KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 8


__ADS_3

Pemandangan laut yang sangat indah membuat Nafi terlena. Setelah rapat dadakan bersama Veer dan kepala dusun, Nafi pun menikmati keindahan pantai sore.


Terpaan angin membuat rambut panjang Nafi berterbangan, menambahkan kesan cantik dan seksi. Nafi berjalan di pinggir pantai dan membiarkan ombak-ombak kecil membasahi kakinya.


Nafi tertawa saat merasakan buih ombak, dan merentangkan tangannya menyambut angin laut yang segar.


" Cantik.."


Cekleek..


Veer yang sedari tadi mengambil gambar untuk kepentingan resort, tanpa sengaja melihat Nafi yang tertawa dan tersenyum bahagia, seakan tiada beban. Veer pun mengambil beberapa foto Nafi tanpa sepengetahuan Nafi.


" Ngapain gue ambil foto dia coba?? Heeh..' Veer terkekeh sambil menatap hasil jepretannya.


Sedangkan di pinggir pantai, Nafi tak sengaja melihat Veer yang tengan menatap kameranya. Nafi pun beranjak pergi meninggalkan pantai, karena tidak ingin berpas-pasan dengan Veer.


Veer kembali melihat kearah Nafi berdiri, namun Nafi sudah tidak lagi berada di sana. Siapa yang peduli?? Veer pun melanjutkan pekerjaannya.


Setelah puas memandang sunset, Nafi kembali ke penginapan milik keluarga Moza. Suasana malam yang dingin membuat Nafi harus berdecak kesal, pasalnya Nafi tidak membawa sweater ataupun jaket. Alhasil Nafi menggunakan Blazer yang biasa dipakainya untuk kerja.


Tok..tok.. tok..


"Non, Mau gabung duduk di api unggun?" Tata bertanya dari luar kamarnya.


" Boleh, nanti aku nyusul." Nafi berteriak dari dalam kamarnya.


Nafi menggunakan Shal, untunglah dia selalu membawa shal peninggalan Sang Nenek. Nafi mematuk penampilannya, hanya memakai bedak Baby dan lipgloss, tapi penampilan Nafi terlihat sangat sempurna.


'Dasarnya cantik ya cantik aja, mau ileran pun tetap aja cantik, gak kayak author, mandi gak mandi sama aja, tetap aja Upik abu..' batin author.


Dedi terperanga melihat kedatangan Nafi.


" Tutup mulut, masuk nyamok entar." Veer menekan Dagu Dedi naik keatas.


" Cantik banget Bos.. Seperti Bidadari dari kayangan."


Tata mengulum senyumnya, terlintas ide jahil di kepalanya. "Ni Bang, tisu." Tata memberikan tisu kepada Dedi.


" Buat apa?" Tanya Dedi heran.


" Buat lap iler.."


Tawa Veer pecah, ternyata Tata bisa juga melucu. Namun, Tata malah terperangah melihat Veer.


" Kayaknya aku deh yang butuh tisu" Ujar Tata.


" Kenapa?" Tanya Veer.


" Iler aku rasanya mau keluar lihat wajah tampan nan rupawan ya Tuan Veer."


" Bisa aja kamu Tata."


Mereka pun tertawa.


" Seru banget." Ujar Nafi, namun dia enggan menatap kearah Veer.


" Non, Sayapnya?" Tanya Dedi.


" Sayap? Sayap apaan?"


" Sayap Bidadari Non, Saya mau potong, supaya Non Nafi gak bisa terbang lagi kekayangan."

__ADS_1


Wajah Nafi memerah, " Bisa aja Bang Dedi."


"Bang?" Tanya Veer yang baru sadar jika Nafi dan Tata memanggil Dedi denfan sebutan 'Bang'.


" Iya Bos, supaya lebih akrab gitu.." Ujar Dedi bangga, karena dia sudha satu langkah melakukan pendekatan dengan rekan bisnisnya.


" Serah kamu."


" Non, Mau Mi?" Tawar Tata.


" Boleh." Nafi pun menerima satu piring plastik yang berisi Mi instan, yang terlihat sangat mengunggah selera.


" Eemm, enak banget. Tumben kamu masak seenak ini." Puji Nafi.


Tata yang memang sedari tadi memakan Mie instan pun menghentikan gerakan mengunyahnya. Cepat-cepat dia menelan untuk menjawab pertanyaan Nafi.


" Bukan saya yang masak Non, tapi tuan Veer."


"Uhuukk..uhukk..uhukk.."


Tata memberikan air mineral kepada Nafi. Nafi meneguk air tersebut hingga setengah botol.


" Ekheemm... " Nafi meredakan tenggorokannya. Tadinya Nafi sangat berselera memakan Mie instan tersebut, tapi setelah tau Veer yang membuatnya, selera makan Nafi entah menguap kemana. Namun, agar merasa tidak enak, akhirnya Nafi memakannya dengan pelan.


" Kok gak berselera gitu makannya Non?" Tanya Dedi.


" Oh, sebenarnya saya udah kenyang."


" Kalo kenyang jangan di paksa Non."


Nafi menampilkan senyum manisnya kepada Dedi.


