KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 56 ' gilang'


__ADS_3

Saat ini Kesya sudah duduk di sebuah cafe bersama Gilang. Dan tak berapa lama Puput juga bergabung bersama mereka. Terjadilah kehebohan dari mereka bertiga.


Gilang adalah Kakak Leting di kampus Kesya. Jika ada yang bertanya bagaimana mereka bisa bersahabat?. Gilang itu mengambil 2 jurusan sekaligus saat kuliah, Pertama Gilang mengambil jurusan Manajemen, yang mana Kesya adalah adik Leting nya. Dan yang kedua Gilang mengambil jurusan Arsitektur, pada tahun yang sama. Keluarga Gilang mempunyai usaha dalam bidang arsitek, maka dari itu Gilang mengambil dua jurusan, karena Gilang salah satu pewaris yang akan melanjutkan usaha keluarganya. Memang tidak terkategori besar, namun usaha keluarganya sudah banyak membangun perumahan, serta perkantoran.


Karena terlalu sibuk, dan tidak bisa membagi jadwal dengan baik. Karena Gilang bukan tipe orang yang rajin belajar, namun Gilang juga suka ber-hang out bersama temannya. Untuk itu Gilang tidak bisa membagi waktunya. Gilang mengambil cuti untuk jurusan Manajemen nya. Dan Fokus pada AlJurusan arsiteknya. Setelah 3, tahun cuti, akhirnya Gilang melanjutkan kuliah manajemennya. Dan saat itulah Gilang mengenal dengan Kesya dan Puput. Hingga mereka pun menjadi sahabat yang super ceriwis.


Selama ini Gilang berada di Negeri Gingseng. Mengambil peluang untuk memajukan usahanya, dan Gilang berada di saba selama setahun. Gilang kembali ke negara merah putihnya karena pekerjaannya sudah selesai, dan Dia memiliki kontrak yang akan terjalin dengan Kesya.


" Jadi, Lo mau bikin cafe gitu khusus untuk cake?" tanya Gilang.


" Hu'um.. Tapi ada coffe nya juga." Ujarnkesya.


" Okey, gue ngerti. Brarti konsepnya Cake and Coffe gitu yaa"


Kesya pun menganggukkan kepalanya


" Lo udah ada gambaran gitu maunya gimana?" tanya Gilang lagi.


" Udah sih, cuma Lintau sendiri gambar gue gimana." Ujar Kesya sambil mengeluarkan buku dalam tasnya, dan menunjukan gambar yang hanya Kesya lah yang mengerti.


" Lo gambar apaan? Garis lurus semua" Ejek Gilang.


"Lo ejek gue kasih garam minuman Lo" Ancam Kesya.


" Hmm, ya udah. Sekarang Lo jelasin gambar Lo gimana? Biar gue gambar ulang" Ucap Gilang sambil mengambil buku gambarnya dan pinsil.


Kesya pun mulai mengutarakan keinginannya, mengungkapkan apa yang ada dipikirannya. Dan Gilang menggambar mengikuti keinginan kesya. Walaupun ada perdebatan di antara mereka, dan kali ini Puput sebagai penengahnya.


2 jam mereka habiskan bersama untuk membahas tentang desain cafe yang di inginkan Kesya. Dan hasil gambar dari Gilang sangat memuaskan.


" Nyok lah kite pulang. Lo naik apa put?" Tanya Gilang.


" Tadi gue di antar sama adik gue. Gue nebeng pulang sama Lo ya. Kalo sama Kesya sayang, dia harus mutar lagi" Ucap Puput.


" Lah, gue kan mutar juga." Protes Gilang.


" Lo lakik, mau mutar se-Jakarta pun gak masalah" Ucap Puput tanpa dosa.


" Bikin habis minyak motor gue aja Lo." Ujar Gilang.

__ADS_1


" Tenang, nanti gue isi dengan air pipis." Ucap Puput tanpa mengalah.


Kesya sudah menahan tawanya, intinya jika sudah bersama Gilang, mereka males ngeluarin duit. Dan bahkan mereka sering membuat dompet Gilang merana dengan membelikan Kesya dan Puput jam tangan yang harganya jutaan. Walaupun Gilang mengomel, tapi laki-laki itu tetap saja membelikan apapun yang diinginkan oleh Kesya dan Puput.


" Lang, jangan lupa Lo bayar ni makanan. duit gue lagi bobok cantik di dalam dompet" Ujar Kesya dan melenggang pergi meninggalkan Puput dan Gilang setelah say hello denga. Puput.


