KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 197 " Baby Naya "


__ADS_3

Kelahiran putri Vina membuat suasana rumah menjadi semakin ceria.


" Cantik banget sih.. Lihat deh, mirip banget sama kamu Vin" Ujar Mega.


" Makasih Mi."


" Duuh, Kak Zein udah punya adik.. Baik-baik ya sana adiknya, jagain adiknya." Ujar Bram.


" Iya Opa."


"Siapa namanya Vin?"


Vina menatap ke arah Vano.


" Ziana Inaya Bramansyah"


" Cantik bangeet namanya.. Panggilannya apa nih?"


" Naya."


" Halo Naya." Kesya melambaikan tangan Qila sambil menirukan suara anak kecil. Qila tertawa khas bayi melihat Baby Naya.


" Gimana kehamilan kamu An?" Tanya Mami Shella.


" Alhamdulillah baim Tante."


" Alhamdulillah."


Sasa yang mendengar itu merasa sedih, karena sampai sekarang Sasa belum juga di berikan kepercayaan untuk mengandung buah cintanya dengan Bara. Sedangkan Lena saja tengah hamil muda. Puput juga saat ini tengah hamil, usia kandungannya sama dengan Anggun. Bisa di katakan anak mereka akan seanggakatan lah saat sekolah. Bara yang melihat tatapan sendu Sasa langsung merengku tubuh sang istri, dan mengusao bahunya lembut.


Sasa menoleh ke wajah Bara dan tersenyum. "Aku gak pa-pa kok Mas." Ujar Sasa sambil meremas pelan tangan Bara.


Waktu terus berjalan tanpa terasa. Ara sudah lulus kursus menjahitnya dengan nilai yang baik. Dan salah satu gambar rancangannya berhasil di beli oleh salah satu perancang terkenal di Indonesia. Bahkan Ara di ajak untuk bergabung dengan timnya, namun Ara menolak karena dia masih ingin bekerja di butik Tante Dewi, menghasilkan karyanya di butik ini, butiknya teman Mami Laura.


Seperti janji Jodi, Dia melamar Ara dan langsung di terima oleh Om Samsul. Bagi Om Samsul, sekarang kebahagiaan Ara yang terpenting. Walaupun Febi tidak menyetujuinya, tapi Om Samsul tetap bersikeras untuk menikahkan Ara dan Jodi.


Pernikahan mereka juga di selenggarakan dengan meriah. Arka membuatkan pesta seperti apa yang di hadiahkannya kepada Duda. Dan memesankan kamar suit room romantis yang memang di khususkan untuk pengantin.


Dengan suara lantang Jodi mengucapkan Ijab Qabul nya. Ara menangis terharu saat kata Sah tak kalah menggemanya di ruangan luas tersebut. Pesta pernikahan Ara dan Jodi pun berjalan meriah. Bahkan beberapa artis yang sering meminta di desainkan bajunya dengan Ara pun juga ikut meramaikan pesta pernikahan mereka.


" Selamat ya Ara, bang Jodi" Ujar Bella dengan sedikit memanyunkan bibirnya.


" Jangan ngambek gitu Kak Bel, jelek tau. di sini banyak Cogan, mana tau kecantol satu." Goda Ara.


" Takut.."


" Kenapa?"


" Takut patah hati.. Ha..ha.. "


Bela, Ica, dan Lena pun berfoto bersama Jodi dan Ara.


"Selamat Bro, jangan buru-buru, pelan-pelan aja, kalo sakit, mainin atasnya biar teralihkan rasa sakitnya" Bisik Duda.


" Iyaa..iyaaa, udah sana turun Lo."

__ADS_1


"Jangan lupa di cumbui dulu, biar lebih nikmat."


" Iyaa, dasar raja mesum."


" Masih ada yang lebih mesum lagi, tuh.." Duda menunjuk kearah Bara yang sedari tadi tidak melepas pelukannya di pinggang Sasa.


" Dia sih posesif abiis.."


" Ya udah, gue turun ya.. semoga berhasil dalam sekali tancap"


Jodi memutar bola matanya. Saat acara pelepasan masa lajangnya, Duda selalu menasehatinya untuk bermain pelan, mencumbu, dan membuat Ara basah dulu, baru di gempur. Tak mau kalah dengan Duda. Arka, Bara, Leo, Gilang, Fadil dan Vano pun bergantian memberikan nasehat. Jika kalian bertanya nasehat apa, tentu saja nasehat dalam bercumbu.. Waah, emang kalo para pria sudha berkumoul, mulutnya bisa melebihi perempuan lemesnya.


" Makasih Bos."


"Sama, udah, nikmati aja malam pengantin kalian. Selama tiga hari, kalian bebas memesan layanan kamar dan meminta menu makanan apapun."


" Makasih Kak Arka. Baik banget sih.. Semoga semakin murah rezekinya, sehat selalu, dan cepat nambah dedek bayinya."


" Amiin.."


Jodi dan Ara pun menikmati malam pengantin mereka dengan kamar yang sangat indah.


" Bang, bantuin aku buka resleting ini dong." Ara kesusahan saat ingin membuka resleting bagian belakangnya.


Jodi mendekat dan menurunkan resleting baju Ara seamcara perlahan. Jodi menelan ludahnya saat melihat punggung mulus Ara langsung terekspos tanpa ada penghalang. Apa istrinya ini tidak memakai Bra?


Ara menahan bagian depan agar tidak terjatuh. Jodi membelai punggung Ara, membuat getaran aneh menghampiri Ara.


" Ehhm.."


