KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2- SULTAN KHILAF 152


__ADS_3

Suara MC yang menggelegar pun mengambil perhatian semua orang. Saatnya acara pemasangan cincin di jari manis pengantin.


Lana tersenyum dengan lebar dan meminta tangan Anggel untuk di pasangkan cincin. Anggem tersenyum bagaikan malaikat namun tatapan setajam pisau bedah miliknya.


Tepuk tangan pun terdengar bergemuruh saat Lana telah berhasil memasangkan cincin dijari manis Anggel. Dan kini giliran Anggel yang memasangkan cincin di jari manis Lana.


Lana meringis saat Anggel sengaja memasang cincin kawin mereka dengan paksa. Namun, Lana tetap tersenyum manis sehingga membuat Anggel semakin geram.


Saatnya Anggel mencium punggung tangan Lana, begitu pun dengan Lana yang mencium kening Anggel.


Anggel menutup matanya dan meresapi momen yang sangat ia impikan ini. Namun, setelah ciuman itu terlepas, Anggel kembali dalam mode garangnya.


*


"Terima kasih karena telah berpenampilan sangat cantik hari ini." Bisik Lana saat mereka berjalan menuju pelaminan.


Tak ada jawaban dari Anggel, hanya remasan tangannya yang semakin kuat di lengan Lana. Lana meringis namun ia menampilkan senyuman kepada para tamu undangan. Istrinya ini benar-benar mengerikan ternyata jika marah.


Lana merengkuh pinggang Anggel saat mereka sudah berada di atas pelaminan.


"Lipstik mu sungguh menggoda, aku tak menyukainya, karena semua pria menatapmu dengan lapar. " ujar Lana berbisik kepada Anggel.


Anggel tersenyum dan ikut merangkul pinggang Lana.


"Benarkah? mulai sekarang aku akan terus memakai warna lisptik ini." ujar Anggel sambil tersenyum miring.


Senyum yang sangat menakutkan bagi Lana. Bahkan Lana kembali meringis karena tangan Anggel berhasil mencubit pinggangnya.


"Jangan berani melakukan itu, Istri ku. Karena kamu akan menyesal." bisik Lana lagi.


"Woow, aku semakin tertantang dengan ancamanmu."


"Aku akan menghukummu jika berani memakai warna lisptik ini di depan pria lain. Kamu hanya boleh memakainya di depanku."bisik Lana yang mana membuat jantung Nagg semakin berdegup kencang.


'Tenang Anggel, tenang, Kamu gak boleh terlihat lemah.' batin Anggel.


"Hukuman? baiklah, ini hukuman mu. Mulai sekarang aku akan terus menggunakan lipstik ini. Dan mulai hari ini, warna lipstik ini akan menjadi warna favorit ku." ujar Anggel dengan berbisik kepada Lana.


"Jangan memancing ku, An. Atau aku akan menghukum mu sekarang." geram Lana karena Anggel mencoba menyulut emosinya.


"Lakukan, aku tidak takut." tantang Anggel.


Lana tersenyum miring, ia melihat kesekeliling, tak banyak anak kecil. Lana kembali menatap kearah Anggel dengan tersenyum.


"Kamu yakin ingin mendapatkan hukuman mu sekarang?" tanya Lana dengan tersenyum miring.


Anggel mengedipkan matanya, meyakinkan pada dirinya jika semua akan baik-baiknya. Ingat, gak boleh lemah dan harus membuat Lana kesal dengannya.

__ADS_1


"Kenapa? kamu takut? atau kamu gak-hmmppp----"


Anggel melototkan matanya saat Lana mencium bibirnya secara tiba-tiba. Lana ******* dan menghisap bibir Anggel dengan rakus, seolah ia ingin menghapus warna lipstik yang Anggel kenakan.


Anggel memukul dada Lana dengan kuat, namun sedikitpun Lana tak merasakan apapun.


Suara sorakan pun terdengar dari para tamu undangan, terutama dari Fatih, Jo, dan Lucas.


"Sabar wooyy ... sabaar ..." teriak mereka dengan kencang.


"Masih pagi wooy ..." ujar mereka lagi dengan berteriak.


Mami Puput bergegas naik keatas panggung dan menarik telinga Lana dengan kuat.


"Aa ... aa...aaaa ... sakit Ma, sakit." Lana melepaskan ciumannya dan merintih kesakitan di sela deru napasnya yang masih memburu.


Anggel terduduk di kursi nya sambil memegang dadanya. Ini benar gila, Lana benar-benar gila karena menciumnya di depan umum. Apa lagi ada anak kecil di sini. Lana memang kelewatan.


