
Setelah selesai makan, yang dihiasi dengan perdebatan antara Puput dan Fadil. Mereka pun memilih pulang. Sebelumnya Arka mengantar Puput pulang, kemudian di pertengahan jalan Fadil minta di turunkan di sebuah cafe, karena ingin bertemu dengan temannya. Dan saat ini tinggallah Kesya dan Arka.
" Eem, mau langsung pulang atau__?"
" langsung pulang aja dech om, Key mau siapin berkas buat naik sidang." potong Kesya.
" Oh ya? kapan kamu sidangnya?"
" Insya Allah kalo gak ada halangan sih Minggu depan."
" Oke, semoga kamu bisa dapat nilai terbaik ya"
" Mesti dong, Key kan pintar " ucap Kesya antusian.
Arka sangat gemes dengan tingakah Kesya, entah apa yang membuat tangannya menyentuh pucuk kepala Kesya dan mengelusnya.
Deg
" Eekheeemm " Kesya berdehem untuk menetralkan degub jantungnya. Arka pun langsung kikuk dan memindahkan kembali tangannya ke kemudi setir.
Mereka saling berdiam dan fokus dengan fikiran masing-masing. Hingga tanpa sadar mereka sudah sampai di depan rumah Kesya.
"Assalamualaikum ayah" ucap Kesya dan mencium punggung tangan ayah Nazar.
Arka pun ikut mencium punggung tangan Ayah Nazar.
" Saya permisi ya om, mau singgah tempat mbak Mega"
" Tante KESYAAA" teriak anak kecil dari dalam rumah dan langsung memeluk pinggang Kesya.
" Aaauuww, Daraa?. Hai sayang apa kabaaaar?? " ucap Kesya sambil menyamakan tubuhnya dengan Dara dan memeluknya dan menciumnya.
Arka yang tadinya ingin balik dan melangkahkan kakinya pun terhenti, melihat seorang anak kecil memeluk Kesya, dan tak berapa lama keluar seorang pria dari dalam dan tersenyum kearah Kesya dan anak kecil tersebut.
" Hai key, " sapa pria itu.
" Mas Dilan? apa kabar mas. Kapan nyampe?" tanya Kesya sambil bersalaman dengan pria yang di panggil Dilan oleh Kesya.
" Baru 2 jam-an lah."
" Kamu gak jadi ketempat Mbak kamu Arka?" tanya Ayah Nazar.
Kesya, Dilan, dan Dara beralih melihat ke arah Arka.
" Eh iya, saya permisi.. Key, saya permisi ya" ucap Arka yanh di tanggapi senyuman oleh Kesya.
Arka berjalan ke arah rumah Tante Mega, namun sekali-kali dia memalingkan kepala kembali lihat ke arah rumah Kesya, lebih tepatnya ke arah Kesya.
" Kita masuk yuk, Tante mau mandi dulu. Bau keringat" ucap Kesya kepada Dara.
" Dara ikut ke kamar Tante yaa"
" oke "
__ADS_1
Kesya dan Dara pun masuk kedalam rumah, di susul Ayah Nazar dan Dilan.
"Kenapa kamu celingak celinguk gitu ke arah rumah Kesya? Bukannya kamu baru pulang bareng dia??" tanya Tante Mega yang baru keluar dan melihat Arka seperti penguntit.
" Hah? oh itu mbak, mbak kenal sama cowok yang ada di rumah Kesya?" tanya Arka.
" Gak tau, dan gak mau tau" ucap tante mega dan kembali masuk kedalam rumahnya.
Kesya keluar dari kamar mandi dengan keadaan lebih segar, dengan rambut yang habis di keramas.
" Waah, Tante Kesya wangi banget rambutnya." puji Dara.
Kesya tersenyum dan duduk di sebelah dara yang sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil memperhatikan Kesya.
" Rambut Dara juga wangi" puji Kesya kembali.
Kesya dan Dara pun menghabiskan waktu berdua di kamar sambil bercerita. Hingga terdengar suara azan magrib.
" Udah azan magrib, kita solat dulu yuk?" ajak Kesya. yang di anggukin Dara dengan semangat.
Tok.. tok.. tok..
" Key, ajak Dara turun, kita makan malam dulu" ucap mami Shella.
" Iya Mi " jawab
Kesya dan Dara pun turun menuju meja makan.
" Gimana kencan dengan Arka hari ini?" tanya mami Shella sedikit berbisik.
