
Tak selang berapa lama motor yang di kendarai Arka pun sampai di taman komplek. Terlihat telah ramai orang yang tengah berolah raga, ada juga yang sedang menikmati kuliner dadakan. Alias penjual grobak.
Kesya langsung melangkahkan kakinya ke arah penjual bubur ayam. Perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi.
" Gak lari dulu? keluarin keringat?" Ajak Arka.
" Aduh Om, peliharaan Kesya udah minta jatah ni." Ucap Kesya dan terus berjalan ke arah penjual bubur.
Saat sudah berada didepan gerobak bubur ayam, Kesya berpaling melihat Arka yang masih berada di belakangnya.
" Om pesan sekarang atau gimana?" Tanya Kesya yang masih menatap Arka.
Arka hanya menaikkan alisnya sebelah dengan tangan yang bersedekap di dada. Kesya merasa bingung, dan kemudian menatap dirinya sendiri. apa ada yang salah dengan pakaiannya?
" Om kenapa liat Kesya gitu?" Ucap Kesya yang mulai sedikit merinding karena mengingat kejadian pagi tadi.
"Om?" Tanya Arka
Kesya langsung mengerti dan mencebikkan bibirnya.
" Mas mau makan dulu apa mau keringatan dulu?" tanya Kesya ulang.
" Saya keluarin keringat dulu. Kamu di sini aja ya. Nanti siap lari saya langsung ke sini" Ucap Arka.
" Ok" Jawab Kesya dengan menyatukan jari telunjuk dan jempolnya berbentuk huruf O, sedangkan ketiga jari yang lain masih berdiri dengan lentik.
Arka mengambil pemanasan dan kemudian berlari mengitari lapangan yang terdapat di taman komplek, di mana juga ramai orang yang masih lari pagi.
Sedangkan Kesya memesan satu mangkok bubur dan duduk di bangku yang telah disiapkan oleh si penjual.
Kesya sengaja memakan buburnya dengan pelan, agar dia tidak bosan karena menunggu Arka yang sedang lari pagi.
Selang tiga puluh menit Arka sudah selesai, dengan keringat yang mengalir di dahinya, dan bajunya yang basah karena keringat. Tampan. Kesya menatap Arka dengan mulutnya yang sedikit terbuka, dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir fikiran yang dengan kurang ajarnya merusak paginya.
Kesya menyodorkan Air mineral kepada Arka, saat Arka sudah duduk di sebelahnya.
" Mau langsung Key pesanin buburnya?" Tanya Kesya untuk mengalihkan deguban jantungnya.
" Iya boleh. " Jawab Arka.
Kesya pun berdiri dan menghampiri penjualan bubur. Kesya memesan satu mangkok bubur ayam, dan Somay. Kemudian Kesya kembali duduk di sebelah Arka.
Kesya menatap ke sekelilingnya, para wanita yang sedang bisik-bisik sedang menatap ke arah tunangannya. Kesya menatap ke arah Arka, meneliti penampilannya. Tidak ada yang terbuka dengan pakaian Arka. Bahkan Arka memakai celana training panjang menutupi keseluruhan kakinya. Yang Kesya yakin akan membuat para wanita menelan liur mereka. Lalu Kesya menatap ke arah wajah Arka yang penuh dengan keringat, serta rambutnya yang sudah basah dengan keringat.
' keringatan gini aja bikin orang terpesona, gimana kalo__' batin Kesya, dan mulai menggeleng-gelengkan kepala nya.
Arka masih fokus dengan ponselnya, entah dengan siapa Arka berchat ria. Hingga sempat terbit senyuman di wajahnya yang membuat beberapa wanita dibelakang Kesya menjerit dengan desahan.
Entah kenapa Kesya kesal melihat mata mereka jelalatan melihat Arka, tapi Kesya tidak bisa berbuat apa-apa.
Kesya melihat kantung plastik yang terbang, dan dengan cepat Kesya menangkap plastik yang berwarna hitam itu, dan memasukkan kepala Arka kedalam plastik. Kesya tertawa bangga karena tidak ada lagi yang bisa menatap pria nya. Pria nya??
__ADS_1
" Ha...Ha.. Haa.." Tawa Kesya.
" Kamu kenapa?" Tanya Arka,
Entah apa yang terjadi Kesya seperti kembali ke dunia nyatanya. Kesya menggeleng-gelengkan kepalanya menandakan bahwa dirinya tidak kenapa-napa. ' Sial, kenapa pula gue bisa berkhayal kayak gitu.' batin Kesya.
Arka menatap ke atas, kebetulan mereka duduk di bawah pohon besar yang rindang. Arka bergedik ngeri saat melihat Kesya tertawa tiba-tiba seperti tadi. ' Apa dia kesurupan ya' batin Arka.
" Kamu yakin gak kenapa-napa?" Tanya Arka lagi.
" Iyaa, Key gak kenapa-napa. Kenapa emangnya?" Tanya Kesya polos.
