KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 116 " Rencana Bulan Madu"


__ADS_3

Arka terus menghindari Kesya. Benar saja, Arka sudah merencanakan bulan madu yang spesial selama 2 bulan untuk Kesya.


"Mas, kok aku di tinggalin sih??" merajuk Kesya.


Arka menghentikan langkahnya dan merangkul sang istri.


" Sayang, pertanyaan aku kok di jawab sih" Bisik Kesya sambil merangkul manja tangan Arka.


Arka menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Emm, sayang,.. soal itu nanti kita bahas yaa." Bujuk Arka.


Kesya hanya menghela napas kasar dengan wajah yang cemberut, tetapi kecemberutannya menghilang dengan hadirnya Vina yang sedang menuruni tangga dan tersenyum manis kepada semua orang dengan satu tangan merangkul tangan sang suami, dan satu tangannya lagi memegang perut buncitnya.


Kesya menarik napas, dan menghembuskannya dengan pelan. Arka menyadari itu, Bahkan Arka sudah menghapus air mata yang baru saja turun dari mata indahnya.


" Kita akan segera memilikinya lagi" Bisik Arka dan mengecup kening Kesya.


Kesya tersenyum dan memeluk tubuh Arka. "Aku harap kali ini aku tidak akan kehilangannya lagi Mas"


"Aku akan menjaga kalian, tidak akan ada yang bisa menyentuh kalian walaupun seujung rambut."


Mereka saling berpelukan, tanpa mengenal tempat.


"Ekheem"


Kesya dan Arka mengurai pelukannya.


"Papi"


" Acara akan segera di mulai, sebaiknya kita ikut bergabung ke sana"


Arka dan Kesya pun mengikuti langkah Papi Farel.


Pembacaan doa di lantunkan, kemudian di susul dengan Tepung tawar bagi calon orang tua dan calon bayi.


Mega Mengambil buah bengkoang yang sudah di potong dan di coleknya di bumbu rujak. Kemudian di sulangi ke Vina. Mami Shella juga melakukan hal yang sama.


Mami Laura memanggil Kesya, dan meminta di samping Vina.


" Ayo Nak, elus perut Vina" Titah Mami Laura.


Kesya mengelus perut Vina, dan saat itu juga Kesya merasakan gerakan dari calon Baby.


" Gerak" Refleks Kesya.


Mata Kesya kembali berkaca-kaca karena terharu.


" Hai Baby, ini Aunty Key." Monolog Kesya.


" Kok Aunty sih? Vano kan keponakan Arka, otomatis Vina juga keponakan Arka. berarti manggilnya Nenek atau Oma dong" Goda Mbak Mega.


Wajah Kesya otomatis langsung memerah, ternyata menikah dengan Arka membuat statusnya setua itu.


" Masa sih setua itu Key" lirihnya.


Semua yang berada di sana ikut tertawa.


" Resiko kawin dengan Om-om Key, terima nasib aja" Goda Puput.


Kesya mencebikkan bibirnya, membuat semua orang kembali tertawa.


"Bingung kan manggilnya apa" Goda Gilang.

__ADS_1


"Iih, nyebelin deh" Gerutu Kesya.


Arka yang duduk di sebelah Kesya pun, merangkul bahu sang istri dan mengusapnya lembut.


" Yang sabar ya Oma" Bisik Arka.


" Iih, kamu lagi, ikut-ikutan godain aku"


Jangan di tanya lagi wajah Kesya yang sudah sempurna memerah hingga sampai ke leher.


Acara Tujuh bulanan Vina pun berjalan lancar. Kesya, Mili, Puput dan Vina memakan buah yang berada di dalam talam tadi.


" Emm, Manis banget Nenasnya ya" Gumam Kesya sambil menikmati rasa Nenas yang sangat berair dan manis buah yang sangat menggiurkan.


" Yaa ampun Key, biasa aja kali makannya. Jangan Bikin ngiler kita" Ujar Vina.


" Emangnya gak boleh ya Mbak kalo lagi hamil?" Tanya Puput.


" Kalo cuma cicipin dikit kaya tadi sih gak pa-pa, asal jangan kebanyakan kayak Kesya gitu" Ujar Vina.


Mereka asik menikmati buah tersebut, hingga para suami ikut nimbrung.


" Seru banget makannya" Ujar Arka, dan langsung duduk di sebelah Kesya.


Arka ikut mencomot buah potong tersebut, dan di susul oleh Gilang dan Vano.