" Tadi Ayah bilang kamu dijemput sama Arka, terus motor kamu di bawa pulang dengan pengawalnya. kalo gak pergi kencan, apa namanya coba" goda mami Shella.
" Kami pergi berempat. Key, Om Arka, Puput, sama Fadil temennya Om Arka."
" OOO jadi critanya double date nich" goda mami Shella lagi.
" iihh, apaan sih mami, siapa juga yang double date." jawab Kesya, namun ada perasaan aneh yang menjalar di hatinya.
" Jadi Dilan di sini selama 2 Minggu lah lebih kurang ya" ucap Daddy Roy.
Saat ini mereka sedang berada di meja makan, menikmati masakan mami Shella, dan di sela makan Daddy Roy bertanya tentang lamanya Dilan bertugas di sini.
Dilan seorang PNS, jadi dia ditugaskan dari kantornya mengikuti pelatihan, yang terbilang cukup lama.
" Iya om, makanya saya minta tolong nitip Dara di sini. Lagian katanya Dara rindu dengan Kesya."
Dilan adalah seorang duda beranak 1, yang berumur 5 tahun. Istri dilan meninggal Dunia saat Dara berumur 3 tahun. Saat pertama kali bertemu dengan Dara, Kesya merasa sangat menyayanginya, karena Dara memiliki nasib yang hampir sama dengannya. Di tinggal selamanya oleh sang Ibu tercinta untuk selamanya.
Dilan adalah saudara jauh dari Daddy Roy. Namun komunikasi mereka selalu terjalin dengan baik. Dan Dilan pun sering menginap di rumah Daddy Roy dulu saat liburan sekolah. Karena Dilan berusia yang sama dengan Bara. Jadi mereka tidak hanya bersaudara, mereka pun juga menjalin pertemanan.
" Kamu nginap disini juga kan?" tanya Daddy Roy.
" Gak om, saya sudah di sediakan penginapan. Jadi para peserta pelatihan wajib menginap di sana." jelas Dilan.
__ADS_1
" Kamu gak keberatan kan Key, dengan kehadiran Dara di sini? soalnya saya tidak bisa menolak keinginan dia." ucap Dilan.
" Gak kok mas, saya senang Dara tinggal di sini. ucap Kesya sambil tersenyum dan mengelus rambut Dara.
Deg.
Dilan melihat Kesya sangat berseri, dan seakan ada cahaya yang sedang meneranginya.
" Dilan, jangan melamun.. ayo lanjut lagi makannya." tegur Daddy Roy.
Malam ini Dilan menginap di rumah Daddy Roy. Besok pagi dia baru berangkat ke hotel dimana pelatihannya di langsungkan.
" Dara, ayok kita tidur" ajak Dilan.
Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga, mendengarkan Dara bercerita tentang sekolahnya dan temannya.
" Tante, Dara boleh gak tidur sama Tante?"
" Boleh" jawab Kesya.
" yeeeaaayy... Dara tidur sama Tante Kesya aja" pinta Dara.
" Ya udah dech, tapi kamu jangan lasak ya tidur nya. nurut sama Tante Key." ucap Dilan.
" Oke" jawab Dara.
" Makasih ya Key, maaf sudah merepotkan" ucap Dilan.
" Sama-sama, Gak ngerepotin kok" jawab Kesya.
Dilan merasa Kesya saat ini semakin menarik perhatiannya. Dari segi senyum Kesya, perlakuan Kesya terhadap Dara, dan Suara Kesya membuat jantung Dilan menjadi berdetak kembali, setelah semenjak kematian istrinya Dilan tidak pernah merasa jantungnya
berdetak cepat jika berdekatan dengan seorang wanita.
" Tante, ceritain dongeng ya??" pinta Dara.
" Eem, boleh.. Dara mau cerita tentang dongeng apa?" tanya Kesya
" Dongeng Cinderella" ucap Dara.
Kesya langsung terdiam, dan tiba-tiba dia teringat akan perjumpaan dirinya dan Arka. Pertama kalinya bibirnya menempel di bibir seorang pria, dan itu adalah Arka. Serta saat Arka memakaikan sepatu yang sangat indah. Yang menjadikan dirinya sebagai Cinderella sesungguhnya.
" Tante kok melamun sih?" tanya Daranyang menggoyang-goyanhkan tangan Kesya.
" eeh, maaf.. Ya udah, Tante ceritain ya.. Pada zaman dahulu, ada seorang Keluarga yang sangat bahagia_______"
.
.
.
.
__ADS_1
.
Like, Vote, and komennya yaa..