KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 62 'puput dan Fadil 2'


__ADS_3

" Lalu? rahasia apa yang kau miliki hingga Puput bisa setuju membantu mu?" Tanya Gilang penasaran.


Tidak hanya Gilang, kesya dan Arka pun penasaran dengan rahasia apa yang di miliki oleh Puput.


" Aku tidak akan memberitahukannya" Ucap Fadil tegas.


" Kenapa? Apa karena kau takut jika kebejatanmu terbongkar? " Ujar Gilang dengan menaikkan sebelah alisnya.


Fadil menatap Gilang dengan bingung. " Apa maksud mu?"


" Apa yang di lakukan oleh pria brengsek ini di hotel?" Tanya Gilang dengan menaikkan nada suaranya sambil menatap Puput.


Puput tercengang dan menatap Gilang dengan mata berkaca-kaca.


Gilang menarik kerah baju Fadil " Kau membawanya kehotel d saat mabuk. Apa yang kau lakukan dengan nya? JAWAB AKU" bentak Gilang di akhir kalimatnya.


Puput sudah tidak sanggup lagi menahan air matanya. Kesya memeluk Puput sembari mengelus punggungnya, memberikan ketenangan kepada Puput.


Bugh


satu pukulan kembali mendarat di wajah Fadil. Hingga mengeluarkan darah segar dari ujung bibirnya.


" Katakan" teriak Gilang,


Fadil hanya memberikan senyuman dalam jawabannya. membuat Gilang geram dan kembali ingin memukulnya.


" Cukup" teriak Puput.


Yang mana membuat Gilang menghentikan tangannya yang masih terlayang di udara, yang ingin memukul kembali Fadil karena tidak menjawab pertanyaannya.


Gilang menatap ke arah Puput, meminta jawaban.


"Gue di jebak, dan.. dan.. hikss" tangis Puput pun kembali pecah.


" Siapa yang jebak Lo? Dia?" Tunjuk Gilang ke arah Fadil.


" Buk-bukan.. " jawab Puput terbata-bata.


" Lalu siapa?" Tanya Gilang yang mulai frustasi karena tidak mendapatkan jawaban yang diinginkannya.


" Agus" Lirih Puput di Isak tangisnya.


Kesya merenggang gak pelukannya. " Agus?" Tanya Kesya. Puput menganggukkan kepalanya.


" Bisa jelasin?" Tanya Gilang yang memang tidak ingin merasakan penasaran.


Puput kembali menangis.


" Apa hubungannya Agus dengan Lo? " Tanya Gilang kembali sambil menarik sebelah kerah Fadil.


" Gue gak kenal dengan dia" Jawab Fadil.


" Kalo Lo gak kenal dengan Agus, kenapa Lo bisa bawa Puput ke hotel?. Pasti Lo bersekongkol dengan Agus kan?" bentak Gilang.


" Fadil gak salah, gue yang salah. Gue yang bodoh mau aja di ajak sama Agus saat itu ke club'. Gue..gue.." Ucap puput kembali menangis.


" Bisa Bang Fadil ceritain? " Tanya Kesya yang akhirnya membuka suara.


Fadil menatap Puput, dan puput menganggukkan kepalanya, memperbolehkan Fadil menceritakan semua.


" Lo ingat Mr. Satsuke?" Tanya fadil ke Arka. Arka pun menganggukan kepala.


" Malam itu Mr. Satsuke meminta ku menemaninya ke club'." Ucap Fadil memulai ceritanya.


FLASHBACK ON


Fadil bersama Mr. Satsuke sedang duduk d sebuah club'. Mr. Satsuke ingin mencari wanita yang bisa di ajak 'One Night Stand', dan seorang pelayan mengatakan jika ada seorang wanita yang siap melayaninya dan yang paling penting wanita itu masih perawan. Mr.Satsuke pun meminta pelayan itu membawa wanita itu di hadapannya. Pelayan itu pun membawa wanita yang sedang di bawah pengaruh alkohol ke hadapan Mr.Satsuke dan Fadil. Fadil terkejut saat mengetahui wanita itu adalah Puput. Fadil langsung menarik tubuh Puput ke dalam pelukannya.


" Apa yang kau lakukan pada gadis ini?" Bentak Fadil kepada pelayan tersebut.

__ADS_1


Fadil terkadang memang sering mengunjungi club', dan kebetulan club' yang di datanginya ini adalah club langganan nya. Jadi pelayan di situ sudah mengenal Fadil.


" Ada apa ini? " Tanya Mr.Satsuke heran karena Fadil memeluk wanita bayarannya.


