KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 27 ' Arka pahlawanku '


__ADS_3

Kesya duduk dan dan menyandarkan tubuhnya di divan tempat tidur. Kesya menatap pergelangan tangannya.


" Kok di infus??"


" Lo dehidrasi, dan terlalu lemas. makanya gue infus" ucap Leo.


" Kamu gak papa kan sayang??" tanya mami Shella.


" Iya mi, Key gak papa kok." ucap Kesya sendu.


Kesya mengedarkan pandangannya, dia terkejut melihat Vina masih berada di rumah.


" Loh mbak, kok belum siap-siap? bukannya mau berangkat pergi bulan madu ya?? tanya Kesya.


" Mbak batalin berangkatnya, gak tega mbak sama kamu" ucap Vina yang langsung duduk di tepian tempat tidur dan memegang tangan Kesya.


" Ya ampun mbak, Key gak papa kok mbak. mbak jangan khawatir. ini bukan yang pertama buat aku" ucap Kesya.


" Karena ini bukan yang pertama buat kamu, makanya mbak semakin khawatir key." ucap Vina yang sudah menumpahkan air mata yang tertahan sedari tadi.


" Mbak liat Key, Key gak papa kan?? Key pingsan karena kelelahan. Mungkin karena Key terlalu banyak menangis." ucap Kesya meyakinkan Vina.


" Tapi berita itu pasti akan sangat mengganggu mu" ucap Vina.


" Saya akan meluruskan berita itu, dan membersihkan nama Kesya" ucap Arka. "Percayakan semuanya kepada saya".


Vina merasa lega ketika Arka berkata seperti itu. Daddy Roy dan Mami Shella pun berharap agar Arka bisa membersihkan nama Kesya.


Arka langsung menyuruh Fadil membuat konferensi pers besok pagi.


Daddy Roy keluar kamar Kesya saat mendapatkan panggilan video.


" Apa yang terjadi Roy? kenapa Kesya bisa dipermalukan seperti itu?" ucap Ayah Kesya yang ternyata membuat panggilan video.


" Aku juga tidak tau, tapi Arka akan melakukan konferensi pers besok. Dia akan membersihkan nama Kesya." ucap Daddy Roy.


" Arka? " tanya ayah Kesya.


" Dia adalah anak dari Farel Abraham Moza, pemilik perusahaan Moza." ucap Daddy Roy.


" Oh, jadi dia yang membuat anak saya di permalukan. Aku akan membuat perhitungan dengannya" ucap ayah Kesya geram.


" Tenang lah, Dia anak yang baik. Dia akan membersihkan nama Kesya!" ucap Daddy Roy


" Bagai mana Kesya?? di mana dia sekarang??"


" Dia tadi sempat pingsan, tapi sekarang keadaannya sudah lebih baik"


" APAA?? " teriak ayah Kesya. " Aku ingin melihatnya"


Daddy Roy pun kembali masuk kedalam kamar Kesya.


" Sayang, Ayah mu menelpon" ucap Daddy Roy.


" Ayah " lirih Kesya saat melihat wajah ayahnya di layar pipih milik Daddy Roy.


" Princess, kamu baik-baik saja? " tanya Ayah Kesya khawatir.


" Iya Ayah, Key baik-baik saja. Ayah jangan khawatir" ucap Kesya sambil menjatuhkan air matanya dan dengan cepat menghapusnya.


" Princess, Ayah sudah memesan penerbangan untuk kembali ke Indonesia, 3 Jam lagi keberangkatan Ayah" ucap ayah Kesya.


Kesya hanya menganggukkan kepalanya. " Miss you Ayah" lirih Kesya.

__ADS_1


Daddy Roy pun kembali mengambil alih ponselnya. Dan kembali keluar dari kamar Kesya.


Tante mega melihat Arka masih betah berdiri didalam kamar Kesya, sedangkan mereka semua sudah keluar dari kamar Kesya agar Kesya bisa beristirahat.


