KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 193 " Liburan"


__ADS_3

Acara pernikahan Leo dan Anggun masuk dalam berita topik terkini. Sasa dan Bara juga tersorot dalam kamera, dan menjadi perbincangan hangat.


" Alhamdulillah, gak nyangka ya acara Bara dan Sasa, serta Leo dan Anggun bisa sesukses ini." Ujar Mami Laura.


" Iyaa Mi, Alhamdulillah. Setelah banyaknya ujian dan cobaan."


Arka terkekeh saat mengingat kejadian di pesta Leo dan Anggun. Mami Laura, Kesya, dan Papi Farel pun menoleh.


" Kesambet apa nih anak?" ujar Mami Laura entah kepada siapa.


" Mas.. kamu kenapa?"


" Ha.haa..haa.." Tawa Arka semakin pecah.


" Mas, perlu aku bacain ayat kursi? Kamu lagi gak kesambet kan?"Kesya bergidik ngeri membayangkan jika Arka sampai kesambet.


" Raja" Tegur Papi Farel.


Arka meredakan tenggorokannya.


" Maaf Pi, Mam, sayang. Raja terbayang wajah Bara kemarin, saat kedatangan Riko. Haa..haa..haa.."


Papi Farel yang ingatannya cepat juga ikut tertawa. Kemudian di sambung oleh Mami Laura dan Kesya. Suasana meja makan menjadi berisik dengan tawa mereka.


Bagaimana tidak tertawa, saat Riko databg bersama mamanya. Dan mereka menghampiri Sasa dan Bara. Bara yang baru mengetahui jika Riko dan Sasa saling kenal merasa cemburu, hingga Bara membuka jasnya dan membungkus wajah hingga tubuh Sasa dengan jas nya agar tidak ada yang melihat kecantikan Sasa dan memujinya terang-terangan hingga berharap Sasa dan Bara berpisah. Kurang ajar memang Riko.


Seperti janji Papi Farel. Arka, Kesya, Vina, Vano, Leo, Anggun, Ara, Jodi, Duda, Fadil, Puput, Gilang, Mili, Bara dan Sasa pun berlibur ke Bali selama tiga hari. Semua fasilitas di tanggung dan di siapkan oleh Papi Farel.


" Masa cuma kami aja, gimana kalo sesekali kita berlibur bersama" Bujuk Kesya.


" Mami rasa itu bukan ide yang buruk Pi. Lagian kita juga sudah lama tidak berlibur bersama anak-anak."


Terlihat Papi Farel berfikir. " Baiklah, berlibur bersama."


Kesya bersorak senang seperti anak kecil. Mami Laura langsung menghubungi Mega, Rosa, dan Shella, untuk bersiap berlibur. Sedangkan kesya bertugas untuk memberitahukan kabar menyenangkan ini kepada para istri. Eiitss, minus Ara yang belum menjadi istri.


Arka mengusulkan untuk Lena dan Bella juga ikut. Sebagai hadiah untuk mereka yang sudah bekerja keras demi toko kue. Duda langsung sumringah saat mendengar Lena juga ikut.


" Gak usah macem-macem Lo Duda. Jangan bikin maksiat di sana." Ujar Arka yang duduk di bangku belakang penumpang.


" Siap Bos.. Tapi kalo gak sengaja cium bolehkan." Duda menyengir bagai kuda.


Arka hanya geleng-geleng kepala.


" Gak sengaja, bilang aja Lo udah niat" Ujar Jodi.


"Kayak yang ngomongnya gak sering cari kesempatan dalam kesempitan aja" Tambah Arka.


Jodi langsung diam dengan wajah memerah. Bagaimana tidak, saat Ara menjadi putri tidur, Jodi kedapatan mencium Ara oleh Arka dan Kesya. Dan itu selalu menjadi senjata untuk membuat Jodi salah tingkah, jika dia berbuat salah.


Ara bersorak bahagia saat mendapatkan kabar jika dia akan berlibur ke Bali. Pasalnya selama ini Ara tidak pernah sekali pun berlibur. Paling sering Ara hanya berlibur ke rumah Daddy Roy. Lena, Ica dan Bella juga tidak kalah bahagianya.