" Maaf Mr. Satsuke, wanita ini teman ku. Dan dia bukan wanita murahan." Ujar Fadil menatap tajam ke arah pelayan itu.


" Maaf Bos, saya hanya di perintahkan oleh orang itu" Ucap pelayan itu ke arah pria yang sedang duduk di meja bartender.


Fadil menyuruh orang kepercayaannya menahan pria itu. Sedangkan dia membawa Puput yang tengah mabuk ke dalam mobilnya.


" Di mana rumah mu?" Tanya Fadil kepada Puput.


" Eeuggh" lenguh Puput sambil ingin membuka kancing bajunya.


Fadil menatap Puput dengan heran, jika mabuk tidak akan seperti ini. dan napas Puput juga tidak tercium bau alkohol. Keringat dingin yang keluar dari pori-pori kulitnya, dan bertindak seperti seseorang yang tengah bergairah. Puput menarik kerah Fadil dan mencoba ingin menciumnya, tapi Fadil menahannya.


Fadil membuat panggilan kepada temannya yang dokter bernama Evan, dan menanyakan apa yang terjadi kepada Puput. Fadil mengatakan keadaan Puput.


" kau hanya memiliki 2 pilihan, mandikan dia dengan air dingin. atau__" jeda Evan.


" Atau apa?" Tanya Fadil tak sabaran.


" Kau berikan kepuasan kepadanya. Selamat menikmati malam panas mu" Ujar Evan dan memutuskan panggilan secara sepihak.


Fadil memukul setirnya frustasi. Sedangkan Puput sudah berhasil membuka 3 kancing bajunya teratas, yang mana menampakkan Dadanya yang masih terbalut Bra.


Fadil melajukan mobilnya ke hotel terdekat. Di bawanya Puput kedalam gendongannya, sedangkan Puput sudah mengerang frustasi karena tidak mendapatkan apa yang di inginkan ya.


Sesampainya di kamar hotel, Fadil langsung mengguyur Puput dengan air dingin. Tapi Puput malah menarik Fadil dan langsung menciumnya. Mereka berci**man di bawah dinginnya guyuran air. Fadil tak kuasa menahan gairahnya yang tiba-tiba saja bangkit dan membalas ciuman Puput. Tanpa sadar pun Fadil mer*mas gundukan indah milik Puput yang mana semakin membuat juniornya sesak di bawah sana. Terdengar lenguhan dan bibir Puput di sela ciuman mereka, Fadil melepaskan ciumannya, dan tak berapa lama Puput kehilangan keseimbangannya dan pingsan.


Fadil mengerang frustasi karena dirinya terbawa arus gairah yang di hantarkan oleh Puput. Ciuman Puput membuat juniornya meronta-ronta di bawah sana. Jika tidak ingat Puput adalh teman kesya, mungkin dia sudah mengambil kesempatan dan menjadi seorang bajingan.


Fadil memanggil karyawan hotel wanita, dan menyuruh mereka menggantikan baju Puput. Hingga pagi Puput terbangun, dia mendapati kepalanya yang berdenyut sakit, dan saat dirinya sadar, dia melihat pakaian yang digunakannya sudah berbeda, Puput mengalihkan pandangannya keseluruh ruangan, dia tak mengenal tempatnya terbangun. Hingga sebuah suara bariton membuatnya terkejut.


" Kau sudah bangun?" Tanya Fadil yang baru keluar dari kamar mandi.


" Apa yang kau lakukan di sini? Apa yang terjadi?" Tanya Puput panik.


Puput memiringkan kepalanya berusaha mengingat kejadian tadi malam. " Aku pergi bersama Agus, dan kami memesan minuman. Aku tidak meminum alkohol, tapi kenapa kepala ku pusing sekali?" Gumam Puput sambil memegang kepalanya.


" Kau yakin tidak meminum alkohol?" Tanya Fadil.


" Yaa, aku memesan jus. Tapi setelah meminum itu aku merasa sedikit pusing dan gerah" Ucap Puput sambil mengingat kejadian semalam.


"Kenapa aku bisa di sini? dan kau?" tanya Puput sambil menatap tajam Fadil.


Fadil menceritakan kejadian semalam. Puput membuka mulutnya tak percaya. Segala pertanyaan pun terlontar. Apa yang telah di lakukan oleh Fadil kepadanya? baju? dan siapa yang menggantikannya baju?. Semua pertanyaan langsung terlontar dari mulut Puput.


" Tenang, kita tidak melakukan apapun. kecuali__"


" Kecuali apa?" Tanya Puput frustasi.


