KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 35 ' Mami Laura'


__ADS_3

Arka memandangi wajah Kesya dari dekat. Meneliti setiap lekukan wajah ayu nan rupawan yang membuat hatinya tergoyah dan mencair terhadap seorang wanita. Dan Kesya adalah orang pertama yang mampu membuat Arka terpesona dengan kesederhanaanya.


Melihat Kesya yang memejamkan matanya, Arka seakan hampir kehilangan kendali, untung saja dia cepat menyadarkan dirinya sendiri. " Kamu memejamkan mata apa menunggu saya mencium kamu?" ucap Arka.


Kesya langsung membuka matanya dan mendorong tubuh arka. Kesya mengipas-ngipas wajahnya yang terasa panas, dan membelakangi Arka. Mungkin saat ini wajah Kesya sudah Semerah tomat.


Arka sangat suka menggoda Kesya, hingga membuat Kesya panik dan kesal kepadanya. Rasanya sangat imut membuat gadisnya ini tersipu malu seperti itu.


Ahh, andai saja Kesya sudah sah jadi miliknya. Fikiran itu lagi muncul dikepala Arka.


Ting..


Pintu lift terbuka, Kesya langsung berhambur keluar agar mendapatkan oksigen lebih banyak. Arka hanya mengikuti langkah Kesya yang sengaja di percepat oleh gadis nya. Dengan cepat Arka kembali meraih tangan Kesya dan menggenggamnya.


Setiap pasang mata kembali menatap mereka, Ada yang menatap dengan tataoan takjub, dan ada pula dengan tatapan cemburu.


" Kayaknya kalo Tuan Muda menikah, bakal jadi hari 'Patah Hati' sedunia dech" ucap salah satu resepsionis yang menatap punggung Arka dan Kesya dengan tatapan cemburu, namun takjub karena Bosnya yang terkenal dingin itu bisa membuat orang sekitarnya meleleh.


Mami Laura sudah memesan makanan terbaik dan terlezat khusus untuk calon menantu kesayangannya. Sambil menunggu kedatangan calon menantu, Mami Laura membuat panggilan video kepada putri kesayangannya. Dan tak berapa lama akhirnya yang di tunggu-tunggu pun datang.


" Mami " sapa Arka sambil mencium punggung tangan Mami Laura dan mencium pipi kiri dan kanan.


Kesya pun ikut mencium punggung tangan Mami Laura, dan Mami Laura langsung memeluknya. Seakan sudah lama sekali tidak bertemu, dan melepaskan rindu.


" Kesyaa, mami rindu sekali dengan kamu" lirih Mami Laura.


" Iya Oma, Key juga rindu" balas Kesya.


Mami Laura merelaikan pelukannya, kemudian mencebikkan bibirnya, dan memasang wajah cemberut kepada Kesya.


Kesya yang melihat itu langsung bingung dan panik, apa dia ada salah? Kesya menatap Arka, seolah bertanya kepada Arka apa yang terjadi kepada Maminya. Arka hanya mengendikkan bahunya.


" Oma, kenapa? Key ada salah ya? Key minta maaf ya Oma" ucap key membujuk Mami Laura.


Mami Laura memalingkan wajahnya dengan melipat kedua tangannya di dada.


Arka yang melihat Kesya sudah pucat dengan perlakuan Maminya pun ikut membujuk Maminya.


" Mami, Mami sayang kenapa? kok tiba-tiba cemberut? katanya kangen dengan Kesya??" bujuk Arka


" Iihh, Mami Kesel tau gak, Masa ya Kesya masih manggil Mami dengan sebutan Oma. Kesya kan calon istri kamu, sudah seharusnya dia memanggil Mami dengan sebutan Mami. Mami maunya Kesya manggil Mami dengan sebutan Mami. Titik. Pokoknya Mami gak mau ngomong sama Kesya kalo Kesya gak mau manggil Mami dengan sebutan Mami, dan Mami mau mogok makan, Biarin aja Mami sakit. " Rajuk Mami Laura.


Kesya yang mendengar Mami Laura mengadu kepada Arka langsung menatap tidak percaya. Lalu menatap Arka yang sedang tersenyum simpul dan menatapnya.


Arka mengisyaratkan Kesya untuk mendekat kepada Maminya dan memanggil dengan sebutan Mami. Kesya tersenyum berat kepada Arka sambil mngerjap-ngerjapkan matanya tak percaya dengan sifat Maminya yang berubah ngambek kayak anak-anak gitu.

__ADS_1


" Eheemm.. Mm--Mami... Maafin Key ya. Mulai sekarang Key bakal panggil Mami dengan sebutan Mami terus kok." Bujuk Kesya sambil memegang kedua lengan Mami Laura dengan wajah yang tersenyum indah, yang membuat Mami Laura langsung tersenyum senang.


" Bagus deh, Berarti kamu sudah bisa nerima Raja sebagai calon suami kamu" ucap Mami Laura dengan penuh kemenangan.


" Eehh, ii--iituu___" ucap Kesya kaku..


" Udah, pokoknya kamu gak usah mikirin apapun tentang perkataan orang. Kalo kamu sudah siap, katakan saja, Mami dan Papi akan segera berkunjung ke rumah kamu. Kebetulan lagi ada Ayah kamu di sini kan? Jadi sekalian bisa ngelamar kamu!" ucap Mami Laura dengan girang.