" Dasar pemerasan. Gue baru balik woy. Seharusnya kalian yang traktir gue. Mana mesannya banyak buanget lagi. Di kira acara kuliner apa ya!!" Gerutu Gilang, tetapi tidak ada yang memperdulikannya.


Kesya, Gilang, dan Puput pun berpisah di parkiran motor. Kesya mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di rumah, Kesya sudah mendapati mobil Arka yang terparkir di depan rumahnya. Kesya hanya menghembuskan napas lelahnya. Seharian ini dirinya benar-benar lelah dan ingin beristirahat. Namun ada Arka di rumah, membuat Kesya harus menahan diri untuk beristirahat.


" Assalamualaikum"


" Walaikumsalam" Ucap Mami Shella.


" Ada Om Arka ya Mi? Tanya Kesya.


" Kok masih panggil Om sih?" protes Mami Shella. " Iya, Arka lagi di taman belakang sama Ayah dan Daddy, Lagi main catur."


Kesya hanya menyengir mendengar nasehat Maminya.


Kesya mencium punggung tangan Ayah Nazar dan Daddy Roy. Arka menatap wajah Kesya dan tersenyum.


" Baru pulang?" Tanya Arka.


" Iya, tadi jumpa sama temen. Sekalian reuni kitanya." Jawab Kesya jujur.


" Ya udah, kamu mandi dulu gih sana, trus kamu pergi sama Arka ke butik." Titah Ayah Nazar.


" Butik? Ngapain? " Tanya Kesya penasaran.


" Fitting baju. Mami juga udah d sana" Ujar Arka.


Kesya pun bergegas menuju kamarnya, dan membersihkan dirinya secepat kilat. Menggunakan kaos lengan panjang, dan celana bahan yang membentuk tubuh.


Kesya meraih tas ransel kesayangannya, dengan gantungan Doraemon. Kesya menghampiri Arka yang sudah menunggunya di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya.


" Yuk" Ajak Kesya.

__ADS_1


Arka menengadahkan kepalanya, dan tersenyum melihat Kesya yang sudah segar.


Mereka pun pamit kepada Mami Shella, Ayah Nazar , dan Daddy Roy. Saat ini Arka menggunakan jasa Duda. Arka dan Kesya duduk di bangku penumpang belakang.


Perjalanan dari rumah Kesya menuju butik memakan waktu sekitar satu jam. Butik yang di datangi adalah butik kenalannya Mami Laura.


Kesya yang sudah tidak tahan lagi menahan kantuknya pun akhirnya menutup matanya. Tanpa di sadari nya, kepala Kesya terjatuh di bahu Arka. Arka langsung mematung terdiam mendapati bahunya seperti menahan beban Dan saat Arka menoleh, dia pun tersenyum melihat Kesya yang tertidur pulas dengan napas yang teratur.


Arka membenarkan rambut Kesya yang terjatuh dan menutupk wajahnya. Namun gerakan Kesya membuat Arka semakin berdebar kencang. Dan harus menahan sesuatu yang sudah sangat menyesakkan.


Wangi rambut Kesya yang segar, denahn wangi melon. Dan Kesya yang tiba-tiba meraih lengannya dan memeluknya erat seperti memeluk sebuah guling. Ahh.. lengkaplah penderitaan Arka. Arka hanya bisa mengatur napas dan fikirannya.


'Sabar Ar.. sabar.. tiga Minggu lagi, sabaar' Bantin Arka.


Duda yang melihat Arka dari spion tengah pun menahan tawanya. Bosnya yang terkadang dingin dan cuek, ternyata sangat imut saat jatuh cinta. Wajahnya sudah merona, padahal sang pujaan hati hanya tertidur di bahunya.


" Key, bangun" ucap Arka pelan sambil mengelus wajah Kesya.


Tak berapa lama Kesya pun terbangun dengan usaha Arka yang dari bersuara pelan, hingga harus menambah Oktav suaranya.


" Om ngapain peluk-peluk Kesya" Ucap Kesya saat dirinya membuka mata dan mendapatkan Arka yang seakan memeluk dirinya. Padahal Kesya yang memeluk lengan Arka dengan kuat.


Arka hanya bisa mengehembuskan napasnya dan mengelus dada.


" Bukannya kamu yang peluk Mas?" Ucap Arka sambil memperlihatkan tangan Kesya yang masih memeluk lenganya.


Dengan segera Kesya melepaskan lengan Arka dan bergegas turun dari mobil setelah meneliti wajahnya.


.


.


.


.


.


LIKE + VOTE + RATE + KOMENTARNYA YA.

__ADS_1


__ADS_2