
Vina mendekati Kesya dan Arka, dan saat Kesya sadar akan kehadiran Vina, Kesya langsung memeluk vina.
Arka melihat isi kotak yang di pegang oleh pak Prapto, hanya bangkai tikus yang di tusuk dengan pisau, dan terdapat darah serta bau bangkai yang menyengat. Tidak ada tulisan atau inisial pengirim. Arka melihat ke arah rumah vano dari depan gerbang rumah kesya, dan terdapat kamera CCTV yang mengarah ke rumah Kesya. Arka langsung memeriksa CCTV tersebut.
Dirumah Kesya sudah terdapat vano dan Tante Mega yang khawatir dengan keadaan Kesya. Mami dan Daddy Kesya belum pulang, dan diperkirakan akan pulang larut malam.
" mas, aku tidur sini ya, temenin Kesya.. sayang dia kalau sendirian." ucap Vina yang meminta izin kepada suaminya.
" Jangan mbak, GK baik pengantin baru harus pisah ranjang dengan suaminya. Key GK papa kok" sarkah Kesya
" gak key, mbak gak tenang kalo kamu sendirian di rumah. apa lagi mami dan Daddy belum tw pulangnya jam brapa" ucap Vina
" Kamu tidur di rumah Tante aja ya key, biar lebih aman" tawar Tante Mega.
" gak usah tante, key di rumah aja. gak papa kok." ucap Kesya yang ingin menenangkan semua orang Yang ada di situ.
" ini bukan masalah takut gak takutnya loh key, ini masalah keamanan kamu, mbak GK mau si penjahat itu tau kamu sendirian di rumah, dan dia cari kesempatan ke kamu" ucap Vina yang sudah tersulut emosi karena takut terjadi apa apa dengan Kesya.
" iya, kamu tidur rumah Tante aja yaa sayang"
Kesya hanya pasrah mengikuti kemauan Tante Mega dan Vina, dia tidak ingin membuat orang yang di sayangnya menjadi khawatir dengan keadaannya. terlebih Vina yang sangat menyayanginya.
" Mbak, jangan bilang ke Daddy dan mami ya, nanti takutnya beliau khawatir, dan gak fokus di jalan. bilang aja aku nginap di rumah Tante Mega karena biar gak sendirian di rumah" ucap Kesya yang mendapat anggukan dari Vina.
Kesya saat ini sudah berada di dalam kamar tamu di rumah Tante Mega, dia juga sudah selesai solat isya. Namun dia masih belum bisa menutup matanya. Bayangan tikus mati itu masih terlintas di fikirannya. Kesya berencana keluar dan ingin meminta salah satu maid untuk menemaninya tidur.
Sesampainya di ruang keluarga, Kesya melihat Tante Mega masih asik dengan menonton drama Korea. Kesya pun memutuskan untuk menemani Tante Mega yang terlihat sendirian menonton drama tersebut.
" Tante, Kok sendirian??"
" Eh Key, sini duduk "
" Om Bram belum pulang??"
__ADS_1
" Belum key, tadi katanya ada operasi mendadak, makanya belum pulang. Kamu kok belum tidur key??"
" Belum ngantuk Tante" bohong Kesya, padahal dirinya sudah lelah, tapi karena takut tidur sendiri Kesya lebih memilih menemani Tante Mega menonton drama Korea.
" Loh, kok Kesya belum tidur??" tanya Arka yang tiba tiba muncul dengan laptop di tangannya.
" Bapak kok masih disini??" tanya Kesya balik.
Arka hanya menaikkan alisnya sebelah dan mendaratkan bokongnya di atas lantai yang beralaskan karpet yang sangat lembut, dan meletakkan laptop nya di atas meja yang tingginya hanya se dada Arka jika dia duduk di lantai.
" ini kan rumah mbak saya, jadi terserah saya dong mau pulang atau gak" ucap Arka ngeyel.
" Di luar hujan deras key, Tante yang tadi ngelarang dia untuk pulang" ucap Tante Mega.
