KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 72 ' Rahasia gilang'


__ADS_3

Kesya sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu. Kesya berjalan dan membuka pintu kamarnya.


" Mana Gilang?" Tanya Kesya saat melihat Puput datang sendiri.


" Tadi saat mau keluar lift, ada yang telpon, trus dia pergi. Katanya urusan penting" Ujar Puput sambil melangkahkan kaki nya masuk kedalam.


" Waah, itu baju yang bakal Lo pakai entar malam?" Tanya Puput yang terkagum-kagum dengan gaun yang berada di manekin.


" He'em.."


" Sekarang Lo cerita, apa yang terjadi dengan Gilang? Tadi Gilang sempat bilang kalo dia tanpa sengaja tidur dengan gadis yang gak dikenalnya." Tanya Puput yang memang sudah sangat penasaran dan baru tahu tentang kejadian itu.


" Hmm, Gilang emangnya belum cerita sama Lo?" Tanya Kesya.


" Belum semua, tapi Gilang suruh Lo cerita sama gue. Jadi pas dia jelasin tentang cewek yang kabur itu, dia enak ceritanya gak payah ngulang cerita lagi ke gue."


" Hmm, jadi gini waktu Gilang lagi renovasi toko kue gue, gue liat dia ngelamu___"


FLASHBACK ON


"Woy, ngelamun aja.. kapan siapnya ni toko gue"


"Lo datang ngejutin aja. "


" Kenapa? Lagi ada masalah?" Tanya Kesya yang di jawab anggukan kepala oleh Gilang.


" Kantor?"


" Bukan"


" Lusi?"


" CK, udah berakhir mah gue sama dia. Males gue denger namanya"


" Lah, terus apa?"


" Hmm, gue tidurin anak orang"


"OOO tidurin anak orang!! APAAAA? " Teriak Kesya di akhir kalimatnya membuat Gilang hampir terjatuh dari duduknya.


" Lo minta gue sunat tu Banana hah?"


Kesya pun mencari alat untuk memberi pelajaran kepada Gilang. Kesya melihat sebuah gergaji, dan Kesya mengambil gergaji tersebut dan mengarahkannya kearah Gilang dengan murka.


" Wooww woww santai sis santai, dengerin dulu cerita gue." Ujar Gilang yang sudah mengangkat kedua tangannyadan berjalan mundur untuk antisipasi.


Kesya meletakkan gergaji tersebut diatas meja.


BRUUKK.


"Duduk dan Lo cerita sekarang" Ujar Kesya tidak ramah.


" Oke, Lo tenang yaa. Gue duduk ni duduk.. gergajinya gue singkirin dulu ya.. Nah, Lo duduk deh, duduk. dari pada kenapa-napa dengan Lo, bisa di penggal kepala gue sama Calon lakik Lo" Ujar Gilang yang berhati-hati saat ini dalam menghadapi Kesya.

__ADS_1


Gilang tau, jika Kesya sudah marah, dia bisa berubah 180 derajat dari yang terlihat.


" Sekalian gue potong kepala banana Lo!" Ujar Kesya galak.


Gilang tiba-tiba saja merasa ngilu di bagian Banana nya. Gak sanggup dia bayangin Kesya lagi menggergaji banana nya.


" Jadi, saat gue menghadiri pesta rekan bisni gue yang di negri oppa-oppa itu. Gue gak tau kalo minuman gue udah di masukin obat perangsang." Jeda Gilang.


" Trus gue liat Lusi mendekati gue, dan dia mencoba merangkul gue dan membawa gue. Untungnya gue masih memiliki kesadaran, Gue dorong tubuh Lusi, dan pergi menjauh dari nya. Gue liat lift terbuka, dengan sisa tenaga gue masuk kedalam lift dan.."


" Dan?"


" Saat gue mau masuk lift, Di dalam lift juga ada cewek yang gue rasa juga sedang mabuk Dia nangis, dan saat dia liat gue, dia semakin menangis trus marah-marah. Trus tiba-tiba dia cium gue gitu"


" Ya kan gue masih dalam pengaruh obat, dan gua bawa tu cewek ke kamar gue, dan..dan.. di situ lah terjadi itu"


" Trooos?"


" Hmm, tu cewek ternyata masih virgin. Gue merasa bersalah banget sama dia. Seharusnya gue lakukan sama Lusi aja ya."


Plaakk..


"Auuw sakit Key"


Gilang mengelus kepalanya yang di lempari oleh Kesya dengan air mineral dalam botol.


" Masih mending gue lempar pake itu, dari pada pake palu"


Gilang kembali mengelus kepalanya, seakan merasakan sakit yang teramat sangat karena terlempar Palu. Mending kena lemparan palu dia bisa berubah jadi Thor, lah ini bisa berakhir jadi Jonthor iyaa.


" Nah Lo tau kan, makanya gue ada rasa syukur juga gue gak lakukan hal itu sama Lusi. Karena gue ngelakuin itu gak pake pengaman, dan yang bikin gue makin seteres, gue nanam benih di rahim tu cewek."


" Gila Lo, kalo tu cewek hamil gimana?" Bentak Kesya.


" Ya gue bakal tanggung jawab. Gue udah cari tau asal usul tu cewek, dia anak panti asuhan di sini, tapi lagi kuliah beasiswa di London, dan gue juga gak tau kenapa bisa dia di Korea."


" Trus, cewek tu mana? Lo udah bilang kan ke dia buat tanggung jawab."