" Rezeki nomplok ini Mah.."


" Iyaaa, Mimpi apa yaa bisa berlibur ke Bali?? Terus mana nginapnya di hotel mewah lagi.. Aduuhh.. Serasa kayak Cinderella.." Ujar Bella dengan menangkup kedua pipinya.


" Bang Jodi ikut gak ya kira-kira" Bella melirik kearah Ara.


" Awas aja kalo berani godain Babanh Jodi gue.."


"Ha..ha..ha.." Tawa pun membahana.

__ADS_1


Bella sudah mengakui kekalahannya. Bella juga sudah mengatakan jika dirinya mengambil kesempatan dalan kesempitan saat merasa Bang Jodi ingin mengalihkan perhatiannya dari Ara dulu.


" Enaknya yang mau liburan" Ujar Ayu..


Ayu ini pegawai baru Kesya. saat Sasa menghilang, Kesya kelimpungan karena biasanya Sasa yang menghandle semuanya. Dari laporan keuangan, bahan pokok, dan lainnya. Walaupun Sasa tidak taman SD, namun Sasa pintar dalam menghitung. Padahal Fadil mengajarinya hanya dalam waktu setengah hari, namun Sasa mampu menguasainya dengan cepat.


BALIIII....


Ara dan Lena mendapatkan kamar yang sama, Sedangkan Bella dan Ica mendapatkan kamar yang sama.


Bara dan Sasa, serta Leo dan Anggun mendapatkan kamar yang berbeda. Di mana sengaja di pesan oleh Papi Farel khusus untuk kamar pengantin Baru.


" Kamu suka?" Bara memeluk Sasa dari belakang.


" Hmm, Bangeet Mas.. Ini pertama kalinya aku masuk hotel semegah ini, dan untuk pertama kalinya juga aku ke Bali."


" Kalo ada rezeki, kita bisa ke Maldives?"


Sasa mengerutkan keningnya. " Maldives?" Beo Sasa.


" Hmm, Pulau di mana khusus untuk para pengantin Baru, dan pasangan yang ingin berbukan Madu."


" Itu luar negri ya?" Mas kan tau aku gak bisa bahasa Inggris."


" Kan ada Mas."


" Tapi..?"


" Kamu lebih suka Riko yang mengajari kamu?" Bara sudah memasang wajah mode cemberut.


Sasa dengan cepat membalik tubuhnya dan menangkup pipi Bara, saat emndengar nada suara Bara yang terdengar merajuk.


" Aku sama dia cuma temen. Gak lebih. Cinta aku cuma buat Mas aja. Dari awal sampai kapan pun. Udah, jangan merajuk lagi yaa.. Masa suasana romantis gini merajuk-merajuk sih.. Rugi dong waktunya.."


" Apaan?"


Bara menggendong Sasa tanpa aba-aba, membuat Sasa terpekik karena terkejut akibat dari ulah Bara.


" Kita olah raga air yuukk"


Bara membawa Sasa kedalam kamar mandi. Tadi saat Bara mengambil kunci, Pelayan sudah menjelaskan apa saja yang tersedia di dalam kamar mereka. Ada jacuzzi di dalam kamar mereka, Fikiran Bara sudah berkelana entah ke mana-mana, dan saat ini Bara ingin mempraktekkannya. Dasar Bara Api Mesum.


Di kamar lain, Leo dan Anggun juga sedang menikmati dekor kamar mereka.


" Lee " Anggun terpekik saat Leo menggendongnya dari bekakang.


" Kita mulai sekarang atau mau mandi?"


" Mandi dulu, aku gerah Lee.." Anggun sudah membuang pandangannya kesegaka arah. Pasalnya Leo memandangnya dengan intens. Walaupun saat mereka pacaran, Leo sering memeluk dan menciumnya, tapi ini terasa beda. Jantungnya berdegup dengan kencang saat berada dalam satu kamar yang sama dengan Leo.


