KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 31 ' makan di resto '


__ADS_3

Kesya kembali ke rutinitasnya seperti biasa setelah beristirahat 3 hari di rumahnya semenjak kejadian itu. hari ini Kesya akan pergi ke kampus, untuk menyelesaikan tesisnya. Semoga saja ini yang terakhir dia bertemu dengan dosen resek itu.


Kesya sampai ke parkiran kampusnya. dia memarkirkan Motornya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Puput.


" hai Kesya, selamat pagi. Semoga selalu langgeng dengan Tuan Muda" ucap teman kampus Kesya yang sebenarnya Kesya sendiri tidak mengenalnya.


Kesya hanya tersenyum kecut mendengarnya.


tuutt... tuuut..


" hai Cinderella" ucap Puput diseberang panggilan.


" Apaan sih Put, Lo di mana? gue udah di parkiran nich" ucap Kesya.


" Gue di belakang Lo" bisik Puput di telinga Kesya.


" Ya ampun put, bikin gue merinding aja. gue kira tadi penghuni pohon besar yang nyamperin" canda Kesya.


" kuntilanak dong?? . iih, mana ada kuntilanak secantik gue" ucap Puput.


Kesya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Semoga hari ini selesai ya Put" ucap Kesya sambil menghela napasnya.


tok.. tok.. tok..


" masuk "


Kesya dan Puput pun masuk kedalam ruangan pak Rangga. Rangga sangat berbeda, Hari ini dia sangat pendiam dan sepertinya menjaga jarak terhadap Kesya.


" Baik, ini sudah beres. kita tinggal tunggu Sidang ujian kalian aja. Silahkan ambil jadwalnya ke bagian sekret." ucap Rangga kepada Kesya dan Puput.


" Baik pak, terima kasih" ucap Puput.


Kesya masih enggan untuk berbicara kepada Rangga.


" Eemm,.. Key. saya minta maaf atas kelancangan dan ketidaksopanan saya waktu itu. " ucap Rangga.


" Iya pak" jawab Kesya singkat dan terkesan terdengar jutek.


Kesya dan Puput keluar dari ruangan Rangga. dan mereka menuju bagian Sekretariat untuk mengurus berkas yang akan diajukan untuk sidang lanjutan.


" Huufff, akhirnya selesai juga yaa" ucap Puput.


Saat ini mereka sedang di parkiran motor Kesya.


" Iyaa. eh put, kok gue ngerasa anak kampus pada merhatiin gue ya.. trus dari tadi yang berpas-pasan dengan kita selalu kasih semangat gitu."


" Ya iya lah Kesya Az-Zahra. mereka itu fans kamu dan Tuan Muda. dan mereka mendukung hubungan kalian agar sampai ke jenjang pernikahan" ucap Puput antusias.


Kesya membelalakkan matanya dan membuka mulutnya.


" Yaa ampun, kok bisa Sampek segitunya sih. Gue kan gak punya hubungan apa-apa sama om Arka."


" Cieee, udah manggil om nich sekarang?? kemarin-kemarin manggilnya 'Pak' " goda Puput.


" iiss, apaan sih. Dia yang nyuruh gue manggil dengan sebutan Om" ucap Kesya.


" Saya gak nyuruh kamu manggil dengan om, saya suruh kamu panggil saya dengan sebutan Mas, Kakak, atau Abang" bisik Arka yang membuat Kesya terlonjak kaget dan menjatuhkan semua buku yang ada ditangannya.


" Loh, kok om ada di sini?" tanya Kesya gugup. Setelah mengutip buku yang jatuh, dan pastinya Arka membantu Kesya mengutip buku yang jatuh.

__ADS_1


" Saya cuma mastiin aja kalo kamu gak di ganggu lagi dengan dosen sialan itu" ucap Arka.


Kesya mengernyitkan keningnya. Dari mana Arka tau jika dosen reseknya suka mengganggunya.


" udah, kamu gak usah mikirin itu. Emm, mau pulang terus atau gimana??" tanya Arka.


" CK, mau kemana kami pergi pun kan bukan urusan om. lagian saya bawa motor sendiri kok." ucap Kesya sedikit jutek.


" motor kamu biar di bawa dengan pengawal saya ke rumah kamu. saya udah izin ke ayah untuk bawa kamu jalan." ucap Arka


' gila ni si om, main minta izin aja sama ayah, bukannya nanya dulu kek sama gue' batin Kesya.


" Gak ah, sayang Puput ntar dia ngerasa jadi obat nyamuk lagi" alasan Kesya agar tidak pergi dengan Arka


" Jadi kamu sekarang mengakui hubungan kita nih?" goda Arka sambil menaik turunkan alisnya.


" iih, geer banget sih. maksud saya itu ntar om bakal jadi obat nyamuk" ucap Kesya yang sudah malu dan memalingkan wajahnya.


" Siapa bilang kita pergi bertiga?"


Kesya hanya menaikkan satu alisnya, seolah mencari jawaban.


" Kita itu__"


" Woy, mau Sampek kapan berdebatnya. Gak jadi nih perginya? Perut gue udah berdisko ria ni" ucap Fadil


Hai Key, kenalin gue Fadil. Sahabat sekaligus merangkap asistennya Arka. kita pernah jumpa waktu itu di hotel. Di depan kamarnya Arka" ucap Fadil sambil mengulurkan tangannya.


" Kesya. Oh jadi kamu ya yang asisten buta warna itu?" ucap Kesya.


Fadil mengerutkan keningnya. " Maksudnya?" tanya Fadil.


