KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 81 " Hati ke hati


__ADS_3

"Mas, bangun yuk.. Solat magrib, trus kita makan malam" Ujar Kesya sambil menggoyangkan tubuh Arka.


Arka hanya menggeliat dan bergumam.


" Mas" Panggil Arka lagi dengan menggoyang-goyangkan tubuh Arka sedikit kuat.


Tidak ada pergerakan dari Arka. Kesya memandang wajah suami yang baru di cintainya itu. Kesya melihat bulu mata Arka yang panjang. Kemudian Kesya tertawa, Kesya samar-samar mendengar suara teriakan Vina memanggil namanya. Kesya berdiri ingin menghampiri si empunya suara, tapi tiba-tiba dalam hitungan detik dia sudah berada di atas tubuh Arka.


Mereka saling memandang, kemudian Kesya bergerak hendak bangun, namun Arka menahan pinggang Kesya.


" Mas"


" Hmm"


" CK, Mas udah bangun dari tadi kan? Kenapa gak langsung buka mata sih"


" Mas tunggu di bangunin dengan ciuman"


" Iiihh, ngarep banget sih. Dasar mesum"


" Mesum dengan istri sendiri gak pa-pa kan?"


Entah mengapa mendengar perkataan Arka tadi, membuat pipi Kesya merona. Dengan sekali gerakan Kesya sudah berada di bawah lingkungan Arka. Perlahan Arka mendekatkan wajahnya ke Kesya. Kesya sudah siap menerima Arka, dan menutup matanya saat bibir Arka mulai mendekat ke bibirnya.


Ceklek


" Key, kok gak bil____" Vina langsung menutup mulutnya dan membalikkan wajahnya saat melihat adegan romantis secara live.


Arka dan kesya terkejut mendengar pintu kamar yang tiba-tiba terbuka, dan menampilkan Vina berdiri di pintu. Arka dan Kesya langsung bergegas mengambil posisi duduk, dengan masing-masing menggaruk tengkuk dan rambutnya yang tidak gatal.


" Maaf Om, Tante, Vina gak tau kalo ada Om di sini. Maaf yaa. Silahkan dilanjutkan icip-icipnya" Ujar Vina yang sudah membalikkan badannya. Perlahan Vina pun menutup pintu kamar Kesya kembali.


Di luar kamar Vina menghembuskan napas kasar. "Huufff, untung liatnya pas masih ciuman" Gumam Vina.


Sedangkan di dalam kamar, Kesya dan Arka saling pandang memandang.


" Kamu kenapa gak kunci tadi pintunya?" Ujar Arka membuka percakapan.


" Tadi kan cuma mau bangunin Mas aj, bukannya mau begituan" Ujar Kesya terbata saat di akhir kalimatnya.


Arka turun dari tempat tidur, dan mengunci pintu kamar.

__ADS_1


" Kok di kunci?" tanya Kesya polos.


Arka tidak menjawab, tapi terus saja berjalan kearah Kesya yang masih duduk di tempat tidur. Arka meraih pipi Kesya, dan perlahan membawa Kesya berbaring di tempat tidur.


" Mm-Maass mau apa?"


" Mau lanjutin yang tadi" Bisik Arka parau tepat di depan bibir Kesya, dan langsung ********** dengan lembut.


Kesya sempat terkejut dengan perlakuan Arka, namun dia bisa menyesuaikan dirinya dengan cepat, tanpa Kesya sadari, tangannya sudah bergerak dan mengalungi leher Arka.


Perlahan Arka memindahkan bibirnya menuju pipi Kesya, memberikan kecupan-kecupan basah dan beralih ke leher jenjang Kesya. Arka terus mencumbui Kesya, bahkan Arka membuat tanda kepemilikan di leher mulus Kesya. Terdengar suara lenguhan dari mulut Kesya, membuat Arka semakin tersulut gairah.


Perlahan tangan Arka menuju gunung kembar Kesya, dan me****snya dengan lembut. Napas Kesya sudah tersenggal-senggal karena perbuatan Arka. Kesya meremas rambut dan punggung Arka dengan lembut saat merasakan tangan Arka mulai membuka kancing kemeja yang di kenakannya. Arka menatap sesuatu yang kembar dan sangat indah itu walaupun masih tertutupi dengan bra, dengan pandangan yang berkabut, Arka perlahan mengecup tulang selangka melilik Kesya, dan kecupannya mulai turun perlahan merasakan sesuatu yang kenyalan yang tidak tertutup oleh bra.


Gerakan Arka terhenti saat mendengar suara azan. Arka menatap Kesya dan sebaliknya. Lalu mereka tertawa bersama. Arka harus kembali menahan gairahnya. Arka mengecup kening Kesya, dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Malam ini Kesya berencana menginap di rumahnya. Selepas Makan malam, Kesya duduk bersama Ayah Nazar, sedangkan Arka sedang berkunjung ke rumah Mega.


