
Visual
Raja Arkana Mahaputra Moza
Kesya Az-Zahra
Kesya bangun dari tidurnya. Menuju kamar mandi dan membersihkan diri, serta melaksanakan solat subuh. Selesai solat, Kesya merapikan tempat tidurnya. Dia meraih handphone nya dan duduk di sofa yang terletak di dekat jendela kamarnya.
Kesya membuka aplikasi sosmed yang berada di handphone nya. Hanya menscrol ke atas dan kembali. Kesya pun tidak tahu apa yang di lakukannya. Hanya saja Kesya seperti merasa bosan.
Kesya bangkit dari duduknya dan menuju dapur.
" Pagi Mami" Sapa Kesya sambil memeluk Mami Shella.
" Pagi sayang." Balas Mami Shella.
Kesya pun membantu Mami Shella memasak untuk sarapan pagi.
" Tante Kesya" Teriak Dara sambil berlari dan memeluk Kesya.
" Selamat pagi cantik.." Ucap Kesya.
" Tante, hari ini jadi kan kita jalan-jalan nya" Tanya Dara.
" Jadi dong" Ucap Kesya.
Kesya tertawa melihat betapa lucunya Dara ketika dia berloncat kegirangan karena akan pergi dengannya. Tawa Kesya memudar saat melihat Dilan menuju dapur.
" Pagi Key" Sapa Dilan.
" Pagi Mas Dilan" Balas Kesya.
Kesya pun melangkahkan kakinya ke teras depan, memanggil Daddy Roy dan Ayah Nazar untuk sarapan bersama. Kesya pun melihat ke arah luar pagar rumahnya, tidak ada Jodi dan Duda. Biasanya mereka pagi-pagi buta sudah bertengger di rumahnya. Dan menyeruput kopi buatan Mami Shella.
Kesya pun kembali kedalam rumahnya.
Selesai sarapan, Kesya mencuci piring kotor. setelah itu Kesya ikut gabung bersama dara dan Mami Shella yang sedang menikmati film kartun dari Negeri tetangga yang menceritakan tentang anak kembar yang botak dan hanya mempunyai sehelai rambut.
" Tumben ya pengawal dan supir kamu itu tidak ada di depan?" Tanya Mami Shella.
" Key juga gak tau Mi " Ucap Kesya.
" Arka kapan pulang?" Tanya Mami Shella.
Kesya menghembuskan napasnya kasar. "Gak tau Mi, katanya kemarin dia 2 Minggu berada di sana. 3 hari lagi lah mungkin Mi, genap 2 Minggu" Ucap Kesya.
" Kamu lagi berantam dengan Arka?" Tanya Mami Shella.
__ADS_1
Kesya memalingkan kepalanya ke arah Mami Shella. " Enggak Mi"
" Kamu masih komunikasi kan sama dia?" Tanya Mami Shella lagi.
"Hmm... Kemarin subuh Om Arka ada kirim pesan, buat ngucapin semangat. Trus sampai sekarang dia gak ada kabar lagi" Ucap Kesya dengan sedikit murung.
" Kamu mulai suka dengan Arka?" Tanya Mami Shella.
" Hah? Gak kok, Kesya gak suka dengan Om Arka" Ucap Kesya cepat.
" Suka juga gak pa-pa" Goda Mami Shella.
"Ihh Mami."
" Dara, siap-siap dulu yuk.. udah jam 9." Ajak Dilan .
" Oke dech" Ucap Dara bersemangat.
" Kamu siap-siap juga ya Key" Titah Dilan.
Kesya hanya mengangguk dan tersenyum.
" Kesya siap-siap dulu ya Mi." Pamit Kesya kepada Mami Shella yang di tanggapi dengan anggukan.
Kesya kembali mandi dan memakai baju kaos putih dan celana jeans. Dengan tas ransel mini tersangkut di bahu kirinya. Sedangkan tali satu lagi di biarkan terjuntai.
Kesya menuruni tangga, dan menuju ruang tamu. Melihat dengan siapa ayahnya berbicara. Dan betapa terkejutnya Kesya melihat Arka sudah berada di rumahnya.
" Kan saya sudah kirim pesan ke kamu. kalo saya bakal jemput kamu jam 9." Ucap Arka.
