KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 161 " Personil tambahan"


__ADS_3

Sudah 4 hari Arka, Bara, Jodi, Duda, dan Kiki berlatih bersama Ara. Ternyata walaupun menyebalkan bagi Jodi, Ara sangat bermanfaat juga. Buktinya mereka sudah lumayan mahir dengan gerakan ngedance.


" Mbak Key, Ara boleh gak kerja di tempat Mbak?" Tanya Ara hati-hati.


" Kenapa? Kok tumben kamu tanya kerja?"


" Emm, gini Mbak, sebenarnya kartu kredit yang di berikan Ayah semuanya sudah di blokir, dan uang saku yang Ara miliki, udah habis buat bayar taksi ke sini. "


" Hmm, kamu emangnya bisa buat kue?"


" Gak sih Mbak, tapi Ara bisa kok cuci piring, bantu bersih-bersih dan lainnya." Ujar Ara bersemangat.


" Ya udah kalo gitu, Kamu besok ikut Mbak ya, Tapi Mbak gak bisa kasih gaji banyak"


" Gak pa-pa Mbak, yang penting Ara udah punya kerjaan dan penghasilan sendiri, udah cukup kok"


Kesya tersenyum, lalu Kesya teringat satu hal.


" Oh ya, ponsel kamu kenapa gak aktif?"


" Eh, itu.. Emm, batrenya lowbat"


Kesya menyipitkan matanya menatap Ara. "Kamu gak bohong kan?"


" Yaa gak lah Mbak, he..he.."


Kesya mengangguk-anggukkan kepalanya. Tak berapa lama kemudian, Vina datang bersama Baby Zein.


" Iih, Gantengnya Aunty" Kesya langsung mengambi Baby Zein dan menciumi seluruh wajahnya, hingga Baby Zein terbangun dari tidurnya. Untungnya Baby Zein tidak menangis jika selalu dalam gendongan Kesya. Mungkin efek dedek bayi yang ada di dalam perut Kesya.


" Iya Oma Aunty" Goda Vina..


" Key gak setua itu"


" Tapi Oma Aunty nikahnya sama Opa Zein" Ujar Vina sambil menirukan suara anak kecil.


" Iih, nyebelin deh"


Vina tertawa, kemudian dia teringat akan janji Kesya yang akan mengabulkan satu permintaannya jika Kesya sampai nikah dengan Arka.


" Key, kamu masih punya satu hutang sama Mbak"


" Hutang apa Mbak?"


" Hutang satu permintaan"


Kesya mengerutkan keningnya, dia berfikir sangat keras, kemudian dia membelalakkan matanya saat mengingat janjinya kepada Vina.

__ADS_1


" Oh iya ya Mbak, Ih.. Kalo ingat masa itu, Key jadi malu sendiri tau gak."


" Habisnya kamu sok jual mahal."


" Ya mana Key tau jika Oom nya Kak Vano Masih seumuran dengan dia. Lagian, waktu pertama jumpa sama Mas Arka, kan Key punya kesan yang tidak menyenangkan." Ujar Kesya sambil mengingat-ingat awal pertemuan mereka.


" Iya juga ya, dan ternyata Om Arka itu sahabatnya Bos kamu di radio, alias om Arka pemilik radio."


" Hmm, Belum lagi Mami Laura yang ngotot banget jodohi Key sama Om Arka. Aduh... kalo di ingat- ingat lucu juga ya mbak. Jodoh kita gak pernah tau"


" Iyaa, kayak Mbak sama Mas Vano. Siapa sangka Mbak bisa berjodoh sama dia. Gak sia-sia lah perjuangan Mbak untuk selalu menunggunya"


" Iya Mbak, yang setia nya kebangeetan.."


Kesya dan Vina pun tertawa dan melanjutkan perbincangan mereka, hingga Vina menyebutkan permintaan nya kepada Kesya.


" Mbak yakin?"


" Hmm, kan lucu gitu jika Mas Vano yang kalemnya kebangetan bisa ngedance ala-ala K-pop."


" Iih, Key segan Ah Mbak minta nya"


" Udah, kamu tenang aja"


Vina meraih ponselnya dan membuat panggilan Video debgan Vano.


" Walaikumsalam, kenapa Mi?"


" Papi sibuk gak?"


" Gak, kenapa sayang?"


" Emm, ini. Kesya kan lagi ngidam kepingin liat Papi ikut bergabung ngedance bareng Om Arka dan Mas Bara, serta yang lainnya"


" Hah? Mami gak salah?"


" Mau ya Pi, permintaan Baby Twins ini"


" Aduuh, gimana yaa"


Mendengar penolakan dari Vano, entah kenapa Kesya merasa sedih dan matanya sudah berkaca-kaca. Dan ini menjadi kesempatan emas bagi Vina.


"Lihat deh Pi, Key udah mau nangis ini gara-gara Papi nolak. Mau ya Pi.. Pliisss"


Vano menggaruk alisnya yang tidak gatal.


