KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 88 " Make up"


__ADS_3

Ting tong.


Arka berjalan kearah pintu saat mendengar bel berbunyi. Mereka sudah menyelesaikan olahraga berburu napas di sofa 5 menit yang lalu, seperti fantasi liar yang di miliki Arka. Kesya juga langsung berlari ke kamar mandi setelah mendengar suara bel berbunyi.


" Dengan Mas Raja? pesanan paket ayam penyetnya dua ya, dengan tambahan sambal terasinya 5. Jus jeruk 2, dan kerupuk nya satu plastik. Total semuanya 85rb." ujar Abang Ojek online.


Arka mengeluarkan uang seratus ribu. " Ambil aja Mas kembaliannya. Terima kasih ya"


"Terima kasih banyak ya mas, semoga rezekinya selalu lancar" Ujar Abang Ojek online yang berbaju hijau itu.


Arka tersenyum dan mengaminkannya. Arka masuk dan menutup pintu. Arka menuju dapur dan mengeluarkan semua pesanannya, dan meletakkannya di atas piring.


tok..tok..tok.. " Sayang, Masih lama?" tanya Arka dari luar kamar mandi.


" Sebentar Mas"


Selang 2 menit Kesya keluar dengan menggunakan Bathrobe dan handuk yang di lilit di atas kepala.


" Mas, mandi dulu gih, biar seger" Ujar Kesya saat melihat Arka ingin mendudukkan bokongnya di kursi makan.


Bokong Arka belum sempat mendarat, tetapi sudah mendapatkan intruksi dari Kesya dengan mata yang menatapnya tajam. Akhirnya Arka kembali berdiri dan berjalan kearah kamar mandi.


Kesya menatap kemeja putih yang di pakainya tadi, mungkin jika di rumahnya, baju itu akan segera di jadikan kain lap di dapur. Baju yang kancing nya bertebaran entah kemana-mana, karena Arka membukanya dengan paksa, hingga membuat baju tersebut sedikit robek.


Kesya memungut baju kemeja yang sudah tidak berbentuk lagi, dan menaruhnya di tempat Sampah. 'sayang sekali, padahal baju itu pasti harganya mahal' batin Kesya menatap prihatin kepada kemeja yang sudah masuk kedalam tempat sampah.


Kesya kembali membuka lemari Arka, dan mencari baju yang cocok untuknya. Kesya kembali menggunakan kemeja Arka, tetapi yang berwarna hitam, yang panjangnya tidak menutupi seluruh bagian belakang Kesya. Kesya melihat ada susuan kain sarung, dan Kesya menarik satu kain tersebut dan memakainya.


Arka keluar dari kamar mandi, dengan tubuh yang hanya terbalut handuk di setengah badannya, dari pinggang ke bawah. Padahal Kesya sudah melihat lebih dari itu, tetapi tetap saja dia masih malu dan merona. Apa lagi melihat dada bidang Arka yang keras, dan perut yang kotak-kotak, Benar-benar menggiurkan.


Arka berjalan mendekat kearah Kesya yang duduk di pinggir ranjang yang sedang menatapnya penuh minat. Pandangan Kesya tidak lepas dari tubuh kekar Arka, tanpa Kesya sadari, tangannya sudah bergerak ingin menyentuh dada bidang itu.


" Apa kamu ingin ronde ke 2?" tanya Arka yang sontak mengembalikan kesadaran Kesya.


Dengan cepat Kesya menurunkan tangannya dan mengalihkan perhatiannya.


" Jangan lupa lap air liur mu sayang" bisik Arka.


Sontak Kesya langsung meraba bagian bibirnya, dan ternyata tidak menemukan cairan yang menjijikkan itu. Kesya geram, dan semakin kesal saat mendengar tawa Arka yang menggelegar sedang menertawakannya. Kesya mengambil bantal dan melemparkannya kearah Arka.


" Jangan harap dapat jatah" Ujar Kesya dan berjalan menuju meja makan dengan kaki yang di hentak-hentakkan.


Arka terkekeh melihat tingkah Kesya, namun juga bergidik ngeri membayangkan tidak bisa tidur dengan Kesya.

__ADS_1


Kesya sudah menuangkan 4 sambal di satu piring kecil yang di tujukan untuknya, dan 1 bungkus sambal di piring kecil yang di tujukan untuk Arka. Kesya tidak perlu menyiapkan yang lain, karena Arka sudah menghidangkannya tadi.


Kesya membasuh tangannya dan menikmati makanan yang ada di depannya. Tidak memperdulikan tatapan Arka yang melihatnya dengan heran.


"Sayang, pelan-pelan makannya. Itu sambalnya jangan banyak-banyak gitu, nanti sakit perut." ujar Arka yang melihat Kesya makan dengan terburu- buru dan mencocok kerupuk ke sambal dengan banyak.


Arka sebenarnya masih kenyang, tapi melihat Kesya yang makannya dengan lahap, dia pun ikut berselera.


Kesya menghabiskan setengah kerupuk dari satu kantong plastik besar. Arka hanya melongo melihat pemandangan di depannya.


Kesya mencuci piring bekas mereka makan, sedangkan Arka sedang berada di dalam kamar mandi.