"Kamu ih bikin malu Mama ya, ngapain pake acara cium-cium segala? masih pagi tau... ada anak kecil." ujar Mama Puput yang masih menarik telinga Lana.


" Aa ... aa ... sakit Ma, Lana cuma mau bantu Anggel menghapus lipstiknya aja kok."


"Banyak alasan kamu, ih..." Mama Puput pun memukul bokong Lana dengan gemas, sehingga membuat para tamu undangan pun tertawa melihatnya.


Mama Puput menghela napasnya di saat melihat penampilan Anggel sudah kacau balau. Maksudnya hanya bagian lipstiknya saja yang sudah bepotan kemana-kemana.


Anggel menganggukkan kepalanya dengan wajah yang memerah malu. Mama Puput pun membawa Anggel kembali keruang ganti untuk memperbaiki riasan wajahnya. Terutama bagian bibirnya.


Lana menahan tangan Anggel, sehingga Mama Puput dan Anggel pun menghentikan langkahnya.


"Ingat, jangan pakai warna itu lagi, atau suami tercinta mu ini akan menghapusnya lagi dengan cara yang sama."


Anggel membulatkan kembali matanya, namun untungnya Mama Puput cepat memukul lengan Lana dengan kuat.


"Awas aja kalau sampai berani lakuin hal tadi di depan umum. Mama pukul kamu pakai sepatu Mama." ancam Mama Puput.


Lana hanya terkekeh dan mengedipkan matanya sebelah kepada Anggel. Seorang pihak wedding organizer pun memberikan tisu kepada Lana untuk membersihkan wajahnya dari lipstik yang menempel di bibirnya.


*


Anggel menggerutu kesal, namun dalam hati ia juga senang karena Lana menghukumnya dengan cara menciumnya. Jika hukumannya seperti ini, maka Anggel akan dengan senang hati selalu menerima hukuman Lana.


"Lipstiknya mau di pakai warna tadi?" tawar tim make artis.


"Jangan, ganti sama yang lebih soft tapi tidak terlihat pucat." jawab Mama Puput sebelum Anggel kembali menjawab 'iya'.


"Mama tau, kamu pasti akan meminta untuk dipakaikan warna itu lagi. Tidak akan Mama biarkan."

__ADS_1


Anggel pun terkekeh saat Mama Puput melototkan matanya.


"Duuh, kalian ini, bikin Mami jantungan tau gak." Oma Mega datang kemudian memukul lengan Anggel dengan pelan.


"Slaah sendiri Mama dan Mami ngerjainnya kelewatan. Pake acara jodoh-jodohin Anggel dengan Martin lagi." gerutu Anggel.


"Eh, ngomong-ngomong, kenapa Anggel jadinya nikah sama Lana? bukannya sama Martin ya? terus kenapa keluarga Martin gak marah saat Anggel nikah sama Lana?" tanya Anggel dengan rasa penasarannya yang besar.


Mama puput dan Oma Mega pun saling melirik kemudian tersenyum.


"Nanti kamu juga akan tau."


Anggel semakin penasaran di buatnya. Sebenarnya ada apa? dan juga, Martin beserta keluarganya sangat terlihat akrab dengan keluarga Lana. Bagaimana bisa?


*


Anggel sudah kembali berada di pelaminan. Lana tersenyum puas saat melihat warna lipstik Anggel yang sudah berubah warna dengan lebih soft, yang mana membuat tampilan Anggel benar-benar terlihat seperti malaikat sungguhan.


"Waah, cantik sekali istri ku." goda Lana yang mana hanya di respon oleh Anggel dengan memutar bola matanya malas.


Satu persatu tamu pun naik keatas panggung untuk memberikan selamat, hingga tiba saatnya pelemparan bunga.


MC menghitung mundur dari tiga... dua ... satu ...


Lana dan Anggel pun melempar buket bunga tersebut.


Sraapp ....


Semua mata tertuju kepada Lucas.


"Hei, Aku tak ikut menangkap bunga, kenapa kalian melemparnya kepada ku?" protesnya.


"Itu tandanya sebentar lagi kamu akan mengakhiri masa lajang mu." teriak Papi Leo.


Lucas pun memberi buket bunga tersebut kepada Zein, agar Zein dengan segera menikahi Kayla.


**


Yuukkk.. follow IG ku..


 IG : Rira Syaqila


 jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


 Salam SULTAN KHILAF


__ADS_2