Kesya pun hanya ber o ria. Dia menahan rasa kantuknya karena merasa tidak enak dengan Tante Mega yang awalnya ingin menemani nya menonton. Namun matanya sudah tidak bisa kompromi. Kesya pun tertidur tanpa Tante Mega dan Arka sadari dirinya sudah terlelap jauh di dalam mimpi.
ucapan salam dari om Bram pun membuyarkan fokus Tante Mega dan Arka.
" ya ampun Pi, mami gak sadar loh kalo Kesya sudah tertidur. padahal baru setengah jam loh dia di sini." ucap Tante Mega yang memandang wajah Kesya dengan sendu.
" Di bangunin gak ya Pi, sayang juga kalo di bangunin, sepertinya Kesya kelelahan karena kejadian tadi" ucap Tante Mega
" kejadian apa mi??" tanya om Bram penasaran.
" Nanti mami cerita di kamar ya. Raja, kamu gendong Kesya ke kamarnya yaa. Ingat, jangan ambil kesempatan kamu" ucap Tante Mega yang memberi peringatan keras kepada Arka.
Arka langsung menggendong Kesya ala bridal style, dia membawa ke dalam kamar Kesya. sesampai didalam kamar, Arka menurunkan Kesya perlahan dan menyelimutinya. Dia memandang wajah Kesya, dan membenarkan anak rambut Kesya yang berantakan. peringatan dari Tante Mega pun tak di hiraukan, Arka mencium kening Kesya dengan lembut. dan Arka pun beranjak keluar.
" Mas bara, mbak Vina, jangan tinggalin key, key takut hiks." lirih Kesya dalam tidurnya dan tangannya memegang baju Arka.
Arka yang ingin beranjak pergi pun tertahan karena suara kesya. Arka memandang wajah Kesya yang menangis dalam tidurnya. Ada rasa sakit di hati Arka melihat gadis yang membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama menangis dalam tidur. pasti dia sedang mimpi buruk, fikir Arka.
Arka duduk di sisi ranjang Kesya, satu tangannya menggenggam tangan Kesya dan satu tangannya lagi mengelus rambut Kesya. Tiba - tiba Kesya memeluk pinggangnya, membuat sesuatu yang ada dalam diri Arka menjadi bangun.
__ADS_1
"Dek, kamu kenapa sih, kok mas perhatiin gelisah gitu." ucap Vano yang baru siap bertempur 20 menit lalu dengan Vina.
" aku mikirin Kesya mas, siapa yaa yang kirim tikus mati itu"
" Om Arka lagi cari siapa pelakunya, tadi kata om Arka yang antar itu ojek online, tapi setelah di selidiki, ternyata ojek online gadungan. Om Arka lagi berusaha buat cari tau, kamu tenang aja yaa"
" mas, aku liat Kesya dulu ya di kamarnya, dia itu biasanya susah tidur kalo lagi ada masalah kayak gini" ucap Vina yang khawatir.
" udah jam 3 loh dek, pasti Kesya udah tidur" ucap Vano yang menenangkan istrinya.
" hati aku gak tenang mas kalo belum liat langsung" ucap Vina yang memohon dengan puppy eyes nya.
" ya udah, yuk kita turun, sekalian mas mau minum coklat hangat" ucap Vano
Vina merasa perasaannya semakin tidak enak saat berada di depan pintu kamar Kesya. dengan hati hati Vina membuka pintu kamar kesya, dan betapa terkejutnya dia melihat pemandangan yang tak lazim di depan matanya.
" Astaghfirullah hal'azim ..Om Arka, Kesya !" teriak Vina, yang membuat Vano berlari menghampiri Vina di dalam kamar Kesya.
Dan betapa terkejutnya dia melihat pemandangan tersebut. Teriakan Vina ternyata membuat Om Bram dan Tante Mega terbangun. Dan mereka bergegas keluar melihat apa yang terjadi..
.
.
.
.
.
hai readers.. jangan bosan ya untuk memberikan like nya, dan kalo gak keberatan kasih vote juga boleh..
salam hangat dari Author.
__ADS_1