KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 99


__ADS_3

Lana menatap pintu putih yang tertutup itu dengan khawatir. Sudah sehari kejadian itu berlalu. Namun Lana tak bisa bertemu dengan Anggel. Ada saja alasan Oma Mega untuk melarang nya menemui Anggel.


Veer yang melihat itu sebenarnya ikut bersalah, karena bisa di katakan jika dia memiliki andil dalam keputusan Oma Mega.


Flashback on.


"Veer, katakan, apa mereka memiliki hubungan yang khusus?" Tanya Oma Mega.


Veer menelan ludah nya, sudah bukan rahasia bagi mereka jika saat ini Lana sedang mencari perhatian Anggel. Bahkan Lana terang-terangan mengatakan jika dirinya ingin menikahi Anggel.


"Itu, Veer juga kurang yakin Tante." Ujar Veer sambil menggaruk alisnya yang tak gatal.


Oma Mega menghela napasnya, "Veer, kamu tau kan. Tak ada orang tua yang ingin melihat anaknya menderita. Tolong jujur sama Tante."


Veer sepertinya sudah terjebak di waktu yang salah. Hingga akhirnya Veer pun terpaksa mengatakan jika memang benar, Saat ini Lana sedang mendekati Anggel, itu karena Lana mencintai Angel.


Namun, Oma Mega merasa jika Lana hanya menjadi kan Anggel sebagai pelarian saja. Bagaimana bisa Lana mengatakan cinta kepada Anggel, padahal baru saja Lana melamar Quin untuk menjadi istri nya.


"Eeng, itu seb-sebenarnya ..."


"Baiklah, sepertinya Tante sudah mendapatkan jawabannya. Mereka memiliki hubungan bukan?"


Veer menganggukkan kepala nya dengan ragu. Terlihat Tante Mega menghela napasnya dengan sedikit kasar.


"Hah ... Baiklah, terima kasih Veer, karena telah jujur sama Tante."


Flashback off


"Na." Veer menepuk bahu Lana yang masih berdiri mematung di depan pintu ruang inap Anggel.


"Oma Mega kok tiba-tiba larang gue jumpa Anggel ya?" Tanya nya pada Veer tanpa menoleh.


Veer menghela napasnya pelan.


"Mungkin Anggel memang benar-benar harus istirahat untuk saat ini. Tau sendiri kan Opa Bram selalu cerewet jika sudah menyangkut tentang kesehatan?"


"Iya, gue tau."


"Ya udah, mending Lo sekarang balik deh ke kantor. Gue dengar Lo mau rapat jam 10."


"Gak semangat gue. Gue ke sini mau liat Anggel, buat jadi penyemangat Gue ntar."


"Lo bisa telpon dia atau mengirim pesan."


"Gak di angkat, di balas pun tidak. Hanya di baca saja."


Veer tak tau harus berkata apa lagi, tak mungkin kan Veer katakan jika Oma Mega melarang Anggel untuk memiliki hubungan spesial dengan Lana?


Karena Veer bukan tipe orang yang suka ikut campur dalam urusan pribadi orang lain. Dan menurut Veer, itu bukan ranah nya untuk menjelaskan atau pun mengatakannya.


Veer pun mendorong sedikit tubuh Lana sambil merangkulnya untuk semakin menjauh dari depan ruang inap Anggel.

__ADS_1


Di dalam kamar, Anggel sedang berusaha merayu sang Mami untuk mengizinkan dirinya bertemu dengan Lana.


"Mi, hikss ... Anggel mohon."


"Anggel, sekali Mami bilang tidak, tetap tidak. Kamu boleh bertemu dia setelah kamu menghilangkan perasaan kamu untuk nya."


"Hikss, Anggel udah pernah coba Mi. Tapi Anggel gak bisa, Anggel cinta sama Lana ... Hikkss.."


"Anggel, kamu ini bodoh atau gimana sih? Lana itu cuma jadiin kamu pelarian, Mami gak mau ya, dia manfaatin kamu karena kamu cinta sama dia."


"Lana juga cinta sama Anggel Mi."


"Kamu percaya? setelah dia melamar Quin berkali-kali? lihat, setelah Quin menikah, dia malah mengejar kamu. Apa maksudnya coba? Mami jadi curiga." Ujar Oma Mega dengan nada yang merendahkan Lana.


Anggel Sampai tak percaya mendengar ucapan sang Mami yang bisa sepedas itu.


"Mami, kenapa Mami bisa ngomong gitu? Apa maksud Mami Lana hanya memanfaatkan Anggel demi kepentingannya pribadi?" Tanya Angel tak percaya.


