
Kesya ikut bersama Vina ke kantor Vano. Dengan membawa makan siang untuk Vano. Sebenarnya Kesya agak sedikit kesal dengan Mbak nya, Karena mengajaknya makan sing bersama di kantor Vano. Karena sudah bisa dipastikan jika dirinya akan menjadi obat nyamuk
" Mbak, Key pulang aja ya." Bujuk Kesya.
" Aduuh Key, jangan dong. Temenin Mbak di sini. Mas Vano lama meetting nya. Jadi selagi menunggu Mas Vano selesai, Kita ngobrol aja yaa.. Mbak sengaja ngajak kamu karena Mbak udah lama gak ngobrol dengan kamu" Ucap Vina.
Kesya memutar bola mata nya malas. " Iih Mbak, kalo mau ngobrol kan bisa di rumah. Ngapain juga di sini, lagian Key nanti ganggu kemesraan Mbak dengan Mas Vano lagi. Ucap Kesya dengn sedikit merajuk.
" Iih, siapa juga yang mau mesra-mesraan di kantor. Mbak bisa mesra-mesraan sama Mas Vano di rumah, sekalian bikin anak." Ucap Vina membuat Kesya mencibirkan bibirnya.
Mau tak mau Kesya tetap menuruti kemauan Mbak nya itu. Mereka bercerita banyak tentang Vina. Kesya pun bersemangat mendengarkan cerita Vina. Melihat Vina bahagia, Kesya juga merasa ikut bahagia. Tapi pertanyaan Vina membuat jantungnya berdegup kencang.
" Kamu yakin gak suka dengan Om Arka?" Tanya Vina.
" Hah? Eh! Apaan sih Mbak"
" Kamu ingat dulu pernah bilang ke Mbak, Kalo kamu gak akan suka dengan Oom-Oom. Dan sekarang kamu dekat dengan Om nya Mas Vano" Goda Vina.
" Iih Mbak, Apaan sih, kayak kagak ada pembahasan lain aja"
" Aduuh, kamu itu ya. Mendingan kamu coba belajar untuk suka dengan Om Arka deh. Dan Mbak yakin, kamu gak akan nyesel jika jatuh cinta dengan Om Arka."
" Aduuh Mbaaakk!!! Jangan bahas cinta-cinta deh. Pusing Key dengarnya."
" Hmmm.... Key, jangan bilang kamu belum Move On ya dari Rian kan?. Itu kejadian udah lama banget Key. Lagian keluarga Rian dan keluarga Om Arka itu berbeda. Keluarga Om Arka itu sanga___"
" Mbak, Key ke kamar mandi sebentar yaa. Kebelet pipis. AC di ruangan Kak Vano dingin bingiit.." Sergah Kesya dan langsung belari ke arah toilet setelah Vina menunjukkan di mana letak toilet di ruangan Vano.
Sesampainya di kamar mandi, Kesya menatap dirinya di dalam cermin. Dia sudah mengikhlaskan Rian, namun hati nya belum bisa terbuka untuk siapapun. Kesya sudah mencoba membuka dari setahun yang lalu. Namun tetap saja tidak ada seorang pria pun yang bisa membuat dirinya berdebar.
Kesya menarik napas dan membuangnya kasar. Kesya mencuci wajahnya, dan mengeringkannya dengan menggunakan tisu.
Tok.. tok.. tok..
" Key, kamu gak pa-pa kan? " Tanya Vina khawatir.
Masalahnya Kesya sudah 15 menit berada di dalam kamar mandi, dan belum juga keluar.
Ceklek..
__ADS_1
Kesya menampilkan senyumnya.
" Lama banget?" Tanya Vina.
Belum Kesya menjawab, Vano, Arka, dan Fadil sudah memasuki ruangan.
Ceklek..
" Nunggu lama?" Tanya Vano kepada Vina.
" Enggak kok" Ucap Vina dan mencium punggung tangan suaminya. Vano pun kemudian mencium kening Vina.
" Ihh, apaan sih Mas. Malu tau dengan Om Arka dan sekretarisnya" Ucap Vina yang sudah merona.
Kesya hanya memutar bola matanya malas. Dan melangkahkan kaki nya menuju sofa. Kesya membuka bekal yang sudah di bawa Vina.
" Mbak, ini jadi makan atau kami semua keluar dari ruangan?" Kesel Kesya.
Pasalnya Vano dan Vina terus saja mengobral kemesraan.
" Ehh, iya.. Tubkan Mas, Kesya dah merajuk" Bisik Vina yang masih di dengar oleh Arka, Kesya, dan Fadil.
