
Kesya sudah terkikik saat melihat Arka cenberut. Bagaimana tidak, sudah kedua kalinya rencana Arka untuk melakukan pelepasan gagal. Kali ini karena Fadil yang mengganggunya.
" udah dong Mas. Kan demi sebongkah nasi Padang kerjaannya."
" Hah.. padahal tadi pas banget ambil jatahnya. Qila dan Veer lagi sama Oma dan Opa nya. Lah ini, udah ada mereka dua, mana belum tidur lagi.." Arka memainkan jari jemari Qila.
" Ya gitu deh kalo punya Baby. Seru juga kan.. Lebih menantang dan selalu menunggu saat yang tepat. "
" Iyaa juga sih.. Jadi rasa rindunya semakin menggebu yaa yank.."
" Heeum.."
Kesya menidurkan Qila, sedangkan Arka menidurkan Veer. Namun saat kedua bayi mereka sudah tertidur lelap. Kesya juga ikut tertidur. Terlihat dari wajahnya terlihat sangat lelah. Memang seharian ini mereka bermain air dan kemudian Kesya harus menjaga Veer dan Qila, walaupun di bantu oleh Arka, para Opa, dan Para Oma, Serta Bara dan Sasa.
Di kamar lain, Fadil telah menyiapkan makan malam romantis berdua dengan Puput. Berharap akan berlanjut untuk membuat adiknya Lana. Semoga saja sepulang dari sini Puput bisa kembali hamil.
Gilang dan Mili berdansa dengan di temani musik yang di pasang melaku ponselnya. Fatih sudah tidur. Dan Fatih ini anaknya sangat tidak rewel, jika sudah tertidur, makan tengah malam nanti dia akan terbangun meminta susu. Gilang dan Mili sudah hafal jam berapa Fatih akan terbangun.
" I love you Mas." Mili memeluk tubuh Gilang, dengan tubuh mereka yang masih bergoyang pelan ke kiri dan kekanan, mengikuti alunan musik.
" I love you more" Gilang menangkup wajah Mili, dan menciuminya. Ciuman yang awalnya pelan, lama kelamaan menjadi menggebu dan bergairah, hingga tangan Gilang dan tangan Mili saling membukakan kancing dan baju satu sama lainnya menanggalkan apa yang membungkus tubuh mereka.
Leo dan Anggun baru saja selesai melakukan ritual keringat bersama. Anggun sudah menetralkan napasnya yang ngos-ngosan. Saat matanya ingin terlelap, anggun di paksa untuk membuka kembali matanya.
" An, tambah lagi ya.."
Anggun mengerutkan keningnya, ini sudah yang ketiga kalinya. Anggun tidak menyangka jika Leo bisa sekuat dan seganas ini. Anggun sebenarnya sudah kelelahan, tapi mengingat bagaimana Leo menjaganya tanpa menyentuhnya sebelum mereka menikah, rasa lelah Anggun pun sedikit berkurang, Anggun menganggukkan kepalanya, dan Leo langsung saja memposisikan miliknya mencari kehangatan.
"Sepertinya mereka tidak akan ikut makan malam." Ujar Papi Farel.
" Sepertinua, sebaiknya kita tidak usah menunggu mereka. Biarkan saja mereka mengurus dirinya masing-masing. Yang penting perut kira terisi" Ujar Daddy Roy.
" Apa kamu masih kuat jika melakukannya." Bisik Papi Farel.
" Tentu.. tanpa obat kuat, aku mampu dua ronde." Daddy Roy membalas bisikan Papi Farel sambil terkikik.
" Apa mau aku siapkan kamar yang romantis?"
" Jika Tuan tidak keberatan."
__ADS_1
" Aku akan menyuruh manager menyiapkan kamar kita, selagi kita makan"
" Terima kasih"
Daddy Roy dan Papi Farel saling berbisik. Papi Farel juga melakukan hal yang sama dengan Ayah Nazar. Hingga membuat Mami Shella, Mama Rosa, dan Mami Laura menatap ketiga pria paruh baya itu dengan heran.
" Apa yang mereka bicarakan?" Tanya Mami Shella.
" Entahlah, para pria memang susah di tebak." Ujar Mama Rosa.
" Sebaiknya kita tidak usah memperdulikan mereka. Bagaimana jika kita besok. erjalan sambil mencari oleh-oleh" Tambah Mami Laura.
" Ide bagus."
" Sayang sekali Kiki tidak bisa ikut."
" Begitulah anak lajang, susah di ajak jalan. Padahal waktu kecil selalu saja nempel sambil menarik baju Mami nya."
" Iyaa, Bara juga dulu gitu. Udah Besar, udah sibuk main sama temennya."
" Yang penting mereka melakukan hal yang positif."
