KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 3


__ADS_3

Quin kesal, karena Veer menyuruhnya untuk ikut bekerja di perusahaan.


" Maless Veer, aku gak mau.." Quin sudah membungkus tubuhnya dengan selimut.


" Ayoo Quin, kamu ikut aku kekantor " Veer terus berusaha menarik selimut yang di gunakan Quin.


" Gak mau.... Gak mau... gak mau..."


" Masa kamu malas banget kerja sih.. Di antara kita cuma kamu yang pengangguran."


" Siapa bilang aku pengangguran. Aku ini orang sibuk yaa.."


" Yaa, pengangguran banyak acra.. Ayookkk.." Dalam sekali gerakan Veer membopong tubuh Quin yang masih terbalut selimut.


" Veer, lepas... aku gak mau mandi.. airnya dingin..." Quin terus mencak-mencak dalam gendongan Veer.


Veer menjatuhkan Quin di dalam bathup dan memnghidupkan air dengan mode hangat.


" Veer.." Kesal Quin.


"Ya sayang.."


" Gue bukan pacar Lo, gak usah panggil-panggil sayang." Quin sudah sangat kesal.


" Yakin?? Awas aja kalo ada cowok yang gangguin kamu, dan kamu minta bantuan aku buat jadi pacar kamu."


" Veer..." Quin kembali berteriak hingga membuat Mama Kesya menghampiri kamar Quin.


"Ada apa ini Quin? Veer?"


" Mama, Veer jahat.."


" Mama, Quin gak mau mandi"


Ujar keduanya berbarengan. Mama Kesya memicit keningnya. Kedua anaknya ini sungguh membuat pagi yang heboh.


" Quin kan gak kerja, ngapain kamu suruh mandi? Nanti Yanga da kamu telat kekantor gara-gara ngurus Quin"


" Quin ikut aku kekantor. Dia harus kerja Ma."


" Gak mau. Quin gak mau kerja...." Quin sudah menggeliat bagaikan kepompong di dalam bathup yang sudah terisi air. Bagaimana tidak seperti kepompong, tubuhnya saja masih terbalut selimut tebal.


" Kalo kamu gak mau kerja, kamu mau jadi apa? beli makanan si empus entar pake duit siapa? belum lagi makanan Popo."


Kalian tau, ini rahasia yaa, jangan bilang siapa-siapa, author lagi baik hati nih. Quin ini pecinta binatang. Dari binatang besar, sampai yang kecil sekalipun. Dari yang terbang, sampai yang menggeliat di tanah. Dan yang paling Kesayangan Quin adalah si Empus.. Ssstt... Penasaran dengan si Empus? Empus itu makannya banyak looh.. xi..xi.xii..xii.. di jamin readers gak mau dekat-dekat deh..


" Kan Papa selalu kasih duit jajan. Lagian uang jajan aku bukan untuk foya-foya kok. Lebih banyak ke kasih makan peliharaan aku."


" Ya si Empus sebulan aja makannya sampai 15 juta Quin.." Veer sudah kacak pinggang, sedangkan Mama Kesya memicit keningnya.


Kedua anaknya ini selalu saja ribut di setiap pagi. Dari kecil hingga dewasa tidak pernah sekalipun merasa damai pagi Mama Kesya. Sudahlah kicauan burung dari peliharaan Quin, ini ditambah kicauan Veer dan Quin. Untung saja Arash dan Abash tidak ribut seperti mereka.


" Gini-gini, sekarang biar Quin selesaikan mandinya dulu, lalu kita bahas ini nanti ya.." Kesya mencoba menengahi.


" Sekarang Ma. Jadi dia bisa bersiap"


" Veer "


" Oke Ma. Quin, aku tunggu di bawah, atau kamu gak akan dapat uang jajan lagi."


Quin berhasil mengeluarkan tangannya. "Dasar CEO Pemaksa." Gerutu Quin dan melempar air kearah Veer, hingga baju Veer kembali basah.

__ADS_1


" Quin, aku udah mandi."


" Oh yaa, kok masih bauk?"


Veer langsung masuk kedalam bathup dan menyiram Quin dengan shower. Quin pun membalas menyiram Veer dengan mencipratkan air menggunakan tangannya. Mama Kesya geleng-geleng kepala melihta tingkah mereka berdua. Akhir nya Mama kesha memilih membiarkan mereka bertempur sebelum berjuang.


" Mana Veer?" tanya Papa Arka.


"Lagi main air dengan Quin"


Papa Arka melanjutkan makannya.


" Mbok, tolong di pel sekarang yaa.. ini basah" Terdengar Veer berteriak dari lantai atas.


"Udah selesai kayaknya bertempur."


" Iya.."


" Ma, pa, Arash pergi yaa.." Arash berprofesi sebagai perwira polisi.


" Gak bareng Abash?"


" Abash lagi packing, katanya dapat panggilan ke Swiss."


Abash ini seorang pengusaha muda. Dia membangun bisnis IT dari nol. Dengan hasil uang jajannya yang terkumpul selama dari SD. Papa Arka saja terkejut saat mengetahui tabungan Abash mencapai hampir 1 M. ( Waduuuh, berapa itu jajan si Abash yaa?).


Veer turun dengan Quin berada di gendongannya. Veer menurunkan Quin di kursi.


