KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 92


__ADS_3

Riki


"Brengsek. Ternyata mereka tak bisa di anggap remeh." Ujar Riki sambil menatap tajam ke arah jendela.


"Maf Bos, dua wanita itu sangat cerdik. Mereka juga sangat susah di taklukkan."


Riki penasaran dengan dua wanita yang di katakan oleh anak buahnya. Riki tersenyum dengan smrik iblis nya. Sepertinya dia memilki target baru.


Nafi sudah lagi tak bersegel, jadi Riki sepetinya akan merubah targetnya. Dokter itu benar-benar sangat cantik dan juga berprestasi. Dan dua wanita yang di katakan oleh anak buah nya, siapa mereka?


Riki tertantang untuk mengetahui siapa dua wanita yang jago bela diri tersebut.


"Aku akan mencari tahu sendiri tentang dua wanita itu. Aku ingin melihat, secantik apa mereka? apa mereka pantas untuk aku jadikan bidadari-bidadari ku! " Gumam Fatih sambil menatap lurus ke luasnya pemandangan Yang ada di luar jendela.


*


Raysa dan Desi sedang memikirkan sesuatu, kemudian mereka saling pandang dan seolah berbicara melalui matanya.


"Apa yang kamu fikirkan?" Tanya Raysa.


"Aku rasa fikiran kita sama."


Raysa dan Desi tersenyum. "Haruskah kita mengatakan kepada Daddy?" Tanya Raysa.


Ia tak ingin membuat keluarga nya merasa takut dan kecewa kepada nya.


"Aku rasa itu bukan ide buruk. Lagi pula, kita harus menyiapkan plan C."


"Kamu sudah menyiapkan plan B?" Tanya Raysa terkejut dan di angguki oleh Desi.


"Waah, luar biasa." ujar Raysa sambil bertepuk tangan.


Raysa dan Desi pun menemui Daddy Bara tanpa satu orang pun yang curiga dengan apa yang ingin di katakan oleh mereka berdua.


Daddy Bara menatap kedua putri nya itu dengan rasa tak percaya dan kekhawatiran yang mendalam.


"Kalian yakin?"


"Ya Dad, ini salah satu jalan terbaik."


"Bagaimana jika kalian gagal."


"Desi sudah menyiapkan plan B Dad, tinggal Daddy yang membantu Desi mencari plan C."


Daddy Bara menganggukkan kepalanya, Desi memang luar biasa jika menyangkut masalah misi penyelamatan. Ia selalu memikirkan segala rencana dengan plan A dan B, kemudian mencari kemungkinan jika segalanya gagal, dan harus berlari ke plan C. Begitu lah pemikiran Desi. Berbeda dengan Dedi yang lebih memiliki kepintaran dalam bidang pembelajaran.


"Hmm ... Baiklah, tapi kalian harus berjanji, jika kalian harus tetap baik-baim saja dan tidak terluka sama sekali."


"Tentu Dad." Jawab Desi dan Raysa bersamaan.


Daddy Bara menghela napasnya sekali lagi. Plan C yang di usulkan oleh Desi sangatlah membahayakan dirinya. Bisa jadi, nyawa taruhannya. Namun, ini bukan ide yang buruk, Daddy bara yakin, Desi dan Raysa pasti bisa menjaga dirinya. Semoga saja.


*


"Mas," Kesya memangil Daddy Bara yang tengah memandangi Nafi dan Anggel dari luar kamarnya.


"Kenapa Key?"


"Key ingin bertemu Jamal, bisakah Mas membantu ku?"


"Apa Arka tau?"

__ADS_1


Mama Kesya menggelengkan kepalanya, Daddy bara menghela napasnya pelan.


"Maaf Key, Mas tidak bisa membantu. Saat ini keadaan sedang genting. Kamu tau siapa Yang sedang kita hadapi sekarang kan?"


Mama Kesya menganggukan kepalanya, namun perasaannya semakin tidak enak jika tak menjelaskan semuanya secara langsung kepada Jamal alias Robert.


"Kamu jangan pernah menemui nya tanpa seijin Mas ataupun Arka, mengerti?"


"Iya Mas, Key mengerti."


Mama Kesya kembali masuk kedalam kamar inap Anggel dan Nafi.


"Kesya kenapa Mas?" Tanya Bunda Sasa yang sempat mendengar percakapan mereka sekilas.


"Kesya ingin menemui Jamal dan membahas semua kesalahpahaman ini."


"Hmm, waktu nya sangat tidak tepat."


"Mungil sayang, kamu bisa kan tolong awasi Kesya? Kamu tau sendiri, terkadang Kesya suka nekad."


"Iya mas, pasti."


"Mungil sayang, Eeng.."


"Kenapa Mas?" Bunda Sasa menatap suaminya yang tinggi tegap itu.


"Enng, mungkin akan terjadi tembakan lagi seperti kemarin. Kamu gak papa kan?" Tanya Daddy Bara dengan sendu.


Bunda Sasa tersenyum, kemudian ia menganggukkan kepala. Bunda Sasa mendekat ke arah Daddy Bara. Memeluk beruang madu nya penuh cinta.


"Aku gak papa Mas, Lagi pula, ada kamu, Raysa, dan Ibra di sini. Mereka pasti akan melindungi aku jika terjadi sesuatu dengan ku. Terutama kamu." Ujar Bunda Sasa di dalam pelukan Daddy Bara.


