
Sepanjang perjalanan Arka hanya tersenyum mendengarkan ceramah pagi dari Kesya. Iyaa, Arka baru sampai tadi pagi, dan dia hanya membersihkan dirinya lalu langsung menjemput Kesya.
Sesampainya di rumah sakit, Kesya dan Arka yang sudah membuat janji dengan Dokter Hidayat pun di persilahkan masuk.
Kemajuan yang luar biasa untuk Kesya. Rasa traumanya terhadap telur sudah menghilang. Sekarang Kesya bisa membuat kue lagi, dan berkreasi dengan ide-ide cemerlangnya.
" Makasih ya Om udah nemeni Key" Ucap Kesya.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil, menuju Mall yang sudah di beritahukan oleh Dilan, dimana mereka berada.
" Masa cuma makasih doang? Gak ada yang lain gitu?" Goda Arka.
" Yang lain? Maksudnya?" Ucap Kesya sambil menaikkan alisnya sebelah melihat Arka.
Arka menatap ke arah Kesya. Kebetulan saat ini mereka lagi berhenti di lampu merah.
Arka memberikan smrik wajahnya, membuat Kesya bergedik ngeri dan menelan saliva nya. Perlahan Arka memajukan badannya ke arah Kesya. Kesya pun sigap memundurkan tubuhnya.
" OM MAU APA??" Pekik Kesya.
Arka tersenyum miring dan tertawa melihat wajah Kesya yang gugup. Lucu, sungguh lucu dan imut dengan matanya yang berkedip-kedip. Membuat bulu matanya yang lentik menari dan menggoda. Arka kembali memundurkan dirinya. Kemudian tangannya terulur ke arah pipi Kesya yang kejatuhan bulu mata.
Arka mengambilnya dan memberikan nya kepada Kesya. Wajah Kesya yang tadinya panik langsung berubah menjadi sedikit tenang. Pasalnya Kesya takut jika Arka ingin menciumnya di pinggir jalan seperti ini. Emangnya kalo gak dipinggir jalan boleh Key?
Eh, apaan sih fikirannya kok jadi ke mana-mana. Kesya menghembuskan napasnya pelan.
" Saya mau jadi orang pertama yang mendapatkan cake buatan kamu" Ucap Arka.
Dan kemudian melajukan kembali mobilnya, karena lampu sudah berubah warna menjadi hijau.
" Eh??" Kesya mengedip-ngedipkan matanya lagi. Bingung dengan maksdu Arka.
" Hmmm,..... Kamu kan sudah gak trauma lagi dengan telur. Jadi saat kamu membuat kue, saya mau kalo saya adalah orang pertama yang mendapatkan kue buatan kamu." Jelas Arka.
Kesya pun ber Oo ria mendengar penjelasan Arka.
Tak berapa lama mereka pun sampai di Mall Adem. Sebenarnya Mall ini adalah milik pribadi Arka. Miliknya sendiri dari hasil kerja kerasnya selama ini. Mall yang bernuansa kekeluargaan. Pengamanan setiap pembatas menjadi hal utama bagi Arka untuk menjaga keamanan bagi keluarga yang membawa anak-anak.
Memang sih Mall nya tidak sebesar milik Group Moza. Namun Arka boleh dong berbangga diri karena mampu memiliki sebuah Mall. Ya walaupun baru satu Mall yang berhasil di milikinya sendiri tanpa embel-embel nama Moza.
__ADS_1
Permainan untuk anak-anaknya pun lebih nyaman, Karena Arka mendesain agar mengutamakan kenyamanan bermain dan memiliki tingkat kecederaan yang sangat kecil. Bahkan ada tempat bermain untuk balita.
Restoran yang berada di dalam Mall Adem pun juga tidak sembarangan. Arka sengaja memberi izin pemilik restoran hanya menjual makanan segar. Dan bukan makanan cepat saji. Mall Adem juga terdapat perpustakaan bagi anak sekolah yang ingin menghabiskan waktunya di perpustakaan tetapi dengan nuansa yang berbeda. Intinya, Mall Adem milik Arka sangat cocok untuk keluarga dan anak sekolahan.
Sebelum turun, Kesya menyuruh Arka untuk pulang dan beristirahat. Tapi Arka bersikeras untuk tetap menemaninya. Dengan alasan dia tidak rela jika Kesya pergi bersama Dilan. Walaupun ad Dara. Karena itu akan membuat mereka terlihat seperti sebuah keluarga.