Ara Geram dengan Jodi yang hanya membelai wajahnya tanpa melakukan apa pun, akhirnya Ara menjinjit, satu tangannya menarik tengkuk Jodi mencium bibir Jodi penuh napsu. Jodi membalas ciuman Ara dengan tak kalah napsu. Ara mengalungkan tangannya di leher Jodi, sehingga membuat gaun pengantin yang di kenakannya terjatuh, hingga menyisakan pakaian dalamnya bagian bawah.


Tangan Jodi pun bergerilya dan meremas gundukan kembar yang terasa kenyal dan pas di tanganya.


" Aku tidak bisa menahannya lebih lama." Bisik Jodi dan kembali membungkam bibir Ara.


Jodi mengangkat Tubun Ara, dan Ara pun melingkarkan kakinya di pinggang Jodi. Jodi membawa Ara keatas tempat tidur, dan kembali mencumbui tubuh Ara. Suara desahan Ara pun mulai terdengar saat permainan lidah Jodi semakin menggila.


Jodi membuka bajunya dengan tidak sabaran dan kembali mencumbu Tubun Ara yang memang sudah terekspos tanpa tertutup sehelai benang pun. Hingga akhirnya Jodi berhasil membobol pintu surga dunianya yang masih terasa sempit dan hangat.


Ah..


Desahan demi desahan pun memenuhi kamar pengantin itu.


Tiga hari. Arka memberikan 3 hari untuk mereka menikmati malam pengantin di kamar yang telah di siapkannya.


Berbeda dengan Duda yang selepas menikah, mereka pulang kekampung Duda dan bulan madu disana. Jodi dan Ara melanjutkan perjalanan bulan madu ke Bali. Pastinya dengan uang hasil simpanan Jodi selama bekerja dengan Arka. Sebenarnya uang Jodi cukup untuk berlibur ke Singapura, namun Ara meminta bulan madu di Bali, karena menurut Ara di sana adalah tempat yang paling romantis yang pernah dia kunjungi.


Dalam pernikahan, pasti juga terdapat salah paham di antara sepasang suami istri. Seperti saat ini, Kesya sedang merajuk dengan Arka karena sudah seminggu Arka sedikit mencuekinya.


" Dasar gak peka." Gerutu Kesya sambil mengadon adonan penuh dengan tenaganya.


" Masa Anniversary yang ke 2 tahun cuma ngambil jatah terus ngucapin tanpa makan malam romantis. Trus, udah di kodein masih aja santai gitu. Cih.. Baru juga punya anak 2, Udah gak peduli. Iih... nyebeliinnn.." Kesya menonjok-nonjok adonan kue yang sedang di adonnya dengan tangannya.


" Haahh... Dasar tua Bangka nyebelin, Om-om mesum... Om-om gak sadar diri..." Kesya terus menggerutu kesal.

__ADS_1


Di tempat lain, Arka sedang menyiapkan kejutan yang spesial untuk sang istri. Arka sengaja mencuekin Kesya agar mendapatkan feel yang bagus saat Kesya terharu dengan kejutan yang di berikan nya.


" Mbak, Bos Arka ada di depan."


" Siapa dia? Apa dia tamu? Sampai tidak bisa masuk ke dapur? Bilang sama dia, kalo perlu ke sini aja" Kesal Kesya.


" Baik Mbak" Bella sudah mengulum senyumnya melihat Nyonya Bos nya merajuk.


" Kok marah-marah sih, Ntar cepat tua loh" Goda Arka dan memeluk Kesya dari belakang.


" Emang udah tua. Buktinya udah punya cucu. Naseb kawin sama om-om ya gini."


" Kok gitu sih ngomongnya? Nyesal nikah sama aku? hmm?"


" Nyesal sih gak, cuma aku lagi kesal aja sama kamu Mas."


" Kesal kenapa?"


" Kemari itu Anniversary kita, tapi kamu cuma ambil jatah aja dari malam sampai pagi, terus sampai detik ini kamu juga gak ada tuh ngajakin aku makan malam romantis. Jangankan makam malam, kasih hadiah pun tidak."


" Ooh, maafin aku ya.. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaan. Kamu tau sendiri, jika Papi mulai memberikan tanggung jawabnya semua kepada aku."


" Tapi masa iya untuk istri kamu yang tercinta gak ada waktunya. Padahal kan cuma satu hari aja, gak sampai pun satu hari, mungkin seperempat hari aja."


" Bisa gitu?"


" Bisa lah, cuma makan malam doang juga."


"Ya udah, nanti malam kamu masak yaa, terus kita makan malam romantis."


" Iih, masa aku yang masak sih.. gak mau ah.."


" Ya udah, aku yang masak, terus kita makan di rumah ya.."


" Kok di rumah sih.. "


" Sayang Veer dan Qila kalo dintinggal."


" Sekali-kali juga. Udah ah, terserah kamu aja. Males aku dengernya."


Kesya mencuci tangannya, dan meninggalkan Arka di dapur. Kesya berjalan ke arah ruangannya, air matanya sudah jatuh saat pertama kali kakinya masuk kedalam ruangannya. Kesya langsung menelungkupkan tubuhnya di sofa dan membenam wajahnya di bantal. Kesya menangis, dia merasa sedih karena sang suami yang selama ini di banggakannya seakan berubah dan tidak seromantis dulu.


" Dasar om-om nyebelin" Kesal Kesya sambil memukul-mukul Sofa.


**Pengumuman .


Hai, udah siap berpisah sama Kesya, Arka, dan yang lainnya. Satu Bab lagi kisah mereka akan berakhir yaa.. tapi bukan dari akhir cerita.. Karena aku bakal lanjut ke kisah anak-anak mereka, yang aku kasih judul ' Sultan Khilaf'.


Selamat membaca..


jangan lupa Tap jempolnya yaa..


Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.


Mari saling berbagi kebahagiaan. Salam KeSar..

__ADS_1


__ADS_2