KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 137 Rencana Ando"


__ADS_3

" Bara" Seru Fadil dan Sasa bersamaan.


Bara menatap tajam kearah Sasa, sedangkan yang di tatap hanya mengedip-ngedipkan matanya lucu.


" Kenapa Lo? datang-datang main gebrak meja"


Bara mengalihkan pandangannya ke arah Fadil, tetiba dia tersadar dengan apa yang dilakukannya. Kenapa dia harus marah? Lagian Sasa bukan tipenya, Sasa dan Lia jauh berbeda. Lia tinggi, putih, anggun, lemah lembut, dan yang penting adalah cinta pertamanya dari SMA.


Fadil memutuskan pandangannya kepada Bara saat mendapatkan panggilan.


" Shit"


" Kenapa?" Tanya Sasa khawatir.


" Greenday lagi ada masalah. Gue harus ke sana, Lo habisin aja semua batagornya"


Setelah mengatakan itu, Fadil langsung melesat pergi. Ya, tadi Fadil mampir ke toko kue untuk memberikan uang kepada Sasa, karena ATM Sasa di telan mesin saat dia sedang menarik uang. Fadil membawa batagor kesukaan Sasa.


Tanpa menganggap Bara ada, Sasa melanjutkan makanannya. Sasa kembali terkejut saat Bara merampas sendok yang berada di tangannya dan akan menyuapkan batagor kedalam mulut. Bara mengarahkan sendok tersebut kedalam mulutnya.


" Apaan sih Lo"


" Gue juga mau"


" Ya Lo bisa ambil sendok lain kan, gak mesti punya gue juga" Kesal Sasa.


Sasa melanjutkan makannya, sedangkan bara juga ikut menyendokkan batagor kedalam mulutnya.


" Hai sayang"


" Uhukk..uhukk..Uhuk..."


Dengan sigap Lia memberikan air minum kepada Bara. Sasa masih seperti biasa, tidak menganggap dua manusia berpakaian coklat pait itu berada di depannya. Hah, rasanya saat ini dia benar-benar kehabisan napas. Apa mereka tidak mengerti dengan apa yang Sasa rasakan. Jika dia tidak nyaman dengan pakaian polisi.


" Sasa"


Sasa mendongakkan kepalanya, dan ternyata ada Risa yang datang bersama Lia.


" Mbak Risa?"


Sasa dan Risa pun bercipika cipiki.


" Kamu kerja di sini? Bukannya di Greenday?"


" Double job Mbak, he..he.. he.."


" Kalian saling kenal?" Tanya Lia.


" Tentu, Sasa ini dia man__"


Lia menanti kelanjutan nya. " Man??"


Risa melirik kearah Sasa, " Sasa ini manusia super, badannya aja yang kecil, tapi kekuatannya luar biasa"


" OOO" Seru Lia. " Sayang, aku telponin kamu dari kemarin, kok gak di angkat sih" Ujar Lia kepada Bara.


" Aku sibuk"


" Ck, sibuk tapi sedang makan berdua dengan romantis dengan Sasa. Kamu gak takut aku cemburu?" Ujar Lia manja.


Risa dan Sasa yang mendengarnya seakan ingin muntah, bukannya Risa gak tau gimana Lia, tapi dia tidak ingin ikut campur dengan urusan pribadi orang lain, lagi pula dia tidak terlalu akrab dengan Bara.


Sedangkan Bara sudah memutar bola matanya malas. Cemburu? hah, jangankan cemburu, untuk perhatian di saat dirinya sakit saja, Lia terpaksa, bagaimana dia bisa cemburu?


" Em, kayaknya enak Sa. Mbak cobain ya" Risa pun mengambil sendok bersih dan menyuapkan batagor itu ke dalam mulutnya.


" Ini pasti Fadil yang beliin, karena cuma batagor yang berada di dekat kantor dia yang bisa seenak ini"


" Iya mbak, tadi di beliin dengan Fadil. belum lagi dia makan punya nya, tapi udah main kabur aja"


" Ini punya Fadil? Tuang aja lagi ke sini, Mbak mau. Tapi kamu yang racin ya sambalnya. " Risa dan Sasa menikmati batagor tersebut tanpa memperdulikan perdebatan antara Bara dan Lia.


Di kediaman Moza, Kesya menatap suaminya itu.


" Mas udah lama tau?"

__ADS_1


" Hmm, awalnya mas kayak pernah liat, tapi karena mas takut salah, jadi Mas diam aja. Dan kemarin Mas liat di story si pria ini, ternyata benar, kalo wanita itu orang yang sama. Mas juga udah suruh orang buat cari kebenarannya, dan ternyata benar, itu Lia, tunangannya Bara."


" Hmm, Pria itu siapa Mas?"


" Dia pengusaha properti terbesar di Asia. Salah satu perusahaan kita menjalin kerja sama dengan perusahaannya."


" Bagaimana dengan Mas Bara, bagaimana cara kita memberi tahunya?" Lirih Kesya.


" Pelan-pelan, pasti ada jalan keluarnya."


Kesya memeluk sang suami, mencari kenyamanan di sana.


Di sisi lain, Fadil tengah sibuk mengurus bahan baku di Greenday, cafe miliknya yang kembali di bangun dari nol olehnya. Semenjak usaha awalnya yang diberikan kepada saudara tirinya, suami dari mantan kekasih nya.