Setelah perdebatan yang lumayan panjang, dan selalu di menngkan oleh Arka. Sekarang Arka dan Kesya memasuki pintu utama Mall Adem. Kedatangan mereka langsung di sambut sangat ramah oleh security.
" Security nya ramah yaa," Ucap Kesya.
" Harus dong" Jawab Arka sambil tersenyum.
Belum tau aja Kesya kalo Mall ini adalah miliknya.
" Bagus ya Mall nya, lihat deh, pinggiran pengamannya tertutup agar tidak ada celah yang bisa di lewati anak-anak, terus di bawahnya juga dipasang jaring gitu, jadi kalo ada yang jatuh, gak langsung ke bawah ya Om. sepertinya lebih mengutamakan keamanan dan keselamatan. Kenapa Group Moza gak buat Mall kayak gini?" Tanya Kesya.
Arka hanya tersenyum menanggapi kekaguman Kesya.
" Lihat deh, restorannya juga gak ada yang gambar kakek. Dan di sini itu makanannya sehat semua. Walaupun begitu, tetap ramah di kantong. Terutama kantong anak sekolahan. Walaupun baru buka beberapa bulan, tapi pengunjungnya langsung ramai. Apalagi ada tempat tongkrongan alam terbuka di bagian atap gedung. Beuuh, yang punya Mall ini memiliki pemikiran yang hebat. Ya kan Om."
" Emang kamu kenal dengan pemilik Mall ini?" Tanya Arka.
" Kalo saya bilang Mall ini milik saya, kamu percaya?" Tanya Arka.
Kesya sedikit melirik ke arah Arka, dan kemudian tertawa kecil. " Hihihi.. Kalo Om suka dengan cara mereka menarik pelanggannya, ya tinggal ikutin aja" Ucap Kesya.
" Jadi kamu gak percaya?" Tanya Arka.
" Kalo Mall ini milik Om, pasti ada lambang Group Moza terpampang. Ini kan gak ada. Yang Kesya dengar sih, pemiliknya masih muda, trus masih single tapi dingin kayak bongkahan es kutub utara" Ucap Kesya sedikit berbisik di akhir kalimat terakhirnya.
" Kalo pemilik Mall ini ngelamar kamu gimana?"
Kesya kembali tertawa. " Ha ha ha.. Ya gak mungkin lah Om, Kenal aja gak, gimana mau ngelamar. Ih si Om ada-ada aja dech " Ucap Kesya.
Tidak berapa lama Handphone Kesya berbunyi, dan tertera nama Dilan di layarnya. Kesya langsung mengangkat panggilan tersebut.
" Assalamualaikum"
"...…...."
__ADS_1
" Iya Mas, udah Sampek ni, Mas sama Dara di mana nya ya?"
" ........"
" Oooo, ya udah. Key ke situ sekarang."
Kesya pun menutup panggilannya setelah mengucapkan salam.
Kesya dan Arka menuju ke restoran yang di maksud oleh Dilan tadi.
Saat Kesya dan Arka datang, Manajer restoran Pelaut itu pun langsung menghampiri mereka.
"Selamat datang Tuan Muda dan Nona Muda." Ucap Manajer yang bernama Haikal tersebut.
" Mau saya siapkan ruang VVIP Tuan Muda?" Tanya Haikal.
" Tidak usah, kami sudah ada yang tunggu" Ucap Kesya cepat.
Setelah melihat ke arah Dilan yang sedang melambaikan tangannya, Kesya dan Arka pun langsung menuju ke meja Dilan da Dara berada.
Manajer restoran tersebut masih mengikuti mereka. Sehingga Kesya menjadi sedikit risih.
" Silahkan di lihat menunya Tuan Muda dan Nona Muda. " Ucap Haikal
Di belakang manajer tersebut sudah ada 2 pelayan yang siap menerima pesanan mereka. Sehingga membuat pengunjung lain menatap ke arah Mereka.
Setelah memesan makanan dan cemilan, Manajer tersebut undur diri. Tak berapa lama makanan pun tiba, beserta manajer tersebut yang melayani mereka. Mereka benar-benar di layani seperti Raja dan Ratu. Membuat Kesya risih.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Like + Vote + Komennya ya readers sayang..