KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 187 " Hampir kehilangan"


__ADS_3

Kesya tersenyum ketika sang suami baru saja keluar dari kamar mandi. Kesya langsung berhambur kedalam pelukannya.


" Tumben?. Mau ngajakin ehem-ehem ya?"


" Dasar Kunap." Kesya masih betah memeluk dan menghirup aroma tubuh Arka.


" Kenapa hmm?"


" Mas yang bujuk ayah untuk tinggal di sini?" Tanya Kesya masih memeluk Arka.


" Gak sepenuhnya Mas, tapi_"


Kesya menengadahkan wajahnya saat mendengar Arka tidak melanjutkan ucapannya. Arka mengangkat tubuh Kesya tiba-tiba, sehingga Kesya refleks memeluk leher Arka dan mengalungkan kakinya di pinggang Arka.


Arka membawa Kesya duduk di sofa, dengan Kesya yang berada di pangkuannya masih dengan posisi yang sama.


" Ayah sengaja berhenti kerja di Paris. Dia tidak ingin jauh lagi dari anak kesayangannya. Ayah mengumpulkan uang untuk membuka usaha kecil-kecilan. Saat Ayah sedang mencari toko, Mas gak sengaja bertemu dengan Ayah. Mas menawari Ayah untuk bekerja di perusahaan, tetapi Ayah menolaknya. Karena tidak ingin di katakan memanfaatkan situasi."


Arka menjeda ucapannya, di rapikannya rambut Kesya, dan di selipkannya di belakang telinga.


" Papi juga ikut membujuk Ayah, tapi kamu tau sendiri gimana sifat Ayah. Tetap dengan pendiriannya. Dan satu bulan yang lalu, Ketua Divisi keuangan meninggal dunia, jadi selama ini posisi itu kosong. Mas tawari kembali kepada Ayah, dan kali ini dengan Bantuan Mama Rosa. Ayah meminta waktu seminggu, dan hingga akhirnya Ayah setuju untuk menerima tawaran Mas."


Arka melihat kegundahan di wajah Kesya.


" Jika kamu mengkhawatirkan orang akan menggunjing Ayah, Mas pastikan itu tidak akan terjadi, karena Mas memasukkan semua latar belakang pekerjaan Ayah, dan semua pemegang saham setuju jika Ayah menjabat sebagai kepala Divisi keuangan."


Tampak mata Kesya berkaca-kaca. Arka mengecup kedua mata Kesya. Kesya tersenyum saat air matanya jatuh. Cantik, sangat cantik sekali di mata Arka. Mau apapun kondisi Kesya, tetap saja Kesya cantik. Tidur dengan mulut terbuka dan sedikit air liur yang keluar pun tetap cantik di mata Arka. Terkadang jika Kesya terlalu kelelahan, Kesya tidur dengan mendengkur, dan bagi Arka itu bagaikan alunan musik yang indah. Jarang sekali Arka mendapati Kesya seperti itu.


Perlahan Arka mendekatkan wajahnya, hidung mereka sudah bersentuhan..


Owekk...oweekk. .oweekk..


Arka langsung memundurkan tubuhnya, dan memasang wajah cemberut. Kesya terkekeh melihat suaminya, dan dengan cepat ******* bibir Arka. Hanya sebentar, sebelum bayi kembar itu semakin menaikan oktav nya.


" Mereka tau aja kalo Mama dan Papanya lagi mesra-mesra" Ujar Arka sambil membantu Kesya memberikan Qila susu.


Kesya hanya terkekeh menanggapi ucapan Arka. Betapa malangnya nasib sang suami.


Di Tempat lain, Puput kembali merasakan kram di perutnya. Puoyt terbangun dan tidak mendapati Fadil di sebelahnya.


" Kak?" Puput mencoba memanggil Fadil, cuma tidak ada jawaban.


Puput turun dari tempat tidur, dan mencoba mencari Fadil di ruang kerjanya. Tapi nihil, Fadil juga tidak ada di sana.


" Ka Fadil?" Puput kembali memanggil, tetapi belum ada jawaban.


Puput mendengar suara berisik-berisik di bagian dapur, dengan perlahan dah hati-hati Puput berjalan kearah dapur. Puput tersenyum saat mendapati Fadil tengah memasak Mie instan. Tetiba saja perutnya merasa lapar mendapati wangi yang menggugah selera.


" Kak,"

__ADS_1


" Eh, kamu terbangun sayang? Apa aku terlalu berisik?"


Puput menggeleng, dia menerima uluran tangan Fadil yang membimbingnya untuk duduk.


" Aku mau kak. Sepertinya enak."


" Tidak sayang, Mie instan tidak baik untuk kandungan kami."


" Sedikit saja. Hanya untuk menghilangkan rasa keinginan ku."


" Sayang.."


