KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 177


__ADS_3

Kayla terkejut saat tiba-tiba tangannya kembali di tarik oleh seseorang saat dirinya ingin masuk ke toko tempatnya berlatih.


"Kak zein," ujar Kayla dengan terkejut saat melihat siapa pelaku yang menarik tangannya.


"Kita belum selesai." Zein menggenggam tangan kayla dan memaksanya untuk mengikuti langkahnya.


Zein membuka pintu mobil dan menyuruh Kayla masuk. Gadis itu pun menurut karena tak ingin memulai perdebatan lagi.


Zein sudah masuk kedalam mobil, tetapi tak ada pergerakan yang terlihat dari pria itu, untuk melajukan mobilnya atau pun membuka percakapan.


"Kakak mau ngomong apa lagi?" tanya Kayla yang sedari tadi menunggu Zein bersuara.


"Nunggu kamu kasih jawaban." Zein menatap tunangannya itu dengan satu tangan yang menggenggam setir.


"Jawaban apa lagi yang Kakak mau? Bukannya gak ada yang perlu aku jawab? Atau jawaban aku sebenarnya udah jelas. Aku lebih memilih impian aku," ujar Kayla dengan tegas.


Zein semakin menguatkan genggamannya pada kemudi setir, sehinga membuat jari-jarinya memutih.


"Kamu yakin, Ila?" tanya Zein dengan menahan amarahnya.


"Iya." jawab Kayla tanpa ragu.


"Apa karena pria itu?" ujar Zein denganenatap tajam Kayla.


"Apa menurut kakak begitu?" tanya Kayla balik.


"Entahlah, aku tidak tahu. Bisa jadi ya dan bisa jad tidak." Zein tersenyum miring. "Secara si brengsek itu juga berada dalam panggung yang sama dengan kamu."


Ya, tak perlu waktu lama untuk Zein mendapatkan informasi. Cukup menekan tombol di layar pipihnya dan menghubungi orang kepercayaannya.


Kayla mengernyitkan keningnya, gadis itu benar-benar tidak mengerti dengan apa yang Zein katakan.


"Ayolah, jangan pura-pura tidak tahu. Wahyu, si brengsek itu juga akan berada di Inggris dan melakukan konser yang sama dengan kamu, bahkan di panggung yang sama," pekik Zein dengan geram.


Kayla sampai terkejut dan menutup matanya. "Kakak bohongkan?" lirih Kayla setelah di landa beberapa menit keterkejutannya.


"Apa aku terlihat berbohong?" tanya Zein balik.


Kayla terlihat bepikir, kemudian dia meraih ponselnya. Kayla berdecak kesal saat melihat ponselnya tak memiliki baterai.


Kayla menoleh kearah ponsel yang Zein ulurkan kepada.


"Silahkan kamu cek sendiri," titah Zein masih dengan nadanya yang dingin.


Kayla meraih ponsel Zein dan membuka emailnya. Gadis itu mengecek daftar nama peserta dalam konsernya. Tak ada nama Wahyu tertera di sana. Kayla pun tersenyum miring.


"Lihat, tuduhan kakak tak beralasan sedikit pun," ujar Kayla dengan kesal sambil mengulurkan ponsel Zein.


Zein menatap nama-namq yang tertera di sana. Benar sekali, tak ada nama Wahyu di sana. Lalu? kenapa informannya mengatakan jika ada Wahyu?


"Apa lagi kali ini? Kakak mau tuduh aku apa? Selama ini bukannya kakak selalu percaya sama aku? Tapi kenapa sekarang kakak malah meragukan aku?" tanya Kayla dengan nada penuh kekecewaan.


Zein langsung menghubungi informannya untuk menanyakan kejelasan tentang informasi yang pria pria itu berikan.


"Apa kau ingin membohongi ku?" pekik Zein kepada orang yang berada di seberang panggilan.

__ADS_1


"Aku kasih kau waktu lima menit, jika tak bisa mendapatkan informasi yang akurat, aku tunggu surat pengunduran dirimu." Zein memutuskan panggilannya secara sepihak.


Tangannya yang masih menggenggam kemudi setir semakin terlihat putih, bahkan tulang dan urat-urat tangan Zein pun terlihat.


Hening, tak ada percakapan apapun antara Zein dan Kayla, hingga suara denting ponsel Zein mengambil atensi mereka masing-masing.


Zein membaca setiap katanyang tertulis di sana. Benar saja, tak ada nama Wahyu. Sepertinya ada yang ingin mengadu domba dirinya dan Kayla.


"Ila, Maafin Aku," ujar Zein setelah diam selama hampir 15 menit setelah menerima pesan dari informannya.


"Tak masalah, lagi pula wajar aja kalau kakak curiga sama aku," ujar Kayla tanpa ingin membalas tatapan mata Zein.


"Ila, maafin kakak."


*


Kayla masih merasa kesal dengan Zein. Apa dirinya tak bisa di percayai lagi saat ini?


"Kamu beneran akan berangkat lusa?" tanya Zein.


Saat ini mereka tengah makan malam bersama. Walau kesal, Kayla tetap menjaga komunikasinya dengan Zein.


