KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 76 ' Morning Kiss'


__ADS_3

Kesya merasakan gelenyar aneh pada dirinya. Saat Arka mencium dirinya, tubuhnya tidak menolak, bahkan tubuhnya menerima dan menginginkan lebih. Namun Kesya teringat kalo dia baru datang bulan.


Kesya melirik pintu kamar mandi, sudah 30 menit Arka di dalam dan, tapi belum juga keluar. Sedangkan Pesanan mereka sudah sampai dari 20 menit yang lalu. Kesya sudah merasa cacing di perutnya berdemon, namun tidak sopan jika Kesya duluan makan dan tidak menunggu Arka.


Kesya mencoba memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar mandi. Dengan perlahan Kesya berajalan menuju kamar mandi. Kesya sudah mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu kamar mandi, namun di urungkan nya niat tersebut, saat bayangan dirinya dan Arka berciuman. Kesya memegang bibirnya, dan tangannya yang satu lagu memegang jantungnya yang kembali berdetak dengan cepat dan tak beraturan.


Kesya menarik napas kemudian membuangnya secara perlahan. Berulang kali Kesya melakukan itu, sampai diriny merasa tenang. Kesya kembali mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kamar mandi.


Tok.. Tok..Tok..


"Mas" Panggil Kesya, namun tidak ada jawaban dari dalam. Gemericik air pun juga sudah tidak terdengar lagi.


Kembali Kesya mengetuk pintu tersebut.


Tok.. Tok.. Tok..


" Mas?" Panggil Kesya sedikit menaikkan volume suaranya. Masih tidak ada sahutan dari Arka.


Kesya mulai sedikit panik, di tempelkan telinganya ke daun pintu, ingin mendengar apa yang terjadi kedalam.


Cekleek..


BRUUGG..


"Auuww" Pekik Kesya. Dan dalam detik selanjutnya Kesya membolakan matanya, karena saat ini dirinya sudah menempel di dada Arka.


"AAAAAAA" teriak Kesya dan menutup wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya.


Arka tertegun sebentar, melihat kepala Kesya yang bersandar di dada telanjangnya. Setelah berhasil mengumpulkan seluruh fokusnya, Arka menyeringai dan kembali menggoda Kesya.


" Kamu mau ngintip saya?" Tanya Arka dengan nada menggoda.


Kesya menggelengkan kepalanya, dan membalikkan tubuhnya, tapi Arka menahan pergerakan Kesya, dan menarik Kesya kedalam pelukannya.


"Lalu? Ngapain di depan pintu kamar mandi?" bisik Arka parau.


Kesya tidak menjawab, Kesya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena sepertinya Kesya sudah kehilangan suaranya karena terlalu malu.


Dengan sekali gerakan Kesya sudah berada dalam gendongan Arka, yang mana dengan gerakan refleks Kesya melingkarkan kakinya ke pinggang Arka, dan tangannya yang juga melingkar ke leher Arka.


" Mas, Nanti aku jatuh" Pekik Kesya yang sudah menemukan suaranya.


Arka terkekeh membuat Kesya menatap wajahnya. Mata Kesya seakan terpaku dan terpesona dengan wajah Arka yang segar, di tambah rambut Arka yang basah dan jatuhnya air dari rambut Arka yang mana menambah kesan seksi di mata Kesya.


Blusss...

__ADS_1


Wajah Kesya tiba-tiba memanas karena hanya melihat wajah basah Arka.


Cup


Kesya membelalakkan mata saat merasakan bibir Arka mengecupnya. Sudah tidak usah di katakan lagi bagaimana wajah Kesya, Jantungnya yang bertalu-talu dengan cepat, napasnya yang memburu, yang mana membuat dada Kesya ikut naik turun. Di tambah posisi mereka yang sangat intim.


"Mas" Pekik Kesya.


Arka terkekeh mendapatkan pelototan dari Kesya. "Kamu sungguh menggoda" Bisik Arka. " Wajah merona mu membuat ku ingin mengecup seluruh wajah mu" Bisik Arka dengan seuara seraknya.


Kesya menggigit bibir bawahnya karena merasakan wajahnya yang semakin memanas.


" Jangan menggigitnya, itu sungguh seksi." Bisik Arka lagi yang mana membuat Kesya langsung menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Arka.


Arka terkekeh melihat tingkah Kesya. " Apa kamu menggoda ku sekarang?" Bisik Arka, kemudian melepas sebelah tangannya yang menopang tubuh Kesya. Namun gerakan Arka tangan Arka yang tadinya ingin membelai rambut Kesya, terhenti di udara.


"Jangan dilepas, kalo Key jatuh gimana?" Pekik Kesya yang mana semakin mempererat kalungan tangannya dileher Arka, membuat Arka susah bernapas karena tercekik.


" Key, Mas susah napas" Ujar Arka sambil memukul pelan lengan Kesya.


" Turunin Key. Key takut jatuh. Om kan udah tua. Key takut jatuh." Racau Kesya yang semakin mempererat pelukannya di leher Arka.


" Apa? Tua?" Ujar Arka tepat di telinga Kesya


Seperti tersadar Kesya langsung menatap wajah Arka yang saat ini menatapnya tajam. Dengan membuat puppy eyes Kesya mencoba melunakkan Arka.