Terakhir kali Kesya memegang Hp pada saat habis solat subuh. Dan saat mengambil Hp tadi, Kesya tidak mengecek lagi hpnya dan langsung memasukkannya ke dalam tas. Kesya merogoh tas nya dan meraih hpnya. Di lihatnya 5 panggilan tak terjawab dari Arka. Dan ada pesan masuk darinya juga. Kesya melihat riwayat panggilannya, Jam 7.15. Saat itu Kesya memang sudah tidak memegang Hp lagi. Dibukanya pesan yang masuk dari Arka. [ Saya jemput jam 9 lewat, kamu kemarin ganti jadwal Konsul dengan Dokter Hidayat. Hari ini saya sudah buat janji ulang dengan Dokter Hidayat ]. Kesya mengerjap-ngerjapkan matanya membaca pesan Arka.
" Udah siap? kita berangkat sekarang?" Suara Arka membuyarkan fikiran Kesya.
" Ehh?? Itu__"
" Ayo Tante, Dara udah siap" Suara melengking Dara membuat semua orang dewasa yang berada di ruang tamu mengalihkan perhatiannya kepada dirinya.
"Kita berangkat sekarang?" Tanya Dilan.
" Ituu___" Kesya memandang ke arah Dilan, kemudian berganti ke arah Arka.
Dilan melihat kearah mata Kesya, dan matanya bertemu dengan Arka yang sedang menatapnya tidak bersahabat.
" Kesya sudah janji dengan saya, Kami mau jalan-jalan ke Mall" Ucap Dilan.
Arka menaikkan alisnya sebelah, dan kemudian menatap Kesya. Kesya yang di tatap Arka pun hanya mengerjap-ngerjapkan matanya. Saat Dilan mau buka suara, Ayah Nazar sudah mengeluarkan suaranya duluan.
" Sebaiknya kamu pergi dengan nak Arka saja dulu Key, Terapi kamu lebih penting dari pada jalan-jalan. Lagian kemarin kamu sudah batalin jadwal Konsul kamu kan?. Nanti sepulang dari sana, Kamu bisa nyusul sama nak Arka buat jalan-jalan bareng Dara dan Dilan." Ucap Ayah Nazar.
Arka tersenyum di dalam hati. Ayah Nazar sepertinya berpihak dengan dirinya.
__ADS_1
" Benar itu Key, kamu Konsul aja dulu. Kan gak lama. Nanti kamu nyusul sama Arka, ke Mall mana Dara dan Dilan pergi. Jadi kamu kan gak ingkar janji dengan Dara." Sambung Mami Shella.
Kesya pun menarik napasnya dan membuangnya pelan. Kesya menyamakan tingginya dengan Dara.
" Dara pergi duluan ya sama Papa, nanti Tante Kesya nyusul sama eemm Oom itu " Ucap Kesya yang bingung harus memanggil Arka apa untuk Dara, dan menunjuk ke arah Arka.
" Tante mau ke mana?" Tanya Dara polos.
" Tante mau ketemu Dokter dulu, mau ambil obat" Ucap Kesya.
" Tante lagi sakit ya? Kalo Tante sakit, kita gak usah aja perginya. Tante istirahat aja di rumah dulu" Ucap Dara polos tapi dengan raut wajah sedihnya.
" Eh, Tante gak sakit kok. Tante cuma mau ambil Vitamin. Iya.. Vitamin. Dara sekarang pergi dengan Papa ke Mall nya, nanti setelah ambil Vitamin, Tante nyusul Dara. Gimana?"
" Tante beneran gak sakit?" Tanya Dara
" Iyaa, Tante gak sakit. "
" Ya udah deh, Tapi Tante janji ya..Tante nanti nyusul." Ucap Dara dengan menaikkan jari kelingking mungilnya untuk di kaitkan dengan jari kelingking Kesya.
" Janji " Ucap Kesya sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Dara.
Kesya pun berpamitan kepada Mami Shella dan Ayah Nazar. Begitupun dengan Arka. Mereka keluar dari rumah dan di susul oleh Dara dan Dilan.
Saat berada di dalam mobil, Kesya mencoba mencairkan suasana yang terasa sedikit canggung.
" Eem, Om kapan sampai?" Tanya Kesya.
" Tadi pagi" Jawab Arka tanpa mengalihkan pandangannya.
Kesya membelalakkan matanya. " Tadi pagi? Jadi Om belum istirahat dong?" Tanya Kesya dengan nada terkejutnya.
Arka menatap Kesya, lalu tersenyum.
' Apaan sih, di tanya malah senyum-senyum gitu' Batin Kesya.
.
.
.
.
.
.
Hai Readers.. Biar Author nya makin semangaat buat nge-halu nya.
Jangan lupa yaa kasih..
__ADS_1
...LIKE + VOTE + RATE + KOMENTAR NYA......