Daddy Bara tersenyum dan membalas pelukan Bunda Sasa. Bahkan Daddy Barang juga mengecup pucuk kepala Bunda Sasa.


"Maaf Pak, Lapor." Ujar Seorang perwira polisi dengan memberi hormat kemudian berbalik badan.


Daddy Bara dan Bunda Sasa pun merelaikan pelukannya.


"Ya, katakan."


Polisi tersebut kembali berbalik dengan sikap PBB nya.


"Tuan Jamal dan Nyonya Arumi kembali berdebat. Dan saat ini Tuan Jamal ingin bertemu dengan Nyonya Arka dan juga Nona Quin. Laporan selesai."


"Kamu boleh pergi."


"Siap Pak." Ujar Polisi tersebut sambil memberi hormat dan berbalik.


Daddy Bara menghela napasnya, sepertinya tidak ada cara lain selain menyelesaikan dulu masalah tentang Jamal.


Daddy Bara pun menghubungi Papa Arka yang sedang mengurus pekerjaannya. Terdengar nada sambung, hingga suara Papa Arka pun mengucap salam.


"Ar, ada yang harus aku omongin. Tentang Kesya, Jamal, dan Quin. "


*


Quin yang tadi sudah bersiap untuk pergi bersama Abi secara diam-diam pun mengurungkan niatnya. Quin juga untuk. masalah ini selesai secara baik-baik, dan tak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi.


"Kamu udah siap sayang buat jelasin semuanya dengan Jamal?" Tanya Papa Arka kepada Mama Kesya.


"Iya Mas, aku gak mau dendam yang ada di hati Jamal semakin tersulut."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Tapi kamu jangan mendekat dengannya. Aku gak mau Dia melukai kamu."


"Iya Mas, aku akan selalu ada di dekat kamu."


Papa Arka menganggukkan kepalanya dan menggenggam jari jemari Mama Kesya dengan sayang.


Abi menundukkan sedikit tubuhnya, agar bisa berbisik di telinga Quin.


"Kamu juga, jangan melepaskan tanganku."


Quin merinding mendengar suara Abi, sehingga membuat jantungnya berdegup dengan kencang. Quin menolehkan kepalanya untuk melihat Abi, namun yang terjadi adalah Bibir Quin menempel sempurna di bibir Abi.


Kedua terdiam, terkejut dengan apa yang terjadi saat ini. Namun, kedua nya seolah tak bisa bergerak dan memisahkan tubuh mereka.


"Ekheemm.."


Deheman dari Papa Arka pun menyadarkan Abi dan Quin. Wajah Quin langsung memerah karena malu, sedangkan Abi menggaruk alisnya yang tak gatal.


"Gak sengaja Pa." Ujar Abi sambil tersenyum.


"Hmm, bisa aja kamu ambil kesempatan dalam kesempitan." Ujar Papa Arka.


"Kayak yang bilangnya gak pernah aja." Gumam Mama Kesya yang hanya di dengar oleh Papa Arka.


Papa Arka kembali berdehem dan berbisik ke Mama Kesya.


"Itu beda Ma."


"Sama aja. Menantu dan mertua sama-sama maksa minta kawinnya."


"Aku gak maksa kok. Kan kamu yang pilih aku."


"Maksa, Maksa banget malahan. Pake acara bersekutu dengan Mami lagi."


"Yang penting kamu milih aku, dan itu artinya kamu juga cinta sama aku dulu."


"Ya-ya itu karena dulu aku .. Akh, sudah lah. Nyebelin banget kamu." Rajuk Mama Kesya.


Papa Arka tersenyum, setidaknya rasa takutnya sedikit berkurang dengan menggoda istri tercinta nya, pujaan hati nya, kekasih halal nya itu.


Seorang pengawal masuk dan memberikan kabar jika Jamal dan Arumi sudah menunggu kedatangan Mama Kesya dan Quin.


Mama Kesya dan Quin serentak menarik napasnya dan menghela nya secara perlahan.


"Aku di sini, kamu harus ingat. Jangan pernah lepas tangan aku." Bisik Abi lagi.


"Iya.." Jantung Quin masih belum berhenti berdetak cepat.


Ciumannya dengan Abi tadi seolah mengantarkan gelenyar aneh di hati nya. Seolah ada sesuatu yang ingin meledak dan membuncah dari dalam hati. Apa Quin mulai menyukai Abi?


Sepanjang perjalanan, tangan Abi menggenggam jari jemari Quin. Dan Quin merasa aman dan nyaman akan hal itu, namun masih ada yang Quin takuti. Quin takut, jika dirinya membalas genggaman tangan Abi, Quin takut jika Abi bisa saja melepaskan genggaman tangannya yang sudah Quin genggam. Quin takut, bukan Quin tak percaya dengan cinta nya Abi. Quin mulai percaya, namun Quinbfak percaya dengan dirinya sendiri. Quin takut jika Abi akan meninggalkannya dan kembali berpaling ke Anita.


Quin takut jika hati nya harus kembali sakit. Karena jika Quin sudah menyerahkan hati nya, maka Quin akan mencintainya dengan sepenuh hati.


Yuukkk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁

__ADS_1


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF.


__ADS_2