Kesya hanya tertawa garing karena tidak mampu berkata apa-apa lagi. Kena jebakan Cat women deh dia. Kesya menatap Arka yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh kemenangan. Rasanya ingin menelan Arka saat ini juga.


Setelah Drama yang di buat oleh Mami Laura, Akhirnya pun mereka bisa menyantap makanan yang berada di hadapan mereka. Arka yang duduk di depan kesya, dan Mami Laura yang duduk di tengah Kesya dan Arka. Karena mejanya berbentuk Lonjong.


" Key, makan yang banyak yaa dari sekarang, Jadi setelah kalian menikah Mami akan menyuruh Arka bekerja keras membuat kamu hamil" ucap Mami Laura tanpa bersalah.


Uhuukkk.... uhuukk... uhukk...


Arka dan Kesya langsung terbatuk karena tersedak dengan makanan mereka. Pelayan yang berdiri lima langkah di belakang mereka langsung dengan sigap memberikan air putih kepada Tuan dan Nona muda mereka.


Mami Laura hanya tersenyum melihat Arka dan Kesya yang saat ini wajahnya sudah memerah. Aahh... sungguh lucunya mereka berdua... Gak sabar menunggu saat itu.


Setelah tenang, Arka dan Kesya melanjutkan makan mereka kembali.


" Nanti bikin anaknya yang banyak ya, Biar rame.. Kan lucu tu kalo rame" lanjut Mami Laura.


Kembali lagi Arka dan Kesya tersedak oleh makanan mereka.


" Mi, Ngomongnya di saring dikit kenapa? Raja dan Kesya kan belum menikah. Jadi bahas itu nanti aja yaa, setelah kami menikah." ucap Arka.


" Hmm.. baik lah, setelah kalian menikah, Mami bakal minta sama kamu untuk membuat Kesya segera hamil dan melahirkan banyak anak"


Byuurrfffff.....


Kesya terkejut dan hampir menyembur air yang sedang di minumnya ke atas makanan yang tersaji di depannya. Untungnya dia cepat menahan mulutnya, hingga air dalam mulutnya terciprat di tangannya.


" Tu kan Mami" kesal Arka masih dengan nada sopan.


"Hmmpp.. maaf yaa Kesya sayang. Habisnya Mami gak sabar untuk liat cucu Mami dari kalian berdua" ucap Mami Laura sambil tersenyum.


Kesya hanya bisa tersenyum, Namun dia merasakan panas di pipinya dan tenggorokannya karena tersedak berkali-kali.


Acara makan siang bersama Mami Laura pun selesai. Arka mengantar Kesya pulang. Di sepanjang perjalanan, Kesya hanya menatap kearah luar, sedangkan Arka sekali-kali mencuri pandang terhadap Kesya.


" Key, " panggil Arka.


Kesya menolehkan kepalanya menghadap Arka.

__ADS_1


" Hmm??"


" Lusa saya akan pergi ke Luar negeri, Kamu jangan nakal yaa. ingat, jangan memberi harapan kepada siapapun. Karena kamu hanya akan menjadi miliki saya" Ucap Arka.


Kesya hanya mengerjap-ngerjapkan matanya tak percaya dengan oerkataan Arka. Anak sama Ibu kok sama. Sama-sama nyebelin dan suka mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya kepada dirinya mau atau tidak dengan si manusia nyebelin didepannya ini.


" Pokoknya kamu tunggu saya pulang yaa." Ucap Arka lalu menatap Kesya.


Kesya masih menatap Arka. Tanpa sadar bahwa mobil Arka sudah berada di depan rumahnya. Arka masih menikmati wajah Kesya yang sedang menatapnya. Jika tidak mengingat ada rapat jam 3, mungkin dia akan berlama-lama di rumah Kesya. Setidaknya bisa mendekatkan diri kepada Ayah Kesya. Dan membuktikan bahwa hanya dia yang pantas memiliki Kesya.


" Kamu gak mau turun?? atau mau ikut saya ke kantor lagi?" tanya Arka yang memecah lamunan Kesya.


" Hah??" Kesya langsung mengedar pandangannya. Kemudian dia langsung membuka pintu mobil dan turun setelah mengucapkan terima kasih.


Bukannya langsung pergi, tapi Arka juga ikut dan ikut masuk ke rumah Kesya bersama Kesya.


" Om ngapain ikut masuk? bukannya Om mau rapat yaa" ujar Kesya.


" Saya mau pamit dengan calon mertua" bisik Arka. Dan tak berapa lama Ayah Nazar keluar dari rumah.


" Assalamualaikum Ayah" ucap Kesya dan mencium punggung tangan ayahnya.


"Assalamualaikum Om" ucap Arka dan ikut mencium punggung tangan Ayah Nazar.


" Masuk dulu nak Arka" tawar Ayah Nazar.


" Lain kali Om, saya mau ada rapat sebentar lagi. Saya cuma mengantarkan Kesya saja. Saya permisi dulu Om. Assalamualaikum" ucap Arka dan kembali mencium punggung tangan Ayah Nazar.


" Walaikumsalam " ucap Ayah Nazar dan Kesya.


Arka pun melangkah pergi meninggalkan rumah Kesya.


.


.


.


.


**INGAAAT.. JANGAN LUPAA.


LIKE + VOTE + KOMEN + RATE


Salam hangat dari Author**...

__ADS_1


__ADS_2