KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 186 " Buka Bareng"


__ADS_3

Arka sudah terlihat rapi dengan kain sarung, baju Koko, dan peci nya.


" Mas berangkat dulu yaa"


" Iya Mas, hati-hati yaa" Kesya mencium punggung tangan suaminya.


Malam ini tarawih pertama, Arka dan Papi Farel pun berjalan menuju mesjid di komplek perumahan mereka beserta beberapa pengawal yang juga ikut solat. Sedangkan pengawal yang lain solat di rumah, secara bergantian.


" Mi, besok sahur apa ya enak nya?"


Kesa dan Mami Laura sedang bersantai di ruang keluarga bersama Baby twins.


" Tadi Mami suruh si Mbok ungkep ayam. Kita goreng itu aja ya, terus sayurnya tumis kangkung enak Kali ya.."


" Iyaa Mi, Asal pas subuh nya gak ngantuk aja karena makan kangkung. "


Kesya dan Mami Laura pun tertawa.


Tak terasa sudah memasuki 10 Ramadhan. Arka sudah uring-uringan karena tanpa perasaan Kesya memompa Asinya di hadapan Arka. Tidak tahuka Kesya jika Arka sednag puasa?.


" Sayang, bisa gak sih pompanya gak di depan aku" Sungut Arka.


" Eh, Mas nya ngapain ke sini coba. Udah tau ini jam Pompa Asi aku, kok malah duduk dekat-dekat, sana , entar batal dosa loh."


" Hah, siang puasa, malam juga di suruh puasa. Kejam kamu sayang."


" Siapa yang kejam? Ingat Mas, waktu harinke dua puasa, kamu hajar aku sampai pagi. Subuh-subuh ku lewat karena kelelahan."


" Habisnya kamu nikmat sih yank"


" Udah, jangan ngelantur ngomongnya. Sana jauh-jauh. Dasar Kunap"


" Kunap? Apa tu yank?"


" Kuat Napsu"


" Tapi kamu suka kan?" Arka menaik turunkan alisnya.


" Suka, tapi gak sampek pagi juga kali yank. Pegel tau kaki ku"


" Pegel tapi desahnya nikmat gitu"


" Sayaaankk.. Udah Sana, jauh-jauh. "


Kesya mengusir Arka, sedangkan Arka sudha terkekeh melihat wajah sang istri memerah.


" Key, nanti jangan lupa ya ingatin lagi ke Mami Shella, Daddy Roy, Ayah Nazar, dan Mama Rosa untuk buka puasa di sini."


" Iya Mi."


" Iya, itu Si Bara Sama istri nya jangan lupa di suruh datang."


" Iya Mi. Nanti coba Key tanya, Mas Bara sudah pulang dinas apa belum."


Kesya menghubungi Mami Shella, kebetulan sekali Mama Rosa juga berada di sana. Setelah menyampaikan maksudnya, Kesya mengakhiri panggilannya.


Kesya menghubungi Istri Bara, yaa.. Mereka sangat akrab sekarang.


" Assalamualaikum Mbak ku.."


"......."


" Mas Bara udah pulang dinas keluar kota belum?"


"......."

__ADS_1


" Ooh, jangan lupa ya Mbak, bilangin ke Mas Bara yang nyebelin itu untuk Buka puasa di sini."


"......"


" Ya udah deh, kalo gitu sampai jumpa nanti Mbak ku yang manis"


Setelah mengakhiri panggilannya, Kesya menghubungi Mili dan Puput untuk mengingatkan kembali buka puasa di rumah Mami Laura.


Di rumah Mami Shella, Bara tengah menatap sang istri yang tengah sibuk merapikan seragam polisinya ke dalam lemari.


" Kamu kurusan?"


" Hah? Masa sih?"


" Iyaa " Bara mendekati sang istri dan kemudian mengelus perut ratanya. " Bagian sini masih kurusan. Pembukaan yaa kita nanti mamalm, Biar di isi."


" Maass" Gadis manis itu memukul dada bidak Bara, kemudian menenggelamkan wajahnya di sana. Jangan di tanya lagi betapa meronanya wajah gadis manis itu akibat ulah Bara.


" Mas, jangan raba-raba, lagi puasa loh." Gadis itu Manahan tangan Bara yang mulai masuk ke balik baju gadis manis itu.


Di rumah keluarga Moza, Kesya menyiapkan puding dan dessert kesukaan Papi Farel dan Keluarga yang lainnya.


