KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 87 " Gara-gara Anggelina"


__ADS_3

Baby Anggelina sudah berumur 6 Minggu, Badan Baby Anggelina pun sudah gemuk dan sanagt menggemaskan. Kesya tidak pernah bosan untuk datang setiap hari ke rumah Mega, pastinya setelah dirinya sepulang dari Radio.


Seperti hari ini, Kesya sedang menimang Baby Anggelina.


" Key, sepertinya kamu sudah siap untuk menggendong bayi" Goda Mega.


Wajah Kesya langsung merah merona. "Doakan saja Mbak, Semoga di segerakan."


Vina yang tengah hamil muda dan mengalami trimester pertama yang berat. Kondisi Vina yang selalu saja muntah setiap ada makanan yang masuk, membuat Vina semakin kurus dan terlihat pucat.


"Mbak, gimana kalo Mbak ngemil buah apel aja?" saran Kesya. Buah apel yang rasanya manis dan asam itu biasanya efektif mengurangi mual.


" Apel kan kalo di potong-potong, dibiarkan lama bakal menghitam dia Key" Ujar Vina lemah.


" Di masukin kedalam wadah aja mbak, jadi kemana-mana mbak pergi bisa mbak bawa."


" Bener juga ide Kesya. Bisa di coba itu dek" Ujar Vano sambil mengelus kepala Vina.


Preeettt..


Semua mata langsung tertuju kepada Anggelina yang memecah suasana dengan suara Pup nya.


" Anggel pup ya.. Sama Tante yuukk" Ujar Kesya dan mengambil alih Angelina dari baby sister.


" Kamu bisa Key?" Tanya Mega.


" Insya Allah bisa Mbak. "


Dengan telaten Kesya membersihkan pup Anggelina, dan mengganti popoknya. Itu semua tidak luput dari pandangan Arka yang baru saja sampai saat Kesya ingin menggantikan popok Anggelina.


Arka tersenyum lebar menatap istrinya itu. Ternyata istrinya itu sudah siap menimang anak mereka. Jika begitu Arka akan senang hati menanam benih di dalam rahim Kesya.


"Loh, kamu kok udah pulang?" Tanya Mega yang melihat Arka berjalan dan duduk di dekat Kesya.


" Mau makan di rumah bareng istri" Ujar Arka dan mencium Anggelina yang berada di gendongan Kesya.


Tak lupa juga Arka mengecup pipi Kesya, yang mana membuat wajah Kesya merona malu.


" Ck, gak usah sok romantis deh di depan Mbak. Bilang aja kalo kamu mau jemput Kesya dan bawa dia pulang" Ujar Mega yang tepat sasaran.


Arka terkekeh dan mengacungkan dua jempolnya kearah Mega. Arka mengambil Anggelina dari gendongan Kesya.


" Waah, keponakan Om yang paling cantik" Ujar Arka sambil mencium wajah Anggelina, hingga membuat Anggelina menangis.


"Kamu ini" Ujar Mega sambil memukul bahu Arka.

__ADS_1


Setelah siap makan siang, Arka mengajak Kesya pulang. Tapi tidak ke kediaman Moza, melainkan ke Apartemennya.


" Kita ketempat siapa Mas?" Tanya Kesya.


Arka melirik kearah Arka dan tersenyum. Membuat Kesya kesal dan cemberut.


Sesampainya di depan pintu apartemen, Arka langsung saja memasukkan password untuk membuka pintu. Kesya mengernyitkan. keningnya.


Kesya sudah bersedekap dengan menyilangkan kedua tangannya di dada dengan menatap Arka tajam.


" Mas beneran gak mau jawab Aku?" Ujar Kesya kesal.


Arka menaikkan alisnya sebelah mendengar perkataan Kesya yang menyebut dirinya dengan kata 'Aku'. Lalu Arka tersenyum dan memeluk istrinya itu.


Dengan sekali gerakan Kesya sudah berada dalam gendongan Arka.


" Mas " Pekik Kesya dengan melototkan matanya ke arah Arka.


Arka terkekeh dan membawa Kesya duduk di sofa. Kesya yang duduk di pangkuan Arka mencoba bangkit, namun di tahan oleh Arka.


Dengan wajah cemberut Kesya memalingkan wajahnya kearah lain, asalkan tidak kehadapan Arka.


" Ini apartemen Mas. Biasanya kalo banyak kerjaan dan lagi lembur, Mas selalu pulang ke sini." Jelas Arka.


