KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 98 " Film India"


__ADS_3

Sudah 1 Minggu semenjak kepergian Gilang ke London, yang katanya menjemput sang calon istri. Akhirnya Gilang kembali ke tanah air.


" Mana? " tanya Kesya saat Gilang baru sampai di toko.


Kesya dan Gilang janjian bertemu di toko, karena Kesya meminta tolong kepada Gilang untuk memilihkan furniture yang cocok untuk desain yang di milikinya. Sebenarnya Arka sudah menawarkan diri untuk membantu Kesya memilih, tetapi Kesya menolaknya dengan alasan Gilang lebih paham dengan konsep desainnya.


" Ada di rumahnya, katanya sih dia mau mau ngomong dulu ke keluarganya." ujar Gilang.


" Iih, penasaran deh. Ada fotonya gak?"


" Segitu penasarannya? Ya udah deh, aku tunjukkin. Buat bumil apa sih yang gak"


Gilang mengambil ponselnya yang berada di saku celana, dan membuka galeri ponsel.


" Ini"


Mata Kesya berbinar melihat wajah calon istri Gilang.


" Sial banget dia dapet Lo. Ha..ha..ha"


"CK, namanya juga jodoh"


" Jodoh yang di paksa"


Tawa pun terdengar diruangan tersebut. Setelah membantu Kesya memilih barang yang berada di dalam majalah dan aplikasi, Gilang dan Kesya pun berpisah. Gilang menuju kantornya, dan Kesya menuju kantor sang suami.


" Bang Duda, singgah ke tempat orang jual batagor yaa berada di simpang jalan Agung itu yaa"


" Siap Non"


Duda pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Ciiittt...


Jodi langsung keluar dari mobil saat mobil yang mereka tumpangi sudah berenti. Duda langsung mengunci pintu mobil.


" Nona gak pa-pa?" Tanya Duda Khawatir.


" Iyaa, gak pa-pa" Ujar Kesya sambil memegang jantunh dan perutnya.


Terlihat Jodi sedang berdebat dengan pengendara motor yang menyerempet mobil yang di kendarai kesya, yang akhirnya terjadi baku hantam oleh Jodi dan 2 orang si pengendara motor.


Jodi yang memang jago bela diri pun mengalahkan 2 pengendara motor yang di duga preman bayaran. Setelah mengikat 2 si oengendara motor tersebut, Jodi mengisyaratkan kepada Duda untuk mengantar Kesya ke langsung ke kantor Arka. Sebelumnya Duda sudah menelpon bantuan saat Jodi sedang berdebat dengan pengendara motor tersebut.


Duda langsunb saja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dan menuju kantor Arka. Sesampainya di kantor, Kesya langsung di sambut oleh 2 orang pra berbadan besar.


Saat Kesya memasuki lobi, Arka baru keluar dari lift, dan langsung mengejar Kesya.


" Kamu gak pa-pa kan sayang?" Tanya Arka khawatir.


" Iya Mas" Ujar Kesya dengan wajah yang masih pucat.


Arka langsung merangkul Kesya dan membawanya masuk ke ruangannya. Arka menyuruh Sarah membawakan teh hangat untuk Kesya. Kesya meminum teh tersebut dengan tangan yang masih bergetar.


Arka menggenggam tangan Kesya, dan memeluk Kesya. Tangis Kesya tiba-tiba langsung pecah, dan memeluk Arka dengan erat.


Arka membuat panggilan kepada Anggun, dan meminta jadwal konsultasi. Anggun langsung mengosongkan jadwalnya dan menunghu kedatangan Arka dan Kesya.


Setelah melihat Kesya tenang, Arka mengajak Kesya ke rumah sakit.

__ADS_1


"Mas, kita pulang aja yaa"


" Kita liat si adek dulu yaa, baru kita pulang. Mas gak mau terjadi apa-apa dengan kamu dan bayi kita"


Kesya mengeratkan pelukannya, saat ini mereka sudah berada di dalam mobil menuju rumah sakit. Pengawal yang di utus oleh Arka sudah siap berjaga di rumah sakit, saat mereka sampai, Kesya tercengang dengan banyaknya pengawal yang mengawasi mereka.


" Mas, kenapa banyak sekali pengawal?"


Arka hanya tersenyum kepada Kesya. Arka tidak ingin membuat Kesya khawatir dan memberitahukan kebenarannya kepada Kesya. Tadi saat Jodi menelpon Arka, di mana Arka masih memeluk Kesya, maksudnya Kesya yang tidak ingin melepaskan pelukannya dari Arka. Kesya sempat bertanya siapa pengendara motor tersebut. Arka hanya menjawab jika mereka adalah preman yang sedang mengincar mangsa untuk memeras. Padahal pengendara motor tersebut adalah suruhan dari kolega Arka yang sedang berebut tender dengannya. Itu adalah sebagai ancaman untuk arka Agar mengalah dalam tender tersebut.


Anggun menggerak-gerak akan alat kedokteran untuk melihat janin yang ada di dalam perut Kesya.