Kesya membuka matanya, pertama kalinyanh dilihatnya adalah ruangan yang redup dan dihiasi lampu kelap-kelip yang indah.
Kesya mencari keberadaan Arka, dan yernyata Arka sedang duduk di sofa dekat jendela, sambil menatap lepas ke arah lautan.
" Mass" Kesya memeluk Arka dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Arka.
Arka tersenyum, dan mengelus punggung tangan Kesya. Arka membalikkan tubuhnya, dan memeluk tubuh Kesya.
" Kenapa bangun?"
" Haus"
" Udah minum?"
" Udah.." Kesya menyandarkan kepalanya di dada bidang Arka.
" Mas, " Kesya membuat pola abstrak di dada Arka, jika sudah begini tandanya lampu hijau untuk Arka.
__ADS_1
Arka menarik dagu Kesya lembut, menghadapkan wajah Kesya ke wajahnya. Perlahan Arka menundukkan wajahnya dan mencium bibir Kesya. Kesya mengalungkan tangannya di leher Arka. Mereka slaing berbagi Saliva, menghisap, dan Melu**t benda kenyal itu. Tangan Arka mulai bergerak lincah untuk menurunkan jubah sutra yang Kesya kenakan. Hingga jubah itu terjatuh di bawah kaki Kesya dengan mulus, dan menampilkan baju haram yang berwarna merah, yang mana membuat Arka semakin terbakar hasrat dan gairahnya. Tanpa menunggu waktu lama, Arka mengangkat tubuh Kesya kedaln gendongannya. Kesya melingkarkan kakinya di pinggang Arka. Bibir mereka masih emncecao satu sama lain, Arka membawa Kesya kedalm, dan menurunkan Kesya di sofa. Sepertinya ini adalah tempat yang paling aman dan nyaman, Agar tidak membuat twins terbangun.
Bara dan Sasa juga.. Ah, baca saja kisah mereka di lapak mereka ya.. xixiixxii...
Lena, Ara,, Ica, Bella, Jodi, dan Duda menikmati makan malam di pinggir pantai. Papi Farel mengatakan jika mereka bebas melakukan apapun tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.
*Enak yaa ada donatur, lah kita cuma bisa ngehalu... 😂😂
" Beneran gak nyangka bisa berlibur kebali." Ujar Bella dengan wajah berseri.
" Iyaa, mana nginap di hotel mewvaahh, makanan enak, terus, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun." tambah Ica.
" Iyaa, oleh-oleh pun ditanggung oleh Tuan Besar."
" Itu namanya rezeki, harus di syukuri dan tetap bersyukur. Jika tidak bisa membalasnya dengan hak yang sama, maka cukup mebalasnya dengan mendoakan kesehatannya." Ujar Lena.
Ini lah yang di sukai oleh Duda. Lena si anak Pak Haji ini selalu membuat orang sekelilingnya mengingat Sang Pencipta.
" Benar Len."
Ica dan Bella sudah menengadahkan tangannya keatas, siap untuk berdoa. Lena, Ara, Jodi, dan Duda pun juga ikut melakukan hal yang sama.
" Ya Allah, murahkanlah rezeki Tuan besar, berikanlah keluarganya kesehatan, kesejahteraan, dan ketentraman, dan selalu dalam lindungan mu Ya Allah."
" Amiin..."
Mereka melanjutkan makan malamnya. " Enak bangeet.."
Bella sebenarnya merasa cemburu melihat Jodi dan Ara yang terlihat begitu romantis dan serasi. Walaupun Bella terbilang Bar-bar, tapi Bella masih ada hati untuk tidak menghancurkan hubungan orang lain. Bella percaya, akan ada pangeran yang akan datang kepadanya. Sedangkan Ica?, Ica sih ada pacarnya. Dari SMA mereka pacaran, dan sampai sekarang tidak pernah ada kata putus nyambung.
Kata Ica, yang penting percaya dan saling terbuka, Jangan terpancing emosi sesaat dan sebaiknya menjaga lisan jika tidak ingin menyesal. Saat kita memutuskan menjalin hubungan dengan orang lain, kita harus sudah bisa menerima sifat jelek dan buruknya. Jika berantam dan salah paham, itu biasa. Dari pada saling menyalahkan, akan lebih baik jika saling introspeksi diri aja. Dan semuanya di bicarakan dengan kepala dingin. Itu kunci untuk menjaga hubungan tetap baik. Kalo dia menikah dengan orang lain, ya berarti dia memang bukan jodoh kamu. Mau gimana pun, kalo yang namanya bukan jodoh ya gak akan bisa di paksakan. Yang penting kita bisa menjaga diri dan tidak melewati batas.
Ya gakk??
** jangan lupa Tap jempolnya yaa..
Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.
Mari saling berbagi kebahagiaan. Salam KeSar..
__ADS_1