" Hhmm, tu cewek hilang saat gue mandi. Gue udah bilang ke dia bakal bicarain masalah itu setelah siap gue mandi, dan pas gue selesai tu cewek dah gak ada. Dan masalahnya gue gak tau ke mana dia sekarang. Gue udah suruh orang cari ke London, tapi gak ada. Tu cewek kayak ngilang di telan bumi"


" Waahh, Lo pokoknya harus cari tu cewek. Hamil gak hamil dia, Lo harus tanggung jawab" Ancam Kesya. " Kalo lo gak cari tu cewek, dan lari dari tanggung jawab" Kesya berdiri dan melirik kebagian banana Gilang, "gue gergaji tu kepala".


Gilang otomatis menutup bagian bawahnya dengan kedua tangannya dan menelan salivanya susah.


FLASHBACK OFF


" Waah, tu anak cari banci rupanya". Geram Puput.


" Cari mati" Ujar Kesya membetulkan perkataan Puput.


" Iya itu maksud gue"


Di tempat lain di waktu yang sama.

__ADS_1


"Uhuukk..uhuukk..uhukk."


" Buset dah tu duo bocah, bicarain gue gak kira-kira apa ya. sumpah serapah apa yang mereka katakan Sampek pedis gini tenggorokan gue. Uuhuukk.. uhuukk uhukk.." Gumam Gilang.


Tok..Tok..Tok..


Kesya melangkahkan kakinya menuju pintu, dan membukanya.


" Puput udah pulang?" Ujar Arka saat masuk kedalam kamar.


" Udah, 30 menit yang lalu. Mas capek? Mau aku bikinin teh?" Ujar Kesya.


Arka tersenyum mendapatkan perhatian dari Kesya, ternyata punya istri itu enak ya, ada yang perhatiin. Dan rasanya beda.


" Tadi Saya sudah suruh pelayan buat antar cemilan ke kamar. Eemm, kamu mau lakukan sesuatu gak buat Mas?" Tanya Arka dengan menggoda.


" Eemm, lakukan apa?" Tanya Kesya gugup.


Arka berjalan mendekati Kesya, dan menundukkan kepalanya berbisik kepada Kesya. " Pijitin kepala saya"


Wajah panik Kesya berubah lega. " Ooh, kirain apa" Lirih Kesya.


Arka menarik tangan Kesya menuju tempat tidur, Arka menyuruh Kesya duduk di atas tempat tidur, dan saat Kesya sudah duduk, Arka merebahkan kepalanya di pangkuan Kesya. Kesya tersenyum dan memulai memijit kepala Arka. Terlihat Arka sangat menikmatinya. Hingga Arka pun terlelap karena sentuhan tangan Kesya.


Tak berapa lama terdengar suara bel, Kesya berfikir bahwa itu adalah pelayan yang mengantarkan cemilan pesanan Arka.


Dengan perlahan Kesya mengangkat kepala Arka dari pangkuannya, dan mengganjal kepala Arka dengan bantal. Kesya membuka pintu dan menyuruh pelayan tersebut masuk. Setelah meletakkan pesanannya, pelayan tersebut kembali keluar.


Kesya merasa perutnya lapar, Kesya pun mengambil beberapa potong kue dan memakannya. Tak tega membangunkan Arka yang terlihat terlelap dalam tidurnya. Dari kejauhan Kesya memandang wajah Arka sambil menikmati makanannya, 'pemandangan yang indah' Batin Kesya.


Entah apa yang membuat Kesya bergerak mendekat kearah Arka. Kesya berjongkok di pinggir tepi tempat tidur, di pandangnya wajah Arka. Mata, alis, hidung, dan bibir. Sepintas terniang bayangan saat Kesya terjatuh di atas tubuh Arka, dan tanpa sengaja bibir mereka bertemu. Kesya tersenyum membayangkan kejadian itu. Tangan Kesya mulai bergerak, merapikan rambut Arka yang sedikit berantakan karena pijatan tangannya tadi, kemudian beralih meraba alis Arka, jari lentik Kesya pun turun menuju bulu mata Arka, bermain di sana. Tanpa Kesya sadari Arka sudah terbangun saat Kesya membelai rambutnya tadi. Jari Kesya kembali turun menyusuri hidung tegak Arka, dan terakhir bibir Arka. Bibir yang merah alami, terlihat sangat menggoda dan seksi. Kesya menelan salivanya, dan perlahan memegang bibir Arka, lembut dan kenyal.


Hupp..


Kesya terpekik terkejut.


Arka membuka matanya perlahan, di tatapnya manik mata Kesya, jari telunjuk Kesya masih berada di dalam mulut Arka. Arka mengemut jari telunjuk Kesya, membuat Kesya terpekik pelan, seperti ada aliran listrik yang menjalar di tubuh Kesya. Arka mengeluarkan tangan Kesya perlahan, seperti mengeluarkan sebuah permen lolipop. Kesya masih memandang wajah Arka. Entah kapan tangan Arka sudah berada di tengkuk Kesya, perlahan Arka menekan tekuk Kesya agar wajahnya mendekat kearah nya. Tanpa perlawanan, Kesya menurut. Perlahan dan sedikit lagi bibir Arka bertemu dengan Kesya.


Cekleekk..


Kesya dengan cepat menjauhkan wajahnya dari Arka dan berdiri canggung, dan Arka langsung terduduk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dalam hati Arka mengumpat ' Sialan '


.


.


.


.


.


Hai readers.. jangan lupa dukungannya ya..

__ADS_1


LIKE + VOTE + RATE + KOMENTATNYA..


selamat menikmati ya..


__ADS_2