Kesya melihat ponsel Arka yang bergetar, dan sempat terbaca oleh Kesya setengah isi pesannya sebelum layar kembali hitam.


"aku baik-baik aja, Miss____"


Kesya mengernyitkan keningnya membaca pesan yang membuatnya penasaran. Kesya ingin meraih ponsel Arka karena rasa penasaran yang menghantuinya, tetapi sang pemilik ponsel sudah keluar dari kamar mandi.


Kesya hanya menatap ke arah Arka, " Gak mungkin kan Mas Arka selingkuh? dia kan cinta banget sama aku" batin Kesya.


Drrtt... Drrrrtt..


Ponsel Kesya berbunyi dan menampilkan nama Gilang.


"Assalamualaikum"


" Oke, aku otw ke sana yaa"


Kesya pun memutuskan panggilannya sepihak.


" Siapa?" Tanya Arka saat melihat Kesya sudah meletakkan ponselnya.


" Gilang. Oh ya, Aku ke toko ya Mas, Gilang suruh cek hasil renovasinya. Soalnya dia mau ke London dalam beberapa hari ini. Jadi kalo ada yang masih mau di renov, biar di selesaikan nya terus" Ujar Kesya.


" Dengan baju begitu?" Ujar Arka memandang Kesya dari atas hingga ke bawah dengan mengulum bibirnya.


Kesya sudah menggigit bibirnya karena menahan kesal dengan suaminya yang mulai terlihat jahilnya. Kesya menghentakkan kakinya dan menuju kamar.


Arka tertawa lepas dan kemudian membuat panggilan dengan seseorang. Hanya butuh waktu 15 menit, pesanan Arka sudah sampai.


Arka melangkahkan kakinya dengan membawa paper bag. Di lihatnya kesya yang sedang menggulung di dalam selimut. Arka menaikkan alisnya sebelah.


" Apa dia menangis?" batin Arka.

__ADS_1


Arka berjalan mendekati istrinya, dan saat Arka melihat wajah sang istri, ternyata Kesya sedang tertidur pulas. Arka terkekeh melihat Kesya. kemudian Arka mengecup kening Kesya. Lalu berpindah ke mata, pipi, dan berlama-lama di bibir Kesya, membuat Kesya menggeliat dan membuka mata.


Kesya terkejut dan mendudukkan tubuhnya, lalu melihat sekelilingnya. Lalu pandangan matanya menatap satu paper bag berukuran sedang berada di atas tempat tidur tepat di bawah kakinya.


Kesya menatap wajah Arka dengan kesal.


" Ganti bajunya, biar kita ke toko" titah Arka.


Kesya tersenyum dan meraih paperbag yang berisikan baju baru untuk Kesya. Tak butuh waktu lama, Kesya sudah selesai, tetapi yang membuat Arka heran adalah, Kesya berdandan terlalu berlebihan. Tak biasanya Kesya berdandan terlalu berlebihan. Mempertegas alisnya, menggunakan eyeshadow, eyeliner, mascara, kemudian lipstik yang di gunakan Kesya itu membuat Arka geram. Kesya menggunakan lipstik berwarna merah. Bagi Arka itu adalah warna kesukaannya, dan tidak rela jika orang lain melihat bibir merah Kesya yang menggoda.


" Hapus make up mu, atau kita gak jadi pergi" Ujar Arka.


Kesya mencebikkan bibirnya kemudian duduk di tepi ranjang dengan membelakangi Arka. Arka menghela napasnya dan mendekati Kesya


" Mas gak larang kamu buat berdandan, tapi ini gak seperti kamu yang biasa sayang. Dan lipstik yang kamu gunakan itu, itu sangat menggoda di bibir mu. Dan Mas tidak ingin kamu ditatap lapar oleh pria lain" Ujar Arka memegang bahu Kesya, dan tidam melihat wajah Kesya yang sudah mengeluarkan air mata.


Merasa tidak ada jawaban dari Kesya, Arka menarik bahu Kesya pelan untuk menghadao ke arahnya. Arka langsung membolakan matanya saat melihat wajah Kesya yang sudah banjir dengan Air mata.


" Ya ampun sayang, maafin Mas ya.. Mas gak bermaksud ngelarang kamu. Sayang" Ujar Arka sambil menghapus air mata Kesya yang mengalir.


" Pokoknya Key gak mau hapus make up nya" Ujar Kesya sambil menangis.


" Okey.. oke.. baiklah, Mas gak larang kamu. Sekarang jangan nangis lagi ya.."Ujar Arka sambil mengubur Kesya kedalam pelukannya.


" Kita pergi sekarang?" Ujar Arka setelah merasa Kesya tidak menangis lagi.


Kesya menganggukkan kepalanya dengan semangat. Kesya berdiri dan meraih tasnya.


"Ayooo Mas" ujar Kesya dengan semangat, seakan dia melupakan tangisnya yang tadi.


Arka menghela napasnya, untuk hari ini dia harus merelakan Kesya berpenampilan dengan make up yang sedikit tebal, ditambah warna bibir yang merah merekah. Tapi Arka tidak akan membiarkan pria lain menatap istrinya itu.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.

__ADS_1


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2