
Setelah melaksanakan Nazarnya membagikan mukena, sajadah, dan Al-Qur'an di beberapa mesjid yang berada di dekat perumahannya, Kesya tiba-tiba ingin makan bakso yang berada di pinggir jalan.
"Sayang, kamu lagi hamil, jangan telah banyak makan micin."
" Ayoolah sayang, kan tidak setiap hari. " Rajuk Kesya sambil bergelayut manja di lengan kokoh Arka.
Arka tidak bisa menolak keinginan sang istri, Arka memerintahkan Duda untuk berhenti di tempat penjual bakso pinggir jalan itu.
"Terima kasih sayang" Cup.
Duda yang sempat melihat kemesraan mereka harus menelan ludah. Semenjak nyonya mudanya hamil, mereka sering sekali menunjukkan kemesraan.
Asap yang menggelepuh dari mangkok tersebut membuat selera Kesya semakin bertambah.
Kesya meletakkan saos, kecap, dan sambal dengan seleranya.
"Sayang, apa itu tidak kebanyakan?" Tanya Arka khawatir. Pasalnya Kesya menaruh banyak saos dan cabai di baksonya.
Kesya hanya tersenyum dan menelan ludahnya karena sudah sangat berselera dengan aroma bakso yang tercium di hidungnya. Meniup sedikit mie yang sudah terangkat dari mangkok, dan memasukkannya kedalam mulut.
" Emm, ini sungguh lezat" Ujar Kesya dengan penuh mie didalam mulutnya.
" Pelan-pelan sayang, "Ujar Arka sambil membersihkan bibir Kesya yang belepotan.
Kesya mengambil pergedel, dan Telur. Di masukkan kedalam bakso, dan di nikmati hingga kuah bakso tersebut tak bersisa.
Arka memesan bakso tok, jadi Arka bisa makan dengan lebih santai dan memperhatikan sang istri makan dengan lahap.
Selesai makan, mereka kembali ke istana Moza.
"Sayang, bagaimana kalo kita membuat barbeque di rumah? Kita undang Gilang, Mili, Fadil, dan Puput?"
"Ide bagus"
Dalam hati Arka, ada rasa khawatir. Karena Mio bukan tipe orang yang bisa menyembunyikan perasaannya. Tidak seperti Fadil yang pintar menyembunyikan isi hati. Arka khawatir jika ada hati yang akan terluka.
Setelah menyuruh persiapan barbeque kepada salah satu maid, Arka membuat panggilan kepada sahabat nya dan sahabat sang istri.
"Sayang "Panggil Kesya.
Arka menoleh kepada sang istri. Dan memeluk pinggang sang istri.
"Apa kita juga boleh mengundang Mbak Vina, Kak Vano, Leo, dan Anggun?"
" Tentu, kita akan mengundang seluruh keluar kita" ujar Arka dan mengecuo hidup Kesya.
Persiapan Barbeque sudah selesai, Kesya dan Arka turun dan mendapati Gilang dan Mili yang sudah berada di sana. Entah kapan mereka sampai, yang jelas mereka terlihat sangat serasi.
" Mbak" Sapa Mili dan cipika cipiki dengan Kesya.
" Udah kelihatan yaa" Bisik Kesya dan emngelus perut Mili.
Mili hanya nyengir. Mili sengaja memakai baju yang kebesaran, agar Mami tidak memperhatikan perutnya.
" Mbak gimana? berapa usia kandungannya?"
" Udah masuk 9 Minggu"
" Ada mual mbak?"
" Alhamdulillah gak, Kalo kamu?"
__ADS_1
" Awal-awal mual sih mbak, tapi saat Mas Gilang jumpai aku lagi, mual aku hilang, tapi saat dia gak ada, aku kembali mual. Kayaknya si baby gak mau jauh dari Papinya" Bisik Mili.
" Siapa yang gak mau jauh dari Papinya?"
Wajah Mili langsung memucat saat mendengar suara lembut nan merdu Dari arah belakangnya.
" Mami, Emm, itu..."
" Aku Mi, Aku kan gak mau jauh dari Mas Arka, Jadi Mili bilang, kalo Babynya gak mau jauh dari Papanya"
Mami Laura pun hanya ber Oo ria, dan mengelus perut Kesya.
" Kamu harus sering-sering dekat dengan Mbak mu ini, biar cepat nular" Ujar Mami Laura kepada Mili.
Mili hanya tersenyum dan melirik kearah Mbak Kesya. Sambil menggerakkan bibirnya mengucapkan terima kasih. Bukannya ingin merahasiakan kehamilannya, Mili hanya belum siap melihat kekecewaan orang yang sudah baik dan dengan iklas merawatnya hingga menjadi orang yang hebat dan pintar.
"Fadil belum sampai?" Tanya Mami Laura kepada Arka.
Wajah Mili langsung tegang saat mendengar nama Fadil di sebut.
" Mungkin sebentar lagi" Jawab Arka.
Seluruh keluarga sudah berkumpul, tetapi Fadil dan Puput belum juga sampai. Ada rasa lega di hati Mili, setidaknya dia bisa merasakan kenyamanan berada di tengah keluarganya tanpa ada rasa canggung.
" Wahh, udah pada mulai nih" Sapa Fadil yang baru sampai dengan Puput di sebelahnya.
