
Arka merelaikan pelukannya. Di tangkupnya wajah Kesya dan dihapusnya air mata Kesya yang masih mengalir di pipi Kesya dengan ibu jari nya.
" Hei.. sstt.. sstt.. jangan nangis lagi. Mas sudah di sini" Ujar Arka dan kembali mengubur Kesya kedalam pelukannya.
Kesya tidak ingin menangis, tapi entah mengapa air matanya terus saja keluar seakan meluapkan rasa rindu yang selama ini dipendamnya.
Ketika merasa Kesya sedikit tenang, Arka meraih paha Kesya dan dengan sekali gerakan Kesya sudah berada dalam gendongan Arka. Kesya pun refleks langsung melingkarkan kakinya di pinggang Arka.
Hal yang paling di sukai Arka saat ini. Mereka sedang berciuman dengan Kesya masih di gendongan Arka seperti anak koala. Dan yang memulainya bukan Arka, melainkan Kesya. Hal yang sangat di nanti oleh Arka, dan penantian yang membuatnya tersiksa selama ini, menghasilkan sesuatu yang indah. Sepertinya Kesya mulai agresif ni..
Arka mendudukkan Kesya di meja kitchen. Menikmati rasa manis yang tidak akan pernah habis dan puas untuk dirasakan. Tidak ada rasa bosan dan bahkan telah menjadi candu bagi kedua insan yang sedang di mabuk asmara saat ini.
Arka menghentikan ciumannya saat merasa Kesya sudah kehabisan napas. Arka menyatukan kening mereka, saling berburu oksigen dengan napas yang tersenggal-senggal.
Mereka saling menatap manik mata masing-masing. Lalu tertawa bersama.
" Kamu menggoda saya Key" Bisik Arka parau tepat di depan bibir Kesya.
Arka mulai mendekati kembali bibirnya ke bibir Kesya, untuk meneguk kembali rasa manis yang tiada habisnya.
Drrtt..Drrtt..drrrrtt..
Ponsel Kesya berbunyi, dan itu mengalihkan perhatian Kesya.
" Oh yaa ampun, siapa itu yang mengganggu" Umpat Arka. Kesya hanya terkekeh mendengar suami nya kesal.
Arka ingin menghentikan gerakan Kesya untuk menerima panggilan tersebut, tapi di urungkan nya karena yang tertera di layar ponsel Kesya adalah nama Daddy Roy.
" Assalamualaikum Daddy?"
"........."
" Innalilahi, jadi sekarang Ayah di mana?"
Arka langsung mengernyitkan keningnya karena mendengar Kesya mengucap dan menyebut nama Ayahnya.
" ......"
"Iyaa, Key kesana sekarang"
Kesya memutuskan panggilannya setelah mengucapkan salam.
" Kenapa sayang? Kenapa dengan Ayah? Kamu yang sabar ya sayang. Allah memanggil Ayah secepat ini karena Allah lebih sayang dengan Ayah." Ujar Arka memburu dengan pertanyaan dan perkataan.
" Mas, kamu doain Ayah meninggal?" Ujar Kesya sambil melototkan matanya ke arah Arka.
" Loh, tadi kamu bilang Innalilahi, jadi Mas fikir.." Ujar Arka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
" Mengucapkan Innalilahi buakn hanya untuk orang meninggal kan, tapi untuk orang yang terkena musibah juga." Ujar Kesya kesal.
" Hehhe, maaf.. Mas fikir tadi__"
" Kebanyakan fikir sih, Udah ah, awas.. Key mau mandi, mau ke rumah Daddy" Ujar Kesya sambil mendorong tubuh Arka menyingkir dari hadapannya.
" Kita mandi bareng yukk" Goda Arka, yaa mana tau kan sekali mandi bisa main mandi-mandiin.
" Ogaah, jangan ngarep. Awas kamu Mas" Ujar Kesya dan berjalan cepat menuju kamarnya.
" Ehh, Kok Mas di tinggal sih. tungguin dong. Kamu juga belum bilang Ayah kenapa. Key.." Ujar Arka sambil mengejar Kesya.
Kesya berlari menghindari Arka.
" Ayah kenapa?" Tanya Arka saat sudha berhasil memeluk tubuh Kesya didalam kamar.
" Ayah jatuh dari pohon jambu. Dan Kaki Ayah terkilir. Lepasin ah, Key mau mandi. Mau liat Ayah. Mas ikut?"
" Mandi bareng yukk"
" Iih, dasar mesum. Jangan ngarep yaa." Ujar Kesya dan berlari menuju kamar mandi.
