KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 48 ' Surat Dari Ibu'


__ADS_3

Mami Shella benar-benar tidak habis pikir. Dalam sehari Kesya mendapatkan dua lamaran. Dan Lamaran tersebut datang di saat yang bersamaan.


FLASHBACK ON


" Assalamualaikum, Hellooo calon mertuanya adik ku" Teriak Tante Mega yang masuk menyelonong ke rumah Mami Shella


" Walaikum salam, Aduh mbak Mega ini. Teriak-teriak kayak di hutan aja" Gurau Mami Shella.


" Ada kabar gembira, Tadi Papi telpon. Katanya malam Minggu kami sekeluarga mau datang buat lamar Kesya." Ucap Tante Mega dengan girang.


" Yang bener? Alhamdulillah.. Baiklah, makanan kesukaan Tuan Farel apa?" Tanya Mami Shella.


Dan pembicaraan mereka pun berlanjut untuk persiapan menyambut kedatangan keluarga Tuan Farel.


Krriiing... kriing.. kriing..


Ponsel Mami Shella berbunyi dan menampilkan nama Lola.


" Jadul banget nada deringnya?" Canda Tante Mega yang di sambut cengiran oleh Mami Shella.


" Assalamualaikum Mbak."


"........"


" Hah? yang bener mbak?"


"......."


" Aduh, gimana ya mbak, masalahnya hari itu Kesya juga mendapatkan lamaran."


" ........."


" Iya mbak, yang lamar itu anak dari Keluarga Moza"


"........."


" Oh gitu ya mbak. hmm"


"......."


" Ya udah dech Mbak, brarti semua keputusan saya serahkan kepada Key ya mbak. Dan Apapun keputusan Kesya, jangan ada perseteruan ataupun salah faham ya mbak di antara persaudaraan kita yang terjalin."


" ......"


" baiklah mbak kalo begitu, sampai jumpa malam Minggu ya mbak"


"......."


" Walaikumsalam"


Mami Shella pun mematikan panggilannya. Dan menghela napas berat.

__ADS_1


" Kenapa?" Tanya Tante Mega.


" Kesya dapat lamaran lagi. Dan Malam Minggu ini mereka juga akan datang. "


" Loh, bentrok dong sama lamaran Arka."


" Katanya biarkan Kesya memilih antara Dilan dan Arka." Ucap Mami Shella frustasi.


" Hmm., semoga Kesya memilih Arka ya." Doa Tante Mega.


" Aku sih ngarepnya gitu Mbak, Tapi semua tergantung Kesya."


Mami Shella dan Tante Mega pun berpelukan. Saling memberikan dukungan.


FLASHBACK OFF


" Assalamualaikum" Ucap Kesya dan Arka bersamaan.


" Walaikumsalam salam " Ucap Mami Shella yang sedang termenung di teras rumah.


" Mami kenapa? Kok melamun?" Tanya Kesya khawatir.


" Hmm, Kamu dapat lamaran dari 2 pangeran." Ucap Mami Shella tabu.


" Hah? Maksud Mami?"


" Malam Minggu ini akan ada 2 keluarga yang akan datang melamar mu. Yang pertama dari Arka, dan yang kedua dari Dilan." Ucap Mami Shella.


Kemudian Mami Shella tersadar dengan ucapannya. Dia merasa tidak enak dengan Arka.


" Key " Panggil Mami Shella.


Saat ini Kesya sedang berada di kamarnya, menonton film dari negeri yang sering di panggil Oppa-Oppa.


" Ya Mi" Ucap Kesya dan mem-pause laptopnya.


" Kamu kenapa gak bilang kalo kemarin malam Dilan melamar mu?"


Kesya menghela napasnya. " Kesya lupa Mi. Maafin Kesya ya"


" Hmm, jadi sekarang gimana? Kamu sudah tanya sama hati kamu ingin memilih siapa?" Tanya Mami Shella hati-hati.


" Kesya bingung Mi. Satu sisi Kesya teringat dulu saat SD ingin menjadi istri dari Mas Dilan jika sudah dewasa, dan seperti mimpi, keinginan itu seperti akan terwujud."


" Kamu cinta dengan Dilan?"


Kesya terdiam, kemudian menggelengkan kepalanya.


" Bagaimana dengan Arka?"


" Kesya gak tau Mi. Perasaan Kesya ke Om Arka itu rumit. Satu sisi Kesya merasa tidak nyaman di dekatnya, tapi.. Ah gak tau lah Mi. Kesya gak tau. Menurut Mami, Kesya harus pilih siapa?" Tanya Kesya.

