
"Aku menginginkan mau, Quin." ujar Abi dengan suara yang terdengar berat.
"Ka-kamu udah janji untuk bersabar menunggu aku kan? Aku baru mulai untuk belajar mencintai kamu."
TIdak, sebenarnya Quin sudah mencintai Abi, namun berhubung tamu bulannya datang, jadi Quin memilih berbohong agar Abi tidak kecewa dengannya.
"Tentu, aku kan menunggu kamu. Tapi aku menginginkan ini."
Abi kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Quin. Pagi ini, entah berapa kali Abi mencium bibir Quin, Rasanya tak ada kata puas untuk mencium bibir yang sudah menjadi candu baginya,
'Quin, semua ini milik kamu. Bibir ini, hidung ini, mata ini, wajah ini, dan seluruh tubuh ini milik kamu, hanya milik kamu. Kamu satu-satu nya wanita yang akan memiliki aku. Hanya kamu, Quin. Hanya kamu." batin Abi di sela ciuman panas mereka.
*
"Abi, aku laper ..." rengek Quin yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa dengan berbantal paha Abi."
"Mau makan apa?" tanya Abi menghentikan kegiatan nya mengetik laporan di laptopnya.
"Emm? Ttoekbokki dan jjangjangmyeon kayaknya enak."
"Oke, benar aku pesanin ya."
"Makasih sayang."
Cup ...
Quin bangkit dari tidurnya hanya khusus untuk mencium pipi Abi. Jangan di tanyakan lagi bagaimana perasaan Abi saat ini, sudah pastilah ia sangat bahagia sekali. Hari ini benar-benar adalah hari yang sangat spesial dan sangat membahagiakan bagi Abi. Bagaimana tidak, Quin mengatakan jika dirinya kan mencoba untuk mencintainya, dan juga saat Abi mencium bibir Quin, maka Quin juga akan membalas ciumannya. Di tambah lagi saat ini Abi mendapatkan panggilan 'sayang' tanpa ia minta dan juga kecupan mesra di pipi nya.
Ahh ... betapa bahagianya Abi saat ini.
"Kamu lagi baca apa?" tanya Abi yang baru saja selesai memesan makanan yang Quin inginkan.
"Ini, baca novel karya Rira Syaqila, judulnya 'Secret Love' di aplikasi ekor ikan."
Abi pun melihat sekilas novel yang Quin baca, "Sepertinya menarik, ceritanya tentang apa?"
"Ini, si cowok dan ceweknya saling cinta sejak bangku sekolah menengah, terus mereka berpisah dan kembali lagi bertemu saat berumur 30 an."
"Seperti aku ketemu kamu dong?"
"Ih, itu beda. kalo aku umurnya baru 25 tahun. Kalo cewek ini udah 30 tahun tapi belum menikah, sedangkan si cowoknya duda anak satu."
"Kamu tenang aja, aku gak duda kok. Aku masih perjaka tingting, belum punya ekor juga kok."
__ADS_1
"Ih ... apaan sih, gak nyambung banget."
Abi terkekeh di saat melihat bibir Quin manyun karena merajuk dengannya. Tak berapa lama bel kamar mereka berbunyi.
"Aku bukain pintu dulu ya." Ujar Quin, namun pergerakannya langsung di tahan oleh Abi.
"Biar aku aja."
Abi pun berdiri dan membuka pintu kamar nya. Abi mengambil troli yang mereka bawa dan menyuruh mereka untuk kembali lagi nanti saat Abi hubungi untuk mengambil troli mereka.
"Waah, wanginya enak banget." Ujar Quin dan berjalan mendekati Abi yang sedang menyiapkan semua nay di atas meja makan.
Quin merasa air liurnya ingin keluar di saat melihat warna merah yang mengunggah selera pada tteokboki. Quin pun mencicipi satu potong tteokbokki.
"Emm, enak banget. Pedesnya mantap untuk cuaca dingin." serunya dengan badan yang di goyangkan ke kiri dan ke kanan serta tangan yang mengepal di depan dadanya.
Abi yang melihat Quin seperti anak-anak pun ikut tertawa. Abi membukakan tutup botol air mineral yang juga di bawa oleh pelayan tadi. Abi sodorkan ke dekat Quin satu.
