
"mbak, nanti adik saya yang itu di dandani yaa " pinta Vina kepada MUA untuk mendandani Kesya.
"dengan senang hati mbak" ucap MUA tersebut.
"ngapain sih mbak aku ikut di dandani. ntar juga maku up aq bakal luntur penuh keringat karena harus mondar mandir dan ngecek semua makanan yang ada di meja" lirih Kesya
"ih kamu ini, kn ada WO nya yang atur" ucap Vina
"tapi tetep aja kan kalau ada yang kurang harus di perhatiin juga. karena tamu yang datang bukan tamu sembarangan."
"pokoknya mbak mau kamu di dandan, hari ini dan nanti malam saat resepsi. oke" ucap Vina yang tidak ingin mendengar bantahan lagi.
tok tok tok
"dek, keluarga vano sudah siap menunggu di bawah" ucap bara
" iya mas"
Kesya menggandeng tangan Vina untuk menuju tempat duduk pengantin perempuan yang saat ini di beri sekat kain merah transparan. itu pun atas permintaan Vina. yang ingin mendengar dan melihat secara langsung ijab Qabul yang akan di ucapkan oleh sang calon suami.
"cantik banget kamu sayang" ucap mami.
Tante Mega yang melihatnya pun tak kalah melontarkan pujian bertubi tubi. "pingin mami cium cium kamu Vin. "
pembawa acara memulai acara dengan mengucapkan BISMILLAH..
lantunan ayat suci terdengar merdu, kemudian beberapa nasihat untuk pengantin pun di berikan. dan ini lah saatnya untuk jembatan rumah tangga di bangun.
tangan Daddy Roy dan vano pun berjabat. dan ijab Qabul pun terdengar hikmat dan lantang. dengan sekali ucapan tegas dari vano. para saksi mengucapkan kata SAH...
di sambut ucapan syukur dari semua undangan yang datang. Vina pun meneteskan air matanya.
tirai penutup di buka. tamu yang melihat Vina pun langsung memuji kecantikan Vina yang memang sengaja meminta saat akad nikah menggunakan kerudung. vano yang menatap Vina pun berdoa agar seterusnya Vina tetap memakai kerudungnya.
__ADS_1
Vina menyambut tangan vano dan menciumnya dengan khitmad, dan vano pun mencium kening Vina. sungguh mengharukan. air mata mami mendarat mulus melihat putri sulungnya sudah memiliki suami.
acara sungkeman pun tak luput dari deraian air mata bahagia.
"vano, ku serah kan anak ku kepada mu. dengan seluruh cinta yang ku berikan kepadanya. sambutlah dia dengan cintamu. jangan pernah kau sakiti dia dengan melukai fisik dan hatinya. kau boleh menegurnya, tapi tegurlah dia dengan cinta mu. tangan ku inilah yang menyambut dirinya, memegang dirinya, dan membesarkan dirinya hingga saat ini. dan ku serahkan dia kepadamu dengan kepercayaan penuh. jangan pernah menyakitinya. karena aku akan mengambilnya kembali jika kau berani menyakiti anak ku" ucap Daddy . dan vano pun mencium tangan daddy lama dan Daddy mengelus kepala vano dan memeluk vano erat. dan meneteskan air mata yang bercampur aduk.
"vano, dia putri sulung ku. jaga lah dia. cintai dia. jangan sakiti hatinya. berikan kebahagiaan yang melimpah kepadanya, hapuslah airmatanya dengan cinta mu, cintailah dia melebihi cintanya kepada mu, dan melebihi cinta kami kepada dirinya. aku akan memukulmu jika kau berani membuatnya menangis." ucap mami shella.
vano pun mencium tangan mami lama dan mampu mengelus kepala vano. kemudian memeluk vano erat dengan isakan tangis haru.