" Bagaimana bisa busuk semuanya?"


" Saya juga kurang tau pak, tadi pagi saya cek masih segar, ntah kenapa tiba-tiba sudah penuh belatung gini"


" Tutup cafe, bersihkan semuanya, jangan sampai berita tersebar"


Fadil melangkah pergi, untuk melihat rekaman cctv. Tapi sayang, sepertinya sudah ada yang sabotase cctv tersebut. Fadil memanggil seluruh karyawan nya, untuk menanyakan jam berapa mereka datang, atau ada yang melihat kecurigaan. Tapi sayang, tidak ada bukti apa pun untuk memecahkan misteri ini.


Puput pun tidak dapat menghubungi Fadil dari siang ini, setelah terakhir Fadil berpamitan untuk bertemu Sasa.


" Sa, Fadil ada ngabarin ke mana dia pergi gak?"


" tadi sih bilangnya mau ke cafe Mbak, kenapa?"


" Hah? ini, dari tadi di hubungi gak nyambung-nyambung"


Puput yang lagi terus berusaha menghubungi Fadil, di kejutkan dengan kehadiran Ando.


" Hai"


" Hah? Oh hai" Puput masih sibuk dengan ponselnya.


" Emm, aku ganggu gak?"


" Hah? Oh, enggak kok"


" Mbak, aku Stay lagi d kasir ya" Pamit Sasa.


" Sibuk amat? Kalo aku ganggu, aku balik aja deh"


" Hah? Oh gak kok. Cuma lagi hubungi temen. Dari tadi gak bisa-bisa" Puput menyimpan kembali ponselnya. " Kenapa? Mau pesan kue lagi?"


Ando terkekeh. " Iya, untuk acara pernikahan ku"


" Wah, selamat yaa. Kapan?"


" Secepatnya, jadi aku ingin meminta kamu menemaniku mencari pernak pernik nya. Ya aku laki-laki, jadi tidak tau selera wanita" Jeda Ando " Wanita yang ada di depan ku ini" Sambung Ando dalam hati.


Puput mengerutkan keningnya, " Kenapa tidak dengan calon istri mu?"


" Dia tidak berada di sini, dan dia ingin aku yang mengurusnya. Lagian aku mau kasih kejutan untuknya."


" Hah? Maksdunya?"


" Aku ingin memberikan kejutan pesta pernikahan untuknya, Oh ya, menurut kamu, wanita suka pernikahan seperti apa?"


Puput mengerutkan kembali keningnya "Kenapa harus aku?"


" Aku tidak memiliki temna wanita, dan kamu satu- satunya teman wanita yang aku miliki" sambung Ando dalam hati " yang akan menjadi istri ku"


" Hmm, biasanya seorang wanita itu suka dengan sesuatu yang mewah, untuk, dan romantis"


Ando mengangguk- anggukkan kepalanya. "Gitu ya? Kalo kamu?"


" Hah? Aku? Kok aku?"


" Ya, karena wanita ku itu orang yang manis, baik, sederhana, dan lucu. Bisa di bilang kalian memiliki kemiripan."


" Wah, gitu ya. Eem, aku sih sukanya pesta yang sederhana, tetapi berkesan"


" Eem, besok kamu sibuk gak?"

__ADS_1


" Hah? Kenapa?"


" Temeni aku ke WO"


" Emm, gimana ya? Aku udah janji sama seseorang"


" Ooh, " Ujar Ando dengan wajah sedih.


" Maaf ya,"


" Iya, gak pa-pa"


Mereka pun melanjutkan percakapan, hingga ponsel Puput kembali berdering, dan tertera nama Fadil.


" Hallo?"


"......"


" Hah, gitu ya?"


"......"


" Oh, ya udah deh, gak pa-pa"


" ..."


" Iya sayang, tenang aja. Kamu baik-baik di situ ya"


"....."


" Dah, love you to"


" Wah, ternyata kamu udah punya kekasih? Siapa? apa aku mengenalnya?"


" Hah? Oh itu, kamu mengenalnya"


" Hmm, apa pria yang sering bersama kamu itu?"


Wajah Puput merona, dan kemudian menganggukkan kepalanya. " Kami sudah bertunangan"


" Wah, selamat ya.. Kapan rencana nya?"


" Rencana apa?"


" Pernikahannya"


" Oh, insya Allah kalo gak ada halangan 2 bulan lagi."


" Oh.. Bagus deh" Gumam Ando.


" Hah, kamu bilang apa?"


" Hah? Oh, gak bilang apa-apa, berarti duluan aku nikahnya. Jadi apa kamu bisa membantu ku? Pliisss" Ujar Ando dengan wajah memelas.


" Hmm, baiklah. Besok aku temeni kamu"


" Loh, bukannya besok kamu udah ada janji?"


" Di batali, karena Dia ada urusan mendadak"


" Ooh, baiklah. Aku jemput besok ya"


" Iya boleh"


Ando bersorak bahagia, karena rencana awalnya berhasil. Dan dia akan terus membuat Fadil sibuk dengan usaha kecil-kecil nya itu. Ando tidak ingin menghancurkan usaha Fadil, hanya ingin membuatnya sibuk, dan tidak menyadari jika dia akan merebut Puput dari nya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jempol, tap jempolnya..


Jangan lupa ya...


__ADS_2