" Eeh, sama Kesya aja Lo kenalan, sama yang di sebelah Kesya gak Lo ajak kenalan??" ucap Arka mengalihkan pembicaraan.


" Puput " sambil membalas jabatan tangan Fadil dengan ujung jarinya.


Fadil melihat tangannya yang tidak di sambut ramah oleh Puput. Salah sendiri awal jumpa buat Puput kesal. Sifat Fadil dan Arka ini sebenarnya tidak jauh berbeda kalo masalah cewek. Sama-sama gak suka cewek matre dan kecentilan.


" Sini kunci motornya, biar motor kamu di bawa pulang dengan pengawal saya." ucap Arka.


Kesya memandang ke arah Puput untuk meminta pendapat. " Ya udah lah, gerah gue. males berdebat panjang lebar." ucap Puput.


Dengan berat hati Kesya memberikan kunci motornya kepada Arka. Arka memanggil pengawalnya dan menyuruh membawa pulang motor Kesya dengan selamat.


" Jadi kita mau ke mana nih?" tanya Arka.


Saat ini mereka sudah berada didalam mobil Arka. Kesya dan Puput duduk di bangku penumpang di bagian belakang. Sedangkan Arka menyetir dan Fadil duduk di bangku penumpang sebelah Arka.


" Terserah, yang penting bisa cepat pulang" ucap Kesya ketus.


Arka melajukan mobilnya ke arah tempat makan yang asri. setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, sampailah mereka di sebuah resto. Dimana mereka duduk lesehan di sebuah gazebo yang di bawahnya terdapat kolam ikan.



Arka memesan makanan Ayam penyet dan Ikan Lele. Arka tau jika Kesya pecinta makanan seafood, terutama ikan. Arka juga memesan kepiting saus Padang dan nasi putih. Minumnya air mineral dan jus jeruk.


Kesya dan Puput duduk di pinggir gazebo dengan kaki yang tergantung mengenai air.


" Ar, kok Kesya bilang gue buta warna? Lo emangnya bilang apa ke dia??" bisik Fadil kepada arka yang saat ini sedang duduk sambil memandang punggung Kesya.


" Gue bilang Lo gak bisa bedain yang mana peach dan baby pink" ucap Arka.

__ADS_1


" Ya ampun, ya sama aja itu mah. hampir mirip juga warnanya. Salah sendiri jaman sekarang tu terlalu banyak warna. Hijau melon, Biru langit, Navy, tosca, Sampek hijau muntah kucing pun ada." kesel Fadil.


" emang ada? hijau muntah kucing? " tanya Arka penasaran.


" ya mana gue tau, gue aja belum pernah liat kucing muntah saat hamil. Kalo kucing kawin sering gue liatnya. Ha ha ha" ucap Fadil.


di sisi lain


" Key, gue kesal banget dech dengan kawan si om Arka Lo itu. Masa gue di kira patung? Sok kecakepan tu orang" ucap Puput


" Ya mana gue tau, mungkin dia lupa periksa matanya. Peach sama baby pink aja gak bisa bedain."


" Huhuhuuhu " Kesya dan Puput tertawa bersama.


Namun pembicaraan mereka terpotong karena tawa Fadil yang menggelegar.


" Biasa aja kali om buka mulutnya, ntar ni ikan pada loncat tu ke mulut di kira comberan" ucap Puput ketus.


" Eh buseet, sejak kapan gue jadi Oom Lo" ucap Fadil.


" Sejak Lo berteman dengan Om Arka" ucap Puput.


Kesya sudah menahan tawanya melihat kejahilan Puput. Bukan Puput namanya kalo tidak bisa membalas dendam perbuatan Fadil yang menganggap dirinya patung.


"Lo__"


" maaf mas, ini pesanannya udah datang" ucap pelayan resto.


Tanpa malu dan rasa jaim pun Kesya dan Puput melahap makanan mereka langsung dengan tangan mereka tanpa sendok dan garput. Kesya dan Puput juga menggigit sendiri cangkang kepiting langsung dengan gigi mereka. Hingga membuat Arka dan Fadil takjub melihat pemandangan yang luar biasa di depan mereka.


" Buseeet, tu gigi dah macem Tang. kuat banget" ledek Fadil.


" Makanya, om Fadil sering-sering sikat gigi, jadi kuat dan gak gampang ompong. Kalo perlu sekalian aja perawatan gigi" jawab Puput yang sudah pastinya membuat Fadil semakin jengkel.


" Lo kira gue kakek - kakek apa." sungut Fadil.


" Ya mana tau kan " jawab Puput.


" kalian ini dari awal jumpa kok bawaannya ngegas terus sih. Awas kepincut loh om Fadil dengan teman saya ini" goda Kesya.


Sontak Fadil dan Puput kesedak makanan mereka masing- masing.


Uhuukk ..... uhukk.. uhuukk..


" Tuh kan, batuknya aja bisa Sampek kompak gini" goda Kesya lagi sambil mengelus punggung Puput setelah memberikan segelas air kepadanya.


Arka menatap Kesya sambil tersenyum. Karena di sini Arka melihat pribadi Kesya yang lain. Biasanya jika hanya berdua dengan dirinya, Kesya selalu memasang wajah jutek dan jarang tertawa. Tapi kali ini Kesya benar-benar sangat memukau bagi Arka. Rasanya ingin Arka langsung membawanya pulang ke rumahnya.


.


.


.


.


.


Haii readers.. jangan lupa like and vote ya..


salam hangat selalu..

__ADS_1


selamat membaca..


__ADS_2