" Pokoknya aku gak mau kerja kantoran." Quin sudah sangat kesal dengan Veer, karena terus saja memaksa dirinya untuk pergi kekantor.


Terdengar suara Empus yang berlari mendatangi Quin.


" Hai sayang.. Kamu sudah makan?" Empus mengendus wajah Quin dan Quin mengacak-ngacak buku Empus yang tebal.


" Benar kata Veer, kamu sebaiknya ikut bekerja di kantor."


Quin masih sibuk mengelus bulu Empus.


" Quin" tegur Kesya.


"Oke, Quin kerja. Toko kue yang di dekat kampus, Quin yang handle. Gimana?" Quin mencoba bernegosiasi.


" Okee, kalo kamu mau meneruskan usaha Mama, Papa gak masalah. Yang penting kamu gak boleh malas-malasan seperti biasa. Kamu harus bisa menciptakan resep baru, dan membuat toko tersebut lebih Maju. Papa akan suruh Mama melepaskan tanggung jawabnya di toko itu ke kamu. Gimana? Kamu sanggup?"


" Sanggup, tapi gak dengan buat resep baru.." Ujar Quin pelan di akhir kalimatnya.


" Buat resep baru? Atau pergi ke kantor?"


Terlihat Quin berfikir. " Baiklah, sepulang aku kerja kamu harus sudah ada jawabannya Quin."


" Dasar pemaksa." gerutu Quin menatap sengit Veer.


" Non, Popo sepertinya mau melahirkan" Salah satu pengurus hewan milik Quin menghampiri.


" Empuss, kamu main kerumah belakang lagi yaa.. Mama mau lihat adik kamu, Popo." Seakan mengerti, Empus langsung berbalik dan berlari menuju rumahnya yang berada di belakang rumah utama.


Praaang....


Empus menyenggol meja hingga membuat vas bunga Mama Kesya terjatuh.


" Empus dan Popo itu beda Jenis. mana bisa Popo jadi adiknya Empus." Gerutu Veer.

__ADS_1


" Siapa bilang mereka berbeda? Mereka sama-sama berbulu, dan termasuk golongan kucing. Cuma beda makannya aja. Empus makannya daging, Popo makannya pelet."


Abash datang dan duduk disebelah Quin setelah mencium pipi Quin. " Jangan marah-marah, nanti cepat tua Mbak."


" Abash, Popo dan Empus sama kan?" Quin mencoba mencari pembelaan dari Abash.


" Iya Mbak, sama"


"Tuh kan sama. Veer, sepertinya kamu harus periksa mata kamu"


" Bukan aku yang harusnya periksa kedokter."


Seakan sudha terbiasa dengan kicauan Veer dan Quin, Abash terlihat santai mengambil nasi goreng dan menyuapkannya. Papa Arka dan Mama Kesya pun sudah menganggap perdebatan di antara Quin dan Veer seperti sebuah acara debat yang ada di siaran tv nomor satu.


" Kamu tu yang kedokter."


" Udah? boleh jeda iklan?" tegur Mama Kesya.


Keduanya berhenti dan memakan makanannya.


" Kamu mau berangkat?" Tanya Veer yang melihat Abash sudah rapi.


" Iya Mas, mau ke Swiss. Tadi pagi dapat panggilan di suruh kesana, tiketnya juga sudah mereka pesankan."


" Kamu hati-hati di negara orang ya Nak" Nasehat Mama Kesya.


" Iyaa Ma, Abash cuma 3 hari kok di sana."


" Quin, lihat. Abash yang berbeda 3 tahun dari kamu aja bisa menghasilkan uang ratusan juta, kamu?" Veer memulai kembali debatnya.


" Bagus dong, jadi dia bisa kasih uang buat aku belanja makanan Empus."


" Kalo kamu nikah, siapa yang bakal kasih makan Empus?"


" Suami aku dong?"


" Kalo iya suami kamu kaya, kalo suami kamu cuma pegawai biasa gimana? Sedangkan kamu aja ogah di kenalin dengan anak kawannya Papa. Atau mau aku comblangi dengan slaah satu klien aku?"


" Ogah, jangan harap. Gak ada yang namanya jodoh-jodohin."


" Makanya, kamu kerja biar punya uang sendiri. Setidaknya kamu punya tanggung jawab pada hewan peliharaan kamu yang bejibun itu."


Quin memanyunkan bibirnya. Veer benar untuk kali ini. Bukan kali ini, Veer lebih banyak benarnya sih sebenarnya.


" Ma, Pa, aku berangkag yaa." Abash mencium punggung tangan Mama Kesya, dan mencium kedua pipi Mama Kesya. Begitupun dengan Papa Arka.


Abash mendekat kearah Quin. " Mbak, Empus sama Popo memang sejenis kucing. Tapi Popo kucing anggora, sedangkan Empus kucing besar alias Singa. Jadi walaupun emreka sama-smaa kucing, tetap saja mereka berbeda."


Setelah mengatakan itu, Abash mencium pipi Quin dan segera menjauh sebelum kemarahan sang ratu.


"Dasar Abash nyebeliin.." Kesal Quin.



Hai, perkenalkan.. Nama aku Empus..


IG ; RIRA SYAQILA


jangan lupa Tap jempolnya yaa..


Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.

__ADS_1


Mari saling berbagi kebahagiaan. Salam KeSar..


__ADS_2