KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 182


__ADS_3

Beberapa tahun lalu.


Tiiinnn ....


Ciiittt .....


Bruukk .....


Dengan napas yang memburu, Zein keluar dari mobilnya dan bergegas melihat apa orang yang di tabraknya terluka parah atau tidak.


"Kamu gak papa?" tanya Zein.


"A-aku gak papa, maaf, ini salah aku, hiks ...," gadis itu menangis tersedu-sedu sehingga membuat Zein bingung.


Memang, Zein sebenarnya tak sempat menabrak gadis itu, akan tetapi, Zein hanya ingin memastikan saja keadaan gadis yang hampir ia tabrak itu.


"Kenapa menangis? Ayo bangun," titah Abash dan membantu gadis itu untuk bangkit.


Kondisi jalanan saat ini sangat sepi, Zein juga tak sedang bersama asistennya. Pria itu membawa gadis yang hampir di tabraknya ke trotoar.


"Jangan menangis, apa ada yang sakit? Atau mau ke rumah sakit?" tanya Zein.


Gadis itu menggeleng. " Tidak, saya gak papa, Tuan bisa pergi, Saya gak papa, beneran." ujar Gadis itu yang sudah menghapus air matanya dan tersenyum tanpa melihat wajah Zein.


"Kamu mau saya antar ke suatu tempat?" tawar Zein.


"Tidak, saya sedang menunggu jemputan di sini, terima kasih atas tawarannya."


Zein menatap ke arah gadis itu, mungkin gadis itu menangis terkejut karena hampir tertabrak.


"Mau saya temani?" tawar Zein.


Sebenarnya Zein tak memiliki waktu untuk menemani gadis itu. Melihat suasana sepi, Zein menjadi tak tega. Padahal, Zein harus mengejar keberangkatan Kayla malam ini.


"Tidak, tuan pergi saja. Sepertinya tuan terlihat buri-buru," ujar gadis itu.


Benar saja, Zein memang sedari tadi terlihat melirik kearah jam tangannya.


"Kamu yakin?" tanya Zein.


"Iya, saya yakin. Sebentar lagi jemputan saya datang," ujar gadis itu tersenyum dan menatap wajah Zein.


Samar-samar gadis itu menatap ke wajah, tetapi, ketampanan Zein tetap dapat di lihat oleh gadis itu. Belum lagi wangi maskulin yang sedari tadi menggoda iman gadis itu. Namun, keyakinannya untuk bunuh diri tetap kuat. Hidupnya tak ada artinya lagi saat ini. Semuanya sudah hancur, tak bersisa lagi dalam dirinya.


Ponsel Zein berdering, pria itu meraih ponselnya di dalam kantong dan menjauh dari gadis itu untuk mengangkat panggilannya.


Gadis itu menatap ke punggung Zein, tak berapa lama dia melihat sebuah truk yang melaju kencang. Tanpa pikir panjang, gadis itu berdiri dan berlari ke arah truk tersebut.


Tiiinnn ....


Ciiiittttt ....


Braaaaak .....


Zein yang baru saja selesai dengan panggilannya terkejut. Dia melihat gadis itu sudah berguling ke sisi jalan dengan kondisi yang mengenaskan.

__ADS_1


Zein berlari untuk menyelamatkan gadis itu, tetapi, supir truk yang menabrak gadis itu bukannya membantu malah memilih melarikan diri.


Zein mengumpat keras, tak ada waktu untuk mengejar supir truk tersebut. Untungnya Zein telah menghapal plat polisinya, pria itu membuat panggilan dan menyuruh menangkap tersangka tabrak lari tersebut. Tak butuh waktu lama, karena Zein langsung menghubungi kepala kepolisian yang pastinya akan menghubungi kantor polisi yang terdekat dengan posisi kejadian.


Zein mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya masuk ke dalam mobil. Dengan kecepatan tinggi, Zein melajukan mobilnya menuju klinik atau pun rumah sakit terdekat.


Gadis itu banyak mengeluarkan darah. Kebetulan Zein memiliki darah yang sama dengan gadis itu, pria itu pun bersedia untuk mendonorkan darahnya.


Zein menutup matanya, mengingat kepergian Kayla tanpa dirinya. Saat ini pasti Kayla berpikir jika Zein benar-benar tak peduli dengan kepergiannya.


"Keluarga pasien?" panggil perawat.


Zein membuka matanya dan berdiri. "Ya,"


"Pasien sudah melewati masa kritisnya, tinggal tunggu kesadarannya saja."


"Baik sus, terima kasih."


Zein mengusap wajahnya, dia meraih ponselnya.


"Akkh, kenapa harus habis baterai sih," gerutu Zein.


Zein kembali mengumpat saat melupakan charger ponselnya di kantor.


Zein melangkah menuju meja perawat untuk meminjamkan charger ponselnya.


"Maaf, apa saya bisa pinjam charger ponsel?" tanya Zein.


"Merk apa, Pak, ponselnya," tanya salah satu perawat.


