
" Saya Terima Nikah dan Kawinnya Putri Lestari dengan Mas kawin cincin berlian di bayar tunai"
" Bagaimana saksi?" Tanya penghulu.
" TIDAK SAH" terdengar suara teriakan yang lantang dari depan pintu rumah Ando.
Tante Ana, Ando, Puput, Ayah Iqbal, Penghulu, dan 2 orang pengawal Ando yang menjadi saksi melihat kearah sumber suara.
Betapa terkejutnya Ando saat mengetahui siapa yang datang.
" Ayah" Lirik Tante Ana.
" Opa?"
Ya, Mr. Yamatama datang bersama Bara dan rombongannya. Ando berdiri dan menarik Puput kedalam pelukannya.
" Pernikahan ini tidak sah" Ujar Mr. Yamatama.
" Ando sudah mengucapkan ijab Qabul, dengan walinya yang sah. Letak mana pernikahan ini tidak sah Opa? Dan saat ini Puput telah resmi menjadi istri Ando." Ujar Ando tanpa takut.
Mr. Yamatama tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ando. Sedangkan Ando, Tante Ana, Bara, Gilang, Sasa, dan semua orang yang ada di sana menatap heran kearah Mr.Yamatama.
Mr. Yamatama memerintahkan seseorang, dan membawa Penghulu asli untuk hadir di hadapan Ando, sedangkan Penghulu yang menikahkan Ando tadi, langsung saja membuka penyamarannya.
Puput bernapas lega, bahwa ternyata dia belum menjadi istri Ando. Setidaknya ada harapan untuk dirinya tidak akan pernah menikah dengan Ando.
" Gak, gak mungkin. Puput sudah sah menjadi istri Ando" Teriak Ando.
" Belum ada yang menyebut kata SAH, jadi pernikahan ini batal"
Puput merasakan pelukan Ando mengendur, sedari tadi Puput melihat kearah Sasa yang memberikan kode untuk berlari kearahnya.
" Ando, dengarkan Opa. Ini semua tidak benar. Kamu tidak bisa memaksa seseorang menikah dengan mu seperti ini. Bukankah Opa sudah mengatakan akan menikahkan kamu dengan Anyelir? Dia gadis yang baik, dan juga Solehah." Bujuk Mr. Yamatama.
" Semua perempuan itu sama saja. Semua hanya ingin harta." Bantah Ando.
" Anyelir tidak begitu, dia perempuan yang baik dan Solehah. Kamu juga mengenalnya"
" Aku tidak pernah mengenal perempuan bernama Anyelir. Lagi pula, jika dia setuju menikah dengan ku, itu juga di karenakan harta. Dan nantinya dia juga akan berselingkuh"
" Lalu, bagaimana dengan Puput? Apa dia tidak akan berselingkuh? Lagipula di hatinya hanya ada satu nama, yaitu Fadil."
" TIDAK.. Puput berbeda, dia akan mencintai ku jika kami selalu bersama" Ando sadar,njika Puput sudah tidak lagi berada di sampingnya.
Ando mencari keberadaan Puput, dan ternyata Puput sudah berada di belakang Sasa.
" Ha..ha.., kau gadis kecil. Aku sudah sangat geram kepada mu. Kau selalu saja menggagalkan rencana ku"
Sasa mengerutkan keningnya. Kemudian Sasa mengingat satu kejadian, saat Puput ingin pulang dengan taksi online sehari sebelum Puput menghilang, Sasa melarang Puput untuk pergi karena curiga dengan keadaan sekitar. Jadi Sasa menawarinya untuk mengantarkan Puput pulang. Sesampainya di jalan, mereka memang di ikuti, namun Sasa sengaja lewat daerah kuasaannya, Agar para preman di daerah situ membantunya. Benar saja, motor yang dikendarai Sasa di jegat, dan perkelahian pun terjadi.
" Jadi itu semua ulah Lo?"