" He...he..he.. Umur Mas kan emang jauh sama Key, 9 tahun?" Ujar Kesya sambil menunjukkan 9 jarinya di depan wajah Arka.


Arka melihat kearah tangan Arka, kemudian Arka melangkahkan kakinya kembali.


"Aaa, Mas" Pekik Kesya yang kembali mengalungkan tangannya di leher Arka.


Arka tersenyum dan terus berjalan menuju ke arah tempat tidur. Perlahan Arka menurunkan Kesya berbaring diatas tempat tidur, Arka menahan tubuhnya dengan kedua lengannya yang bertumpu di setiap sisi samping kepala Kesya. Arka membelai rambut Kesya, dan merapikan anak rambut yang berserakan di bagian kening Kesya. Kesya menutup matanya saat melihat wajah Arka semakin mendekat.


Arka memandang wajah Kesya yang saat ini sedang menutup matanya. " Tua-tua gini bikin nagih buat di cium kan?" Ujar Arka tepat di depan wajah Kesya.


Kesya spontan membuka matanya dan menatap Arka penuh permusuhan. Arka terkekeh dan Cup. Arka mengecup bibir Kesya kemudian berdiri menjauh dari Kesya sambil tertawa karena berhasil menggoda Kesya.


" Arkkhh... Dasar Om-om tua genit" geram Kesya yang mana membuat Arka semakin tertawa terbahak-bahak.


Kesya tertegun melihat Arka yang tertawa lepas seperti itu, kemudian dia mengalihkan pandangannya dan merutuki dirinya yang dalam waktu 2 jam ini sudah beberapa kali terkesima dengan Arka.


Kesya dan Arka makan dalam diam. Kesya masih kesal dengan Arka yang dari tadi menggodanya terus. Sedangkan Arka masih menatap Kesya dengan senyum. Ternyata menikah itu sangat menyenangkan, Bisa berdua seperti ini saja sudah sangat menyenangkan bagi Arka, apalagi kalo bisa berkelana.


Malam ini dihabiskan oleh Kesya di dalam kamar, sedangkan Arka pergi ke butik yang berada tak jauh dari hotel. Arka memang sudah memesan baju kepada manager hotel, tapi manager hotel tersebut tidak memberikan apa yang Arka mau, karena diancam oleh Mami Laura. Arka terpaksa harus meninggalkan Kesya sendiri di kamar.

__ADS_1


Arka kembali dengan membawa 2 paperbag di tangannya. Arka mencari keberadaan istri nya, Arka tertegun saat melihat Kesya tertidur di atas sofa. Arka tersenyum dan kemudian menghampiri Kesya. Arka menatap wajah Kesya, kemudian menggendong Kesya keatas tempat tidur.


Arka kembali menuju ke kamar mandi, membersihkan dirinya. Setelah selesai dengan ritual ya, Arka membaringkan tubuhnya di dekat Kesya, mengangkat kepala Kesya, dan menggantikan bantal Kesya dengan lengannya, kemudian Arka memeluk tubuh Kesya, dan terlelap bersama setelah memberikan kecupan di kening Kesya.


Kesya menggeliat saat saat merakaan tubunnya pegal karena tidak leluasa dalam tidur nya. Kesya mendekatkan wajahnya ke dada Arka dan melap bibirnya yang terasa basah karena sesuatu yang keluar dari sudut bibir Kesya saat tidur, dengan mata yang masih tertutup. Arka masih melihat kelakuan Kesya. Baju Arka sudah basah dengan ulah Kesya. Bukannya jijik, tapi Arka malah tersenyum melihat kelakuan Kesya.


Kesya kembali menggeliat sambil meregangkan seluruh otot tubuhnya yang merasa pegal. Di mata Arka itu adalah pemandangan yang seksi. Kesya kembali menggeliat berusaha mengusir seluruh benda yang berada di sekelilingnya, Dengan kekuatan penuh Kesya menendang sesuatu yang berat, yang dalam perkiraan Kesya itu adalah guling yang besar.


Brukk..


Arka terjatuh karena terkejut dengan perlakuan Kesya yang menendangnya. Kesya langsung terbangun dan terduduk saat mendengar sesuatu terjatuh. Terdengar seperti nangka yang jatuh dari pohonnya.


" Awww" Pekik Arka sambil mengelus bokongnya yang duluan mendarat di lantai.


Kesya membelalakkan matanya melihat Arka yang terjatuh, dan menutup mulutnya.


" Mas"


Kesya langsung tergesa turun dari tempat tidur, dan sialnya kaki Kesya terbelit oleh selimut, membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh tepat di atas tubuh Arka.


Cup.


Kesya jatuh dengan mencium bibir Arka. Kesya mengedip-ngedipkan matanya dan seakan tersadar dengan posisi mereka, Kesya langsung bergegas berdiri dengan wajah yang sudah memerah sempurna.


" Morning kiss yang indah" Ujar Arka saat sudah mendudukkan tububnya.


Kesya menutup wajahnya dan berlari menuju kamar mandi.


.


.


.


.


.


.


Hai readers.. Terima kasih sudah setia membaca novel ku.


Mohon dukungannya yaa..


LIKE + VOTE + RATE + DAN KOMENNYA

__ADS_1


sangat mendukung Author ..


Terima Kasih dan Sehat Selalu..


__ADS_2