"Hmm, aku udah bilang kan sama kakak?"


"Bagaimana dengan janji kita dengan kakek?" tanya Zein.


"Kakak yang berjanji, bukan aku."


"Ila__"


"Ilaa, kamu sadar dengan apa yang kamu katakan?" tanya Zein dengan nada dinginnya.


"Kak, Ila benar-benar capek. Sungguh!" lirih Kayla.


Hening, tak ada percakapan antara mereka berdua.


"Habiskan makananmu," ujar Zein dan kembali mencoba menelan makananya yang sebenarnya sudah tak ada lagi seleranya untuk makan.


*


Sepanjang perjalanan pulang, tak ada percakapan antara Kayla dan Zein hingga sampai tujuan mereka. Kedua insan itu Benar-benar masih dalam egonya masing-masing


Zein menahan tangan Kayla, saat tunangannya itu ingin membuka pintu mobil. Kayla menoleh kepada Zein.


"Berjanjilah, kamu akan melakukan yang terbaik untuk penampilanmu," lirih Zein akhirnya.


Kayla menggenggam tangan Zein yang sedang menggenggam tangannya.


"Terima kasih, Ila sayang kakak," Kayla pun menarik tubuh Zein dan memeluknya.


"Kakak besok ikut antar aku ke bandara ka" tanya Kayla yang masih memeluk Zein.


"Maaf, sepertinya kakak gak bisa antar kamu. Kakak ada rapat yang harus di hadiri,"


"Iya, gak papa. Ila ngerti kesibukan, kakak." Dalam hati, Kayla tahu jika Zein sengaja tak ingin mengantarnya karena merasa berat untuk membiarkannya pergi.

__ADS_1


Zein merelaikan pelukannya, Kayla pun terpaksa melepaskan pelukannya dari tubuh sang tunangan.


"Kamu harus kasih kabar, jaga diri baik-baik. Oke?" ujar Zein dan mengecup kening Kayla dengan lama.


"Hmm, kakak juga, jangan lupa makan, jaga kesehatan, jangan banyak bergadang."


Setelah mengucapkan kata-kata perpisahan, Kayla turun dari mobil dan masuk ke dalam perkarangan rumahnya.


*


"Gimana? Zein mau mengerti?" tanya Mama Rosa.


"Hmm, Kak akhirnya ngizinin Ila pergi, Ma."


Mama Rosa menghela napasnya berat, terlihat jelas sekali jika sang putri tengah bersedih saat ini, bahkan, bisa Mama Rosa lihat, sebenarnya ada keraguan dalam diri Kayla untuk pergi mengejar impiannya.


Mama Rosa kembali ingat saat kejadian di rumah Kakek Farel. Mama Rosa mendengar sendiri, apa yang di katakan oleh Oma Laura kepada Kayla.


Oma Laura mendengar perdebatan antara Kayla dan Zein, sehingga Oma Laura memanggil Kayla dan menyarankan kepada gadis itu untuk mengejar impiannya. Urusan kakek, biar menjadi urusan Oma Laura.


Oma Laura juga tak ingin pernikahan ini terjadi, jika Kayla merasa berat untuk menjalaninya. Cukup Mama Kesya yang di paksa menikah dengan Papa Arka, walaupun akhirnya benih-benih cinta tumbuh di antar mereka. Oma Laura tak ingin egois seperti dulu dan merebut impian Kayla, adik dari Mama Kesya.


*


Pagi ini terlihat sungguh cerah. Zein benar-benar tak mengantarkan Kayla pergi ke bandara.


"Kamu berantam sama kak Zein?" tanya Anggel yang ikut mengantarkan kepergian Kayla.


"Enggak, Kak Zein lagi ada kerjaa."


"Kay, gimana dengan permintaan kakek?" tanya Anggel lagi yang merasakan ada keanehan dengan kepergian Kayla tanpa Zein ikut mengantarnya.


"Semoga kakek sehat-sehat aja ya kak, hingga aku kembali. Aku janji, setelah konser ini, aku akan menikah dengan kak Zein, seperti permintaan Kakek."


"Kay, gak ada yang kamu sembunyikan dari aku kan? Beneran kan? Kamu lagi gak ada masalah kan dengan kak Zein?" tanya Anggel lagi.


Kayla tersenyum, "Aku sama kak Zein baik-baik aja, kamu tenang aja."


Setelah berpamitan dengan semua orang, Kayla pun pergi kembali menoleh ke arah belakang, memastikan jika Zein datang atau tidak. Kayla kembali tersenyum, senyum sedih yang mana ternyata Zein tak hadir untuk mengantar kepergiannya.


Di tempat lain, Zein menatap gedung-gedung tinggi yang berada di seberang kantornya. Berkali-kali Zein menghela napas kasarnya, mungkin jika sekali lagi Zein menghela napas kasar, bisa di pastikan jendela yang ada di hadapannya itu akan pecah.


"Maaf aku masuk tanpa izin?" ujar seseorang yang masuk ke ruangannya tanpa izin.


Zein membalikkan kursinya dan terkejut melihat siapa yang datang untuk menemuinya.


** Yukk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


Salam SULTAN KHILAF


__ADS_2