" Sampai kapan kau akan berdiri di situ?" tanya Tante Mega kepada Arka


Vina, Mami Shella, dan Kesya pun langsung menatap Arka dan Tante Mega bergantian.


" Arka hanya ingin melihat keadaan Kesya mbak" ucap Arka


" Kau sudah melihatnya, sekarang pergilah. Biarkan dia istirahat." ucap Tante Mega sambil menarik lengan Arka.


Arka terpaksa mengikuti mbak nya itu, tapi pandangannya masih betah melihat kearah Kesya yang saat ini lebih memilih menutup matanya.


Vina dan Vano pun sudah bersiap untuk keberangkatan mereka pergi berbulan madu. Tante Mega, Om Bram, Tuan Besar Farel, Oma Laura, Leo, Arka, dan Daddy Roy ikut mengantar mereka ke lapangan terbang pribadi milik keluarga Moza. Sedangkan Mami Shella menemani Kesya di rumah.


"Kalian jangan fikirkan Kesya, ada Kakek di sini yang akan membantu membersihkan namanya dan melindunginya." ucap Tuan Farel kepada Vina dan Vano.


" Iya, nikmati saja liburan kalian ya sayang" ucap Oma Laura.


Setelah berpamitan dan berpelukan, Vina dan Vano pun masuk kedalam pesawat pribadi milik keluarga Moza.


" Pi, mami mau jenguk calon mantu mami" ucap Oma Laura.


Arka terlihat tersenyum saat Mami kesayangannya mengatakan Kesya adalah calon mantunya.


" Baiklah. Papi memang rencana mau menjenguk Kesya." ucap Tuan Farel.


Tak lupa Oma Laura membeli Buah dan Bunga untuk Kesya saat perjalanan ke arah rumah Kesya.


" Mari Tuan Farel" ucap Daddy Roy sopan.


" Assalamualaikum, Mi ada tamu nih?" ucap Daddy Roy.


" Walaikumsalam" Mami Shella mencium punggung tangan suaminya.


" Ini Nyonya Laura ingin melihat Kesya" ucap Daddy Roy.


" oh, sebentar saya panggil Kesya nya dulu yaa" ucap Mami Shella.


" Jangan, biar saya saja yang ke kamarnya. Boleh?" tanya Oma Laura.


"Mari saya antar " ucap Mami Shella.


Ceklek


" Key, lihat siapa yang datang" ucap Mami Shella.


Kesya yang sedang terlihat menatap ke arah laptop nya pun melihat ke arah pintu. "Oma Laura?" sapa Kesya.


_________________


* KESYA POV *


Ddrrtt drrtt drrtt..


" hal___"


" Key di mana kamu??" Suara Puput yang terdengar seperti sedang panik.


" Aku di kampus, kenapa put??"


" Sebaiknya kamu segera pulang Key, kampus gak aman untuk mu"

__ADS_1


Praakk..


"aaaww" aku memegang kepala ku yang perih karena di lempar telur.


Telur yang pecah itu pun langsung mengalir ke bagian wajah ku. Rasanya aku ingin muntah, karena telur tersebut sangat berbau busuk. Ketika aku ingin meneriakin orang yang melemparkan telur kepada ku, aku kembali mendapatkan lemparan telur, serta tomat busuk. Tidak hanya itu, Teriakan dan makian untukku pun terlontar dari mulut mereka.


" Jauhi Raja - Dasar perempuan gatal - Anak pembantu - Pelac*r - Perebut Calon suami orang - Perusak Rumah tangga orang ? " semua teriakan dan makian yang mereka lontarkan untukku membuat aku terdiam. Kali ini apa lagi salah ku?? Bukan aku yang mendekati Arka, tetapi dia yang selalu mendekati ku. Ingin ku teriak kepada mereka bahwa aku tidak pernah sekalipun mendekati Arka. Hingga sesosok pria berbaju hitam, melepaskan jaketnya dan memakaikannya kepada ku.


"Nona baik-baik saja??" . tanya pria tersebut sambil melindungi ku dari lemparan orang-orang yang menghinaku.