" Ha..ha.. Bang Dedi bisa aja."


Nafi tau, Jika Veer sedari tadi memperhatikannya. Sehingga membuat Nafi tidak merasa nyaman.


" Eem, Saya kembali kedalam ya. Dingin.."


" Silahkan Non"


" Hati-hati Non Nafi."


Ujar Dedi dan Tata berbarengan.


Veer yang sedari diam terus saja memperhatikan Nafi, hingga punggung Nafi tak terlihat lagi.


Kriinh.. kring...


Ponsel Tata berbunyi, dan menampilkan nama sang kekasih.


" Permisi yaa Tuan, Bang" pamit Tata yang di ajwab anggukan dari Veer dan jempol dari Dedi.


"Halo sayang.." Ujar Tata kepada orang yang berada di seberang panggilan.


Veer menaikkan alisnya sebelah saat mendengar Tata memanggil sayang. Apa Tata punya Pacar? Lalu hubungannya dengan Nafi? Atau jangan-jangan.. Akhh..


Veer menggelengkan kepalanya.


" Kenapa Bos?"


" Hah? Gak pa-pa, udah malam. Aku duluan yaa.." Ujar Veer dan menepuk bahu Dedi.

__ADS_1


" Sipp Bos" Ujar Dedi sambil menunjukkan jempolnya.


Ting..Ting..Ting..


Dedi menoleh kesumber suara, dan ternyata ponsel Nafi ketinggalan di sana.


" Bos." panggil Dedi.


" Ya?" Veer berbalik, menunggu Dedi menghampirinya.


" Tolong titip ponsel Non Nafi, ketinggalan di sana."


" Ohh, Oke.." Veer meraih ponsel Nafi dan memasukkannya kedalam kantong celananya.


Veer mengetuk-ngetuk kamar Nafi, namun tidak ada tanda-tanda jika Nafi akan membukakan pintu. Veer pun memilih untuk beristirahat dinkamarnya. Besok dia akan mengembalikan ponsel Nafi.


Veer menatap balkon yang menampakkan pemandangan lautan gelap, Veer pun berniat untu menutup tirainya. Namun sebuah suara mengurungkan niatnya.


" Ya ampun.. ngapain sih pake muji masakan tu orang, mana si Tata gak bilang dari awal. Duuh, mau di tarok di mana ni muka. Tau masakan dia, mana mau gue makan, tapi emang enak sih Mie nya. Yaa, setidaknya gue makan dan gak sampai muji masakan dia kan. Bisa besar kepala dia. Playboy gitu mah pantang di puji. Nyesel gak makan sampai habis, padahal masih lapar. Huuff.." Nafi terus bercerocos tanpa menyadari jika Veer mendengar semua ucapannya.


Nafi merogoh kantong blazer nya. " Kok gak ada?" Nafi kembali merogoh kantong rok yang dikenakannya. " Gak ada juga, perasaan tadi gue bawa. Apa ketinggalan di api unggun yaa?"


" Cari ini?"


Suara Bariton Veer membuat Nafi terlonjak Kaget. Nafi memegang dadanya. Deru naoasnya memburu karena terkejut. ' Sejak kapan playboy kampret itu di sana? Gak mungkin kan dia mendengar semua ucapan gue?' batin Nafi.


" Heeyy." Veer melambaikan tangannya.


" Hah? Oh.. emm, iyaa.." Dengan gugup Nafi mengambil ponselnya.


" Terima Kasih." Nafi langsung membalikkan tubuhnya dan masuk kedalam kamar, namun langkahnya terhenti di pintu masuk karena suara bariton Veer.


" Kalo kamu mau, aku bisa masakin lagi Mie nya."


Nafi melirik sinis kearah Veer. " Gak, makasih." Dengan gerakan terburu-buru Nafi masuk dan menutup pintu balkonnya. Mengecek nya kembali setelah terkunci, dan menutup tirai serta mematikan lampunya.


Veer terkekeh melihat keunikan dari Nafi. Rasa nya menyenangkan sekali untuk menggoda Nafi.


Keesokan paginya, Nafi terbangun dengan wajah yang lelah. Dia tidak tidur semalaman, karena merutuki kebodohannya. Nafi pun memakai Foundation untuk menutupi kantong bawah matanya. Dan memakai riasan yang sedikit bold, dengan warna lisptik yang terang. Membuat kesan seksi kepada Bibirnya tercetak jelas.


" Wooww... Tumben pake riasan Bold Non?"


" Nutupi kantung mata."


" Kenapa? Non gak bisa tidur semalam? Kok bisa? "


" Yaa bisalah.. Dan itu karena si bre__" Nafi kembali merutuki diri nya. Tak seharusnya dia mengatakan kepada Tata jika dia tidak bisa tidur karena Veer.


" Bre apa Non?"


" Udah, gak usah di balas, bikin gak mood tau.."


Tata pun mengendikkkan bahunya dan menutup mulutnya. Dari pada dia meneruskan rasa keingintahuannya dari pada dirinya berakhir mendengar repeten tak jelas dari Bosnya itu.


jangan lupa Tap jempolnya yaa..


Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF.

__ADS_1


__ADS_2