" Mau ya Pi"

__ADS_1


" hah, iya deh iya."


" Yeaayy, nanti sore mulai latihan ya Pi, waktunya tinggal 3 hari lagi"


" Hah? 3 hari?"


" Hmmm, Pokoknya entar sore Papi harus ikut latihan"


" Iya Mami nya Zein"


" Ya udah, kalo gitu Mami tutup dulu ya, Assalamualaikum Papi nya Zein"


" Walaikumsalam sayang"


Vina menyimpan ponselnya, dan melihat kearah Kesya yang sudah berbinar-binar. Rasa nya tidak sabar melihat para pria berbadan kekar itu ngedance.


" Dek, Apa Leo juga kita ikut sertakan ya?"


" Ide bagus Mbak."


Dengan alasan yang sama, Vina menghubungi Leo, dan betapa terkejutnya Leo mendengar permintaan Kesya, belum lagi di sebelahnya ada Anggun yang dengan semangat menyetujui permintaan Kesya. Vina mendapatkan sekutu, yaitu Anggun, yang siap merayu Leo untuk ikut ngedance bersama Arka, Vano, Bara, Jodi, Duda, dan Kiki. Sungguh malang nasib mu Leo, yang hamil siapa, yang kenak imbasnya siapa.


Vano dan Leo benar-benar menjadi hiburan bagi Arka dan Bara. Bagaimana tidak, mereka dengan wajah cemberut datang dan mengatakan bergabung dalam tim dance yang menjatuhkan harga diri mereka sebagai pria terkalem dan berwibawa sedunia.


" Waahh, memang rumah Tante Shella bagaikan syurganya pria tampan" Puji Ara dengan mata berbinar melihat para pria tampan yang sedang memakai celana training berdiri di hadapannya. Tapi tetap aja, Jodi yang paling Manis dan cute di mata Ara. Bagaimana tidak, Jodi selalu menghindar dari tatapan Ara, dan itu membuat Ara semakin deg-deg ser.


Tubuh Jodi yang tegap, berotot, dan berkulit sawo matang, khas kulit pria Indonesia, membuat kemacoannya semakin terpancar di mata Ara.


" Okey, Mas Bara, Mas Arka, Ayang Jodi, Bang Duda, dan Kiki latihan di gerakan yang kemarin ya. Ara ajarin dulu nih 2 pria tampan tambahan dari Mbak Kesya."


Arka, Bara, Duda, dan Kiki mengacungkan jempolnya, sedangkan Jodi sudah memutar bola matanya jengah mendengar panggilan untuk dirinya. Belum lagi Duda yang selalu saja menggodanya. Gak tau kah dia, jika Ami masih bersemi di hati Jodi. Jika di bandingkan Ami dan Ara, jelas jauh sekali beda. Ami itu lembut, anggun, feminim. Tidak seperti Ara yang cerewet dan pecicilan, sangat tidak cocok sekali dengan dirinya yang lebih cenderung pendiam. (Menurut Jodi).


Leo lebih mudah mengikuti gerakan Ara, karena Leo sering menemani Anggun nonton konser K-Pop kesayangannya. Sedangkan Vano berkali-kali menggaruk kepalanya karena merasa kesusahan dengan gerakan yang di berikan kepada Ara.


Rasanya Vano ingin mundur saja, jika tidak melihat mata berbinar sang istri. Hah, cobaan apa lagi ini Tuhan.


Hari Sabtu, di mana terakhir mereka untuk berlatih. Dan Arka sudah menyewa tempat latihan yang di penuhi kaca. Khusus untuk hari ini mereka dari pagi, agar mendapatkan gerakan yang maksimal.


Ara tersenyum puas saat melihat gerakan yang di ajarkan dirinya terlihat sempurna di gerakkan oleh pria-pria tampan di hadapannya ini.


Di rumah, Kesya sudah mendekor halaman belakang rumah Daddy Roy, untuk penampilan Para pria tampan itu. Kesya juga sudah menghubungi Papi Farel dan Mami Laura, Mili dan Gilang, Mega dan Bram, dan juga Sasa. Fadil dan Puput sedang mempersiapkan pernikahan mereka yang tinggal 10 hari itu. Jadi Kesya tidak ingin mengganggu kesibukan mereka yang memang terbilang padat. Apa lagi pekerjaan di kantor membuat Fadil harus lembur dan menyelesaikan pekerjaan ya dengan cepat, karena sudah mengajukan cuti selama sebulan untuk honeymoon, begitupun Puput, yang memang statusnya sebagai sekretaris Fadil, ototmatis dianjuga sibuk dengan pekerjaan yang Fadil kerjakan.


Dekorasi sudah siap, tinggal tunggu hari esok untuk penampilan para Cogan.


..** Hai readers...


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...

__ADS_1


Terima kasih. Salam KesAr.


__ADS_2