Zein mengucapkan terima kasih dan kembali ke ruang perawatan pasien. Pria itu menatap wajah pucat dari gadis yang dia selamatkan tadi. Zein kembali menghela napasnya kasar, seharusnya saat ini dia sudah berada di dalam pesawat bersama Kayla.


Tak ada identitas yang bisa Zein temui dari gadis itu, terpaksalah dia yang menemani gadis yang tak di kenalnya itu.


Setelah sholat subuh, Zein mencari sarapan untuk dirinya. Untungnya di dekat klinik ini ada yang menjual lontong, jadi, Zein tak akan kelaparan lagi pagi ini. Perutnya sudah keroncongan dari tadi malam.


"Kamu sudah sadar?" tanya Zein saat baru saja masuk ke dalam ruang rawat instalasi gawat darurat yang ada di klinik.


"Ke-kenapa Tuan di sini? Kenapa Tuan selamatin aku?" lirih gadis itu dengan mata yang berkaca-kaca.


Zein menghela napasnya pelan. Dugaannya ternyata benar, gadis di hadapannya ini ternyata berniat untuk bunuh diri.


"Dengar, saya bisa melaporkan kamu atas tindakan merugikan orang lain," ancam Zein saat gadis itu mulai meneriakinya dengan histeris dan mencoba untuk melepaskan infus yang terpasang.


Gadis itu langsung terdiam dengan napasnya memburu. Zein perlahan melepaskan pegangannya pada tubuh gadis itu dengan perlahan.


"Hiks, seharusnya Tuan tidak menyelamatkan saya. Seharusnya Tuan membiarkan saya mati. Hiks ... hidup saya gak berarti apa-apa. semuanya udah hancur.. hiks .. masa depan saya hancur, semuanya hancur... hiks..."


Zein mendengarkan semua keluh kesah gadis itu, hingga akhirnya gadis itu tertidur dengan mata yang basah dan sembab.


Akhirnya ponsel Zein aktif kembali, seorang perawat memberitahu jika salah satu dokter memiliki charger ponsel yang tipenya sama dengan Zein. Bahkan, perawat tersebut berbaik hati untuk meminjamkannya dan memberikannya kepada Zein.


Zein mengutak-atik ponselnya dan memberitahu kepada asistennya di mana keberadaannya saat ini.


"Kamu sudah bangun?" tanya Zein saat melihat gadis itu membuka matanya kembali.

__ADS_1


"Kenapa Tuan masih di sini?" lirih gadis itu.


"Karena saya yang bertanggung jawab atas kamu untuk saat ini. Nama kamu siapa? apa ada orang yang bisa saya hubungi? Orang tua kamu mungkin? atau Wali kamu?"


Gadis itu membuang pandangannya ke arah lain. Tanpa gadis itu berbicara pun, Zein sudha bisa menebak jika gadis yang tengah terbaring itu memiliki masalah dengan keluarganya. Bahkan mungkin, sumber masalahnya adalah keluarganya sendiri.


"Saya gak punya keluarga." jawab gadis itu akhirnya.


Zein hanya menatap gadis itu dengan meneliti ekspresi wajahnya. Terlihat ada guratan kekesalan dan juga kemarahan di sana saat Zein menyinggung tentang keluarga.


Baiklah, Zein akan menyuruh orang untuk mencari tahunya.


"Bos," panggil asisten Zein.


Zein berdiri dan menghampiri asistennya itu. "Awasi gadis itu," titah Zein sebelum meninggalkan klinik tersebut.


Gadis itu terbangun dan tak menemukan Zein di sebelahnya. Bolehkah dia kecewa?


"Apa Anda menginginkan sesuatu, Nona?" tanya asisten Zein.


"Kamu siapa?" tanya gadis itu dengan takut.


"Saya asisten Tuan Zein."


"Tuan Zein? Ah, jadi pria itu bernama Zein?" tanya gadis itu.


asisten Zein hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan gadis itu.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Zein kembali ke klinik untuk melihat kondisi gadis yang belum di ketahui namanya.


"Tuan kembali?" tanya gadis itu dengan bingung.


"Kenapa? Kamu butuh sesuatu?"


Gadis itu menggeleng dengan mata yang berkaca-kaca. "Saya pikir, Tuan juga akan meninggalkan saya, seperti mereka." lirih gadis itu dengan air mata yang mengalir.


Zein mendekat, "Kamu bisa cerita dengan saya, apa yang terjadi. Mana tau saya bisa membantu masalah kamu," ujar Zein yang sebenarnya udah tau apa yang terjadi dengan gadis itu. Tak sulit bagi Zein untuk mencari informasi tentang gadis itu.


"Sa-saya..."


"Pertama, kamu harus perkenalkan nama kami. Ah ya, nama saya Zein, kamu?" Zein mengulurkan tangannya.


Gadis itu menatap uluran tangan Zien, perlahan tangannya bergerak untuk menyambut uluran tangan pria itu.


"Kayla ..."


** Yukk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


Salam SULTAN KHILAF


__ADS_2