__ADS_1
" Kenapa? Kau terkejut? Sebaiknya kau kembali kan Puput, atau aku akan menembak mu" Ando langsung saja mengeluarkan pistol yang ada di balik punggungnya.
Sasa berdiri dengan berani untuk melindungi Puput. Walaupun dalam hatinya dia saat ini ketakutan, dan bayangan saat Ayahnya meninggal terulang kembali bagaikan film yang sedang di putar. Keringat mulai membasahi seluruh pori-pori Sasa.
" Ternyata kau berani juga. Dengar, jika aku tidak menikah dengan Puput, maka tidak ada seorang pun yang boleh menikahi nya."
Ando mengarahkan pistolnya kearah Fadil yang terkulai lemas dan berlutut menyaksikan semuanya.
Sasa mendorong Puput kearah Gilang dan berlari untuk melindungi Fadil.
DOR....
Satu tembakan terdengar.
Dor... Dor...
Dua tembakan pun menyusul, Pistol yang di pegang oleh Ando terjatuh, dan tak berapa lama dia juga berlutut dan memegang Dadanya.
" Andoo" Teriak Tante Ana dan berlari kearah Ando.
Para Bodyguard Ando sudha di amankan oleh pengawal Tn. Yamatama dan orang utusan Arka.
Tn. Yamatama menatap Gilang tajam, karena sudah berani-beraninya menembak Ando.
" Itu tidak akan membuatnya mati" Ucap Gilang dengan Puput yang masih dalam pelukannya.
Sasa yang sudah memeluk Fadil untuk melindunginya merasakan sesuatu yang berat yang juga memeluknya dari belakang. Sasa membalikkan badannya, dan Bara tengah tersenyum manis kepadanya.
" Bara "
Untuk pertama kalinya, Bara mendengar Sasa memanggil namanya dengan lembut.
Perlahan mata Bara tertutup, dengan berbarengnya teriakan nyaring dari Sasa.
Ando sudah di amankan oleh dua anak buah Bara. Tn. Yamatama bernapas lega saat mengetahui jika pistol yang di gunakan Gilang adalah airsoftgun.
Gilang langsung menyuruh membawa Fadil, dan Bara ke rumah sakit. Gilang juga sudah menghubungi Arka untuk menyiapkan Tim medis.
Arka melihat istrinya yang sudah tertidur. Dokter mengatakan jika kram perut yang terjadi karena di akibatkan kelelahan dan stres. Arka bernapas lega saat Dokter mengatakan jika kondisi Bayinya sehat dan sangat kuat. Kesya hanya butuh istirahat, dan Arka meminta untuk perawatan Kesya sehari. Siapa yang berani melawan titah Arka? Walaupun Kesya sebenarnya bisa pulang dan beristirahat di rumah, namun jika si pemilik rumah sakit sudah mengatakan siapkan ruang rawat inap, maka mereka pun harus mengikuti perintahnya. Lebay? suka-suka dia lah, yang penting Arka ingin yang terbaik untuk anak dan istrinya. Arka tidak mau kejadian saat dirinya kehilangan bayi nya terulang kembali.
Arka sudah menghubungi Mami Laura, Papi Farel, Daddy Roy, dan juga Mami Shella. Bram dan Leo sudah menyiapkan Tim medisnya saat Arka memberitahukan keadaan Fadil, Bara, dan Puput.
Sesampainya mereka di rumah sakit, Bara, Fadil, dan Puput langsung di tangani oleh Tim medis. Belum ada yang menyadari keadaan Sasa, Sasa masih menangis dan meremas tangannya. Bara terlalu banyak mengeluarkan darah. Sudah 20 menit Bara di ruang operasi, Sasa masih saja menangis. Mami Shella yang baru saja datang, dan melihat Sasa duduk dengan meremas tangannya yang berlumur darah, dan air matanya yang terus keluar, langsung saja memeluk Sasa. Pecahlah tangis Sasa di dalam pelukan Mami Shella.