" Trus ngapain kita ke sini?"


" Gak nanya"


" Ya Mas cuma kasih tau aja, Biar kamu tau, dan bisa semakin mengenal suami kamu ini" Ujar Arka sambil mencuil hidung Kesya.


" Oh ya, ini baju kamu kok basah sih?' Ujar Arka yang sedari tadi mengelus perut Kesya.


" Masa sih?"


Kesya memegang di bajunya yang di bilang Arka basah. Benar saja, ternyata bajunya memang lembab.


Kesya mengingat-ingat di mana dia menumpahkan air. Dan setiba ingatannya beralih saat mengganti popok Anggelina, dan saat itu Kesya menggendong Anggelina yang tidak menggunakan popok, tepat di saat Anggelina pipis, tapi pipisnya tidak langsung mengenai baju Kesya, melainkan ada perlak. Mungkin pipis Anggelina mengalir dan mengenai baju Kesya tanpa Kesya sadari.


"Sepertinya ini pipis Anggelina deh" Ujar Kesya menatap Arka.


Arka mengedipkan matanya lucu, " Kamu yakin?"


Kesya menganggukkan kepalanya. Tidak bau Pesing memang, karena Anggelina masih minum asi dan susu. Belum ada makanan pendamping yang masuk kedalam pencernaannya.


" Sebaiknya Aku mengganti baju ku" Ujar Kesya dan berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Kesya dan Arka melupakan satu hal, yaitu Kesya yang tidak memiliki baju ganti. Kesya keluar dari kamar mandi dengan keadaan bersih dan segar dengan menggunakan Bathrobe.


Kesya menghela napasnya, ketika mengingat dia tidak memiliki satu baju pun di sini. Untungnya Kesya selalu menyiapkan celana dalamnya di dalam tas yang selalu dibawanya. Hanya untuk berjaga-jaga jika dia terkena datang bulan mendadak. Ini sudah menjadi kebiasaan Kesya sedari remaja dulu.


Kesya menarik satu baju kemeja warna hitam, namun saat mencobanya, ternyata kemeja panjangnya tidak menutup hingga bokongnya. Kesya kembali mengambil satu kemeja berwarna merah, namun kemeja tersebut kancingnya sudah terlepas di beberapa bagian. Kesya kemudian menatap kemeja putih yang memang banyak tersusun rapi di sana. Kesya menghembuskan napasnya dan mengambil salah satu kemeja putih tersebut. Dan saat memakainya, ternyata kemeja tersebut sangat kebesaran, dan menutupi bagian bawah Kesya.


"Hufff, pasti dia bakal berfikir aku sedang menggodanya. Biarlah" Batin Kesya.


Kesya berjalan keluar kamar dan menuju dapur. Kesya melihat Arka yang dari jauh sedang meminum minumannya.



Arka yang mendapatkan pandangan yang sangat indah membuat dirinya hampir tersedak oleh minumannya. Kesya berjalan dengan santainya dengan menggunakan baju kemeja putih kebesaran milik Arka. Kesya berjalan mendekat kearah Arka.



" Mas, Aku lapar. Apa ada makanan di sini?" Tanya Kesya tanpa merasa bersalah karena sudah membangunkan junior Arka yang tengah tertidur.


" Kamu mencoba menggoda?"


Kesya menatap Arka dengan wajah tidak bersalahnya. " Aku tidak memiliki baju di sini. Jadi aku memilih salah satu bajumu yang terlihat kebesaran di tubuh ku" Jelas Kesya.


Arka berjalan kearah Kesya dengan pandangan yang berkabut. Arka menarik pinggang Kesya dan mencium bibir Kesya. Kesya melepaskan ciumannya di saat Arka tengah mneggebu-gebu untuk ******* dan mencecap seluruh bibir Kesya.


" Laper" lirih Kesya manja.


Arka menggeram dan mengambil ponselnya. Sedangkan tangan sebelahnya masih menahan tubuh Kesya agar tidak menjauh dari tubuhnya.


" Sudah, 30 menit lagi akan sampai. Jadi mari kita selesaikan dulu yang satu ini" Ujar Arka menggebu dan langsung ******* bibir Kesya.


Dengan sedikit mengangkat tubuh Kesya, dan menuntun Kesya berpijak di kakinya. Arka berjalan perlahan ke arah sofa, dimana fantasi liar Arka mulai ingin merasakan bercinta di sofa.


Arka sungguh luar biasa..


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..

__ADS_1


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


.


__ADS_2