" Gak, Aku takut kalo kamu kesurupan penunggu pohon." Ucap Arka.
" Yaa gak lah " Ucap Kesya.
" Trus kenapa tadi tiba-tiba kamu ketawa? Atau jangan-jangan kamu lagi si penunggu pohonnya?" Tanya Arka yang mana langsung mendapatkan pelototan dari Kesya.
" Enak aja, " Ucap Kesya sambil memukul bahu Arka.
Arka merasa bahagia sekali mendapatkan sentuhan dari Kesya, walaupun itu hanya sebuah pukulan, tapi bagi Arka itu seperti sebuah belaian.
Dasar Om-om kurang belaian.
Tak berapa lama pesanan mereka pun sampai. Satu porsi somay dan satu porsi bubur ayam. Arka menaikkan alisnya sebelah.
" Bukannya kamu tadi sudah sarapan bubur ya?" Tanya Arka.
" Yang tadi sarapan, yang ini pencuci mulut" Ucap Kesya dan memasukan satu potong somay dengan kuah kacang yang sudah di campur dengan sambal.
Rasa manis dari bumbu kacang dan pedas dari sambal pun menyatu. Membuat Kesya menutup matanya dan menikmati makanannya sambil bergumam.
" Emm, enak"
Arka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata pujaan hatinya ini doyan makan, tapi kenapa badannya masih kurus kering seperti kekurangan gizi.
Arka pun mengambil sendok dan mulai memakan bubur nya.
Tak ada pembahasan di antara mereka, hanya ada gumaman Kesya yang menikmati setiap suapan somay yang masuk kedalam mulutnya. Tak berapa lama mereka pun selesai makan. Arka mengajak Kesya untuk berjalan ke arah taman bermain. Kesya pun menurutinya.
Arka sadar jika dirinya saat ini menjadi pusat perhatian dari tiap wania yang melihatnya. Tidak hanya yang muda, yang tua pun tak berkedip matanya melihat Arka. Untuk mematahkan harapan mereka semua, Arka dengan senang hati mengambil tangan kiri Kesya dan menggenggamnya.
" Eh??"
" Biar semua orang tau jika aku ini hanya milik kamu" Ucap Arka.
Kesya ingin tersenyum mendengar ucapan Arka tapi di tahannya, seperti ada bunga-bunga yang sedang memenuhi ruang dadanya. Jangan di tanya lagi dengan degupan jantungnya.
" Aww" Pekik Arka, karena matanya terkena letupan balon sabun yang sedang di mainkan oleh penjual agar menarik perhatian pembeli.
mereka pun menghentikan langkah kakinya, dan Kesya menghadapkan tubuhnya ke arah Arka.
__ADS_1
" Coba sini Key lihat" Kesya pun membersihkan bekas sisa sabun yang meletup saat mengenai wajah Arka.
Tanpa mereka sadari ada seorang wartawan yang mengabadikan momen kebersamaan mereka.
"Sudah "
Kesya dan Arka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju taman bermain.
" Kak Kesya" Teriak seorang anak kecil dan melambaikan tangannya kepada Kesya.
Kesya pun membalas lambaiannya. Kesya mempercepat jalannya untuk menghampiri anak kecil tersebut.
" Waah yang baru tunangan, udah jalan-jalan barenga aja nich" Goda Zia, tetangga Kesya yang seumuran dengannya tetapi sudah memiliki anak.
" Eh, tau dari mana?" Tanya Kesya terkejut.
" Mama bilang tadi pagi, malahan ibu-ibu satu komplek udah tau loh kalo kamu tunangan sama pewaris Group Moza." Ucap Zia yang membuat pipi Kesya memerah.
Kesya akhirnya bermain bersama Gisel, Anaknya Zia. Karena matahari sudah mulai meninggi, Arka mengajak Kesya pulang karena dirinya sudah gerah menggunakan baju yang basah karena keringat. Kesya pun menyetujui permintaan Arka.
" Kami duluan ya Zia, kamu gak pa-pa kan sendiri di sini nungguin suami kamu!!" tanya Kesya..
" sebelum ada kalian kan aku emang sendiri aja nungguin anak aku main. lagian sebentar lagi juga kelar dia nya." Ucap Zia.
Kesya dan Arka pun berpamitan dengan Zia.
Sesampainya di halaman rumah Kesya, Arka langsung pamit untuk pulang, karena sudah tidak tahan dengan badannya yang lengket.
Kesya melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya. Namun sedetik kemudian langkahnya terhenti karena mendengar suara yang semalam mengabarinya untuk pulang.
" Duuh, yang baru jalan-jalan pagi"
" Mas Bara " Teriak Kesya, dan berlari ke arah Bara dan memeluknya erat.
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya..
LIKE +VOTE + RATE + KOMENTARNYA..
Terima kasih..
sehat selalu readers.
__ADS_1