
" gak ah, gak enak dengan yang lain. key keluar sebentar yaa.. mau beli roti di kios depan aja" ucap Kesya yang mendapat anggukan oleh Royp
Kesya membeli beberapa roti dan memakannya langsung di kios tersebut. kebetulan di depan kios tersedia bangku.
" mbak key kayanya belum sarapan ya??" tanya ibu ibu penjaga warung yang sudah kenal dengan kesya.
" iya Bu, tadi di rumah gak sempat makan karena buru bur kesini. katanya mau datang big boss. trus sarapan bareng dengan dia" jelas Kesya.
" OOO, tapi tadi ibu liat ada mobil bagus masuk kedalam deh.. mungkin big bos nya sudah datang!!" ucap Bu Neneng si pemilik warung tersebut.
Kesya berdiri dan melihat kearah gedung radionya. dan bergegas menghabiskan rotinya. kemudian dia bergegas berlari menuju gedung radionya.
terlihat orang orang sedang tertawa. bahkan ada yang berwajah memerah dan tersenyum jaim, termasuk beti. Kesya langsung masuk diam diam dan menyelinap di belakang beti.
" key " panggil Roy
Kesya yang tadinya berusaha memakai jurus ninja nya akhirnya ketauan deng mas Daddy Roy nya. dengan perlahan dan wajah tertunduk Kesya menghampiri Roy. dan berdiri didepan Roy.
" key, ini big boss kita. pak Arka" ucap Roy
Kesya melihat kearh yang pria berbadan tinggi besar yang berada didepannya saat ini dengan smrik yang sangat menggoda wanita yang ada di sekelilingnya. termasuk beti. mungkin kalau mereka es, udah pada meleleh kali yaa..
" hai " ucap Arka yang mengulurkan tangannya
dengan berat hati Kesya menyambut dan menjabat tangan arka. " selamat datang pak" ucap Kesya lemas.
"kamu sakit?" tanya Arka.
__ADS_1
Kesya yang melihat tatapan membunuh dari teman wanitanya pun langsung memasang mimik wajah berseri. terutama tatapn beti yang kesal dengan Kesya seakan mencari perhatian dan langsung tepat sasaran.
"ha ha ha ha.. saya memang begini pak orangnya. saya sehat. sehat banget malah. Sampek cacing di perut saya pun ikut senam Sakin sehatnya." ucap Kesya yang tiba tiba terdengar kesan jutek.
Roy yang tau kalau Kesya, penyiar kesayangannya itu kelaparan pun langsung menyuruh semuanya untuk makan. Kesya permisi menjauh dari Roy dan arka. dan Kesya mendekati beti.
"doyan sama yang ganteng juga buk??" bisik beti dengan nada kesalnya. pasalnya sewaktu di parkiran Kesya terlihat cuek dan tidak peduli saat beti mengatakan big bossnya ganteng.
Kesya hanya memasukkan penuh makanan kemulutnya dan mengunyahnya sambil tersenyum kepada beti. dan jika sudah begitu beti mengerti bahwa Kesya tidak tertarik. karena jika Kesya tertarik maka di akan jaim, tidak rakus dan memasukkan semua makanan kedalam mulutnya.
" enak sekali kue ini, di mana pesannya??" tanya Arka kepada Roy
" oh, itu kue buatan Kesya. memang terkenal enak. makanya saya asingkan kue itu untuk mu Ar, jadi kamu tetap kebagian. lihat saja, hanya kue buatan Kesya yang jadi sasaran utama mereka" ucap Roy dengan bangga dan memuja
" ingat istri lagi bunting di rumah" bisik Arka
Arka mengerutkan keningnya.
" dia penyiar paling populer. walaupun jadwalnya sudah dikurangi. tapi fans nya semakin bertambah. malah ada yang kakek kakek" ucap Roy yang membisikkan kata terakhirnya.