" Put, suami Lo mana?"


Uhukk.. uhukk.. Uhuk..


Puput terbatuk karena keselek air liurnya, kemudian dia menatap tajam ke arah Gilang.


Tak berapa lama Fadil datang dengan ponsel yang masih menempel di telinganya.


Arka mengambil ponsel tersebut dan menempelkannya di telinga, tanpa menjauh dari Kesya.


Fadil ikut nimbrung dan duduk di sebelah kesya, yang mana secara tak langsung duduk bersebelahan dengan Puput.


Saat ingin mengambil Bengkuang, tangan Fadil dan Puput tanpa sengaja bersentuhan. Membuat mereka saling melirik satu sama lain, dan kemudian Puput menarik tangannya dengan cepat.


Semua interaksi mereka tertonton oleh Vano, Vina, Mili, Gilang, Kesya dan Arka.


Puput ingin berdiri, namun Fadil menahan tangannya.


" Biar gue yang pergi" Ujar nya.


Kemudian Fadil bangkit dan meninggalkan para suami istri itu menikmati rujak buah tersebut.


Puput merasa tak enak hati atas perlakuannya tadi. Dia menatap punggung Fadil yang kian menjauh. Puput menghela napasnya, seperti ada duri kecil yang terangkut di hatinya, dan sulit sekali untuk di keluarkan.


Kesya dan Arka izin pulang ke rumah Mami Shella, karena ada hal serius yang ingin di bicarakan oleh Arka.


" Mau ngomong apa sih Mas?" Tanya Kesya saat sudah berada di dalam kamar mereka yang berada di rumah Mami Shella.


" Duduk sini" Titah Arka sambil menepuk tempat tidur dan menyuruh Kesya duduk di sebelahnya.


Kesya menuruti keinginan suami tercinta nya itu. Dan berjalan mendekati sang suami untuk duduk di sebelahnya..


" Aammppp" Kesya terkesiap karena Arka menarik tangannya dan menjatuhkan tubuh Kesya di pangkuannya.


" Mas iih," Gemas Kesya sambil memukul dada Arka.

__ADS_1


Arka terkekeh.


" Mau ngomong apa?"


" Emm, itu.. Soal pertanyaan kamu tentang bulan madu."


Kesya menganggukkan kepalanya dan menatap mata sang suami dengan tangan yang sudah mengalungi leher sang suami.


"Jadi Mas udah rencanain semua ini, Dan besok kita bakal berangkat"


Kesya membelalakkan matanya, " Besok?"


Arka menganggukkan kepalanya . " Selama dua bulan"


"Dua bulan?" Pekik Kesya. Arka kembali menganggukkan kepala nya. Kesya hanya memandang ke arah lain dengan tatapan kosong.


" Kenapa sayang? Kamu keberatan?"


" Bukan gitu, tapi bagaimana dengan toko dan pekerjaan kamu Mas?"


Arka tersenyum, tadinya Arka berfikir jika jika Kesya akan keberatan.


" Toko akan di handle dengan Puput dan Mili. Kalo masalah pekerjaan ku, itu sudah aku selesaikan semuanya. Jadi kita hanya perlu menghabiskan waktu berdua menikmati bulan madu kita yang sempat tertunda"


" Tapi, Apa gak kelamaan dua bulan? Mili dan Mbak Vina akan segera melahirkan."


"Mereka tidak keberatan, Bahkan mereka menyetujui ide Mas ini"


" Benarkah?"


Arka menganggukkan kepalanya.


" Baiklah, ayo kita pulang. kita siapin barang-barang dulu"


Arka tersenyum sumringah, ternyata sang istri sangat antusias.


" Semua perlengkapan kita sudah di siapkan sayang, kita tinggal berangkat saja" Ujar Arka.


"Waah, memang beda kalo nikah sama Horang kayaahh" Goda Kesya dan mengecup cepat bibir sang suami.


"Kamu mau menggoda?"


Kesya menggelengkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya. Arka menahan pinggang dan tengkuk Kesya saat merasakan pergerakan dari Kesya. Arka langsung saja melum*at lembut bibir Kesya yang sudah menjadi candunya.


"Kitah.. nanti ... di ..cariin..." Ujar Kesya terengah saat ciuman mereka terlepas.


" Gak akan ada yang nyariin kita" Ujar Arka dengan suara parau dan mata berkabut. Kembali di lumatnya bibir sang istri sambil merebahkan tubuh mereka berdua.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.

__ADS_1


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2