KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 117 "ketiak suami"


__ADS_3

Setelah melakukan pertempuran yang menguntungkan bagi satu sama lain, Arka dan Kesya membersihkan dirinya dan kembali ke rumah Mega.


" Lama banget sih??" Goda Gilang sambil menaik turunkan alisnya.


"Apaan sih Lo" Ketus Kesya dengan wajah memerah.


" Key, leher Lo kenapa? di gigit serangga berbulu?" Tanya Gilang yang hanya ingin menggoda Kesya.


Kesya refleks memegang lehernya, dan menutupi nya. Terdengar tawa pecah Gilang saat melihat wajah Kesya memerah karena malu dan berjalan terburu-buru masuk ke dalam.


Tawa Gilang langsung berhenti saat Arka sudah berdiri di hadapannya dengan tangan yang bersedekap.


" Ekhem., Kakak ipar" nyengir Gilang, dan kemudian perlahan mundur menjauh dari Arka.


Kesya menatap dirinya di pantulan kulkas. Di lihatnya keseluruhan lehernya.


"Gak ada merah pun. Issh dasar Gilang nyebelin. Liat aja gue bakal balas Lo" Geram Kesya.


"Ngapain Lo" Puput yang tiba-tiba muncul di belakangnya pun mengejutkan Kesya.


"Iiiisss Lo ngagetin aja." Kesya berjalan menuju dapur dan mengambil minuman. Di teguknya hingga setengah gelas.


Kesya yang melihat Puput termenung pun menjadi kepo.


" Lo kenapa?"


" Hah? gak pa-pa kok"


" Iih, udah deh, bilang sama gue"


" Hmm... Gue bingung sama perasaan gue. Sebenarnya kak Fadil itu perasaannya ke gue gimana sih." Jeda Puput. " Gue sadar kok, kalo gue emang udah cinta sama dia, tapi gue juga gak mau kalo perasaan gue cuma di jadiin pelarian aja"


" Hmm, kalo menurut gue sih, Lo bukan di jadiin pelarian, saat hubungan Lo dengan kak Fadil mulai terjalin, Kak Fadil belum menyadari perasaannya kepada Mili. Dan gue rasa kenapa dia dilema gitu, karena di selama ini menganggap Mili itu sebagai adik, tanpa sadar jika perasaan itu sudah berubah menjadi cinta. Dan Lo berada di sana, di saat dia menyadari perasaannya. Dan tidak bisa di bohongi, jika dia juga memiliki perasaan dengan Lo. Dia cuma perlu waktu. Buat menata hati nya. Jika dia serius sama Lo, maka dia bakal perjuangin cintanya itu." Jelas Kesya.


Puput hanya terdiam menatap Kesya, di fikirannya apa yang di katakan Kesya ada benarnya. Fadil gak sepenuhnya salah, hanya saja dia belum bisa menguasai perasannya.


" Oh ya, Lo udah tau masalah rencana Mas Arka buat ngajakin gue jalan-jalan?" Bisik Kesya.


" Ck, bahasa Lo jalan-jalan, palingan Lo di kurung di kamar. Iya gue udah tau. Jadi Nyonya Arka yang terhormat, silahkan percayakan segala urusan toko kepada Gue." Ujar Puput sambil berdiri tegak dna memposisikan tangannya saling mengait di depan perutnya. Bagaikan seorang pelayan yang siap melayani tuannya.


" Iih, gaya Lo. Kata nya Mili juga?"

__ADS_1


" Iya, Mili juga. Sebenarnya Gilang udah ngelarang, cuma dia pingin ngebantu biar gak suntuk di rumah. Ya gue sebagai kakak iparnya bakal menjaga adik ipar gue dengan baik"


" Gaya Lo, di jodohi sama sepupu nya Gilang aja Lo kabur"


" Gimana gue gak kabur coba. Liat giginya aja gue udah silau"


Pecah lah tawa dua wanita cantik itu di dapur.


Acara sudah selesai, Puput sudah bilang bareng bersama Gilang dan Mili. Semakin Puput mengenal Mili, semakin dia kagum dengan ketulusan cinta Mili untuk Gilang. Mili benar-benar sudah mengusir Fadil di dalam hatinya. Bahagia Mili ada bersama Gilang, yang menjadi Masalah adalah perasaan Fadil yang masih goyang terhadap Puput.