Arka tertegun mendengarnya. dan menatap Kesya yang makan tanpa malu malu dan mulutnya penuh dengan makanan hingga pipinya menggembung. sudut bibir Arka pun terangkat melihat Kesya yang berbeda dari yang lain. yang makan dengan pelan dan anggun. sedangkan dia tidak peduli bahwa ada pria tampan yang sedang memperhatikannya.
waktu sudah menunjukkan pukul 12, Arka memang sengaja meluangkan setengah hari ya di radio. agar bisa lebih akrab dengan orang orang yang berada disini. semua penyiar wanita bertubi tubi mencari perhatian Arka, tapi mata Arka hanya tertuju kepada Kesya yang dari tadi asik mengunyah dan seperti sedang mengadakan acara kuliner yang mencicipi semua makanan yang berada di atas meja.
Roy mengajak Arka masuk kedalam ruangannya. untuk berbicara tentang perkembangan radio yang selama ini dinoimoin olehnya. Arka memang big boss di sini, tapi dia tidak mengerti tentang dunia penyiaran. dia sudah berteman dengan Roy sejak dirinya SMA. Roy bisa masuk ke sekolah elite karena beasiswa yang didapatnya. dan beruntungnya dia dapat berteman dengan Arka yang terkenal sulit untuk di dekati.
awalnya mereka berteman saat di perpustakaan. Roy duduk di sebuah rak buku yang sedang di bacanya. kemudian Arka datang dan memarahi Roy yang menyeramkan buku di lantai.
__ADS_1
Roy meminta maaf kepada Arka, dan membereskan bukunya. lalu Roy langsung beranjak pergi dari hadapan Arka. Arka merasa seperti tidak asing dengan wajah Roy. Arka pun mengikuti Roy yang sedang duduk di dengan tumpukan buku di atas meja.
Roy yang mengetahui Arka duduk di depannya langsung berdiri. dan membungkukjan badannya untuk pamit dan pergi. tapi Arka menahannya. Arka sekarang tau siapa Roy. pria kutu buku yang selalu mendapatkan bully dari temannya. karena Roy bukan dari kalangan berada. dan terkadang baju yang di kenakan Roy pun sudah supak atau usang. itulah yang membuat Roy menjadi bahan Bullyan dari teman temannya.
Arka mencoba berteman dengannya, karena menurut arka dia anak yang baik. dan terbukti. Roy memang bisa di percaya dan di andalkan oleh Arka. kehiduoan Roy banyak terbantu dengan keberadaan Arka. maka sejak dari itu Roy merasa berhutang Budi kepada Arka
" jadi bro, gmn?? " ucap Roy yang sudah panjang lebar menjelaskan tentang grafik radionya.
Arka mengangguk setuju. karena dia percaya sepenuhnya dengan Roy.
" Roy, gue mau pesan kue yang tadi dong"
Roy yang terkejut dengan perkataan Arka tersedak dengan minuman yang tadinya sedang di minumnya. ada gelagak aneh yang terpancar dari wajah Arka saat ingin memesan kue buatan Kesya. dan sepertinya dugaan Roy benar.
" Lo mau pesan kue, emang karena suka dengan kuenya atau suka dengan Kesya??" tanya Roy dan binggo.. wajah Arka yang tidak pernah tersipu malu pun terlihat seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta. ini pertama kalinya Roy melihat Arka seperti itu.
" eemm, yaa kuenya lah" ucap Arka malu
" hmm, Iya nanti gue bilang sama dia. dan biar gue yang antar kue nya ke kantor Lo " ucap Roy yang sedikit menjebak arka
" kenapa bukan Kesya yang mengantarnya?? biarkan Kesya yang mengantarnya ke kantor gue" ucap Arka dengan nada merajuk.
binggo, jebakan roy berhasil. dan memang Arka tertarik dengan Kesya.
" oke, nanti gue bilang ke dia. emm, gak sekalian cake red Velvet??" pancing Roy
" oke, suruh dia buat yang spesial" ucap Arka yang memang sudah ketahuan basah dengan Roy bahwa dia tertarik dengan Kesya.
__ADS_1