" Mili Bantu Mbak?"


" Eh, kok cepet banget nyampenya?"


" Iyaaa, kangen juga sama Mami dan Mas Arka" Goda Mili.


" Kalo dulu iyaa, Mbak bakal cemburu. Kalo sekarang sih gak"


"Ha..ha..ha.. secara Mas Arka bucin banget yaa Mbak"


" Kayak kamu gak aja."


" Ssssttt, jangan keras-keras Mbak. Ntar kegeeran lagi dia"


" Kena siraman rohani dia Mbak.. Hii..hii..hi.."


" Biarin aja."


Semua makanan sudah terhidang. Satu persatu keluarga pun datang.


" Aduuh Key, ngiler Mbak liatnya"


Kesya mengerutkan keningnya, " Mbak lagi gak isi kan?"


Mengerti kemana tujuan perkataan Kesya, Vina langsung protes keras.


" Iih, gak ya Key. Setidaknya gak dalam waktu dekat"


Fadil dan Puput pun tiba, Lana langsung di ambil alih oleh Mami Shella.


" Bisa ya Matanya biru gini. Ganteng Banget ini pasti besarnya."


" Alhamdulillah Tante."


" Tapi kalo di lihat-lihat ada mirip kamu nya ya Put."


" Iyaa Tante, Mama juga bilang gitu. Katanya aura Puput turun ke Lana, "


" Iyaa sih, Nama nya juga sudah jodoh. Oh ya, kehamilan kamu gimana?"


" Alhamdulillah Tante, Baik. Tapi sering keram Tante."


" Kamu gak lagi stres kan?"

__ADS_1


Puput terdiam. Tentu saja dia stres, secara Ando masih berusaha untuk meminta bertemu dengannya. Dan sudah di pastikan jika Fadil memblokir semua jalur Ando untuk menemui Puput.


" Sini Ma, Kayla sama Kesya."


" Veer dan Qila Mana?"


" Sama Oma dan kakeknya."


" Yah, " Kesya mencium punggung tangan Ayah Nazar. Sebenarnya Kesya akhir-akhir ini merasa curiga, apa Ayahnya tidak bekerja lagi di Paris. Karena sudah beberapa bulan ini ayahnya seperti tidak ada niatan untuk kembali ke Paris.


" Waaah, pengantin Baru tiba nih. Nempel teruuss kayak perangko" Goda Leo.


Plaakk..


Leo mengelus bahunya yang terasa perih karena pukulan sang Mami.


" Mereka udah sah, wajar kalo nempel, Lah kamu? kapan Sah nya?"


Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Sayang, kita nikah sirih juga yuukk.."


Plaakk...


" Enak aja main bawa anak orang nikah sirih" Tambah Mami Mega.


" Mas Bara?"


" Lah dia beda. Dia mah udah ngebet kawin. Tau sendiri nikah sama polisi ribet."


Bara tersenyum menang karena di bela oleh Tante Mega.


Suara azan pun terdengar, setelah mengucapkan Bismillah, mereka semua berbuka puasa dengan yang Manis.


" Semuanya, ada yang mau Arka sampaikan"


Semoga orang yang tadinya sedang bercengkrama sambil menunggu azan Isya, mereka pun menoleh kearah Arka.


" Mulai besok, Ayah Nazar resmi menduduki Kepala Divisi keuangan di Kantor Moza Group."


Kesya menutup mulutnya.


" Alhamdulillah, Pilihan yang tepat" Ujar Papi Farel.


" Makasih sudah percaya kepada saya". Ujar ayah Nazar dengan tersenyum.


Suara azan mengintruksi mereka untuk mempersiapkan diri ke mushala. Kali ini mereka akan solat di mushola rumah keluarga Moza. Dengan Ayah Nazar yang menjadi imam nya.


Setelah selesai solat tarawih bersama, rasa lapar kembali melanda. Bara, Leo, Arka, Daddy Roy, Duda, Jodi, Papi Farel pun kembali menikmati hidangan yang masih tersedia.


" Mbak, Mas Bara gimana? Masih nyebelin?" Tanya Kesya kepada Kakak iparnya itu.


" Banget, Manja nya itu gak ketulungan lagi.."


" Namanya juga rindu terpendam Mbak" Goda Vina dan mengedipkan matanya sebelah.


IG : Rira_Syaqila


****. Hai readers..


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..

__ADS_1


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...


__ADS_2