Arka terkekeh melihat wajah Kesya yang bersemu merah.
Sebenarnya Arka merasa letih, karena langsung berangkat dari Bandung ke Jakarta, dan belum ada istirahat sama sekali. Tapi Arka juga tidak tega membiarkan istrinya pergi sendiri ke rumah orang tuanya.
" Walaikumsalam salam, Ada tuh lagi nonton TV"
Kesya berjalan menuju tempat ayahnya berada.
" Ayah."
" Eh, anak Ayah ke sini. Sama siapa?"
" Sama Mas Arka."
Arka pun mencium punggung tangan Ayah Nazar.
" Ayah gimana keadaannya?" Tanya Arka.
" Yaaa, beginilah. Di suruh gak boleh banyak gerak selama 2 hari." Ujar Ayah Nazar.
" Makanya Nikah Zar, jadi ada yang urusin" Ujar Daddy Roy yang baru bergabung bersama mereka.
" Ahh Lo, itu aja dari tadi bahasnya"
" Yaa dari pada Lo ngobrol di atas pohon, mending ngobrol di kasur" Ujar Daddy Roy yang langsung mendapatkan pelototan dari Ayah Nazar.
__ADS_1
" Ngobrol di pohon? Maksudnya Daddy?" Tanya Kesya.
" Awas kalo Lo berani bocorin" Ancam Ayah Nazar.
" Emang Lo bisa apa kalo gue gak bantu mapah ke kamar mandi? Ha..ha..ha.." Tawa Daddy Roy " Jadi gini Key, Ayah kamu ini tadi manjat pohon karena dengar Tante Rosa sedang nyanyi di belakang sambil jemur pakaian. Alasannya pura-pura ambil jambu gitu. Padahal kan jambu di belakang masih berbunga. Kayak Hati Ayah kamu yang lagi berbunga-bunga.. Ha..ha..ha."
Ayah Nazar melempar bantal ke arah Daddy Roy, yang mana membuat Daddy Roy semakin semangat untuk bercerita.
" Jadi, lagi enaknya ngobor, rupanya ada ulat bulu, lah Key tau sendiri gimana Ayah kamu geli dengan ulat yang lucu nan imut tersebut. Panik dah dia, trus jatuh deh, Mami sampai bilang gini ke Daddy. 'Daddy, sejak kapan kita punya pohon nangka?' ha..ha..ha.." Tawa Daddy Roy semakin menggelegar membuat wajah Ayah Nazar semakin memerah.
" Ya ampun Ayah, kalo emang naksir sama Tante Rosa, ya bilang dong. Di lamar Tante Rosa nya. Sebelum Ada yang nyambar loh ntar" Ujar Kesya yang ikut menggoda Ayahnya.
" Kamu ini, kok malah ikut-ikutan Si Roy" Rajuk Ayah Nazar.
Arka hanya mengulum senyum melihat Ayah mertuanya di goda oleh sahabat dan anaknya sendiri.
Kesya mengajak Arka masuk ke kamarnya setelah permisi dengan Ayah Nazar dan Daddy Roy, karena Arka belum istirahat semenjak sampai di rumah.
Arka langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur milik Kesya. Arka memandang Kesya dan menepuk-nepuk tempat tidur di sebelahnya, memberi tahu agar Kesya mendekat ke arahnya dan duduk disebelahnya.
Kesya menurut, dan saat Kesya sudah duduk, Arka langsung memindahkan kepalanya ke pangkuan Kesya. Kesya mengerti, dan langsung memijit kening Arka.
Arka tampak menikmati pijitan Kesya, hingga membuat Arka langsung tertidur dan terbuai ke alam mimpi.
Kesya mengangkat pelan kepala Arka saat merasa Arka sudah tertidur pulas, dengan di tandai suara dengkuran halus milik Arka. Kesya meletakkan bantal di kepala Arka, di elusnya rambut Arka, dan kemudian Kesya mengecup kening Arka.
" Love you Mas" Bisik Kesya yang sudah pasti tidak di dengar oleh Arka, karena sudah terlarut sangat dalam di alam mimpinya.
Kesya turun menuju dapur, dan membantu Mami Shella membuat makan malam. Dan ternyata ada Tante Rosa yang sedang menjenguk Ayah Nazar. Dan tak lama ikut bergabung dengan Kesya dan Mami Shella di dapur, menyiapkan makan malam.
.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
Oh ya, mampir juga yaa ke novel author yang baru. " Takdir Kehidupan"
__ADS_1
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..