"kau sudah besar, sekarang tanggung jawabmu sudah semakin tinggi. tuntunlah istrimu ke surga. hargailah istrimu setinggi langit. cintai istrimu sebesar kau mencintai ibumu." ucap papi Bram. vano mencium dan memeluk papi bram
" mami akan memukulmu dengan gagang sapu jika kau berani menyakiti menantu kesayangan mami." mami langsung memeluk vano dan menangis.
" tenanglah mami, jangan terlalu lelah. ingat kandunganmu" bisik papi Bram.
begitu juga dengan Vina. yang diberikan nasehat dan wejangan saat sungkeman kepada orang tua mereka. tangis haru tak hanya meliputi keluarga, tetapi juga kepada para tamu undangan.
vano dan Vina menghampiri kakek dan nenek. dan mendapatkan wejangan yang membuat para tamu undangan tersenyum mendengarnya.
kakek memandang Kesya yang sedang berada di belakang Vina. karena harus membantu vina agar tidak menginjak gaun ala indianya saat sungkeman kepada orang tua.
"gadis, apa kau yang selanjutnya??" tanya kakek menatap Kesya yang membuat Kesya bingung.
semua keluarga pun mengerti perkataan kakek, kecuali Kesya. Kesya berfikir kalau dia harus ikut sungkem kepada kakek. dan setelah dia memastikan kalau baju Vina aman, Kesya pun megambil tangan kakek dan menciumnya.
"ternyata kau tidak sabaran yaa" ucap kakek dengan senyumnya.
Kesya semakin di buat bingung. melihat kebingungan Kesya kakek pun melanjutkan ucapannya.
"haruskah raja juga mengucapkan ijab Qabul sekarang??"
setelah dia cerna beberapa detik perkataan kakek, dia pun dengan cepat menarik kembali tangannya dan menundukkan wajahnya yang sedang memerah menahan malu. seluruh keluarga dan tamu undangan yg mengerti ucapan kakek tertawa melihat Kesya yang panik da malu.
__ADS_1
'apa apain sih kakek' batin Kesya
Arka yang berdiri di belakang tuan farel pun ikut tersipu. dan menggaruk alisnya yang tidak gatal.
Vano menggandeng tangan Vina dan menuntunnya keluar rumah menuju pelaminan modern yang di siapkan untuk menyalami tamu undangan yang ingin bersalaman dan mengucapkan selamat kepada mereka.
seperti keinginan Vina, saat mereka berjalan menuju pelaminan, mereka akan dihujani oleh kelopak bunga yang di lempari ke arah mereka. pernikahan impian Vina ala India.
Kesya terlihat sibuk dengan kehadiran kawan penyiarnya. dan juga ada mas Daddy.
"key, itu pak Arka kn??" tanya beti yang menunjuk ke arah Arka yang sedang berbincang dengan Leo dan om bram.
"mmm"
"kok bisa ada dia di sini?? kalo Lo bilang, pasti gue bakal dandan ke salon." ucap beti.
Kesya hanya memutar bola matanya malas.
"yuk key" ajak beti dan kawan perempuan lainnya.
"eh eh, mau ke mana??" tanya Kesya yang panik sudah di tarik tangannya ke arah Arka.
"pagi pak Arka" ucap beti dan penyiar wanita lainnya.
"pagi " ucap Arka
" gak nyangka bisa ketemu bapak di sini. kalau tau bapak juga datang ke acara ini, mungkin saya singgah ke salon dulu pak" ucap salah satu penyiar yang juga mengidolakan Arka.
Arka hanya menanggapinya dengan senyuman.
"key, saingan Lo banyak nich" ucap Leo yang dapat lototan tajam dari Kesya.
semua kawan penyiar cewek ataupun cowok yang hadir dan menyapa Arka, sekarang sedang menatap Kesya.
__ADS_1
Kesya yang di tatap pun hanya tertawa sumbang. dan melangkahkan kakinya meninggalkan mereka yang masih bertanya tanya dengan perkataan si ganteng tadi.