Puput melepaskan pegangan tangan Fadil, dan mencium punggung tangan Mami Laura dan Papi Farel, serta Mami Shella dan Daddy Roy. Juga kemudian Menyalami Tante Mega dan Om Bram. Lalu mencium pipi kiri dan kanan Kesya dan juga Mili. Puput memang orang yang ramah, dan gampang akrab.
" Lo gak Salim gue?" Ujar Gilang.
"Gak sempat" Jawab Puput ketus, pasalnya Gilang tidak memberitahu kepada dirinya siapa wanita yang dinikahinya, sedangkan dengan Kesya dia memperlihatkan fotonya.
Ingatkan Gilang, jika dia menganggap Puput dan kesua kembar. Dan sudah seharusnya Gilang terbuka dengan kedua wanita cantik itu.
"Mili, Lo pernah di belanjain gak sama Gilang?" Tanya Puput.
" Belum " Jawab Mili sambil menggelengkan kepalanya.
" Tenang aja, besok gue temenin Lo buat habisin duit suami Lo. Okey"
Mili tersenyum dan melirik kearah suaminya. Gilang menganggukkan kepalanya. Lalu Mili pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Gue ikut" celetuk Kesya.
" Sayang, ingat kamu gak boleh kecapean." Arka mencoba untuk memperingati Kesya.
Kesya yang merasa tidak mendapatkan izin dari suaminya pun, matanya langsung berkaca-kaca. Arka langsung menghela napas pelan, dan memeluk sang istri.
"Bukannya Mas larang kamu, tapi Mas gak mau kalo kamu kecapean"
Kesya sudah senggugukan dalam pelukan Arka.
" Untung kamu gak gitu ya dek" Bisik Gilang.
Mili hanya tersenyum, gak tau aja Gilang jika dia hanya ingin selalu berada di sebelah suaminya. Jika sang suami tak terlihat di depan matanya, maka Mili akan merasa mual. Dan itu semua masih Mili rahasiakan dari Gilang.
Fadil melirik kearah Mili dan Gilang. Seperti ada rasa yang mencubit hatinya, kenapa? seharusnya dia tidak perlu cemburu. Dia yang menolak Mili saat di Korea dulu.
FLASHBACK ON
" Mili? kenapa bisa di sini?"
__ADS_1
" Kak Fadil? kok kakak di sini?"
" Loh, di tanya kok balik nanya sih"
" Aku nonton konser K-Pop" Ujar Mili nyaris berbisik sambil nyengir.
" Kamu udah makan?" Tanya Fadil.
Mili menggelengkan kepalanya kepalanya. Fadil langsung saja menggenggam tangan Mili dan menariknya dengan lembut. Mereka makan malam bagaikan sepasang kekasih. Saat selesai makan, mereka berjalan sambil menikmati gugurnya bunga sakura.
Langkah Mili terhenti, otomatis langkah Fadil juga ikut terhenti. Fadil menghadap kearah Mili.
" Kenapa?"
Mili menatap mata Fadil. " Aku cinta sama kak Fadil".
Deg.
Debaran yang sedari tadi Fadil rasakan, semakin kencang. Perlahan Fadil mendekati Mili, dan sedikit menunduk mendekatkan wajahnya dengan wajah Mili. Mili menutuo matanya perlahan, saat merasakan hembusan napas Fadil. Hidung mereka bersentuhan, membuat potongan memori percakapan Fadil dan Arka kembali menyatu.
'Jika lo gak punya rasa sama Mili, jangan kasih harapan ke dia. Gue gak bakal ngampuni Lo jika berani mempermainkan perasaan Mili'. Suara Arka bagaikan alarm yang membuat kesadarannya kembali.
" Mili, maafin kakak. Kakak tidak memiliki perasaan lebih kepada mu, selain hanya perasaan seorang kakak terhadap adiknya." Ujar Fadil dan kemudian meninggalkan Mili.
Mili terdiam mendengar ucapan Fadil, hingga dia tidak menyadari jika Fadil sudah tidak berada lagi di hadapannya. Mili menghapus kasar air matanya, dia merasa dipermalukan oleh Fadil. Entah setan apa yang membisikkannya, akhirnya Mili memasuki bar yang berada di hotel tempatnya menginap.
Tanpa Mili ketahui, karena mengikuti emosinya kepada Fadil, dia di pertemukan dengan Gilang yang saat ini telah menjadi suaminya.
FLASHBACK OFF
" Hai Mil" Sapa Fadil saat sedang mengambil buah yang sudah di potong.
" Hai"
"Selamat ya, atas pernikahan kamu"
" Makasih"
"Maaf, kakak gak bisa datang"
" Kenapa?" Tanya Mili menatap mata Fadil, begitu pun dengan Fadil. Mereka saling menatap mata satu sama lain.
Fadil mengambil beberapa buah, dan diberikannya kepada Mili.
" Jaga kesehatan kamu dan bayi kamu. Jangan pernah sakit dan sedih" Bisik Fadil.
Mili mneggigit bibir bawahnya, kenapa dia merasa jika Fadil baru menyadari perasaannya sekarang? Tapi semua itu sudah terlambat. Saat ini Mili sedang belajar mencintai Gilang. Suaminya.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
__ADS_1
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..