
Kesya masih dalam mode merajuk. Perasaannya yang suka cemburu gak jelas membuat dirinya sering sedih dan menangis. Bahkan jika Arka di peluk sama Mami Laura pun, Kesya terlihat cemburu.
"Mas, Mili itu umur berapa sih saat kamu adopsi?"
Saat ini mereka sedang berada di dalam kamar. Arka sebenarnya sudah sangat mengantuk, tetapi di tahannya karena harus membuat mood sang istri kembali ceria.
" Emm, kalo gak salah ingat Mas sih, saat umur dia 11 atau 12 tahun gitu."
" Trus, kenapa bisa berinisiatif buat adopsi dia? Biasanya kan kalo adopsi yang masih umur 2 tau 5 tahunan gitu??"
" Mas tertarik dengan kepintaran dia. Saat lomba cerdas cermat yang melibatkan beberapa sekolah di tingkat SMP dan SMA, Mili bisa menjawab seluruh pertanyaan di tingkat SMA, dia bisa menjawab dengan cepat. Saat itu dia Kebetulan jadi penonton. Kebetulan mas duduk di belakang dia, dan Mas perhatikan dia menjawab dengan benar semua pertanyaannya. Sayang jika bibit cerdas seperti dia tidak di kembangkan. Begitu fikir Mas."
Arka memang saat itu sedang menjadi Tamu undangan untuk melihat perlombaan cerdas cermat di yayasan sekolah milik Oma nya. Dan di sanalah Arka berjumpa dengan Milea, yang saat berumur 12 tahun sudah bisa menjawab pertanyaan di tingkat SMA. Karena kepintarannya, Arka jadi kagum dengan Milea. Saat Arka mencari tahu latar belakang Milea, ternyata Milea anak dari korban kebakaran pabrik ilegal, yang mana memakan korban jiwa yang terbilang tidak sedikit. Termasuk kedua orang tua Milea. Sejak saat itu Milea di titipkan di panti asuhan saat dirinya berumur 5 tahun. Pernah ada yang mengadopsinya, tetapi Milea mendapatkan kekerasan dari orang tua angkatnya, yang mana Milea berakhir di rumah sakit, dan harus kembali ke panti asuhan.
Milea memiliki trauma, setiap ada orang tua yang datang berkunjung, Milea selalu menyembunyikan dirinya di perpustakaan yang terdapat di panti asuhan tersebut. Hari-hari Milea hanya di habiskan di perpustakaan. Hingga perlombaan cerdas cermat tersebut, Milea menjadi salah satu perwakilan dari sekolahnya.
Arka menawarkan diri untuk mengadopsi Milea, tetapi karena status Arka yang masih single, akhirnya Arka meminta bantuan kepada Mami Laura dan Papi Farel. Awalnya Milea menolak, namun ibu panti memberikan nasehat kepada Milea, yang mana membuat Milea memberanikan diri menerima tawaran Mami Laura untuk di adopsi.
Milea baru menginjakkan umurnya 14 tahun, tetapi Milea sudah duduk di bangku SMA, Bahkan saat umur Milea 16 tahun, Milea sudah memasuki universitas. Dan Milea mengambil beasiswa di London.
Tidak banyak yang mengenal Milea. Karena Milea meminta untuk menyembunyikan identitasnya. Saat Milea di adopsi dan diperkenalkan sebagai anak angkat dari keluarga Moza, Milea di bully di sekolah barunya. Hingga Milea mengalami cidera patah tulang di bagian kaki. Milea tidak ingin memperpanjang masalah, Milea memaafkan temannya tersebut, dan Milea meminta untuk di sekolahkan di sekolah swasta atau negeri yang biasa saja. Hingga orang tidak mengenalinya.
" Mili dekat sama Mas?"
" Sangat, Mas kan gak punya adik. jadi Mas udah anggap Mili itu adik Mas"
" Makanya Mas kasih nama di ponsel dengan emm__"
" My Sweety?"
Kesya menganggukkan kepalanya.
" Karena adik Mas yang manis dan lucu, Nanti kalo kamu sudah akrab dengan dia, pasti kamu juga bakal nyaman"
" Dia cantik banget ya Mas"
" Iya, dia memang cantik. Tapi kamu jangan cemburu gitu. mas gak ada perasaan dengan dia. Hanya adik. Hanya sebatas adik." Jelas Arka.
"Hmm, jangankan sama Mili, sama Mami aja kadang aku cemburu" lirih Kesya.
" Mas tau."
" Tau?"
" Iya, raut wajah kamu itu mudah di tebak"
Kesya menggembungkan pipinya, membuat Arka semakin gemas kepadanya.
__ADS_1
" Kita tidur yukk.." Ajak Arka dan langsung memeluk pinggang Kesya.
"Mass___" Kesya terdiam saat merasakan napas Arka sudah teratur.
Di pandangnya wajah sang suami. "Maafin aku ya Mas, yang terlalu cemburuan". bisik Kesya yang jelas tidak di dengar lagi oleh Arka.