"Bisa saja kan. Lagi pula dia bukan darah daging Fadil dan Puput. Bisa saja sifat asli dari orang tua nya mengalir kuat di darah nya. Hingga apapun yang di ajarkan oleh Puput dan Fadil hanya sebuah kedok bagi dirinya untuk terlihat Baik." Ujar Oma Mega dengan tatapan mata yang tajam menatap lurus kearah luar jendela.


"Mami," lirih Anggel.


Air mata Anggel kembali jatuh mengalir di pipinya yang sudah basah membuatnya semakin basah.


Anggel seolah tak mengenal sosok wanita yang berdiri di hadapannya saat ini. Anggel merasa dada nya terasa sesak. Baru saja dia merasakan ketulusan cinta Lana kepadanya, namun sang Mami memutuskan semuanya dalam sepihak.


*


"Ngapain kita apartemen kamu?" Tanya Quin yang sudah menatap gedung dihadapannya.


Tiba-tiba saja jantung Quin berdegup dengan kencang. Tangannya juga terasa dingin di saat bersamaan.


"Ayo .." Ajak Abi yang sudah membukakan pintu mobil untuknya.


Quin menarik napas dan membuangnya secara perlahan. Ia menerima uluran tangan Abi.


"Tangan kamu dingin banget?" Ujar Abi sambil menggenggam tangan Quin dengan hangat


"Hah? oh, mu-mungkin karena AC nya terlalu dingin." kilah Quin.


Abi terus menggenggam tangan Quin sambil berjalan memasuki gedung apartemen nya yang mewah.


"Kenapa kamu bisa tinggal di apartemen in"


"Kenapa? Apa karena ini salah satu gedung Moza?"


"Hmm, bukannya kamu juga punya gedung apartemen sendiri ya?"


"Iya, tapi tak seindah Apartemen milik Moza."


"Itu karena Papi Gilang yang mendesain nya." Ujar Quin bangga.

__ADS_1


Abi hanya tersenyum melihat Quin yang merasa nyaman dengan genggaman tangannya. Buktinya Quin membalas genggaman tangannya saat ini.


Dan satu lagi, Quin tak tau jika Abi sudah meminta kepada Fatih untuk membuat sebuah sketsa rumah impian Quin. Abi percayakan semuanya kepada Fatih, mengingat bagaimana dekatnya mereka. Abi juga meminta menambahkan beberapa hal yang ia inginkan dalam rumah tersebut.


Abi sempat terkejut saat Fatih mengatakan jika dirinya tak menyukai rumah yang besar. Quin lebih suka rumah yang minimalis namun terasa asri. Halaman yang luas dan juga memiliki kebun untuk nya bercocok tanam.


Abi juga terkejut saat mengetahui jika Quin suka berkebun. Selain memelihara hewan yang menyeramkan, Quin juga suka berkebun bersama Mama Kesya dan juga yang lainnya.


Abi mulai mencari tahu apa yang Quin suka dan Apa yang Quin tak suka. Abi ingin menjadi pria yang paling di cintai oleh Quin. Apapun akan Abi lakukan demi mendapatkan pujaan hatinya, Ratu di kehidupannya.


"Wow, aku gak nyangka kalo kamu bakal beli apartemen yang ini." Ujar Quin saat sudah berada di lantai 8 dan tepatnya di depan pintu unit milik Abi.


"Kenapa?"


"Lantai ini adalah lantai yang hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendapatkannya. Karena memiliki kamar yang luas, bahkan di dalam apartemen nya memiliki kolam renang pribadi. Yaah, bisa di katakan ini lebih mirip dengan penthouses."


"Kamu benar, karena aku suka dengan desain dan juga model nya. Bahkan aku tak merakan tinggal di apartemen, suasana nya membuat aku seakan selalu pulang kerumah."


Ceklek.


Abi mempersilahkan Quin masuk kedalam apartemen nya. Quin sempat terpesona dengan bentuk dan model apartemen Abi. Seingatnya, bentuknya tidak semegah apartemen milik Abi. Apa Abi merombaknya? jika ia, pasti Abi mengeluarkan banyak uang untuk hal itu.


Quin menoleh kepada Abi dan memicingkan matanya sedikit.


"Kamu merombaknya?" Tanya Quin penasaran.


"Hanya beberapa. Bagian kola renang, ruang tamu, dapur, dan juga kebun."


"Kebun?" Tanya Quin terkejut.


"Hmm, Aku punya kebun anggur di apartemen ku."


"Benarkah?"


"Kamu mau lihat?"


Quin menganggukkan kepalanya antusias.


"Ayo .." Abi meraih tangan Quin. Dilepaskannya tas yang menyandang di bahu Quin dan di letakkan nya di atas sofa.


Dengan tangan yang saling bergandengan, Abi dan Quin pun menuju kebun buatan milik Abi.


"Indah ..."


Yuukkk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁

__ADS_1


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF.


__ADS_2