Vina dengan telaten meletakkan nasi untuk semua orang. Vina menyerahkan piring yang sudah berisi nasi, dan dia memberikannya kepada Kesya dan menyuruh Kesya memberikannya kepada Om Arka. Dengan berat hati Kesya memberikan piring berisi nasi itu kepada Arka.
" Saya mau juga Key" Ucap Arka seraya menyodorkan piringnya kepada Kesya.
Begitu seterusnya, Apa pun yang Kesya ambil, Arka pasti akan mengambil juga. Membuat Vano dan Fadil berdecak kagum. kepada Kesya. Yang bisa mencairkan gunung es yang sudah terpatri di tubuh Arka.
Selesai makan, Kesya pamit pulang duluan karena merasa perutnya sedikit sakit. Saat Kesya beranjak menuju pintu, Vina berteriak mengatakan bahwa ada bendera Jepang. Kesya yang memang menggunakan celana panjang berwarna putih, langsung panik dan menutup bagian belakangnya menggunakan tas nya dengan menahan malu.
Arka dengan sigap membuka jas nya, dan mengikatnya di pinggang Kesya agar menutupi bagian bok*ng Kesya.
Wajah Kesya sudah memerah karena malu. Dan dia tidak sanggup menatap Arka. yang tengah mengikat jas di pinggangnya. Kesya hanya mampu menutup matanya saat merasa wajah Arka sangat dekat dengan dirinya. Dia juga menahan napasnya menahan wangi maskulin Arka.
" Saya antar Kesya pulang. Kamu Dul, lanjut ke kantor aja ya" Titah Arka.
" Hati-hati ya Om" Ucap Vina.
Arka langsung meraih pinggang Kesya dan merangkulnya. Sepanjang jalan kesyabhanya menundukkan wajahnya, dan membiarkan rambutnya jatuh menutupi wajahnya. Tangan Arka masih setia merangkul pinggang Kesya, hingga membuat semua pasang mata berdecak kagum dengan keharmonisan yang tersuguhkan di depan mata mereka. Ternyata Raja Arkana Mahaputra Moza sangat berani mengumbar kemesraan.
__ADS_1
Arka sudah menghubungi Duda agar stanby di depan pintu lobi. Dan ketika Arka dan Kesya sudah keluar, Arka langsung membuka pintu mobil untuk Kesya, kemudian dia juga membuka pintu yang satunya lagi untuk memasukkan dirinya.
Duda melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Kesya.
Kesya masih saja setia tertunduk, dengan rambut yang menjuntai menutupi wajahnya.
"Key " Panggil Arka
" Om diam di situ dan jangan mendekat" Titah Kesya.
Arka tidak tahu saja jika Kesya saat ini sudah sangat malu, bahkan dia sudah menggigit bibir bawahnya menahan rasa malu.
Arka memandang kesya, dan kemudian seringai jahil muncul di benak Arka. Dengan cepat Arka mengawasi rambut yang jatuh menutupi wajah Kesya. Dengan sigap Kesya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Iih Om, nyebelin dech.. Kan Kesya udah bilang jangan deket-deket, dan jangan liatin Kesya gitu" Pekik Kesya.
Arka hanya terkekeh mendengar gerutuan Kesya. Arka terus saja menggoda Kesya, membuat Kesya semakin sebel dan memukul bahu Arka.
" Nyebelin.. Nyebelin... Nyebelin..." Teriak Kesya sambil memukul bahu Arka.
Arka yang dipukuli hanya tertawa, bukannya merasa kesakitan, tapi dia merasa mendapatkan pijitan dari pukulan Kesya.
Hingga Duda yang melihat mereka berdua dari akca spion tengah, terkejut saat melihat ada kucing nyebrang. Dan membuat mobil sedikit oleng dan berhenti mendadak. Untung saat ini jalanan sepi.
Tapi berkat kecerobohan Duda, Kesya jatuh ke dalam pelukan Arka. Karna saat mobil oleng, Kesya terhoyong ke arah Arka. Dan Arka langsung memegang pinggang Kesya saat Duda me-rem mendadak. Hingga mata mereka bertemu. Saling menatap dan mengunci. Hingga suara Duda mengacaukan keromantisan yang sangat di harapkan Arka. Arka mengumpat didalan hati karena suara bariton Duda yanv cempreng itu mengganggu dirinya dan Kesya.
" Bos dan Nona aman?" Tanya Duda.
Setelah memastikan keadaan Bos dan calon istrinya, Duda kembali melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai readers.. Dukung author ya..
dengan cara LIKE+ VOTE+ RATE+ KOMENNYA YAA..