Kesya dan Arka sudah membersihkan dirinya, dan mereka sedang berbaring manja di atas tempat tidur sambil bercerita tentang kejadian-kejadian yang penting sampai yang tidak penting.


" Oh ya? Mas yakin?"


" Iyaa sayang, Mami yang bilang sendiri. Kalo Tante Ana ingin menjodohkan Puput dengan putranya."


" Trus, kak Fadil gimana?" Gumam Kesya.


Arka menaikkan alisnya sebelah sambil menatap sang istri. " Bukannya kamu gak suka sama Fadil jika dekat dengan Puput?"


"Ck, bukan gitu sayang. Aku bukannya gak suka Fadil dengan Puput, tapi gak suka aja sama kak Fadil yang gak jelas gitu. Seharusnya jika dia sayang, maka dia harus perjuangkan dan yakinkan hatinya."


" Iih, aneh bener sih dia. Masa cinta tapi gak mau perjuangin?"


" Menurut dia, cinta itu bahkan sesuatu hal yang harus di perjuangin hingga memaksa orang lain untuk masuk kedalam hidupnya."


" Tapi dia udah maksa Puput buat masuk kehidupnya."


" Itu sebelum dia menyakiti Puput, Jika dia sudah merasa menyakiti wanita yang di cintainya, maka dia tidak akan menyakiti wanita itu lagi. Dan akan mengikuti keputusan si wanita"


" Ah, gak percaya Aku Mas."


" Fadil punya caranya sendiri dalam mencintai seseorang. Bahkan Fadil rela memberikan nyawanya asal pujaan hatinya bisa bahagia"


Kesya merasa sedikit merinding mendengar cara Fadil mencintai seseorang wanita. Mungkin jika Kesya tahu masa lalu Fadil dalam memperjuangkan cintanya kepada Renata, Kesya tidak akan menganggap jika cinta Fadil hanya isapan jempol semata.


Bagaimana tidak, Fadil rela dan dengan iklas memberikan 2 usaha yang sudah di bangunnya dari awal kuliah, hingga usaha tersebut sudah besar. Fadil tidak mempermasalahkan urusan Renata yang memindah namakan usahanya ke atas kakak tirinya yang sekarang menjadi suami Renata. Fadil tidak melaporkan Renata ke pihak berwajib, padahal Fadil memiliki bukti yang cukup nyata. Menurut Fadil, jika dia bahagia dengan memiliki usaha milik Fadil, maka Fadil akan ikut bahagia. Walaupun itu sebenarnya sangat menyakitkan baginya.


Arka melirik kearah sang istri yang sudah tidak lagi bersuara. Arka tersenyum melihat wajah sang istri yang sudah tertidur dengan lelapnya, dengan posisi wajah Kesya yang sudah sepenuhnya di bawah ketiak Arka.


Arka meraih ponselnya dengan susah payah, demi mempertahankan posisinya saat ini. Arak mengambil beberapa foto mereka berdua, saat Kesya sedang tertidur pulas di bawah ketiaknya.

__ADS_1


Arka ingin tertawa, tetapi di tahannya. Setelah mengambil beberapa foto, Arka membetulkan posisi tidur mereka.


" Selamat malam cinta ku" Bisik Arka yang sangat jelas tidak di dengar oleh Kesya.


Kesya menggeliatkan tubuhnya, dia membuka mata dan menatap wajah sang suami yang tengah memandanginya.


" Pagi sayang" sapa Kesya dengan suara khas bangun tidur.


" Pagi, Gimana tidurnya? Nyenyak?"


" Bangeett" Ujar Kesya sambil memeluk tubuh sang suami, dan. menghirup aroma tubuhnya yang sudah menjadi favoritnya itu.


" Gimana gak nyenyak, tidurnya sambil cium ketiak suami" Gumam Arka.


"Hmm? Mas ngomong apa?"


" Gak, gak ngomong apa-apa" Ujar Arka yang sudah takut ketahuan Kesya, dan membuat Kesya marah kepadanya. Belum saatnya membuat sang istri cemberut kepadanya.


"Tadi aku dengar 'tidur cium suami' "


" Ohh, Mas ciumin kamu terus, tapi kamunya gak bangun Sakin nyenyaknya tidur"


Kesya hanya ber Ooo ria tanpa mengetahui jika sang suami sudah menyeringai licik.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..

__ADS_1


__ADS_2