Arka sudah mengatakan kepada Mami Laura dan Papi Farel jika ada seorang pria yang akan melamar Mili. Tetapi Arka tidak mengatakan jika Mili tengah Hamil. Arka tidak ingin membuat Mami Laura sedih. Kalo soal Papi Farel, jangan di tanya lagi, pastinya sudah tahu kebenarannya. Tetapi Papi Farel memilih diam dan menyetujui lamaran tersebut. Karena menurut Papi Farel, Gilang pria yang baik, yang pantas mendampingi putrinya itu.
Saat ini Mili sudah berada di kediaman Moza, Pagi-pagi sekali Arka sudah menyuruh Duda menjempuynya.
" Mami gak nyangka, jika kamu akan menikah secepat ini. Mami fikir kamu akan melanjutkan kuliah kamu, dan membantu kakak kamu di kantor."
'Mili maunya gitu Mi, tetapi Allah punya rencana lain' Batin Mili.
" Mili tetap bisa bekerja di kantor Raja Mi" Ujar Papi Farel.
" Kuliahnya gimana? Tinggal skripsi kan?"
" Iya Mi, Tapi aku minta nyusn skripsinya di sini aja, Konsul melalui email." Jelas Mili.
" Bagus, yang penting tidak putus kuliah. Kamu pintar, dan jangan sia-siakan kepintaran kamu itu." Ujar Papi farel.
" Iya Pi"
" Oh ya, jam berapa keluarga pria datang? Siapa sih? Mami penasaran"
" Iih, kok main rahasia-rahasiaan gitu sih??" Gerutu Mami Laura yang membuat Papi farel dan Mili tersenyum.
Jam sudah menunjukkan hampir pukul 12, Keluarga Gilang sampai di kediaman Moza. Di sambut ramah oleh Papi Farel dan Mami Laura.
" Gilang?" gumam Mami Laura.
Papi Farel sudah tersenyum sumringah menyambut kedatangan Calon besan dan calon menantu. Dengan sedikit perbincangan, akhirnya Mami Laura mempersilahkan keluarga calon besan untuk menyantap hidangan yang telah di sediakan.
Setelah makan siang selesai, pembicaraan serius pun di lakukan.
" Jadi, kami ingin pernikahannya di adakan tiga hari lagi. Bagaimana Tuan Farel, dan Nyonya?" Tanya Papa Ibrahim, Papanya Gilang.
" Tig--tiga hari?" Tanya Mami Laura.
" Lebih cepat lebih Baik Mi" Ujar Papi Farel.
"Mili, kamu yakin nikah secepat ini sayang?" Tanya Mami Laura.
" Iya, Mi" Ujar Mili gugup.
Mami Laura merasa ada sesuatu yang di sembunyikan, tetapi karena sang suami sudah menyetujui untuk pernikahan putri bungsu mereka di laksanakan dalam tiga hari, Mami Laura pun menyetujuinya, walaupun ada rasa penasaran yang terbenam di hati.
__ADS_1
Setelah acara lamaran selesai, Mili dan Gilang mulai di sibukkan dengan persiapan pernikahan mereka yang di adakan secara mendadak.
Kesya sebenarnya ingin membantu, tetapi arka melarang, karena kondisi Kesya yang mudah lelah. Gilang pun menyetujui keputusan Arka.
"Mas, Aku boleh tanya sesuatu gak?" Tanya Kesya kepada Arka. Saat ini mereka sedang menikmati udara malam dibalkon kamar, sambil berpelukan di dalam ayunan.
" Mau tanya apa?" Ujar Arka sambil mengecup pucuk kepala Kesya.
" Mili itu gimana orang nya?"
" Emm, baik, manja, tapi juga mandiri"
" Manja sama Mas?"
Arka terkekeh, " Manja juga, tetapi lebih manja dengan Mami."
" Makanya Mas kasih nama di ponsel My Sweety'?"
Arka mengelus rambut Kesya. " Kamu masih cemburu?"
Kesya terdiam, kemudian menganggukkan kepalanya, lalu menggelengkan kepalanya.
Arka kembali terkekeh. Lalu Arka mengambil ponselnya, dan menekan nomor satu dengan lama, dan muncul panggilan dengan nama "Separuh Jiwaku", Tak berapa lama ponsel Kesya bergetar.
Arka mengisyaratkan Kesya untuk menerima panggilannya. Kesya menatap sang suami sendu, rasa cemburunya terlalu berlebihan. Kesya tidak rela jika sang suami membagi hatinya. Padahal Kesya tau, jika Arka hanya mencintai Kesya. Dan Kesya adalah cinta pertama dan terakhirnya.
" Maafin Aku ya Mas, Karena terlalu cemburu dan berfikiran buruk sama kamu" ujar Kesya dan memeluk sang suami.
Arka kembali mengecup pucuk kepala kesya dan mengelus rambut panjang nya.
.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..
__ADS_1