" Aku harap, aku tidak mendapatkan kutukan PMS."


" Maksud kamu?"


" Seperti Papa muda itu, mereka harus menahan hasratnya karena ada palang merah yang menghalangi."


" Lee, bi-bisa gak ngomongnya gak usah vulgar gitu?"


" Vulgar?"


Anggun sudah memandang kesegaka arah untuk membuang rasa gugupnya. Leo terkekeh, mereka memang sudah lama pacaran, tapi Anggun masih saja malu-malu jika Leo mencium atau pun memeluk nya.

__ADS_1


" Baiklah, aku tidak akan berbicara vulgar, tapi aku akan melakukan ini."


Anggun terkesiap saat Leo membungkam bibirnya. Anggun semakin mempererat pegangan tangannya di leher Leo.


"Twins sudah tidur?"


" Hmm, Sepertinua mereka kelelahan. Ini perjalanan jauh pertama mereka."


" Kamu yakin gak mau pake Baby sister? Mas bisa cari di sini yang bisa di bayar perhari."


" Gak usah Mas. Lagian ada para Mami, dan Mas Bara dan Sasa juga. Lagian kalo pake Babysister waktu kebersamaan kita sedikit terganggu."


" Iyaa sih. Ya udah, kamu bersihi diri dulu gih, biar Mas jagain twins."


" Makasih mas"


Kesya berdiri dan mengecup bibir Arka singkat. Namunsaat Kesya berbalik, Arka malah menahan lengan Kesya dan menariknya hingga kembali mencium dirinya. Arkanmencium Kesya dengan penuh napsu, menerobos masuk ke dalam mulut Kesya dan mengabsen setiap rongga mulut Kesya.


" Masshh, eeumm, nanti twins bangun.."


" Cuma sebentar sayang.." Arka terus mengecupi leher Kesya dan turun ke dadanya.


Rencana tinggal rencana, Kesya harus Bermandi keringat dulu sebelum dia benar-benar mandi dan membersihkan dirinya.


Di kamar lain, di saat para pasangan sedang menikmati kemesraan mereka, berbeda lagi dengan pasangan Vina dan Vano.


" Maass, ayookk.. Aku udah lapar banget nih.."


" Sayang, kan bari siap makan.."


" Ayok lah Mas.. Kamu gak sayang liat aku kelaparan bersama Baby kita?" Vina sudah memajukan mulutnya.


" Sayang, mumpung Zein lagi bobok, gimana kalo aku makan kamu, kamu makan aku dulu." Vano sudah menaik turunkan alisnya.


" Gak mau, aku maunya makan makanan yang benar-benar bisa di makan. Makanan yang bisa bikin kenyang, bukannya malah bikin lapar. Ayookk dong Mas.."


Vano menghela napasnya. " Baiklah, ayo kita turun.."


" Yeeey, aku siap-siap dulu yaa.." Vina dengan cepat mencuci wajahnya dan memakai alas bedak sekedarnya.


" Kamu gak mandi?"


" Nanti aja Mas, udah laper banget."


Vano memindahkan Zein ke stroller bayi. Sebenarnya Vano juga sudah menawarkan untuk membawa Babysister, namun Vina menolak karena memiliki alasan yang sama dengan Kesya.


" Mau ke mana?" Tanya Daddy Roy yang melihat Vina dan Vano keluar sambil mendorong stroller bayi.


" Vina Laper Dad, "


" Ya udah, Zeinnya sama Daddy aja. Kasihan dia tidur."


Vano memberikan stroller bayi yang terdapat Zein di dalamnya. " Maaf ya Dad ngerepotin."


" Cucu Daddy ini. Udah sana, pergi jangan sampai Vina ngambek karena kelaperan."


" Makasih Dad." Vina mencium pipi Daddy Roy, sedangkan Vano mencium punggung tangan Daddy Roy.


** jangan lupa Tap jempolnya yaa..


Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.

__ADS_1


Mari saling berbagi kebahagiaan. Salam KeSar..


__ADS_2