Aku hanya menatap kosong dada pria tersebut, tanganku sudah ku kepalkan untuk meredam amarahku. Cukup sekali aku mendapat hinaan di waktu dulu, dan ternyata saat ini aku kembali mendapatkan hinaan tersebut.


" BERHENTI SEMUA JIKA TIDAK INGIN MENDEKAM DI PENJARA" teriak suara bariton yang aku kenal. Membuat semua orang terdiam dan berhenti melempari ku, tidak bukan hanya aku, tapi pria yang melindungi ku juga ikut di lempari dan di caci maki.


Setelah pria bersuara Bariton yang ku tau itu adalah suara Arka, berada di hadapan ku dan pria yang melindungi ku. Pria yang melindungi ku tersebut memberikan ruang untuk Arka setelah dia membungkukkan sedikit badannya memberi hormat. Ah, ternyata dia adalah suruhan Arka.


"Aku di sini Key, kamu aman sekarang" Ucapnya sambil meraih tubuhku dan memeluk.


Entah kenapa aku rasanya ingin sekali meluapkan tangisanku yang sudah ku tahan dari tadi didalam pelukannya. Tapi aku masih menahannya. Seberapa besar pun aku menahannya, air mataku tetap saja lolos begitu saja.


" Tuan Muda, semua wartawan sudah kita bereskan. Namun sialnya semua berita disiarkan secara langsung." ucap seorang pria yang kutebak mungkin dia salah satu pengawal Arka. Apa?? wartawan?? tidak , kali ini aku dipermalukan lebih parah dari waktu itu. Dulu aku hanya dipermalukan oleh satu kampus hingga aku harus pindah ke kampus lain karena tak sanggup menahan tatapan orang yang melihatku dengan jijik.


Kurasakan pelukan Arka mengerat di tubuhku, dan perlahan dia membimbingku mengikutinya kearah mobilnya.


Didalam mobil Arka masih memelukku. Aku sudah tidak tahan, satu isakan lolos dari mulutku. " Menangis lah, aku disini untuk mu" ucapnya. Dan aku pun menangis histeris.


Sesampainya di rumah, semua keluarga ku sudah berkumpul, kecuali Mas Bara yang betugas di daerah lain dan ayah yang masih di Paris. Mami langsung memelukku dan menangis. Aku pun ikut menangis dan tangisku kembali pecah.


Daddy menyuruh aku untuk membersihkan diriku dulu. Mami dengan sabar membantuku untuk membersihkan amis busuk dari telur yang bercampur dengan tomat. Sekali kali ku lihat mami menahan muntahnya. Dan begitu juga diriku.


Mami menyuruhku berendam agar bau dari tubuhku bisa menghilang dan meninggalkan ku sendiri di kamar mandi. Aku memikirkan masalahku ku yang saat ini terulang kembali, bahkan lebih parah. Aku kembali menangis, namun aku menahan tangisku agar tidak bersuara. Hingga aku merasa kepala ku pusing dan semuanya menjadi gelap.


___________


AUTHOR


"Oma Laura" sapa kesya


Kesya pun menghampiri Oma Laura dan mencium punggung tangannya.


" Gimana keadaan kamu key?" tanya Oma Laura khawatir.


" Alhamdulillah Oma, Kesya baik-baik saja" ucap Kesya


" Aduh Jeng Shella, si Kesya ini kok susah ya dibilangin. Sudah saya bilang loh berapa kali, jangan panggil saya Oma, tapi Mami" adu Oma laura.


Kesya pun hanya cengengesan mendengarnya. Sedangkan Mami Shella hanya tersenyum.


Setelah berbincang sebentar, Oma Laura dan Kesya pun turun. Di ruang tamu sudah ada Tuan Farel dan Arka. Kesya mencium punggung tangan tuan Farel.


" Kamu baik - baik saja kan? " tanya Arka yang nampak khawatir di wajahnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Readers.. like and votenya ya.. pliss..


selamat membaca..


__ADS_2