" Janinnya baik-baik aja. Tante gimana? Ada mual atau susah makan gitu?" Tanya Anggun.


" Alhamdulillah gak ada mbak, malahan napsu makannya semakin bertambah "


" Alhamdulillah. Semoga sehat terus ya Tante sampai lahiran." Ujar Anggun tulus.


Arka menyuruh Jodi untuk menebus obat, karena Arka ingin membawa Kesya segera sampai rumah.


Fadil sudah menunggu kedatangan Arka di rumah keluarga Moza. Dan saat ini Fadil sedang bercengkrama dengan Papi Farel.


"Hmm, Bimo memang terkenal sering bermain curang. Arka sebaiknya harus lebih ekstra hati-hati" Ujar Papi Farel.


" Iya Om, semua keputusan ada ditangan Arka, mau lanjut atau berhenti dengan tender ini."


Tak berapa lama suara Arka dan Kesya mengucapkan salam.


" Gimana sayang baby-nya?" Tanya Mami Laura.


" Alhamdulillah Mi, baik-baik aja"


" Alhamdulillah. Ya udah, kamu istirahat aja dulu yaa"


Setelah melihat Kesya selesai membersihkan diri, Arka pun mengantar Kesya ketempat Mami Laura, yang sedang menonton film India.


" Film apa Mi?" Tanya Kesya.


" Baghban."


Kesya pun memposisikan dudukklnya di samping Arka.


" Sayang, Mas ke ruang kerja ya" pamit Arka, Kesya pun menganggukkan kepalanya.


Kesya ikut tenggelam bersama Mami Laura menonton film India.


Setelah 2 jam Arka, Fadil, dan Papi Farel keluar dari ruang kerja.


"Hiks.. Hikss..Huaa... hiikkss..."


Arka yang mendengar suara tangis Kesya langsung berlari.


"Key, sayang kenapa?" Ujar Arka dan langsunh memeluk tubuh Kesya.


Arka menatap Mami Laura, seakan bertanya 'ada apa dengan Kesya'.


" Nonton film India, filmnya sedih, jadi nangis deh.. Hikss" Ujar Mami Laura yang juga ikut menangis saat menonton film tersebut.


Arka menghembuskan napasnya pelan. " Ya udah, kita naik keatas yuukk," Ajak Arka.

__ADS_1


"Hikks, gak mau.. Filmnya sedikit lagi habis.. Hiikss"


" Iya, tapi jangan nangis lagi yaa, "


" Hiikkss, ceritanya sedih."


Mau tak mau Arka mengikuti kemauan Kesya. Fadil yang melihat itu menggeleng-gelekan kepalanya. Melihat Arka yang sekarang sudah ikut duduk di samping Kesya dengan memeluk istrinya itu. Dan Papi Farel juga duduk di sebelah Mami Laura, ikut memeluk sang istri.


" Gue pulang ya Ar'


" Makan malam di sini dulu, baru pulang" Titah Papi farel.


Fadil tak bisa berkutik jika Papi Farel sudah bersuara.


" Tuan, Makan malam sudah siap" Ujar kepala Art.


" Kita makan dulu yuukk" Titah Papi Farel.


Dengan berat hati Kesya ikut menghentikan menonton filmnya.


" Mas, gak ada kerupuk yaa?" Tanya Kesya.


" Bik, Kerupuknya habis?" Tanya Kesya kepada kepala Art.


" Oh, masih ada Tuan. Sebentar saya ambil"


Mereka pun menikmati makan malam dengan khidmat. Fadil yang melihat cara Kesya mengidam sungguh tak habis fikir. Kesya makan setelah Arka memakan sesendok nasi kedalam mulutnya, dan kemudian piring tersebut langsung di berikan kepada Kesya. Dan Arka mengambil kembali nasi dan lauk untuk dia makan kembali.


'Memanh aneh kalo bumil lagi ngidam' Batin Fadil.


Arka menatap Fadil, seolah berkata ' Liat aja kalo binik Lo hamil, mudah-mudahan bikin Lo susah. Ha..ha..ha.'


Fadil seolah bisa membaca fikiran Arka, Fadil langsung saja menelan salivanya. Selesai makan, Kesya mengajak Mami Laura kembali melanjutkan menonton film India yang tadi.


Arka hanya menggaruk alisnya yang tidak gatal.


"Hiikkss... hiikkss... hiksss"


" sssttt, udah dong sayang. Jangan nangis lagi. Filmnya kan udah habis dari dua jam yang lalu."


" Hiikkss, sedih banget Mas. Aku tuh terbayang-bayang sama orang tuanya. Sayang banget. hiikkss.."


Arka menghembuskan napasnya pelan. Memeluk tubuh sang istri sambil berbaring di tempat tidur. Arka terus mengelus-ngelus punggung Kesya, memberikan ketenangan kepadanya.


Setelah 30 menit, Arka merasa napas Kesya sudah teratur. Akhirnya Arka bernapas lega. Sang istri tertidur juga, walaupun dengan mata sembab.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.

__ADS_1


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2