
Abi sedang membangun tenda untuk dirinya dan Quin. Abi benar-benar menuruti keinginan untuk tidur bersama Empus malam ini. Tadi nya para pelayan ingin membantu Abi membangun tenda, tapi Abi menolaknya. Abi ingin suasana romantis ini tercipta karena hasil dari usahanya sendiri.
"Udah selesai?" Tanya Quin yang membawa selimut di tangannya. Di belakang Quin ada pelayan yang membawakan dua bantal.
"Tarok di situ ya, Mbak." Ujar Quin.
Pelayan tersebut pun menuruti perintah Quin. Kemudian ia pamit undut diri setelah meletakkan bantal tersebut di dalam tenda.
"Kamu dapat dari mana panggangan kecil ini?"
"Tadi suruh pengawal beli."
"Ooh ...."
Empus yang mendengar suara Quin pun langsung menghampiri. Abi dengan antusias menyambut kedatangan Empus. Lihatlah, Abi dan Empus sudah sangat akrab.
"Kamu tau, insting hewan itu lebih tajam dari manusia." Ujar Abi.
"Aku tau, dan aku dapat merasakan jika Empus tak ingin jauh dari aku."
"Kamu harus bicara sama dia."
Quin menghela napasnya. Quin pun merebahkan dirinya di dekat Empus, sambil mengelus bulu tebal dan panjang milik Empus.
"Empus, Mama sayang Empus, Empus jangan marah sama Mama ya." Mengalirlah curahan hati Quin kepada Empus. Hingga Quin meneteskan air matanya. Abi pun dapat merasakan kesedihan yang Quin rasakan. Lihatlah, Empus sepeetinya mengerti dengan apa yang Quin katakan. Empus pun ikut meneteskan air matanya.
Empus sudah tertidur setelah Quin menangis tersedu-sedu tadi. Quin masih memeluk memeluk Empus, dan tak ingin melepaskannya.
Abi menyelimuti tubuh Quin dengan selimut tebal. Abi pun merebahkan dirinya di dekat Quin, dan memeluk tubuh Quin yang sedang memeluk Empus.
*
Veer dan Nafi baru saja selesai membakar kalori mereka. Veer memeluk tubuh Nafi dengan posesif.
"Veer, sejak kapan kamu mencintai aku?" Tanya Nafi.
Veer tersenyum, seperti nya ia harus menceritakan kembali sejak kapan ia jatuh cinta dengan Nafi.
Terlalu asiknya cerita, Veer tak menyadari jika Nafi terlelap dalam tidurnya. Sebenarnya Nafi sudah menahan rasa kantuknya, namun permainannya dengan Veer yang banyak menguras tenaga membuat dirinya kelelahan dan tertidur saat mendengarkan Veer bercerita.
Veer yang merasakan nafas Nafi teratur pun hanya bisa terkekeh.
"Gemesin banget sih kamu ,Fi." Veer mengecup kening Nafi, dan memeluk nya erat.
*
Lana tak di izinkan oleh Mama puput untuk kembali ke apartemen. Karena kondisi Lana yang susah makan, maka Mama Puput menyarankan Lana untuk tinggal di rumah Mama Puput. Pastinya dengan segala macam ancaman.
"Na, Mama mau bicara sama kamu."
Lana yang tengah mengetik di atas tempat tidur nya pun langsung memindahkan laptopnya ke sebelahnya.
Mama Puput pun duduk di terpian ranjang king size milik Lana.
"Mama ingin bertanya sama kamu."
"Tanya kan saja Ma, Lana akan menjawab semua pertanyaan Mama."
__ADS_1
"Emm, kalo Lana Mama jodohin dengan seseorang, Lana mau?"
"Jika menurut Mama itu adalah keputusan yang baik unti Lana, Maka Lana akan bersedia menerima tawaran Mama untuk menikah dengan gadis pilihan Mama."
"Hmm, Mama hanya ingin kamu bahagia."
"Lana bahagia, jika Mama juga bahagia."
"Jangan menyenangkan hati Mama jika kamu tak bahagia."
"Lana pasti akan bahagia, karena Lana yakin jika Mama pasti akan memilihkan wanita yang spesial untuk Lana. Dan passtinya bukam wanita sembarangan."
"Hmm, tapi kamu harus jawab duku oeetanyaan Mama."
"Iya, Mama mau tanya apa?"
"Seberapa besar cinta Lana ke Anggel?"
Hening ....
'Besar Ma, cukup besar. Namun rasa cinta Lana ke Mama kebih besar dari rasa cinta Lana ke Anggel.' Batin Lana.