" Apa kau benar-benar tidak ingat kejadian tadi malam?" Tanya Fadil.


Puput menggelengkan kepalanya.


"Baiklah, lupakan saja. yang penting Aku tidak memasukimu." Ujar Fadil.


Puput ingin percaya, tapi entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang terjadi. Puput terus saja berfikir tentang kejadian tadi malam. Saat mereka sarapan, Puput masih saja berusaha mengingat kejadian tadi malam. Puput membelalakkan matanya dan menutup mulutnya. Wajahnya sudah memerah karena malu. Dia mengingat semuanya. Puput menarik kerah Fadil dan menciumnya dengan brutal di bawah guyuran air.


Puput menutup mulutnya dengan kedua tangan dan menundukkan wajahnya malu. Fadil yang melihat kelagat aneh dari Puput pun bertanya.


" Ada apa?"


Puput terkesiap, menatap Fadil dan kembali menundukkan wajahnya yang merona. Fadil menaikkan alisnya sebelah, melihat perubahan Puput yang aneh.


" Aku sudah selesai, terima kasih atas pertolongannya. " Ujar Puput kemudian berdiri dan ingin mengambil tasnya.


"Apa yang akan kau lakukan dengannya?" Tanya Fadil.

__ADS_1


Puput menoleh kembali menatap Fadil. "Maksudnya?"


" Aku sudah menyuruh orang untuk menahannya, sekarang apa yang akan kau lakukan dengannya?" Tanya Fadil.


"Aku tidak ingin menemuinya. Bisakah kau menyingkirkan dia dari hidup ku?. Maksudku bukan membunuhnya, tapi aku ingin dia tidak ada lagi berada di kota yang sama dengan ku, bahkan kalo bisa dia juga menjauh dari Kesya" Ujar Puput dan berlalu menuju pintu.


" Ah, apa kau bisa melakukannya? " Ujar Puput berbalin badan dan tersenyum seolah mengejek Fadil.


Fadil geram dengan kelakuan Puput, Fadil mengambil langkah besar dan menarij tangan Puput sehingga membuat Puput berbalik dan menghadap Fadil.


" Kau meremehkan ku?" Ujar Fadil dengan senyum devil nya.


Puput mengedipkan matanya berkali-kali dan tanpa sadar Puput memundurkan langkahnya dengan seiringan dengan langkah Fadil yang maju. Membuat Punggung Puput menabrap pintu yang berada di belakangnya.


" Apa yang kau lakukan?" Tanya Puput panik.


" Menggoda mu, seperti yang kau lakukan tadi malam kepada ku" Ujar Fadil.


Puput membelalakkan matanya dan menutup mulutnya.


" Ahh, ternyata kau ingat kejadian tadi malam." Goda Fadil.


Wajah Puput merona karena perkataan Fadil.


Entah kenapa Fadil merasa geli di hatinya melihat tingkah Puput yang sangat polos.


" Apa itu ciuman pertama mu?" Goda Fadil.


Puput semakin membelalakkan matanya dan menatap Fadil tidak percaya. ' oh ya ampun, bagaimana dia bisa tau?' Batin Puput.


Fadil semakin tertarik untuk menggoda Puput. Fadil mendekatkan wajahnya ke wajah Puput yang masih menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Kriing kriing..


Suara ponsel Fadil menghentikan aksinya,


" Halo"


"........."


" Baik lah, aku akan segera kesana"


Fadil memutuskan panggilannya dan menatap kembali kepada Puput.


" Aku akan mengantar mu pulang" Setelah mengatakan itu, Fadil berbalik dan mengambil kunci mobilnya.


"Aku bisa pulang sendiri" Ujar Puput grogi.


Fadil seolah tidak mendengarkan oerkataan Puput, dan menarik tangan Puput untuk di genggamnya. Entah kenapa tangan itu sangat pas untuk di genggam. Dan Fadil ingin menggenggam tangan ini dalam waktu yang lama.


Berbeda dengan Puput yang meminta Fadil untuk melepaskan tangannya.


FLASHBACK OFF


" Di mana Agus?" Tanya Kesya yang sudah murka.


" Aku sudah mengirim jauh dari sini" Ujar Fadil


" Tunggu, dari mana kau tau aku membawa Puput ke hotel?" Tanya Fadil ke arah Gilang..


.


.


.


.


Hai.... selamat membaca yaa.

__ADS_1


Semoga terhibur..


Like + Vote + komentarnya di tunggu ya..


__ADS_2