosa yang setiap pagi berbelanja dengan tukang sayur keliling, dan memberikan uang lebih untuk membayar, serta Rosa yang sering kedapatan oleh Ayah nazar, yang sering membeli nasi pagi, dan memberikannya kepada tukang sapu jalan di daerah tersebut, membuat hati Nazar yang sudah membeku bertahun-tahun, perlahan mencair dan terisi oleh Rosa yang baru dikenalnya.
Bagi Ayah Nazar, di hatinya ada tempat tersendiri bagi Almarhumah istrinya, dan Rosa. Mereka wanita yang sama-sama dicintai oleh Ayah Nazar, dengan cara yang berbeda.
Di sisi lain, ada seorang wanita yang menatap musuh kepada Kesya.
" Hari ini kau bisa tertawa bahagia, lihat saja, aku akan kembali merebut apa yang baru saja kau miliki. Jika aku tak bahagia, maka kau juga tidak akan bisa bahagia"
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
__ADS_1
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
...Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya.....