" Ayah yakin gak mau nikah lagi?" Tanya Kesya saat merasa ini adalah waktu yang tepat berbicara dari hati ke hati dengan ayahnya.


" Ayah udah tua Key, gak pantas rasanya untuk Ayah melamar seseorang"


" Ayah perlu seseorang yang merawat Ayah. Yang mencintai Ayah, dan seseorang tempat Ayah berlabuh kembali" Kesya menjeda ucapannya, meneliti wajah tua milik sang Ayah. Walaupun sudah Tua, tapi Ayah nazar masih terlihat muda, karena sering mengkonsumsi buah dan sayur, serta Ayah tidak meroko dan meminum minuman keras.


" Ah, kamu ini ada-ada saja. Mana mungkin Tante Rosa suka sama Ayah. Lagian Tante Rosa itu udah ada kekasih" Ujar ayah Nazar menundukkan wajahnya melihat kearah ponselnya yang padam.


" Dari mana Ayah tau kalo Tante Rosa udah punya kekasih?"


" Udah beberapa hari ini Ayah melihat di antar dan di jemput dengan seorang pria. Siapa lagi coba kalo bukan kekasihnya"


" Iih, ayah kayak ABG labil tau gak?. Emangnya Tante Rosa bilang kalo dia punya kekaksih?"


Ayah Nazar menggelengkan kepalanya. Kesya menghembuskan napasnya. " Ayah udah bilang suka sama Tante Rosa?" Tanya Kesya lagi.


Ayah Nazar kembali menggelengkan kepalanya. " Tapi Ayah suka kan sama Tante Rosa?" Pelan tapi pasti Ayah Nazar menganggukkan kepalanya.


" Kalo suka, seharusnya Ayah bilang. Ayah harus perjuangin Tante Rosa. Ingat, waktu Ayah tidak lama lagi di sini, 2 Minggu lagi Ayah harus kembali ke Paris kan!"


Ayah Nazar tampak menerawang ke langit-langit. Kesya menggenggam tangan Ayah nya. Memberikan semangat kepada sang Ayah.


Kesya sudah berada di dalam kamar, sudah pukul 10 tapi Arka belum juga kembali. Kesya pun membaringkan tubuhnya, merasa lelah Kesya pun terlelap ke dalam mimpi.

__ADS_1


Kesya bangun tapi tidak mendapatkan Arka di sampingnya. " Mas Arka kok gak ada? Apa udah pergi ke mesjid ya bareng Daddy?" Kesya bangun dan membersihkan dirinya. Lalu melaksanakan solat subuh.


Kesya meraih ponselnya, ternyata baterai ponselnya habis. Saat Kesya ingin mengisi daya baterai ponselnya, tiba-tiba Arka masuk dengan wajah yang letih.


" Loh, Mas gak pergi ke mesjid bareng Daddy?" Tanya Kesya. Arka menaikkan alisnya sebelah.


" Mas gak pulang semalam? Mas tidur di rumah Mbak Mega? Kok gak kasih kabar?" Terdengar nada merajuk dari Kesya.


Arka terkekeh mendengarnya, meraih tubuh Kesya menguburnya di dalam pelukannya.


" Mas kan udah kirim pesan ke kamu kalo Mas bantuin Vano ngerjain masalah yang terdapat di kantornya. Jadi Mas semalaman gak tidur dan berada di rumah Vano." Jelas Arka.


Kesya melepaskan pelukannya dan langsung menghidupkan ponselnya yang masih tercharge. Masuk notif yang memang pesan dari Arka dan Vina. Kesya memandang suaminya dan tersenyum.


"Mas mau mandi atau mau lanjut tidur?"


" Mandi aja dulu, Biar segar."


" Oh ya, Mas mau Key bikinin kopi? atau coklat panas?"


" Coklat aja deh, makasih ya sayang" Ujar Arka sambil mengecup kening Kesya dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa gerah.


Kesya kembali kedalam kamar dan melihat Arka yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk. Kesya meletakkan coklat panas ke atas nakas. Kesya mengambil handuk yang berada di tangan Arka dan menarik tangan Arka untuk duduk di depan meja riasnya. Kesya mengambil hairdryer dan menghidupkannya. Dengan cinta Kesya mengeringkan rambut Arka. Arka tersenyum lebar mendapatkan perhatian seperti ini dari Kesya. Sunggu beruntung dia bisa mencintai Kesya.


Arka menarik pinggang kesya dan menyandarkan kepalanya di perut rata Kesya. Kesya sempat terkejut, namun dia tersenyum karena suaminya sedang ingin di manja olehnya. Kesya membiarkan suaminya memeluk dirinya, dan dia tetap mengeringkan rambut sang suami tercintanya. Yaa. Kesya mencintai suaminya sekarang.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..

__ADS_1


Oh ya, mampir juga yaa ke novel author yang baru. " TAKDIR KEHIDUPAN"


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2