__ADS_1


Mami Shella tersenyum, dan kemudian memberikan sepucuk surat kepada Kesya. Kesya menatap surat tersebut. Dari warna kertasnya terlihat sudah usang dan menguning. Surat itu pasti sudah sangat lama, dan Kesya yakin jika surat itu adalah surat dari ibunya.


" Ini surat terakhir dari Ibu kamu. Ibu mu menyuruh Mami memberikannya di saat kamu sudah beranjak dewasa dan akan memilih pasangan hidup mu. Sebenarnya Mami ingin memberikan surat ini saat kamu dengan Almarhum Rian dulu. Tapi entah kenapa Mami lupa. Dan ini adalah saat yang tepat Mami memberikan surat ini. Kamu baca, dan cari jawaban di setiap pertanyaan mu. Mami yakin, kamu akan memilih yang terbaik untuk mu. Dan apapun oilihanmu, Mami akan selalu mendukung Mu." Tutur Mami Shella.


Mami Shella pun pergi meninggalkan Kesya dengan sepucuk surat pemberian Alhamrhumah ibunya.


Kesya menatap surat itu. Dan dengan berdebar Kesya mengambil dan membuka surat itu dengan perlahan.


Assalamualaikum Kesya anakku.


Ini adalah surat Ibu yang terakhir. Surat ini kamu baca pada saat kamu akan menemukan pendamping hidupmu.


Ibu tidak bisa menemanimu, tapi ibu berharap surat-suray dari ibu selalu membuat mu tidak merasakan kekurangan kasih sayang dari ibu.


Kesya, Ibu sangat menyayangi mu. Dan disini ibu ingin berpesan kepadamu. Jika kamu menemui seorang pria yang akan menjadi pendamping hidupmu, maka cari lah seorang pria yang cintanya melebihi cinta mu. Pria Yang selalu memaksa dirinya untuk selalu hadir di setiap hari mu. Dan pria yang bisa menjagamu dengan segenap jiwa dan raganya.


Carilah pria yang menyayangi ibunya, adik perempuannya, atau kakak perempuannya. Maka pria itu pasti akan menyayangi mu dan tidak akan menyakitimu.


Hai, apa kau ada merasakan debaran jantung yang ingin meledakkan seluruh organ tubuhmu. Mungkin saja kamu jatuh cinta dengannya.


Kesya, Jika kamu bimbang dengan pilihan mu. Coba lah kamu menyebutkan namanya, dan tutup matamu. Jika wajahnya hadir di hadapanmu, maka dia adalah pilihan hati mu.


Pesan ibu, Carilah Pria yang cintanya melebihi cinta mu. Karena pria itu akan selalu membuat mu bahagia.


Kecup hangat dari ibu,


Ibu sangat menyayangi mu.


Ibu mu


Kesya menangis setelah membaca surat dari ibunya. Kesya memeluk surat tersebut seakan Kesya memeluk ibunya. Setelah merasa sedikit tenang, Kesya membaca surah Al-fatihah, kemudian membaca surat Yasin yang sudah di hapalnya di luar kepala. Kesya berdoa agar Allah mengampuni dosa-dosa ibunya, dan menemoatkan ibunya di surganya Allah.


Kesya tertidur dengan memeluk surat dari ibu nya. Hingga dia terbangun dan melihat sudah pukul 5 pagi. Kesya mengumpulkan arwahnya yang berkelana dalam mimpi. Setelah terkumpul, Kesya bangun dan membersihkan dirinya. Kesya merasa sakit badannya karena tertidur dalam keadaan duduk dengan kepala yang bertumpu di atas meja.


Setelah segar, Kesya turun dan mendapati Ayah Nazar sedang olahraga pagi. Kesya duduk di sofa sambil melihat Ayah Nazar senam. Udara pagi yang dingin dan segar, membuat Kesya menutup kembali matanya, dan tertidur di sofa.


" Ya ampun ni anak, masih gak berubah juga ya. Jika kepala sudah kenak bantal, langsung deh terlelap" gumam Daddy Roy yang di sambut tawa oleh Ayah Nazar.


.


.


.


.


.


.


Hai readers..

__ADS_1


LIKE + VOTE + RATE + KOMENTARNYA YAA..


SALAN HANGAT SELALU DARI AUTHOR.


__ADS_2