" Kak, yaa..yaa yaa."


Fadil menghela napasnya pelan, jika Puput sudah memasang wajah imutnya, maka Fadil tidak sanggup untuk mengolah.


Fadil bingung, sedikit yang di katakan Puput apakah dengan menghabiskan hampir setengah mie tersebut?. Fadil baru saja mengambilkan Air putih untuk Puput, namun saat Fadil kembali ke meja makan, Fadil terkejut saat melihat Mie nya sudah habis setengah , jika saja Fadil tidak menghentikannya, mungkin Puput sudah menyantapnya tanpa sisa. Padahal hanya sebentar Fadil tinggalkan.


" Enak kak, makanya susah untuk berhenti. Lagian, kakak kenapa sih makan mie instan?. Buat ngiler aja." gerutu Puput sambil mengerucutkan bibirnya.


" Kepingin sayang. Sudah dua hari ini Kakak sangat kepingin makan mie instan. Makanya kakak bangun tengah malam supaya gak ketahuan sama kamu"


" Iih, kakak pelit"


" Bukan pelit, tetapi kamu sedang hamil muda, tidak baik makan makanan yang mengandung penyedap seperti ini."


Fadil menghabiskan dengan cepat sisa Mie tersebut saat melihat wajah sang istri kembali menelan ludah nya.


" Yukk, kita kekamar."


Fadil menggandeng Puput dengan posesif, seolah takut ada yang mengambil Puput, padahal mereka berada di apartemen Fadil.


" Akkhh" Puput meringis dna memegang perutnya.


"Kenapa sayang?" tanya Fadil panik.


" Sak-kkit"


Fadil melihat ada darah segar yang keluar dari sela kaki Puput. Dengan sekali gerakan Fadil menggdendong Puput dan mendudukkannya di kursi. Fadil mengambil jaketnya dan juga jaket Puput, kemudian meraih kunci mobilnya. Fadil memakaikan jaket Puput dan kembali menggendongnya, dengan tergesa-gesa Fadil berlari ke basemen. Di masukkannya Puput dengan hati-hati. Fadil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena melihat sang istri yang terus mengerang kesakitan. Sakin paniknya Fadil melupakan ponsel dan dompetnya.


Sesampainya di rumah sakit, Puput langsung di tangani dengan cepat.


" Pak, bisa isi formulir pendaftarannya dulu" Ujar seorang perawat.


" Ah ya."


Fadil baru menyadari jika dia tidak membawa ponsel.


" Mbak, bisa saya pinjam telponnya? ponsel saya ketinggalan."

__ADS_1


" Silahkan."


Fadil menghubungi Mamanya dan Mama Lena. Mama Fadil tidak bisa segera datang karena berada di luar daerah, sedangkan Mama Lena langsung bergerak saat itu juga bersama Ayah Iqbal.


Dokter baru saja keluar memeriksa keadaan Puput.


" Bagaimana dok?" Tanya Fadil panik.


" Nyonya Puput mengalami stres berat, kandungannya sangat lemah. Dan tolong makannya juga di perhatikan."


Fadil rasanya menyesal karena telah mengizinkan Puput memakan mie instan tadi. Ini semua salahnya, seharunya dia tidak perlu mengikuti rasa keinginannya untuk memakan Mie instan. Jika terjadi apa-apa terhadap anaknya, maka Fadil tidak bisa memaafkan dirinya.


" Sayang"


" Anak kita Kak?" Tanya Puput lemah.


" Anak kita baik-baik saja"


" Maaf, hikks.. seharusnya Puput mendengarkan kakak untuk tidak memakan mie instan itu. hikss.."


" Sudah, ini bukan salah kamu. Ini salah kakak." Fadil memeluk Puput dan mengelus punggungnya.


Puput sudah di pindahkan di kamar inap saat Mama Lena dan Ayah Iqbal tiba.


" Gimana Puput?'


" Saat ini sedang tidur. Tapi kandungannya lemah."


" Kami harus lebih ekstra menjaga Puput. Polisi juga sudah memberikan surat peringatan kepada Ando untuk tidak mendekati Puput."


" Iya Yah."


" Kami terlihat lelah. Istirahatlah, Biar Mama dan Ayah yang menjaga Puput."


" Iya Ma"


Fadil pun membaringkan dirinya di sofa yang memang dapat menampung tubuhnya bidang dan tinggi.


Mama Lena duduk di kursi yang berada di sebelah brankar Puput, sedangkan Ayah Iqbal duduk di sofa single yang berada di dekat Fadil. Tak berapa lama Ayah Iqbal juga tertidur sambil terduduk. Ayah Iqbal sangat lelah karena akhir-akhir ini banyak yang memesan jasa travel nya.


IG : Rira_Syaqila


****. Hai readers..


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..

__ADS_1


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...


__ADS_2