Fadil mengalami memar yang luar biasa di seluruh tubuhnya. Untungnya pukulan bodyguard Ando tidak sampai membuat organ vitalnya terluka.
Tangan Puput juga sudah di obati, benang yang di gunakan menjahit tangan Puput, benang yang paling bagus, hingga nantinya tidak akan meninggalkan bekas. Kondisi tubuh Puput juga sudah diperiksa, hanya mental Puput yang sedikit terguncang. Puput juga sudah di berikan obat penenang dan saat ini sedang tertidur.
Satu jam empat puluh lima menit, pintu ruang operasi terbuka menampilkan Leo yang keluar dari dalam.
" Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Masa kritisnya juga sudah lewat, kita tunggu Bara siuman saja"
__ADS_1
" Alhamdulillah" ucap syukur pun keluar dari bibir semua orang yang berada di sana.
Sasa merasa lega, setidaknya dia tidak akan kehilang lagi orang yang_______.
Untungnya Gilang melihat tubuh Sasa yang kehilangan keseimbangannya. Gilang langsung menangkap Sasa, sebelum Sasa tiduran di lantai.
Dalam sekali gerakan Gilang menggendong Sasa dan membawa lari Sasa ke UGD. Sasa langsung di tangani oleh para ahli.
Kesya membuka matanya, dan melihat tidak ada Arka di sebelahnya, melainkan Mami Laura.
" Mami"
" Ya sayang, kamu udah bangun?" Tanya Mami Laura seraya mendekati tempat tidur Kesya.
Kesya menganggukkan kepalanya, dan mendudukkan tubuhnya bersandar di kepala ranjang.
" Kamu mau minum?" Tanya Mami Laura, Kesya menganggukkan kepalanya.
" Mas Arka mana Mi?" Kesya meraih gelas yang di berikan oleh Mami Laura.
" Itu, sedang mengobrol di luar dengan Bram dan Leo"
Kesya menganggukkan kepalanya. Tak berapa lama Mili dan Vina masuk ke ruangan Kesya.
" Mbak, Mil"
" Hai bumil, kenapa bisa sampai nginap sih?" Tanya Vina.
" Sebenarnya gak mesti nginap juga sih Mbak, bisa istirahat di rumah juga. Tapi tau tunMas Arka, lebay deh"
" Ih, itu bukan lebay, itu tandanya dia khawatir sama kamu dan anak kalian" Ujar Mami Laura sambil mencuil hidung Kesya.
" Mbak sama Mili kok bisa kompakan kerumah sakit?"
Mili dan Vina pun saling melirik, mencoba mencsri jawaban yang tepat dan siapa yang akan mengatakannya.
" Oh, tadi waktu ke toko kue, gak sengaja ketemu Mbak Vina, Pas dengar kabar Mbak di rumah sakit, jadi kami ya ke sini gitu" Ujar Milk dengan bergetar.
" Hmm," Kesya mengangguk-anggukkan kepalanya, tapi di dalam hati Kesya merasa ada yang tidak beres. Entahlah, semenjak kehamilannya semakin bertambah usia, insting Kesya seakan semakin tajam untuk mencurigai sesuatu hal.
Mereka pun mengobrol seputaran Baby Fatih dan Baby Zein. Terkadang juga memberikan nasehat kepada Kesya untuk tidak telah capek dan memikirkan hal yang tidak penting selama hamil. Mami Laura juga ikut nimbrung saat obrolan mereka sudah berpindah ke masalah baju-baju bayi yang lucu, beserta perlengkapan apa saja nanti saat tujuh bulanan.
Di kamar lain, Puput bernapas lega saat sudah merasa aman. Dan puput menangis melihat keadaan Fadil yang wajahnya sudah lebam hingga matanya gembung dan sulit untuk di buka.
Hai readers..
jangan lupa Tap jempolnya yaa..
Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.
Mari saling berbagi kebahagiaan.
__ADS_1