"Ayo makan." ajak Abi dan mulai menuangkan saos hitam kedalam mie nya.
"Aku fikir tadi kamu bakal pesan ramen."
"Kamu pingin ramen? kenapa ikut pesan jjangjangmyeon?"
"Masa sih?"
"Iya, lagian aku baru sekali ke Korea, dan ini yang kedua kali nya. Aku banyak habiskan waktu di Jerman dan Australia. Lagian kalo masalah rapat dan berteu klien di luar negri, aku gak pernah mau. Males."
"Kok males? kan enak bisa sekalian jalan-jalan."
"Kenapa males ya? gak tau juga. Mungkin karena gak ada kamu."
"Ih, lebay deh." Quin mulai ikut mengaduk-aduk mie nya agar tercampur rata.
Quin dan Abi pun menikmati makanan mereka dengan senda gurau yang terkadang Abi lontarkan, begitu pun juga dengan Quin.
Abi sedari tadi memang tak melihat lagi ponselnya, karena ia tak ingin di ganggu saat sedang bersama dengan sang istri tercinta.
Tanpa Abi ketahui, jika entah berapa pesan yang Anita kirimkan kepada Abi. Karena seharsunya hari ini adalah pertemuan mereka kedua sebagai rekan kerja.
*
"Hei Nona Anita, apa yang kamu fikirkan?" tanya Mr. Kim dalam bahasa inggris.
__ADS_1
"Hari ini seharusnya kau mulai bekerja sama dan membahas proyek yang sedang berjalan bersama Tuan Abi. Tapi kenapa tuan Abi sulit untuk di hubungi ya? dan juga beliau tidak terlihat di kantor hari ini."
Mr. Kim pun tertawa pelan. "Tuan Abi hari ini sedang izin tak masuk kerja, karena istrinya sedang sakit."
Anita tak suka mendengar apa yag Mr. Kim katakan. Ia teringat jika tak ada berita tetang pernikahan Abi. Itu tandanya Abi dan perempuan yang berstatus tunangannya sedang kumpul kebodi negara orang. Anita tersenyum miring, dan ini akan di jadikannya satu kesempatan emas untuk merusak nama baik perempuan yang bernama Quin itu.
"Benarkah? setau ku Tuan Abi belum menikah. Bahkan tak ada berita yang tersiar tentang pernikahnya."
"Benarkah? hmm, sebaiknya aku harus mencari tahu tentang hal ini." ujar Mr. Kim dengan wajah penuh kecewa karena Abi telah membohonginya.
Anita tersenyum menang di saat mendengar Mr. Kim menghubungi Abi dan menegurnya karena telah menipunya dengan statusnya.
"Lihat saja Abi, aku akan membuat kamu merasa benci dengan wanita itu, karena dirinya telah menyusahkan kamu. Aku tau, kamu benci wanita manja yang sukanya menyusahkan. Kamu mencintai aku, karena aku adalah wanita mandiri. Aku mungkin tak sekaya dia, dan bisa aku pastikan jika kamu menikah dengan wanita yang salah. Mana mungkin wanita itu bisa memasak." monolog Anita sambil menatap ke arah Mr. Kim yang sedang berbicara kepada Abi.
"Memasak? humm, aku rasa itu bukan ide buruk untuk membuat Abi kembali kepada ku. Aku akan membawakan makanan kesukaan kamu besok, Abi. Lihat saja, lidah kamu akan kembali dimanjakan oleh masakan aku." Anita tersenyum manis di kala mengingat rencananya besok.
*
"Kenapa?" tanya Quin saat melihat Abi menggerutu kesal.
"Mr. Kim menghubungi ku, dia mengatakan jika aku berbohong dan tak profesional."
"Ada masalah apa?"
"Dia berbicara tentang hubungan kita. Aku sudah mengatakan kepadanya untuk bertemu malam ini. Kita kan makan malam bersama Mr. Kim. Kamu mau kan?"
"Tentu, aku gak mau kamu di anggap pembohong. Ayo kita buktikan jika kita sudah menikah." Ujar Quin dengan semangat, yang mana membuat Abi ikut bersemangat untuk mengumumkan pernikahan mereka ke public.
Yuukkk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
__ADS_1
Salam SULTAN KHILAF