"Lana?" Panggil Mama Puput karena belum mendapatkan jawaban dari Lana.
"Ma, di dunia ini tak ada rasa cinta yang melebihi rasa cinta Lana ke Mama. Mama selalu menjadi wanita pertama bagi Lana."
"Mama tanya seberapa besar cinta kamu ke Anggel?"
"Lana mencintai Anggel lebih besar dari yang terlihat Ma. Bahkan cinta Lana ke Anggel lebih besar dari pada cinta Lana ke Quin. Dan Lana sadari jika perasaan Lana ke Quin adalah sebuah ke-obsesian."
Lana mendongakkan kepalanya menatap Mama Puput.
"Maksud Mama?"
"Kejar cinta kamu. Mama ingin melihat kamu bahagia dengan orang yang kamu cintai."
"Orang yang Lana cintai adalah Anggel, Ma." lirih Lana.
"Mama tau, dan Mama ingin kamu menunjukan kepada Oma Mega bahwa kamu pria yang pantas dan satu-satunya pria yang akan membahagiakan Anggel."
"Ma-mama serius?" Tanya Lana dengan mata berkaca-kaca."
"Hmm, Mama serius."
Lana langsung berhambur kedalam pelukan Mama Puput.
"Terima kasih, Ma. Terima kasih."
"Sama-sama. Tapi kamu harus ingat, kamu jangan pantang menyerah. Badai tornado pun kamu harus hadapi demi mendapatkan Puput. Oke? Bawa Anggel kerumah ini untuk menjadi menantu Mama."
"Pasti, Ma. Lana kan menjadikan Anggel satu-satu nya menantu Mama."
"Amiin ...."
*
Anggel yang sudah di perbolehkan pulang pun hanya duduk di balkon kamarnya. Ia menatap langit biru dengan awan putih yang menghiasi.
__ADS_1
Anggel merasa suntuk, karena Mami Mega dan Papi Bram melarangnya untuk bekerja dalam seminggu ini. Sampai Anggel benar-benar pulih.
Pintu kamar terbuka dan menampilkan Oma Mega.
"An, boleh Mama ngomong sesuatu sama kamu?"
Anggel menoleh dan menganggukkan kepalanya. Anggel masuk kedalam kamarnya dan duduk di sofa.
"An, Mami sudah putuskan siapa yang akan menjadi calon suami kamu nanti."
Anggel menatap Mami Mega dengan sengit.
"Anggel gak mau nikah, selain dengan Lana."
"An, Lana belum tentu benar-benar mencintai kamu."
"Itu menurut Mami, tapi Anggel bisa merasakannya jika Lana tulus cinta kepada Anggel."
"Hmm, Mami gak mau di bantah. Pokoknya Mami ingin kamu menikah dengan pria pilihan Mami." Oma Mega pun berdiri dan beranjak dari kamar Anggel.
"Mami egosi." Pekik Anggel.
Oma Mega pun berbalik. "Semua ini demi kebaikan kamu."
Angel geram dengan keputusan Mami nya yang tak ingin mendengarkan pendapatnya. Tak bertanya tentang perasaannya, dan tak ingin melihat dirinya bahagia. Hanya bersama Lana lah Anggel bisa merasakan kebahagiaan.
Tepat satu jam Oma Mega keluar dari kamar Anggel. Tiba-tiba saja terdengar kegaduhan dari luar. Anggel yang duduk di dekat balkon pun merasa penasaran, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Lana berada di depan rumahnya. Namun kedua satpamnya itu tak membukaan pintu untuknya.
Tak berapa Lama Oma Mega keluar, dan terlihat obrolan yang sengit di sana. Oma Mega pun terlihat mengusir Lana dari rumahnya. Dengan lesu Lana membalikan tubuhnya.
Anggel yang tak ingin kehilangan Lana pun dengan cepat berlari menuruni tangga, dan keluar dari rumah nya.
"Lanaaaa ...." Teriak Anggel.
Namun pengawal yang berjaga di sana langsung menangkap tubuh Anggel agar tak bisa menghampiri Lana.
Lana yang mendengar suara Anggel pun berbalik.
"An, aku cinta kamu. Aku sangat mencintai kamu." Teriak Lana.
"Aku juga mencintai kamu, Na." balas Anggel.
"Tunggu aku, aku pasti akan kembali." teriak Lana saat melihat Angg di paksa masuk kedalam rumah.
'Yaa, Oma akan menunggu seberapa besar usaha kamu untuk membuktikan betapa besar cinta kamu ke Anggel.' batin Oma Mega sebelum menutup pintu raksasa itu dengan kasar.
Yuukkk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF
__ADS_1